Selasa, 27 Juli 2010

Indobatt dan Spanbatt Latihan Menembak Bersama

Dalam latihan bersama ini, prajurit Spanbatt menggunakan senjata laras panjang jenis HK G36E. Sedangkan prajurit Indobatt menggunakan senjata laras panjang jenis SS-1. (Foto: Puspen TNI)

27 Juli 2010, Lebanon -- Indonesia Battalion bersama-sama dengan Spain Battalion (The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI dan The Salvadorian Contingent) beberapa waktu lalu melaksanakan latihan menembak bersama, di lapangan tembak Multinational Brigade Sector East UNIFIL UN Position 7-2, di desa Ebel El-Saqi Marjayoun, Lebanon.

Beberapa anggota mewakili Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) memenuhi undangan yang dilayangkan oleh Spain Battalion untuk kegiatan di bidang menembak ini. Selain bertujuan untuk meningkatkan hubungan persahabatan dan meningkatkan rasa kebersamaan sebagai sesama Peacekeeper di UNIFIL, khususnya di Sektor Timur UNIFIL di negeri Lebanon Selatan ini, namun juga bertujuan saling berbagi wawasan dan pengetahuan tentang alat utama senjata yang menjadi andalan prajurit perorangan baik dari pihak Indobatt maupun Spanbatt. Demikian dikatakan oleh Wakil Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda 23-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Letkol (Mar) Guslin Kamase mewakili Komandan Satgas Letkol Inf Andi Perdana Kahar saat melepas keberangkatan rombongan Indobatt ke lapangan tembak Multinational Brigade Sector East UNIFIL UN Position 7-2 di desa Ebel El-Saqi Marjayoun.

Selain untuk meningkatkan hubungan, latihan bersama ini juga untuk saling berbagi wawasan dan pengetahuan tentang alat utama senjata yang menjadi andalan prajurit perorangan, baik dari pihak Indobatt maupun Spanbatt. (Foto: Puspen TNI)

Sedangkan menurut penjelasan Perwira Perencanaan Indobatt Mayor (Mar) I Gede Edy Supryadi selaku koordinator latihan yang memiliki daftar panjang kejuaraan menembak ini; secara teknis di lapangan, dalam latihan ini prajurit Spanbatt menggunakan senjata laras panjang jenis HK G36E buatan Jerman. Dengan jumlah kekuatan personil Spanbatt yang terlibat ada dua puluh empat personel yang dipimpin oleh Lettu (SPA) Sanchez. Sedangkan personel Indobatt yang terlibat adalah tiga puluh sembilan orang yang dipimpin oleh Lettu Inf Tri Wiratno yang pada beberapa waktu lalu memenangkan kejuaraan menembak kategori senapan laras panjang se-tingkat UNIFIL. Sedangkan senjata yang digunakan prajurit TNI yang ditugaskan dan tergabung dalam Indonesia Batalyon ini adalah senjata laras panjang jenis SS-1, yang merupakan buatan anak bangsa yakni produksi Perseroan Terbatas Pindad.

Mayor I Gede Edy menunjukkan senapan laras panjang SS-1 kepada personel Spain Battalion. (Foto: Puspen TNI)

Kegiatan yang sangat jarang terjadi ini, diawali dengan acara perkenalan yakni dengan saling menjelaskan jenis dan spesifik senjata yang dimiliki oleh masing-masing kontingen, baik dari Spanbatt maupun dari Indobatt. Selanjutnya, diikuti dengan sesi percobaan yakni saling bertukar senjata dilanjutkan dengan menembak sasaran atau target yang telah disediakan sebelumnya. Unik sebab hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, setelahnya delapan bulan Satgas Indobatt 23-D bertugas di Lebanon Selatan. Sesi saling menukar senjata ini sangat berkesan sekali sebab prajurit Indobatt dapat kesempatan untuk menambah pengalamannya dengan menggunakan HK G36E. Senjata HK G36E ini digunakan pula oleh prajurit Spanbatt dalam melaksanakan kegiatan operasi perdamaian sehari-harinya di Lebanon walaupun penggunaan senjata di daerah operasi seperti Lebanon Selatan hampir sama sekali tidak pernah diledakkan.

Para peserta latihan konsentrasi membidik sasaran. (Foto: Puspen TNI)

Sedangkan bagi prajurit Spanbatt, kegiatan ini sangat menarik perhatiannya sebab belum pernah sebelumnya prajurit dari tanah legenda Zorro ini, menggunakan senapan laras panjang SS-1. Lebih menambah rasa keingintahuan mereka sebab hanya dengan berbekal senjata buatan Dalam Negeri SS-1, prajurit Indobatt dapat merebut kejuaraan menembak baik tingkat Sektor Timur maupun tingkat UNIFIL. Ternyata, kendali utama teknologi persenjataan ada di tangan prajurit yang terlatih, tangkas, smart dan rendah-hati.

Kegiatan berakhir dengan kekaguman masing-masing terhadap persenjataan yang dimiliki oleh kedua kontingen. Kepuasan telah mencoba sesuatu hal yang baru menambah pengalaman latihan dari masing-masing negara. Kedua kontingen Baret-Biru ini sangat puas dengan hasil latihan yang telah dicapai, telah menjajaki kemampuan senjata masing-masing, khususnya bagi para prajurit TNI yang telah dapat merasakan dan menggunakan senjata HK G36E. Hal ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan yang tak mungkin akan terulang lagi bagi prajurit ke-dua negara yang berbeda benua namun sama-sama mengemban tugas yang sama di negeri Lebanon Selatan yakni misi perdamaian dunia.

Puspen TNI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar