Minggu, 21 Februari 2010

Malaysia Ajak RI Patroli Bersama


21 Februari 2010, Jakarta -- Tentara Diraja Malaysia mengajak TNI patroli bersama di perbatasan. Langkah itu diambil agar kriminalitas di kedua negara berkurang. Terutama, penyelundupan dan pembalakan kayu liar.

"Mereka menawarkan patroli bersama secara rutin," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Brigjen I Wayan Midhio kepada Jawa Pos kemarin (20/2). Mantan atase pertahanan RI di India itu menjelaskan, tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Menhan Malaysia Zahid A. Hamidi saat bertemu Menhan Purnomo Yusgiantoro di Kuala Lumpur Kamis lalu (18/2).

Selain patroli, Malaysia dan RI sepakat menambah pos gabungan di Kalbar. Saat ini sudah ada lima pos gabungan yang digunakan secara kolektif. "Kami berharap itu efektif menekan tindak kejahatan," kata Brigjen Wayan.

Lima pos gabungan yang saat ini telah digunakan untuk operasi penjagaan bersama itu berada di Entikong, Kalbar; Simanggaris di Kaltim; Biawak dan Lubuk Antu di Sarawak; serta Seliku di Sabah.

Laporan penelitian FISIP UI yang dirilis awal bulan ini menyebutkan, di daerah perbatasan masih sering terjadi pembalakan liar. Ironisnya, sebagian pembalak justru aparat yang bertugas di sana. Dengan patroli bersama, para penjarah kayu haram itu diharapkan tak berkutik.

RI dan Malaysia juga sepakat untuk mengadakan Latihan Gabungan Bersama bersandi Darsasa-07 AB pada 25 Maret-10 April 2010 di Malaka, Malaysia. Latihan itu akan melibatkan ribuan prajurit dari dua negara.

Latgabma Darsasa-07 AB tersebut dilaksanakan untuk melawan aksi teroris sebagai salah satu hasil nyata perundingan perbatasan General Border Committee (GBC) Malaysia-RI (Malindo) ke-38 di Kuala Lumpur.

Menhan RI dan Malaysia juga membahas peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi di perbatasan.

JAWA POS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar