Rabu, 27 Juni 2012

Hah! Pencetus Fokker Ternyata Kelahiran Blitar

INFO UNIK - Hah! Pencetus Fokker Ternyata Kelahiran Blitar



TNI AU punya sejarah kelabu dengan pesawat Fokker. Dalam tiga tahun dua pesawat Fokker milik TNI AU jatuh di dekat dua landasan Angkatan Udara (Lanud) yang berbeda. Di tahun 2009, Fokker milik TNI-AU jatuh dekat Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Kemudian pada sekitar pukul 14.40, Kamis 21 Juni 2012, Fokker-27 milik TNI AU mengalami nasib serupa dan menerjang kompleks permukiman di area Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Fokker termasuk merek pesawat yang sempat mengemuka di dunia. Pabrikan pesawat asal Belanda ini menjual banyak produknya ke berbagai negara. Indonesia punya hubungan khusus dengan Fokker setidaknya dalam dua hal. Pertama, Indonesia menjadi pasar besar (pengguna Fokker terbanyak) setelah Belanda. Yang kedua, pencetus Fokker ternyata lahir di Indonesia.

Menurut catatan flyfokker.com, penemu pesawat tersebut, Anthony HG Fokker lahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 April 1890. Kedua orang tuanya adalah pegawai perkebunan Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah Indonesia.

Sekitar 20 tahun setelah kelahirannya, Fokker sudah bisa membuat pesawat terbang. Tahun 1910, dia membuat pesawat terbang bernama The Spider. Dua tahun kemudian, Fokker mendirikan Fokker Aeroplanbau di Johanneshal, Berlin, Jerman. Di sini dia terus mengembangkan pesawat untuk kepentingan tempur.

Kesuksesannya di Berlin membuat pemerintah Belanda memanggilnya pulang. Tahun 1919, tepatnya taggal 21 Juli, dia mendirikan pabrik pesawat di Belanda. Dua perang dunia menjadi momentum penting bagi perkembangan pabrikan pesawat yang satu ini. Di antara kedua perang tersebut, Fokker memiliki satu pabrik di Amsterdam dan tiga pabrik di Amerika Serikat (AS).

Di masa itu, F.VIII-3m dengan tiga mesin, menjadi salah satu produk andalan Fokker yang diproduksi hingga 230 unit. Di tahun 1920, Fokker mengembangkan F.II sebagai salah satu perintis pesawat sipil untuk kepentingan transportasi. Empat tahun kemudian, lahir F.VII yang digunakan oleh masakapai Belanda KLM, sebagai pesawat perdananya untuk melayani penerbangan internasional.

Saat Perang Dunia II, pabrik Fokker di Amsterdam hancur. Begitu perang berakhir, tahun 1951 Fokker membangun pabrik di Schipol. Tahun 1955 menjadi tahun kelahiran Foker 27 (F27), sebagai pesawat turboprop tersukses di kelasnya. Fokker berhasil menjual F27 sebanyak 786 unit. Setelah F27 kemudian lahir banyak fersi Fokker lain yang meraih sukses di dunia penerbangan.

Namun akibat salah kelola, manajamen Fokker terguncang. Pada tahun 1996, industri pesawat ini mengalami titik balik. Di tahun itulah Fokker mendeklarasikan dirinya bangkrut dan tutup. Meski produksinya tutup, Fokker tetap menjalankan layanan purnajualnya untuk para konsumen.
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar