Rabu, 25 Juli 2012

Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” (album rekaman Emha Ainun Nadjib)

Isyarat Zaman (1) Allah Merasa Heran
Album rekaman Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” milik Cak Nun. Produksi Kanjeng Production ini dirilis diawal-awal tahun 2000-an. Berbeda dengan album-album Emha Ainun Nadjib dan Gamelan Kiai Kanjeng sebelumnya. Dalam album ini tak dibagi kedalam bagian-bagian judul. Jadinya dalam sampulnya tak banyak yang harus saya tulis ulang. Akhirnya mencoba mendengarkan berulang-ulang isi album Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” untuk ditulis kembali.

Berikut di bawah ini hasil dari didengar lalu ditulis dan didengar lalu ditulis kembali isi dari album Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran”. Walau pun tidak secara utuh dari keseluruhan. Mudah-mudahan tidak mengurangi makna dari maksud album rekaman ini diluncurkan.
Audzubillah Himinas Syaiton Nirozim,…. Audzubillah Himinas Syaiton Nirozim,…. Audzubillah Himinas Syaiton Nirozim

Aku dendangkan, aku dendangkan kepadamu kalimat-kalimat kudus, firman-firman suci al-Hadith fil-Qudsi, cahaya ayat-ayat rahasia yang merasuk ke dalam kalbu kekasihannya Allah, kekasihnya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan sang kekasih menuturkannya …. menuturkannya..

Wahai hambaKu Aku sakit, kenapa engkau tidak menjengukKu
Wahai hambaKu Aku lapar, kenapa engkau tak memberiKu makan
Wahai hambaKu Aku haus Aku haus kenapa tak kau beri Aku minuman. ………………

………………Wahai Maha Mengasuh betapa aku akan menjenguk Engkau betapa mungkin Engkau sakit padahal Engkaulah Tuhan seluruh alam.
Wahai Tuhanku betapa mungkin aku memberiMu makan padahal Engkaulah Mahakaya seru sekalian alam
Wahai Tuhan pengasuh betapa aku memberiMu minuman, sedangkan Engkaulah penumpah rahmat semesta alam.

………Wahai anak Adam kalau engkau menjenguk hambaKu yang sakit itu, nicahya engkau bertemu denganKu disisinya.
Wahai anak Adam kalau engkau memberi makan kepada hambaKu yang kelaparan, niscahya engkau berjumpa denganKu disisinya
Wahai anak Adam sekiranya engkau memberikan seteguk minuman kepada hambaku yang kehausan, pastilah .. pastilah .. pastilah engkau temukan Aku disisinya ………….

Dibagian lain Cak Nun menuturkan tentang bagaimana Allah merasa heran terhadap sembilan sifat manusia/orang.
Sampai-sampai Allah merasa heran kepada sembilan orang
- Aku heran terhadap orang yang percaya terhadap pastinya maut, tetapi ia masih sombong dan membanggakan diri.
- Aku heran terhadap orang yang mengetahui hari perhitungan tetapi ia masih sibuk menumpuk-numpuk harta.
- Aku heran terhadap orang yang paham bahwa ia pasti akan masuk lobang kuburan, tapi ia masih sanggup tertawa terbahak-bahak.
- Aku heran Terhadap orang yang yakin terhadap hari akhirat tetapi ia masih berpanjang-panjang dalam kesenangan dan lalai.
- Aku heran kepada orang-orang yang mengerti bahwa dunia ini pana, tapi ia masih terus saja menambatkan hati kepadanya.
- Aku heran kepada orang yang pintar bicara tetapi bodoh di dalam menyelami pengertian
- Aku heran kepada orang yang hari-harinya habis untuk membicarakan aib orang lain, tetapi ia lupa melihat cacatnya sendiri.
- Aku heran kepada orang sadar bahwa Aku memperhatikan tingkah lakunya kapan dan dimana pun saja, tetapi tetap saja ia durhaka.
- Aku heran terhadap orang yang tahu bahwa ia akan mati sendirian dan masuk kuburan sendirian, tapi masih saja ia menggantungkan kebahagian kepada serda garau dan main-main dengan banyak orang.

Dan dibagian akhir dari isi album rekaman Cak Nun
Wahai Kekasih betapa indah firmanMu betapa cahaya ayatMu betapa surga bisikanMu, tetapi kami Ya Allah justru mampunya hanya memilih azab demi azabMu. Ya Allah sembuhkan telinga kami dari ketulian, bebaskan mata kami dari kebutaan, lepaskan hati dari penyakit dan nafsu merdekakan akal dari ilmu yang keliru. Ya Allah kami tidak pandai berbagi, kami justru sangat terlatih untuk berebut dan menang sendiri.. Ya Allah susah kami untuk jujur pada kebenaran langkah kami semata berdasar senang atau tak senang. Ya Allah kami sangat canggih mempertentangkan perbedaan dan tak mampu menikmati indahnya kebersamaan. Ya Allah kami seperti tidak pernah mempelajari cinta, sehingga kami sangat lahap menikmati kebencian, sehingga kami sangat lahap untuk mengunyah-nguyah balas dendam dan pemusnahan, Ya Allah ya kekasih kami berpihak kepada kabut dan mengabaikan cahaya, kami tidak sanggup perpijak pada kenyataan, karena lebih terserap oleh prasangka. Ya kekasih Robbana dolamna anfussana kami telah mendolimi diri kami sendiri, wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin, kalau Engkau tidak mengampuni kami maka betapa merugi dunia dan akhiran kami..Ya Allah yang kekasih ya kekasih.

Demikian beberapa bagian yang ada di dalam Album Cak Nun Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” yang diproduseri KanjengProd. & Studio21. Kalau ada kesalahan kata atau kalimat, itu murni kesalahan saya dalam penulisan dan keterbatasan ilmu. Dengan senang hati apabila sobat semua mau membantu membetulkan letak kesalahannya.

salam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar