Sabtu, 14 Juli 2012

Daging Setengah Matang Rangsang Kanker

James Galagher, peneliti di Swedia mengungkap adanya hubungan antara makan daging olahan, seperti bacon atau sosis, dengan kanker pankreas. Mereka mengatakan, makan 50 gram ekstra daging olahan atau sekedar satu bongkah sosis, setiap hari akan meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hingga 19 persen.

Makan daging merah olahan, merupakan penyebab utama kanker usus. Prof Susanna Larsson, yang melakukan penelitian di Institut Karolinska, mengatakan bahwa terlalu banyak makan daging, ternyata meningkatkan risiko kanker kolorektal. Dan juga ada hubungan dengan kemunculan kanker lainnya, namun belum diketahui tentang jenisnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, menganalisa data 11 percobaan pada 6,643 pesien dengan kanker pankreas. Dari penelitian itu ditemukan makan daging olahan meningkatkan risiko kanker pankreas.

Risiko meningkat sebesar 19 persen untuk setiap kali seseorang mengonsumsi 50 gram daging olahan setengah matang dalam makanan sehari-hari mereka. Mengonsumsi 100 gram tambahan akan meningkatkan risiko sebesar 38 persen.

“Kanker pankreas perlu didiagnosa lebih dini, hal ini penting untuk memahami peningkatan risiko penyakit ini,” kata Larson. Dia merekomendasikan bahwa orang makan lebih sedikit daging merah akan terhindar dari resiko terkena kanker.

Kehilangan nafsu makan, nyeri punggung, gatal kulit tak kesesudahan, diabetes diikuti demam yang menggigil merupakan pertanda gejala kanker pankreas bahkan untuk beberapa kasus, berat badan turun drastis, nyeri di bagian perut, mual, dan muntah, serta penyakit kuning. Menurut Cancer Research UK risiko terkena kanker pankreas satu dari 77 untuk pria dan satu dari 79 untuk wanita.

World Cancer Research Fund menyarankan agar masyarakat sepenuhnya menghidari daging olahan setengah matang. Para ilmuwan menemukan, pemakan daging setengah matang memiliki peningkatan risiko kematian selama periode 10 tahun.

Sebaliknya, asupan dari dagiong putih dikaitkan dengan risiko kematian sedikit berkurang selama periode yang sama. Penelitian di Amerika Serikat, ditampilkan dalam Archives of Internal Madicine, didasarkan pada penderita lebih dari 500.000 orang.

Daging merupakan sumber utama dari lemak jenuh, yang telah dikaitkan dengan kanker payudara dan kanker kolorektal. Selain itu, konsumsi daging lebih rendah telah dikaitkan dengan penurunan faktor risiko untuk menyakit jantung, termasuk tekanan darah dan kadar kolesterol.

Sumber: Dedi Riskomar/”Pikiran Rakyat”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar