Rabu, 24 Maret 2010

TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan


24 Maret 2010, Medan -- Anggota TNI dan Polri menggelar patroli gabungan di wilayah perbatasan Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh guna mencari orang-orang yang diduga anggota jaringan terorisme, yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

”Kan kita punya daftar pencarian orang. Patroli dan pemeriksaan di perbatasan Sumut-Aceh lebih dititikberatkan pada orangorang yang masuk dalam DPO,” tegas Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Oegroseno kepada wartawan seusai memberi paparan pada Apel Komandan Satuan (Dansat) Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan (BB), di Aula Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse)-11/Berdiri Sendiri (BS), di Binjai, kemarin.

Dia mengungkapkan, untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan Sumut-Aceh dari aksi terorisme tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus bersama-sama aparat lainnya, seperti TNI dan masyarakat. Khusus di wilayah perbatasan tersebut, pihaknya melakukan patroli bersama anggota TNI yang bertugas di Komando Rayon Militer (Koramil).

Begitu juga di daerah-daerah terpencil yang diduga tinggal orangorang baru yang mencurigakan. ”Kami minta bantuan anggota TNI untuk melakukan patroli desa-desa paling ujung. Siapa tahu ada orang baru yang tidak dikenal. Intinya bersama-sama anggota TNI dan elemen masyarakat lainnya.Tak mungkin menjaga keamanan Sumut ini, kami sendirian,” paparnya.

Menurut mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamnan (Propam) sejauh ini belum ada indikasi masuknya orang-orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme masuk ke wilayah hukum Sumut. Meski begitu, pihaknya tidak mau kecolongan. Di hadapan Panglima Kodam (Pangdam) I/BB Mayor Jenderal (Mayjen) TNI M Noer Muis dan 257 orang perwira TNI Angkatan Daerat (AD) se-Kodam I/BB, Kapoldasu juga mengatakan, akan meningkatkan hubungan kemitraan dengan TNI untuk menciptakan harmonisasi Polisi-TNI.

Menurut dia,antara TNI-Polri merupakan saudara kandung yang sulit dipisahkan. Karena itu, tidak ada alasan untuk saling curiga mencurigai. Kapoldasu juga bertekad ingin memperbaiki moral anggota Polri yang menyimpang. ”Tentu harmonisasi yang dibangun tidak mengganggu tugastugas masing-masing satuan. Oknum polisi yang nakal akan saya proses pidana dan sanksi. Bila perlu dipindahtugaskan ke Papua,” tegasnya.

Pangdam I/BB Mayjen TNI M Noer Muis juga menegaskan, meski banyak ditangkap orangorang yang diduga masuk dalam jaringan terorisme, namun di wilayah Kodam I/BB belum ditemukan orang-orang yang diduga terorisme. Begitu juga dengan penumpukan logistik dan persenjataan ilegal. ”Meski begitu, kami terus kembangkan dan berkoordinasi. Kami terus siagakan pasukan dan siap membantu aparat kepolisian sesuai ketentuan berlaku.

Menghadapi perkembangan kasus terorisme di Aceh, kita bekerja sama. Saya gelar semua unsurunsur intelijen di satuan Kodam I/BB, terutama mengamankan daerah terpencil dan perbatasan Sumut-NAD. Kami juga menyiapkan pasukan khusus, jika sewaktu- waktu polisi memerlukan bantuan, pasukan kita siap diterjunkan,” tandas mantan Pangdam XVI Pattimura ini.

Kodam I/BB memiliki prajurit yang dilatih untuk menanggulangi aksi-aksi terorisme. Prajurit tersebut bermarkas di Batalyon 100/Raider, Namu Sira-Sira, Binjai. ”Kami siapkan mereka sehingga betul-betul siap jika nantinya digerakkan. Jika dibutuhkan ya harus mampu, tak ada alasan ketika satuan ini dikerahkan tugas tak tercapai. Tentunya koordinasi semua pihak, kalau dalam kondisi aman seperti ini, kita tetap berkoordinasi dengan Polri,” bebernya.

Sementara itu, pada pembukaan Apel Dansat Kodam I/BB, Pangdam mengingatkan kepada para perwira di jajaran Kodam I/BB yang meliputi wilayah Sumut, Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), bahwa wilayah Kodam I/BB memiliki 33 pulau. Dari jumlah itu, sebanyak 32 pulau termasuk pulau kecil dan terluar yang tidak berpenghuni. ”Tak hanya wilayah perbatasan yang harus diamankan,tapi pulau- pulau terluar kita yang jumlahnya cukup banyak.

Di antara pulau-pulau itu memang ada yang dijaga TNI, tapi masih banyak yang belum dan hanya dihuni petugas navigasi,”beber Pangdam. Disebut jenderal bintang dua kelahiran Kuala Simpang Aceh ini, apel komando satuan (Dansat) 2010 yang digelar selama tiga hari, yakni Senin-Rabu (22-24/3) di Batalyon Arhanudse-11, Binjai tersebut menitikberatkan pada kepemimpinan para komandan satuan di Kodam I/BB.

Menurut dia, masalah kepemimpinan tersebut sangatlah penting, sebab baik buruknya kinerja prajurit di level bawah sangat bergantung pada kepemimpinan seorang komandan satuan. ”Masalah kepemimpinan ini memang saya tekankan. Mengapa? Karena prajurit di bawah itu sangat tergantung bagaimana sebetulnya seorang pemimpin menyiapkan dan mendengar keluhkesah serta peduli dengan keadaan prajurit.

Jadi mereka berbuat tidak semata tergantung dana. Tidak ada dana tidak berbuat,” ujarnya. Selaku Pangdam I/BB, dirinya tidak bisa bekerja sendiri dalam mencapai program kerja yang ditargetkan.Apalagi, jumlah prajurit TNI sejajaran Kodam I/BB lebih dari 27.000 orang. ”Saya sangat tergantung pada para dansat, karena tak mungkin seorang pangdam bisa memimpin 27 ribu orang lebih.

Mereka yang 257 orang ini saya kumpulkan dan berikan pengarahan,” lanjut dia. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB Letnan Kolonel (Letkol) Caj Asren Nasution menambahkan, apel Dansat Kodam I/BB, selain diisi ceramah dari Pangdam dan Kapoldasu, juga dari Laksma TNI Budyono tentang sosialisasi dokrin operasi.

Kemudian dari Danrem 032/WRB tentang penanggulangan bencana gempa bumi di Padang, Asintel Kasdam I/BB tentang narkoba. Berikutnya dari Dandim 0207/SML tentang lomba binsat teritorial 2009, Danyonif 100/Raider tentang latma Safkar Indopura dan dari Danyonif 122/TS tentang hasil penataran taktik bertempur.

SEPUTAR INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar