Kamis, 18 Februari 2010

India Tawari Indonesia Rudal Jelajah

BrahMos tampil di Naval Defence 2009 di Surabaya secara penuh. Menampilkan rancangan rudal BrahMos dipasang di kapal perang Indonesia. Tidak terlihat pejabat TNI AL berkunjung ke booth BrahMos saat admin berada di pameran. (Foto: @info-terkumpul)

17 Februari 2010, New Delhi -- Rudal jelajah supersonik produksi bersama India-Rusia telah ditawarkan ke sedikitnya empat negara, termasuk Indonesia. Demikian, ungkap seorang pejabat senior India, Selasa.

BrahMos Aerospace, perusahaan patungan India-Rusia, membutuhkan persetujuan kedua pemerintah untuk mengekspor senjata yang diklaim produsennya sebagai rudal jelajah tercepat di dunia itu.Rudal tersebut dijual dengan harga tiga juta dolar AS.

"Kami sedang dalam proses untuk mendapatkan izin (bagi penjualan) itu," kata pejabat eksekutif BrahMos Aerospace, A. Sivathanu Pillai, di sela pameran senjata di New Delhi.

Seorang eksekutif senior BrahMos mengatakan kepada AFP bahwa pembicaraan serius tentang penjualan versi rudal maritim telah berlangsung dengan Afrika Selatan, Brazil dan Chile.

Negara lain yang ditawari BrahMos adalah Indonesia. Negara ini ditawari rudal-rudal darat produksi BrahMos.

Direktur Pemasaran BrahMos, Praveen Pathak, mengatakan, pihaknya sepakat untuk tidak menjual rudal-rudal produk mereka ke negara-negara yang tidak bersahabat.

Rudal produksi India-Rusia itu dapat terbang dengan kecepatan satu kilometer per detik. BrahMos yakin bahwa dalam 10-15 tahun ke depan para produsen rudal jelajah Amerika maupun Prancis tidak dapat menyainginya karena perusahaan itu tidak hanya mampu meraih pertumbuhan tercepat tetapi juga biaya produksinya paling efisien, kata Pillai.

Rudal BrahMos membawa hulu ledak konvensional seberat 200 kilogram dengan jangkauan tembak 280 kilometer. Para pakar India dan Rusia memulai kerja sama mereka dalam pembuatan rudal ini pada 2001.

Rudal yang namanya merupakan perpaduan antara Brahmaputra India dan Moscova Rusia itu telah masuk jajaran alat utama sistim senjata militer India pada 2007.

KOMPAS.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar