Senin, 11 Januari 2010

Mayjen TNI Budiman Jabat Pangdam IV/Diponegoro

KSAD Jenderal TNI George Toisutta (tengah) saling berjabat tangan dengan pejabat baru Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Budiman (kanan), dan pejabat lama Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Haryadi Soetanto (kiri), usai upacara sertijab Pangdam IV/Diponegoro di lapangan parade Kodam IV/Diponegoro, di Semarang, Jateng, Selasa (12/1). Mayjen TNI Budiman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Militer Kepresidenan, sementara Mayjen TNI Haryadi Soetanto selanjutnya akan menempati jabatan barunya sebagai Asisten Operasi KSAD. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/hp/10)

12 Januari 2009, Semarang -- Mayor Jenderal TNI Budiman resmi menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro menggantikan Mayjen TNI Haryadi Soetanto yang dipromosikan menjadi pejabat Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat.
Upacara serah terima jabatan Pangdam IV/Diponegoro dilaksanakan di lapangan parade Kodam IV/Diponegoro Semarang, Selasa, dengan pimpinan upacara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta.

Dalam amanatnya, KSAD mengatakan bahwa mutasi dan pergantian pimpinan dalam suatu organisasi militer merupakan hal biasa terjadi, sebagai bagian dari dinamika organisasi serta bertujuan untuk pembinaan satuan dan personel yang bersangkutan.

"Alih tugas dan jabatan serta alih daerah penugasan merupakan bagian dari upaya mengembangkan kemampuan personel dalam dimensi kepemimpinan, manajerial, dan profesionalisme keprajuritan," katanya.

Sehingga diharapkan, kata dia, para perwira angkatan darat dapat membangun wawasan berpikir, memperluas pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas serta tanggungjawab yang diemban.

"Selain itu, melalui serah terima jabatan ini akan memacu semangat dan kreativitas sehingga melahirkan ide serta pemikiran baru dalam pengabdian yang terbaik bagi kemajuan bangsa, negara, dan Angkatan Darat," ujarnya.

KSAD menjelaskan, Kodam IV/Diponegoro mengemban tugas dan fungsi yang penting dan strategis terkait pengembangan dan pemantapan potensi pertahanan di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut KSAD, di dua daerah ini memiliki suatu kekhasan yang harus dipertimbangkan dalam penyelenggaraan pembinaan potensi pertahanan agar menjadi kekuatan yang setiap saat siap sedia menangkal ancaman dari dalam maupun luar negeri.

"Salah satu kekhasan yang ada wilayah ini adalah kultur Jawa yang mengandung nilai-nilai tinggi di kehidupan bermasyarakat dan harus dimengerti serta dipahami oleh seluruh prajurit Kodam IV/Diponegoro," katanya.

KSAD menyebutkan, pembinaan teritorial di wilayah Kodam IV/Diponegoro juga harus semakin digiatkan dan diberdayakan bersama komponen bangsa yang lain untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan.

"Hal ini penting saya ingatkan karena keberhasilan dan prestasi Kodam IV/Diponegoro selama ini diperoleh dan diraih dengan adanya dukungan dari seluruh komponen masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan itu, lanjut dia, kepada seluruh prajurit dan warga Kodam IV/Diponegoro, KSAD memerintahkan untuk membangun dialog, berinteraksi serta berkomunikasi yang lebih baik dengan semua lapisan masyarakat.

"Hal tersebut dimaksudkan agar tercipta hubungan yang sinergi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan ini, KSAD juga menekankan kepada prajurit agar terus berkoordinasi secara harmonis dengan pihak-pihak terkait dengan dilandasi sikap saling pengertian dan berperan sesuai fungsi masing-masing.

"Kedepannya, Kodam IV/Diponegoro harus lebih memantapkan diri di bidang pembinaan internal dan eksternal secara konseptual, terpadu serta berkelanjutan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu dan menghambat proses pembangunan.

Upacara serah terima jabatan Pangdam IV/Diponegoro dihadiri sejumlah pejabat penting di Provinsi Jawa Tengah, antara lain Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng Salman Maryadi, dan Ketua DPRD Jateng Murdoko.

Pada akhir upacara digelar demontrasi bela diri dari berbagai jajaran Kodam IV/Diponegoro yang kemudian ditutup dengan defile pasukan dan kendaraan peserta upacara.

ANTARA JATENG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar