Selasa, 05 Oktober 2010

HUT ke-64 TNI di Makassar Berlangsung Meriah

Sejumlah personil TNI melakukan atraksi bela diri Yong Moo Do saat memperingati HUT TNI Ke 65 Tahun di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (5/10). Peringatan yang digelar secara sederhana ini mengambil tema Menengakkan Keadaulatan dan Mempertahankan Keutuhan Wilayah NKRI. (Foto: ANTARA/Adnan Muthalib/Koz/pd/10)

05 Oktober 2009, Makassar -- Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilaksanakan di Lapangan Hasanuddin Makassar, Senin, berlangsung meriah.

Kemeriahan upacara HUT TNI ke-64 ini terlihat pada aktraksi parade devile dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL), dan rampak gendang, pemotongan nasi tempeng serta acara hiburan yang diisi oleh artis penyanyi dari Bandung.

Upacara ini dipimpin oleh Pangdam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Djoko Susilo Utomo dan diikuti oleh sekitar 3.789 prajurit TNI dari berbagai kesatuan Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL).

Hadir pula Komandan Lantamal (Danlantamal) VI Makassar Laksamana Pertama TNI Bambang Wahyudin, Panglima Komando Operasi TNI AU (Danpangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti serta Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanut) Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Ida Bagus Putu Dunia.

Kemudian Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo beserta unsur Muspida, Wakil Kepala Polda Sulselbar, Brigjen Polisi Wisjhnu Amat Sastro, Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo dan undangan lainnya.

"Dalam HUT kali ini kami ingin meningkatkan lagi profesionalisme TNI dan semangat nasionalisme bagi prajurit, " tegasnya.

Sementara parade devile dan demonstrasi peralatan dan perlengkapan TNI dari berbagai kesatuan dari AD, AL dan AU diikuti oleh sebanyak 2.391 orang prajurit.

Parade devile tiga angkatan ini secara beriringan melintas di depan para petinggi TNI di jalan Ratulangi Makassar kemudian ditutup oleh iring-iringan becak tiga roda, sepeda ontel, motor gede serta pasukan berkuda yang diikuti oleh sekitar 900 orang.

"Daerah teritorial di Sulawasi ini sangat aman, kami tidak melihat adanya tanda-tanda aktivitas yang dapat menganggu keamanan Sulawesi Selatan, " tegasnya.

ANTARA Sulsel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar