Selasa, 10 Juli 2012

Pernikahan Adat Tangerang

Pernikahan Adat Tangerang yang Dipengaruhi Budaya Banten

- Ngolotkeun
Mengirim utusan dari calon pengantin wanita ke pengantin pria.
Berbeda dengan adat lainnya, yang menentukan calon menantu adalah dari pihak wanita.

- Seserahan
Kedua keluarga pengantin memberikan makan dan pakaian sebagai bekal pengantin dalam kehidupan berkeluarga. Biasanya acara dilaskanakan pada malam hari setelah akad nikah.
Barang yang diberikan: pakaian, tebu wulung, seikat padi, sirih dan pinang dengan tangkainya.
Pengantin wanita menjemput pengantin pria dirumahnya dengan membawa seserahan, kemudian diiringi rombongan kedua pengantin kembali ke rumah pengantin wanita.

- Buka pintu
Upacara buka pintu yang melambangkan penerimaan pihak pengantin wanita terhadap pengantin pria.
Pengantin wanita masuk terlebih dahulu ke dalam rumah, sementara keluarga pria mendendangkan lagu terlebih dahulu, baisanya terdri atas kolum, bayti, raubi, dan sebagainya.

- Huap lingkung
Pengantin disuapi oleh sesepuh dengan nasi punar
Upacara dilaksanakan di depan rumah dan kedua pengantin duduk menggunakan alas tikar.

- Ngeroncong
Kedua pengantin menerima uang receh yang diberikan oleh seluruh keluarga dan undangan.
Kedua pengantin duduk di kursi yang dialasi oleh kain batik baru. Seluruh keluarga bergantian menyalami pengantin dan memberikan uang receh ke tempat yang disediakan.

Sumber: Pikiran Rakyat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar