Rabu, 26 Agustus 2009

Perwira Kodam V/Brawijaya Dibekali Materi Anatomi Terorisme

Seorang anggota penembak jitu Gultor (penanggulangan teror) 1 500/Raider Kodam V Brawijaya siap menembak teroris. (Foto: detikFoto/ Budi Sugiharto)

25 Agustus 2009, Surabaya -- Para perwira TNI Angkatan Darat di lingkungan Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brwijaya dibekali materi tentang anatomi terorisme.

Pembekalan itu dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Pengamanan, Brigjen TNI Agus Muljadi, di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Jalan Raden Wijaya, Surabaya, Selasa.

"Semakin banyak kalangan prajurit TNI yang memahami anatomi terorisme, semakin memudahkan kami untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya aksi terorisme," kata Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI B. Soemarno.

Menurut dia, perkembangan situasi keamanan wilayah Jatim setelah pemilu presiden dan penetapan calon anggota legislatif terpilih kondusif.

"Situasinya tetap kondusif, meskipun masih diwarnai dengan adanya permasalahan yang patut diduga berkaitan dengan ideologi tertentu, yang tidak sesuai dengan Pancasila atau ajaran agama tertentu yang menyimpang," katanya.

Ia berharap masyarakat terus memelihara situasi keamanan di Jatim yang kondusif seperti sekarang. "Tidak mungkin kerja keras kami membuahkan hasil, tanpa bantuan dan kerja sama dengan masyarakat," katanya.

Soemarno mengatakan, semua permasalahan yang ada, bisa dideteksi secara dini sesuai dengan kemampuan yang dimiliki para prajurit Kodam V/Brawijaya, sehingga tidak berkembang menjadi tindakan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, pembekalan mengenai anatomi terorisme itu diikuti para Komandan Satkorwil, mulai dari Danrem, Dandim, perwakilan bantuan prasarana, Danramil, badan pembina desa (Babinsa) jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya, para Dansatpur, Dansatbanpur, Kepala Badan Pelaksana Kodam V/Brawijaya, Asintel, dan Aster Kasdam V/Brawijaya. Selain itu para kasi, pasi intel, dan pasiter di tingkat Korem, dan Kodim turut juga dalam pembekalan itu.

Selanjutnya Soemarno mengingatkan para peserta agar memanfaatkan pembekalan materi itu secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi segala bentuk aksi terorisme.

ANTARA JATIM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar