Sabtu, 07 November 2009

Tiga Kepala Staf Angkatan Diganti


7 November 2009, Jakarta -- Tiga kepala staf angkatan TNI yakni Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut dan Kepala Staf Angkatan Udara diganti dan dijadwalkan dilantik pada Senin (9/11) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu mengatakan, penggantian ketiga kepala staf angkatan telah lama dipersiapkan dan merupakan kegiatan rutin.

Jabatan Kepala Staf Angkatan Darat diserahkan dari Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo kepada Letjen TNI George Toisutta, yang kini menjabat sebagai Pangkostrad.

Jabatan Kepala Staf Angkatan Laut akan diserahkan dari Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno kepada Laksamana Madya TNI Agus Suhartono yang kini menjabat sebagai Irjen Departemen Pertahanan.

Jabatan Kepala Staf Angkatan Udara akan diserahkan dari Marsekal TNI Subandrio kepada Marsekal Madya Imam Sufaat yang kini menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I.

TNI AL: Pergantian KSAL Bukan Hal yang Luar Biasa

TNI AL membenarkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhie Pudijatno akan digantikan Laksamana Madya Agus Suhartono (Irjen Dephan) tidak dilakukan secara mendadak. Pergantian adalah hal yang rutin dilakukan.

"Oh tidak (mendadak) di TNI AL pergantian KSAL adalah yang rutin dilakukan. Pergantian KSAL tidak hal yang luar biasa. Apalagi tiga-tiganya (KSAD, KSAU, KSAL) juga diganti," ujar Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/11/2009).

TNI AU: Imam Sufaat Senin Jadi Wakasau, Kamis Sertijab KSAU

Dari pergantian 3 unsur kepala staf TNI, pengangkatan Marsekal Muda Imam Sufaat menggantikan Marsekal Subandrio sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) terbilang istimewa. Karena, saat ini Panglima Komando Operasi (Pangkoops) I TNI AU baru menyandang bintang dua di pundaknya.

Namun, Imam sudah mengantongi SKEP sebagai Wakil KSAU dengan pangkat Marsekal Madya.

"Saat ini, beliau menjabat sebagai Pangkoops AU I. Tapi sudah ada keputusan jadi Wakasau. Sehingga Senin itu sudah menjadi marsekal madya," ujar Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Bambang Sulistyo ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (7/11/2009).

Menurut Bambang, hal ini bukan sesuatu yang luar biasa dan sudah pernah terjadi sebelumnya.

"Ini kebutuhan organisasi saja. Tidak ada yang luar biasa soal pergantian, ini memang sudah direncanakan. Serah terima KSAU akan digelar hari Kamis," jelas dia.

Marsda TNI Imam Sufaat dilahirkan di Wates, Yogyakarta, 27 Januari 1955. Imam menjadi Pangkoopau I menggantikan seniornya Marsda TNI Erry Biatmoko.
Ia mendaftar Taruna AAU pada 1973 dan lulus tahun 1977.

Imam masuk Sekbang Angkatan XXIV menjadi penerbang dan menerima trophy sebagai lulusan terbaik. Setelah lulus, Imam dijuruskan sebagai Penerbang Tempur dan ditugaskan ke Skadron Udara 3. Total jam terbang sampai dengan saat ini sekitar 4.850 jam terbang dengan tipe pesawat T 34 C, T 34 A, L 29, T41 D, AS 202 Bravo, T33, F 5 E/F, Hawk MK 53, Hawk 100, dan Air Macci 336.

Jabatan yang pernah ia emban di Skadron operasi mulai dari Perwira Penerbang, Element Leader, Komandan Flight, dan terakhir sebagai Dan Skadik 103/Dan Skad 15. Pada tahun 1997-1998 ia dipercaya sebagai Atase Udara di London. Tahun 1999-2000 sebagai Wadan Lanud Pekanbaru. Tahun 2001 sampai dengan 2002 menjadi Dan Lanud Supadio Pontianak, Dan Lanud Iswahyudi, Waasops Kasum TNI, Gubernur AAU, dan kini Panglima Koopsau I.

ANTARA News/detikNews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar