Senin, 22 November 2010

Dansatgas Konga XXIII-E Pantau Indobatt Lebanon

(Foto: Puspen TNI)

23 November 2010, Surabaya -- Komandan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-E Letkol Inf Hendy Antariksa melaksanakan pemantauan wilayah operasi "Indobatt" (Indonesian Battalion) di Lebanon Selatan dengan menggunakan Hely Bell 205 milik Spain Air, Senin (22/11).

Informasi dari Penerangan Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil lewat surat elektronik dari Lebanon kepada ANTARA di Surabaya, Selasa, menyatakan Komandan Satgas Yonmek Konga XXIII-E melaksanakan pemantauan udara dengan didampingi enam orang.

Ke-enam pendamping Danstagas Yonmek Konga XXIII-E di udara adalah Kasiops Satgas Mayor Inf Hendrawan, Danki B Kapten Marinir Abdillah, dan empat prajurit anggota Kompi B.

Selama satu jam, Helly berputar-putar mengelilingi daerah operasi Indobatt di Lebanon Selatan, mulai dari Kompi A di UN POSN 9-63 Markas Indobatt di UN POSN 7-1, Kompi C di UN POSN 9-2, termasuk Observation Post yang ditempati anggota Satgas Yonmek Konga XXIII-E.

"Patroli udara ini dilaksanakan dalam rangka melihat dan memantau secara langsung dari udara kondisi 'compound-compound' di jajaran Satgas Yonmek Konga XXIII-E. Itu penting, karena kondisi medan Lebanon Selatan berbukit-bukit terjal," kata Komandan Satgas Yonmek Konga XXIII-E.

Selain itu, "Air Patrol" (patroli udara) juga dimanfaatkan untuk mengamati secara langsung kegiatan para prajurit Indobatt yang sedang melaksanakan penjagaan di sepanjang "Blue Line" (garus biru) perbatasan Lebanon-Israel.

"Mengingat wilayah operasi Indobatt tersebar di bebarapa wilayah Lebanon Selatan, maka kegiatan patroli udara ini akan dilaksanakan setiap bulan sekali," ucapnya menegaskan.

Ia menambahkan kondisi wilayah Lebanon Selatan saat ini cukup stabil, namun Indobatt tetap melaksanakan berbagai upaya preventif untuk mencegah segala hal yang tidak diinginkan.

Keikutsertaan bangsa Indonesia dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB diawali sejak tahun 1957 di Mesir, kemudian pada tahun 1960 mengirimkan Kontingen Garuda II ke Kongo, yang diikuti oleh Kontingen Garuda berikutnya sampai sekarang.

Ke depan, PBB mengharapkan TNI untuk lebih berperan sebagai "Troops Contributing Country" (TCC) dengan menambah kekuatan Kontingen Garuda. Pemerintah telah mengambil kebijakan akan mengirimkan satu kapal perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Frans Kaisiepo 368 ke Lebanon dan satu Kompi Zeni ke Haiti.

ANTARA Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar