Selasa, 28 Agustus 2012

Dampak Minum Obat Melalui Mulut


Minum Obat

ARTIKEL ZAMRUD HIJAU | Ternyata meminum obat dari mulut juga memiliki efek samping yang tidak baik untuk kesehatan, namun pada umumnya kita akan meminum obat pasti dari mulut sebab mulut merupakan salah satu sistem pencernan. Nah berikut ini ada beberapa efeksamping yang timbul akibat meminum obat dari dalam mulut dan solusinya.

1. Mulut kering
Selain rasanya tidak nyaman, kondisi mulut kering yang berlebihan juga membuat mulut Anda rentan terserang infeksi gusi, gigi berlubang dan kerusakan gigi.

Penyebab:
Ratusan jenis obat-obatan dapat menyebabkan mulut kering, termasuk antasida, antihistamin, antidepresan, dekongestan, pereda nyeri, obat tekanan darah tinggi dan penurun kolesterol serta obat untuk mengatasi urinary incontinence atau ketidakmampuan diri untuk mengendalikan keluarnya urin.

Solusi:
Minum air putih atau menghisap es batu secara rutin sepanjang hari dan meletakkan pelembab ruangan di dalam kamar tidur Anda. Hindari minuman beralkohol dan pasta gigi yang mengandung natrium sulfat karena dapat memperburuk kondisi mulut kering Anda.

Tanyakan juga pada dokter atau dokter gigi apakah Anda bisa menggunakan gel pelembab yang dijual bebas untuk merangsang produksi air liur atau tidak.

2. Warna gigi berubah
Biasanya perubahan warna giginya tidak terjadi secara menyeluruh.

Penyebab:
Antibiotik seperti tetrasiklin, Cipro dan penisilin.

Solusi:
Jika perubahan warnanya terjadi di bagian luar gigi, dokter gigi bisa membersihkannya dengan mudah. Tetapi jika yang berubah adalah warna gigi di sepanjang garis gusi atau antargigi maka dokter gigi harus menghilangkan warnanya dengan alat penggosok khusus yang disebut Prophy-Jet.

3. Gusi tumbuh berlebihan
Beruntung kondisi ini jarang terjadi namun tak bisa diremehkan begitu saja. Selain tak sedap dipandang, gusi yang tumbuh berlebih dapat menimbulkan banyak plak penyebab gigi berlubang dan masalah lainnya.

Menurut Meinecke, orang-orang yang higienitas mulutnya buruk cenderung mengalami kondisi ini sebagai respons terhadap konsumsi obat-obatan tertentu.

Penyebab:
Penggunaan obat-obatan anticonvulsant dalam jangka waktu lama, calcium channel blockers (CCB) atau imunosupresan.

Solusi:
Teliti menggosok gigi dan flossing sangat penting dilakukan saat mengonsumsi jenis obat-obatan di atas. Jika gigi Anda dipenuhi plak karena pertumbuhan gusi yang tidak normal maka Anda perlu menemui dokter gigi lebih sering dari waktu yang biasa direkomendasikan yaitu dua kali setahun.

4. Gigi gemeretak (bruxism)
Gigi yang bergemeretak atau bergesekan dengan sendirinya dapat mengakibatkan nyeri rahang dan membahayakan enamel gigi.

“Jika orang-orang biasa mengalaminya di malam hari, bisa jadi mereka malah tidak menyadarinya,” ungkap Meinecke, namun sejumlah orang juga mengalaminya di siang hari.

Penyebab:
Beberapa jenis serotonin reuptake inhibitor antidepressants (SSRI) tertentu seperti Prozac, Celexa, Paxil dan Effexor.

Solusi:
Mintalah dokter gigi untuk membuatkan model gigi Anda agar bisa diketahui apakah perubahan ukuran dan bentuk gigi dari waktu ke waktu bisa berpengaruh terhadap kondisi gigi bergemeretak yang Anda alami.

Jika hal itu hanya terjadi di malam hari, menggunakan mouthguard saja sudah cukup membantu. Sebaliknya, jika kondisi ini terjadi setiap hari dan setiap waktu, mintalah dokter Anda untuk mengganti antidepresan Anda dengan obat lain yang bisa dikonsumsi bersama dengan antidepresan untuk membantu mengurangi efek sampingnya.

5. Pendarahan
Obat-obatan tertentu dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk membeku sehingga menyebabkan masalah pendarahan selama Anda menjalani pengobatan mulut.

Penyebab:
Obat-obatan antikoagulan (seperti Coumadin) dan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (seperti Aspirin).

Solusi:
Lakukan perawatan gigi secara teliti seperti menggosok gigi atau flossing dengan lembut dan pastikan dokter gigi Anda tahu bahwa Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu sehingga dia bisa melakukan sesuatu untuk meminimalisir pendarahannya.

“Namun mungkin Anda harus menghentikan penggunaan obat-obatan itu sebelum selesai menjalani pembersihan atau perawatan gigi,” catat Meinecke.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar