Kamis, 22 Januari 2009

Pangkoopsau III Tinjau Pembangunan Lanud Tarakan

Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti, melakukan peninjauan proyek pembangunan Pangkalan TNI AU (Lanud) Lanud Tarakan, di Kalimantan Timur, Rabu (21/1). Kedatangan Pangkoopsau II yang didampingi Asops Kas Koopsau II Kolonel Pnb Bonar Hutagaol dan Aslog Kas Koopsau II Kolonel Tek Hasan Londang di Bandara Juwata, Tarakan, di sambut Wakil Walikota Tarakan Tamrin AD, Komandan Lanud Balikpapan Letkol Pnb Agus Pandu Purnama serta Muspida Tarakan.

Setelah mendapat penjelasan dari Wakil Walikota Tarakan dan Unsur Muspida Tarakan, Pangkoopsau II dan rombongan meninjau lokasi Lanud. Beberapa fasilitas seperti kantor Markas Lanud, perumahan dinas, mess crew, apron serta sejumlah infra struktur lainnya, seperti jalan, pagar, instalasi listrik, air dan fasilitas lainnya menjadi fokus peninjauan.

Pembangunan proyek Lanud Tarakan, saat ini telah memasuki tahap ke dua dari tiga tahap yang direncanakan. Untuk tahap pertama dan kedua telah dibangun, fasilitas jalan, kantor Malanud, perumahan dinas prajurit, mes crew, rumah genset, pos jaga, apron, serta instalasi air dan listrik. Lanud Tarakan, yang menempati areal lebih kurang 149 hektar, mulai dibangun pada awal 2008 dan rencananya akhir tahun 2009 ditargetkan selesai dan siap beroperasi.

Kepada wartawan yang menemui di Tarakan, Pangkoopsau II mengatakan, fokus pembangunan Lanud Tarakan saat ini adalah tahap finishing dan siap operasi. Termasuk juga pembebasan lahan seluas 47 hektar. ”Untuk lahan, kita sudah bebaskan 30 hektar dan kini sedang dalam proses pembebasan yang 17 hektar untuk akses fasilitas jalan dan fasilitas lainnya, tetapi Pemda sudah komitment untuk membebaskannya” ujar Pangkoopsau II kepada wartawan.

Pangkoopsau II berharap pembangunan Lanud Tarakan, yang nantinya menjadi Lanud tipe ”C” dapat lebih dipercepat dari renacana semula. Menurutnya, keberadaan Lanud Tarakan, sangat strategis, karena kedudukannya di ujung utara timur pulau Kalimantan, sangat memudahkan TNI AU untuk menempatkan pesawat-pesawatnya bila sewaktu-waktu ada ancaman dari luar, khususnya di kawasan utara kalimantan, termasuk di kawasan blok Ambalat.

”Bila ada ancaman, akan kita tempatkan pesawat-pesawat tempur kita disini, tetapi kalau tidak ada maka kami tidak akan tempatkan” jelas Pangkoopsau II.

Pangkoopsau II menambahkan, kedatangannya ke Tarakan juga dalam rangka mengecek kesiapan menjelang digelarnya operasi pengamanan perbatasan di wilayah kalimantan Timur. Operasi pengamanan nantinya akan mengerahkan sejumlah pesawat tempur F-5 Tiger. Selama kurang lebih sepuluh hari, pesawat-pesawat tempur F-5 akan melakukan pengamanan dan pengawasan di perbatasan Indoesia - Malayasia.

Soal kesiapan fasilitas, Pangkoopsau II menyatakan tidak ada masalah, menurutnya semua sudah cukup memadai. ”Sudah cukup, tinggal mess saja. Operasi pengamanan perbatasan akan kami gelar dalam rangka ciptakan daya tangkal, termasuk sampai kawasan blok Ambalat” jelas Pangkoopsau II. (tni.mil.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar