Senin, 15 Februari 2010

TNI Akan Bangun Peacekeeping Centre


15 Februari 2010, Jakarta -- TNI berencana membangun tempat latihan multifungsi di daerah Sentul, Kabupaten Bogor pada tahun ini. Kementerian Pertahanan menegaskan jika pembangunan tak akan menggunakan dana selain dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Hal ini disampaikan Karo Humas Kementerian Pertahanan Brigjen I Wayan Midhio kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/2).

"Kemenhan-TNI akan membangun peacekeeping center di atas lahan seluas 200 hektar. Tepatnya di Desa Hambalang, Citeurep, Kabupaten Bogor. Itu menggunakan dana APBN, tidak ada bantuan dari PBB," jelas Wayan.

Pusat pelatihan penjaga perdamaian akan berfungsi untuk tugas luar maupun tugas ke dalam negeri. TNI, kata dia, akan menyiapkan sejumlah pasukan yang akan dikirim sebagai satuan penjaga misi perdamaian yang tergabung dalam bendera PBB. Pelatihan pasukan tersebut nantinya akan dipusatkan di Sentul.

Selain itu, pusat pelatihan juga akan mendidik satuan reaksi cepat penanganan bencana yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

"Kita menyiapkan pasukan TNI kita untuk berangkat ke daerah penugasan sebagai satuan misi perdamaian PBB dan juga mendidik satuan reaksi cepat untuk menanggulangi bencana alam," jelasnya.

Ia mengakui latihan yang diadakan untuk pasukan perdamaian selalu diadakan terbatas. Maka itu, pelatihan akan lebih maksimal jika diadakan dalam satu tempat pemusatan. Pendanaan untuk tempat pelatihan tersebut sedang diupayakan untuk disetujui di DPR.

"Pembiayaan masih dalam proses. Tapi, saya tegaskan bahwa pembiayaan sepenuhnya berasal dari APBN," tandasnya.

Maket tempat pelatihan sudah dibangun oleh Mabes TNI. Pemerintah berharap pembangunan akan dimulai tahun ini.

MEDIA INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar