Rabu, 21 Oktober 2009

Menkes: Kerjasama dengan Namru-2 Tak Dilanjutkan

Laboratorium Naval Medical Research Unit (NAMRU)-2 di Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat menjadi pembicaraan publik karena dituding menjadi kedok intelijen. 19 Ilmuwan Amerika tidak tampak di laboratorium, mereka kebanyakan sudah menjadi kepala bagian riset yang memiliki ruangan khusus.

22 Oktober 2009, Jakarta -- Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedianingsih mengatakan pemerintah sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan laboratorium riset medis Angkatan Laut Amerika Serikat di Jakarta (Naval Medical Research Unit/NAMRU-2).

"Kerja sama dengan Amerika Serikat tetap dilanjutkan, tapi bukan NAMRU. Bentuknya nanti dilihat. Tapi bukan dengan militer. Bukan NAMRU. Kalau waktu itu sudah tidak, masa mau kembali lagi," kata Endang di kediamannya, Jalan Pendidikan Raya III/J55, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis pagi.

Ia mengatakan, kerja sama bidang kesehatan dengan negara lain hanya akan dilakukan dengan lembaga riset yang dikelola sipil, bukan militer. "Dan harus dilihat, apakah setara, transparan dan menguntungkan kedua belah pihak. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan," katanya.

Endang mengatakan akan melanjutkan kesepakatan kerja sama riset dengan Amerika Serikat yang sudah dirintis Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Tanggal 15 September lalu, Siti Fadilah Supari dan Sekretaris Kementerian Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS Kathleen Sebelius menandatangani nota kesepahaman kerja sama pembentukan Pusat Riset Biomedis dan Kesehatan Publik Indonesia-AS di Washington DC.

Peneliti yang mendapatkan gelar master dan doktor bidang kesehatan masyarakat di Harvard University, Amerika Serikat, itu mengatakan kerja sama internasional bidang kesehatan sangat penting.

"Karena kita tidak mungkin bisa sendirian. Yang penting kita mencari kawan, bukan lawan, dan kita harus tetap dihormati dan dipenuhi haknya," katanya.

Republika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar