Senin, 27 Agustus 2012

Jumlah Perokok Indonesia Terbesar Ketiga Dunia,, Mengkhawatirkan!!



ARTIKEL ZAMRUD HIJAU - 'Perang' terhadap rokok kembali digaungkan bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei.

Meski bukan negara kaya, namun nyatanya Indonesia menjadi surga bagi produsen rokok. Setidaknya 225 miliar batang rokok habis diisap 65 juta penduduk Indonesia tiap tahunnya. Malangnya, sebagian besar perokok justru berasal dari golongan ekonomi lemah

Data WHO tahun 2008 menunjukkan, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah China dan India. Diperkirakan saat ini sekitar 65 juta penduduk Indonesia atau sekitar 28 persen orang Indonesia menjadi perokok.

"Indonesia selalu menjadi 'juara' untuk penyakit. Kasus flu burung kita nomor satu, tuberkulosis nomor 3 besar, dan kini untuk jumlah perokok kita juga masuk urutan 3 besar dunia," kata Direktur Utama RSUP Persahabatan Dr. Priyanti Z. Soepandi Sp.P (K) dalam jumpa media Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2010 di RSUP Persahabatan, Jakarta, Senin (31/5).

Tak pelak lagi, rokok seakan menjadi bom waktu bagi siapa saja yang mengisapnya, atau orang-orang yang berada di dekatnya.

Dr Agus Dwi Susanto, Sp.P, dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, mengungkapkan rokok mengandung 4000 zat kimia berbahaya yang 69 di antaranya bersifat karsinogen, yaitu zat penyebab kanker.

Merokok terbukti menimbulkan berbagai efek kesehatan, diperkirakan sekitar 50 masalah kesehatan dapat timbul dan sekitar 20 masalah kesehatan berakibat fatal.

"Munculnya berbagai gejala penyakit akibat rokok baru akan terlihat sekurang-kurangnya setelah 20 hingga 25 tahun, seperti jantung, kanker paru, mulut, tenggorokan, kandung kemih, bibir, pankreas, serta kanker leher rahim, kencing manis dan lainnya. Jadi efeknya tidak instan. Inilah salah satu faktor yang menyulitkan untuk mendesak perokok berhenti," kata Dr Agus.

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan merokok sebagai penyebab 3 kematian utama yaitu kanker paru, jantung koroner dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Dan WHO memperkirakan sekitar 5,4 juta orang meninggal setiap tahun atau 1 kematian setiap 6,5 detik akibat penyakit yang disebabkan rokok.

Dr Agus menambahkan sekitar 70 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, sepertiga diantaranya mencoba berhenti merokok dan hanya 20 persen yang berhasil.

Berbagai faktor menjadi kendala seseorang untuk berhenti merokok, antara lain faktor adiksi nikotin (yang sangat kuat melebihi morfin), tidak ada motivasi, efek nagih/withdrawal akibat putus nikotin, faktor perilaku/kebiasaan serta pengaruh lingkungan.

Dr Agus juga menegaskan, merokok dapat membunuh jutaan orang pada abad ini bila tidak dikurangi dari sekarang. Penekanan akan pentingnya penurunan konsumsi rokok dikalangan perempuan dan anak-anak remaja khususnya, akan menyelamatkan banyak nyawa di masa yang akan datang.

WHO memperkirakan sekitar 5,4 juta orang di dunia meninggal setiap tahunnya, yang artinya ada 1 kematian setiap 6,5 detik akibat penyakit yang disebabkan rokok sebagai faktor risiko.

Di Indonesia sendiri, menurut data penelitian tahun 2004, menunjukkan terdapat 427.948 kematian per tahun atau 1.172 jiwa per hari berhubungan dengan merokok.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar