Kamis, 20 Mei 2010

Kapal TNI AL Tenggelam

21 Mei 2010, Batam -- Kapal Patroli Keamanan Laut milik TNI AL yang membawa Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas tenggelam di perairan Kepulauan Riau, Kamis (20/5). Dari jumlah penumpang dan awak kapal yang diperkirakan 17-25 orang, tiga di antaranya belum ditemukan.

Jumlah penumpang dan awak kapal masih simpang siur. Polisi menyebut semuanya 25 orang, sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menyatakan 17 orang.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau Ajun Komisaris Besar Anggaria Lopis menyatakan, sebelum tenggelam kapal itu terbakar. Diduga, api timbul akibat hubungan arus pendek listrik dari aki kapal. Api menjalar cepat. Dampaknya, kapal oleng dan akhirnya tenggelam.

Sampai kemarin sore, tiga orang yang masih dicari adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas Elly Yusrizal (istri Penjabat Bupati Kepulauan Anambas Yusrizal), seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL), dan seorang staf Humas Pemkab Kepulauan Anambas.

Penumpang yang selamat tiga orang di antaranya mengalami luka bakar serius dan dua lainnya menderita patah tulang. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan Rumah Sakit Umum Tanjung Pinang. Selebihnya sudah diizinkan pulang setelah dirawat di Puskesmas Tarempa.

Pulau Lepung

Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas Herry Soesanto, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas itu bermaksud mengunjungi pengurus dan anggota PKK di Pulau Lepung, Kecamatan Jemaja. Dalam kaitan itulah Kapal Patroli Keamanan Laut TNI AL dipinjam.

Dari Tarempa, rombongan berangkat sekitar pukul 08.00. Setelah satu jam perjalanan, terdengar bunyi ledakan di kapal. Seketika api berkobar. Penumpang pun kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan terjun ke laut.

Saat itu posisi kapal di antara Pulau Lingai dan Pulau Telaga, sekitar 200 kilometer timur laut Pulau Batam. Sekitar 15 menit kemudian, satu kapal nelayan lewat dan menyelamatkan mereka disusul kapal TNI AL dan kapal Puskesmas Tarempa.

Perwira Pembantu Penerangan Pangkalan Utama TNI AL IV Mayor Dede Rukmana menyatakan, pihaknya belum bisa memberi informasi apa pun karena laporan yang diterima belum lengkap. Namun, ia membenarkan tentang tenggelamnya kapal milik TNI AL tersebut.

Sebagai daerah kepulauan, 95 persen wilayah Kepulauan Riau (Kepri) merupakan lautan, sedangkan 5 persennya daratan yang terbagi atas 2.408 pulau. Dengan kondisi geografis yang demikian, moda transportasi utama antardaerah adalah kapal.

Sepanjang 2009, serentetan kecelakaan laut terjadi di perairan Kepri. Lebih dari 50 jiwa melayang dan lebih dari 40 orang hilang. Kejadian terakhir, 22 November 2009, yang menimpa Kapal Feri Dumai Express.

KOMPAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar