Senin, 08 November 2010

KRI Tanjung Kambani Laksanakan Pergeseran Pasukan


8 November 2010, Surabaya -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tanjung Kambani-971 merupakan kapal Perang yang tergabung dalam jajaran Komando Lintas Laut Miltier (kolinlamil) yang berkedudukan di Jakarta, telah tiba di pangkalan TNI Angkatan Laut (Koarmatim) Ujung, Surabaya pukul 09. 30 wib setelah menempuh perjalanan kurang lebih seminggu dari Papua untuk melaksanakan Pergeseran Pasukan (Serpas) dari Papua ke Surabaya, Senin (8/11).

Pergeseran Pasukan yang terjadi kali ini merupakan pergeseran biasa, pergantian antar waktu dimana Pasukan dari Batalyon Infanteri 527 Bala Dibya Yudha Lumajang, di bawah komando Dan Yon Letkol Inf Ramli yang merupakan alumnus Akmil 91 ini telah telah melaksanakan tugas di Papua selama 12 bulan untuk menjaga perbatasan darat antara Republik Indonesia dan Papua New Guenea.

Wilayah yang menjadi tanggung jawab pasukan ini meliputi Dua Kabupaten, KabupatenPegunungan Bintang dan Kabupaten Keerom. Sedangkan 650 personil prajurit TNI dari Yonif-527 di bagi menjadi 25 Tim yang masing-masing Tim terdiri dari 21 sampai 25 orang bertugas di Empat Distrik di kabupaten Pegunungan Bintang dan Lima Distrik Di Kabupaten Keerom. Selanjutnya pasukan Organik dari Lumajang Jawa Timur ini, akan digantikan posisinya oleh Pasukan Infanteri dari Yonif-141 Sumatera Selatan.

Pergeseran atau pergantian pasukan ini bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dan beban Psikologis yang berat, sehingga setiap prajurit diharapkan dapat bertugas dengan nyaman. “Selain melaksanakan tugas pengawasan Patok Perbatasan Darat antara RI dan PNG pasukan ini juga melaksanakan tugas pembinaan teritorial (Binter) terhadap masyakat sekitar untuk menumbuhkan semangat bela negara dan cinta tanah air. Dari hasil pelaksanaan Binter yang dilakukan oleh anggota Yonif-527 ialah dengan menyerahnya seorang anggota separatis dan membawa sepucuk senjata Short Gun”. Tegas Wadan Yon 527 BDY Mayor Inf Indarmawan.

Setelah tiba di Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmatim, Ujung, Surabaya. Pasukan yang berjumlah 650 personil itu langsung mengikuti pemeriksaan kesehatan oleh Kesdam V Brawijaya meliputi tes darah dan Urine yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah penyakit menular yang mungkin terjangkit pada personil TNI tersebut selama dalam penugasan. Mengingat Papua merupakan daerah endemi malaria dan HIV/AIDS.

Dispenarmatim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar