Sabtu, 09 Juni 2012

Dinosaurus, Efek Samping Pemanasan Global

Tyrannosaurus Rex, reptil yang berevolusi akibat global warming (worldlatestnews.com)



INFO UNIK - Pemanasan global menghancurkan hutan hujan tropis sekitar 300 juta tahun yang lalu. Kini ilmuwan melaporkan temuan mengejutkan yang mengungkapkan bahwa pemanasan global memicu evolusi drastis di kalangan reptil.

Evolusi tersebut, secara tidak sengaja membuka jalan munculnya dinosurus, 100 juta tahun kemudian. Meningkatnya suhu global terjadi di periode Carboniferous.
Di saat itu, Eropa dan Amerika Utara berada di kawasan khatulistiwa dan memiliki hutan hujan tropis yang cukup luas. Namun, saat suhu Bumi semakin panas dan kering, hutan hujan menjadi tandus dan memicu evolusi reptil.

Saat Bumi menjadi semakin panas, hujan berhenti turun dan hutan hujan tropis mengering. Hutan yang sangat luas kemudian terpecah-pecah menjadi beberapa bagian dan saling terpisah oleh daratan kering yang tak dapat dilewati.

“Perubahan cuaca menyebabkan hutan hujan terpisah-pisah menjadi “pulau-pulau” hutan,” kata Dr Howard Falcon-Lang, peneliti dari Royal Holloway, University of London, seperti dikutip dari Physorg, 1 Desember 2010.

Populasi reptil yang terisolasi ini, kata Falcon-Lang, dan masing-masing komunitasnya berevolusi ke arah yang berbeda-beda dan menyebabkan meningkatnya keanekaragaman. Adapun spesies yang paling berhasil bertahan adalah reptil.

Terputus dari satu sama lain, menghadapi lingkungan yang sangat keras, reptil-reptil ini kemudian berevolusi secara berbeda dan dalam cara yang mengerikan.

Sekitar 100 tahun kemudian, reptil-reptil yang berevolusi tersebut membuat Bumi 'berguncang' akibat langkah kaki-kaki mereka.

Hancurnya lingkungan hidup akibat pemanasan global tampaknya telah memicu rangkaian yang kemudian menjurus ke pemunculan predator raksasa paling mengerikan sepanjang sejarah planet Bumi.

“Sangat mengagumkan melihat bahwa di saat menghadapi kehancuran lingkungan dan ekosistem, hewan terus berevolusi dan menjadi populasi endemis,” kata Sarda Sahney, juga dari University of Bristol, Inggris.

Meski demikian, Sahney menyebutkan, kehidupan belum tentu bisa beruntung seperti yang terjadi ratusan juta tahun yang lalu. “Apalagi kalau hutan hujan Amazon musnah di masa datang,” ucapnya.

Sekian artikel dari saya..... Semoga bisa bermanfaat....

Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar