Minggu, 25 Juli 2010

KRI Boiga-825 Terbakar di Dermaga Ujung Surabaya


26 Juli 2010, Surabaya -- KRI Boiga bernomer lambung 825 milik TNI AL, Minggu malam, terbakar di Dermaga Ujung, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Wartawan ANTARA di Surabaya, Senin dinihari, melaporkan sekitar tujuh unit mobil pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang diduga menyambar kapal patroli itu sejak pukul 19.30 WIB, namun PMK Pasar Turi menerima laporan pukul 21.00 WIB.

Sekitar dua jam kemudian, api dapat dipadamkan, namun 50 persen bagian kapal sudah miring tenggelam ke laut yakni bagian buritan dan lambung kiri dari kapal itu, sehingga menyisakan sisi kanan saja.

"Kondisinya 50 persen tenggelam. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun penyebabnya juga belum dapat dipastikan," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Dinas PMK Surabaya, Ari Bekti Iswanto.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari TNI AL. Kepala Sub Dinas Penerangan Koarmatim Mayor Kariono ketika dihubungi lewat handphone (HP) hanya terdengar nada sambung, tapi tidak ada jawaban.

KRI Boiga

KRI Boiga – 825 jenis PC-40 (Patroli Cepat). KRI Boiga – 825 ini adalah salah satu kapal patroli produksi dalam negeri yang dibuat di Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari milik TNI Angkatan Laut.

Data spesifikasi teknis kapal ini sebagai berikut : Panjang seluruhnya berukuran 40 meter, panjang garis air 34,50 meter, lebar 7,30 meter dan berbobot 100 Gross Ton (GT), kemampuan tangki bahan bakar 35 ton, kecepatan maksimum 29 knot, kecepatan jelajah 26 knot, endurance 4 hari dan jarak jelajah 2.311 NM.

Pemberian nama Kapal patroli ini dengan nama KRI Boiga – 825 berdasarkan Surat keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Laut tentang Ketentuan Pokok Pemberian Nama Kapal-kapal Perang Republik Indonesia bahwa untuk jenis kapal patroli cepat menggunakan nama-nama ikan atau binatang kecil yang buas.

Atas pertimbangan tersebut maka kapal baru produksi dalam negeri ini diberi nama Bioga. Nama ini adalah nama latin ular yang biasa disebut ular Tiung Cincin tersebut adalah Boiga Dendrophilia dan merupakan salah satu jenis ular ganas yang hidup di kawasan hutan bakau di semua kepulauan di Indonesia.

ANTARA News/Dispenal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar