Selasa, 10 Maret 2009

KRI Frans Kaisiepo-368 Siap Diberangkatkan ke Indonesia

KRI Frans Kaisiepo

8 Maret 2009, Vlissingen, RMonline -- TNI Angkatan Laut dan Direksi Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) menggelar penandatanganan Protocol of Delivery KRI Frans Kaisiepo – 368 pada hari Sabtu (7/3) di galangan kapal Vlissingen.

Dalam acara serah terima tersebut, hadir Menteri Pertahanan RI Prof.Dr.Juwono Sudarsono, Kepala Staf Angkatan Laut RI Admiral Tedjo Edhy Purdijanto, mantan Direktur Umum Schelde Naval Schipbuilding (SNS) Hein van Ameijden, Direksi DSNS beserta stafnya, serta para undangan lainnya.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Junus Effendi Habibie yang berhalangan hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Henk Edward Saroinsong (Minister Counsellor), Kepala Bidang Ekonomi KBRI Den Haag.

KRI Frans Kaisiepo Saat Dibangun di Galangan Kapal DSNS, Vlissingen

Dalam rangka penandatanganan Protocol of Delivery kapal korvet Sigma-4, Komandan Satgas Korvet Kolonel Laut (P) Widodo SE menyampaikan laporan kesiapan.

“Sesuai dengan kontrak yang ada, kapal Sigma-4 (KRI-368), yang diberi nama Frans Kaisiepo ini merupakan kapal terakhir yang diserahkan,” ujar Widodo.

Pembangunan kapal korvet-4 ini, lanjut Widodo, seperti proses kapal sebelumnya telah melalui beberapa proses secara bertahap sejak rancang bangun sampai dengan uji penerimaan di laut.


Termasuk didalamnya upaya penyempurnaan sesuai tuntutan tugas berdasarkan pada pengalaman dari pelaksanaan pembangunan dan penggunaan kapal korvet 1, 2 dan 3 yang telah melaksanakan tugas operasi di Indonesia.

“Khusus untuk kapal-4 telah dilaksanakan kegiatan tambahan, yaitu pengukuran radar cross section (RCS), infrared signature (IR) dan underwater radiated noise (URN). Dari hasil pengukuran tersebut diharapkan memperoleh data tentang performance kapal korvet kelas Sigma terhadap penginderaan kapal lain,” ujar Widodo.

Bupati Asmat melakukan ritual tradisional yang secara simbolik merupakan pemberkatan terhadap KRI Frans Kaisiepo agar kapal TNI tersebut dapat selamat dan sukses dalam menjalankan tugas bagi Ibu Pertiwi.

Menurut Widodo, setelah mendapatkan sertifikat standard kelayakan internasional dari Lloyd Register, standard galangan dan Indonesian Maritime Seaworthiness dari Dephan RI, kapal korvet Sigma 4 dengan nama Frans Kaisiepo siap untuk melaksanakan tahap penyerahan.

Sekitar pukul 11.30 waktu setempat, Protocol of Delivery masing-masing ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI Prof.Dr.Juwono Sudarsono dan mantan Direktur Umum Schelde Naval Schipbuilding (SNS) Hein van Ameijden. Penandatanganan Protocol of Delivery korvet-4 tersebut disaksikan oleh KSAL Admiral Tedjo Edhy Purdijanto.

Lebih kurang setengah jam kemudian atau sekitar pukul 12.00 siang, bendera Sang Saka Merah Putih dikibarkan di tiang bendera di geladak heli KRI Frans Kaisiepo-368. Acara penaikan bendera Sang Saka Merah Putih tersebut dengan diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berlangsung dengan khidmat dan terasa megah.

Dengan berkibarnya Sang Saka Merah Putih di tiang bendera di geladak heli ini berarti KRI Frans Kaisiepo-368 telah sepenuhnya menjadi milik Republik Indonesia dan siap diberangkatkan ke Indonesia. Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 adalah Letkol Laut (P) Wasis Priyono NRP 10057/P. (rakyatmerdeka)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar