Kamis, 29 Oktober 2009

Dephan Pertimbangkan lagi Pembelian Hercules Bekas dari AS

C-130H Hercules milik USAF, jenis ini yang ditawarkan kepada TNI AU. (Foto: yokota.af.mil)

29 Oktober 2009, Jakarta -- Departemen Pertahanan mempertimbangkan lagi rencana pembelian pesawat Hercules C-130 tipe H dari Amerika Serikat. Pasalnya, pesawat yang direncanakan adalah pesawat bekas.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Sarana Pertahanan Marsekal Muda Eris Heriyanto kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (29/10). "Masih ada yang perlu dipertimbangkan dalam pengadaan pesawat tersebut. Ini ada soal kecanggihan teknologi. Pesawat tipe H ini merupakan tipe lama yang dikhawatirkan pengadaan suku cadangnya akan diabaikan oleh pabrik," kata Eris.

Meski pesawat bekas, ia nyatakan hal itu bukan masalah. Alasannya, pesawat yang telah di-refurbish memiliki kemampuan terbang hingga 20 ribu jam. Waktu terbang ini bisa diperpanjang dengan peningkatan perawatan. Namun, pemerintah memikirkan risiko kelangkaan suku cadang jika pabrikan tidak lagi memproduksi.

"Antara tipe H dan tipe J itu jauh berbeda. Pesawat akan lebih suka memproduksi yang teknologinya lebih tinggi. Seperti misalnya, pabrik tv ketika menemukan teknologi tv flat, akan meninggalkan tv tabung," jelasnya.

Hingga saat ini, ia menegaskan tawaran atas pengadaan enam pesawat Hercules tersebut baru datang dari Amerika. Mereka berjanji untuk mencarikan pesawat tersebut darimanapun sumbernya. Namun, AS belum bisa memastikan kapan pesawat tersebut bisa didatangkan.

"Mereka berjanji akan kembali mengadakan pembicaraan dengan Dephan. Kemungkinan akhir tahun ini akan ada lagi pertemuan dengan mereka," tukasnya.

MEDIA INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar