Jumat, 23 Oktober 2009

Rusia Ingin Perkuat Hubungan dengan RI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyon (kanan) menunjukkan cenderamata berupa sebuah senjata laras panjang yang biasa digunakan untuk berburu yang diberikan oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev melalui Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov (kiri) di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Sabtu (24/10). Presiden Dmitry Medvedev memberikan cenderamata tersebut sebagai hadiah ulang tahun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-60 tahun. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/hp/09)

24 Oktober 2009, Jakarta -- Pemerintah Rusia menginginkan hubungan kerja sama yang lebih kuat dengan Indonesia terutama menjelang ulang tahun ke-60 hubungan kedua negara tahun depan.

Hal itu disampaikan Dubes Rusia di Indonesia Alexander A Ivanov sebelum menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu pagi, di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Ivanov menyampaikan hadiah ulang tahun untuk Yudhoyono dari Presiden Rusia Dimitri Medvedev berupa senapan berburu laras panjang.

"Kedua presiden sudah memiliki hubungan personal yang baik dan hadiah ini merupakan simbol persahabatan dan perhatian untuk memperkuat hubungan terutama menjelang perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia tahun depan," kata Ivanov.

Juru bicara Presiden Dino Patti Djalal mengatakan, saat Presiden berulang tahun ke-60 pada 9 September lalu, Presiden Medvedev sudah memberikan ucapan selama ulang tahun melalui telefon.

"Presiden Rusia menegaskan perhatiannya untuk membangun hubungan dengan partner strategisnya Indonesia," katanya.

Presiden Yudhoyono, Sabtu pagi, bertolak menuju Hua Hin, Thailand, untuk mengikuti KTT ASEAN yang berlangsung hingga Minggu (25/10).

Dino menjelaskan, setelah mendarat di Hua Hin, Presiden langsung ikut dalam pertemuan ASEAN + 3, dan setelah itu akan menghadiri ASEAN India Summit.

"Minggu besok, akan ada acara East Asia Summit. Beliau tidak bisa mengikuti seluruh kegiatan ASEAN pada Jumat (23/10), karena ada rapat paripurna pertama kabinet penuh," katanya.

ANTARA News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar