Minggu, 26 Desember 2010

Taxi Way Pangkalan Udara Supadio Akan Diperlebar

Sebuah pesawat Trigana Air bersiap lepas landas (take off) di Bandara Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (26/12). Guna melayani penerbangan yang menggunakan pesawat berukuran besar jenis airbus, Bandara Supadio Pontianak sedang melakukan penambahan lebar landasan pacu dari 30 meter menjadi 45 meter. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/mes/10)

27 Desember 2010, Sungai Raya -- Komandan Lapangan Udara Supadio Kolonel (Pnb) Imran Baidirus mengatakan tahun 2011 pihaknya akan melakukan pelebaran terhadap taxi way lapangan udara tersebut karena menjadi bagian terpenting dari satuan tersebut.

"Tahun ini kita sudah mulai pengerjaannya, sehingga tahun depan taxiway tersebut akan kita maksimalkan keberadaannya," kata Imran di Sungai Raya, Minggu (26/12).

Menurutnya, saat ini taxi way atau penghubung antara landas pacu dengan pelataran pesawat, kandang pesawat, terminal, atau fasilitas lainnya yang ada di Lanud Supadio hanya memiliki lebar 15 meter.

Taxi way tersebut akan diperlebar menjadi 23 meter. Dengan demikian, tempat parkir untuk pesawat tempur yang ada di Lanud Supadio tentu akan bisa banyak menampung pesawat.

"Kalau sekarang taxi way yang ada masih sangat kecil, makanya akan kita perlebar," ucapnya.

Selain itu dia juga mengatakan dalam waktu dekat Lanud Supadio akan membuat radar pesawat yang rencananya akan ditempatkan di Bengkayang atau Sambas.

Dengan adanya radar tersebut akan mempermudah Lanud Supadio untuk memantau pergerakan pesawat dari luar, khususnya yang dapat mengancam pertahanan wilayah NKRI yang ada di Kalimantan Barat.

"Untuk pembuatannya kita masih belum tahu pasti kapan dilaksanakan, karena kita juga masih menunggu instruksi dari Markas Besar. Namun untuk proses studi kelayakan dan rencana pengadaan sudah dilakukan," ucapnya.

Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: KOMPAS)

TNI Angkatan Udara akan menambah satu skadron berupa pesawat tanpa awak di Pangkalan Udara Supadio Pontianak untuk memperkuat kemampuan pemantauan termasuk daerah perbatasan di Kalimantan Barat.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa`at di Pontianak, mengatakan, status Lanud Supadio Pontianak akan ditingkatkan menjadi Kelas A atau Bintang 1. Salah satu syarat minimalnya mempunyai dua skadron.

Saat ini Lanud Supadio menjadi pangkalan Skadron Udara I Elang Khatulistiwa. Pesawat yang digunakan jenis Hawk.

"Kalau ada skadron pesawat tanpa awak, Supadio bisa menjadi pangkalan udara Kelas A," kata mantan Komandan Lanud Supadio tahun 2000 - 2002 itu.

Pengadaan pesawat tersebut diharapkan terwujud awal tahun depan. Ia melanjutkan, untuk Alutsista pengadaan dilakukan oleh Mabes TNI.

MI.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar