Tampilkan postingan dengan label ruang lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruang lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

MAIYAH, Tanah Air (Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng Sepuh)

maiyah
Apa Itu maiyah?
Pertengahan September 2001 ketika album ini direkam, sudah kali ke 24 Rombongan Kiai Kanjeng sepuh dan Emha Ainun Nadjib ber-maiyah keliling berbagai tempat, sejak 21 Juli 2001.

Maiyah itu pemusik dan pelantun lagu tidak berada di panggung, melainkan melingkar ditengah ruangan, indoor ataupun outdoor. Tidak ada penonton, karena semua yang hadir, kadang ratusan, kadang ribuan, beberapa kali puluhan ribu tidak menjadi penonton, melainkan berpartisipsi menjadi pelantun lagu-lagu.

Jadi tidak ada grup yang ditonton dan penonton yang menonton. Semua orang, pemusik, juga alat-alat musik, bersama-sama menghadap kepada Allah.

Dari bentuk kebersamaan seperti itu ditumbuhkan maiyah-maiyah dalam konteks yang meluas. Maiyah berarti kebersamaan. Pertama, melakukan apa saja bersama Allah. Kedua, bersama siapa saja yang mau bersama. Maiyah bisa berarti komitmen nasionalisme, kedewasaan hetertogenisme, kearifan pluralisme, tidak adanya kesenjangan ekonomi sebab kalau yang sini terlalu miskin dan yang sana terlalu kaya, itu namanya bukan hidup bersama. Bukan maiyah

Di dalam maiyah tidak ada kebencian. Maiyah tidak punya ilmu tentang perang, tidak punya pengetahuan tentang pertengkaran. Maiyah hanya punya mata cinta.

Emha Ainun Nadjib

Prakata di atas, adalah uraian tentang maiyah yang ada di dalam sampul album rekaman Cak Nun “MAIYAH Tanah Air yang direkam oleh Geese Studio dan MIX Studio, dan diedarkan PT. MUSICA tahun 2002. Materi album ini sama seperti album Cak Nun sebelumnya. Berisi Wirid, Shalawat, dan dipadu dengan penuturan berupa puisi oleh Cak Nun.

Seperti biasa, saya coba tulis ulang sebagian isi dari MAIYAH Tanah Air ini.

Allohumma dholamuuna fahfadhna warhamna wasnshuma warzuqna. Kita ini satu bangsa kita berdekatan satu sama lain, namun terkeping-keping. Kita saling tidak percaya, saling curiga, saling mengincar untuk jegal menjegal. Maka inilah maiyah kami kepada bangsa yang malang ini. Kita satu bangsa, tangan kita bergandengan namun hati kita terpecah belah, tidak ada kerelaan bersama yang kita hidupi adalah ketidakrelaan satu sama lain. Maka ini lah maiyah kami kepada bangsa yang terpuruk ini.

Tahsabuhum jamii’an wa quluubuhum syattaa. Seolah-olah kita bersatu padu tetapi hati kita terkeping-keping. Tidak ada hari depan yang kita bangun kecuali dialektika penghancuran kebersamaan untuk curang dan memang sendiri, maka inilah maiyah inilah maiyah kami kepada bangsa yang terlalu lama sengsara….

Selain kaset, disertakan juga bonus berupa buku Maiyah (Penulis Khath; Islamianto & Mahfud, desain; Zaituna) berisi Wirid Kanjeng sepuh, Shalawat Kanjeng Sepuh, Puisi Emha Ainun Nadjib

Puisi-puisi Emha Ainun Nadjib (Maiyah)

Maiyah Lingkaran
Agar supaya kita saling menjamin
bahwa di dalam lingkaran kita tidak ada kotoran-kotoran batin,
kepalsuan niat, kecurangan fikiran, atau apapun
yang membuat Muhammad menitikan airmata
dan membuat Allah mengurangi
atau bahkan membatalkan kasih sayangnya kepada kita

Maiyah Lingkaran
Agar supaya perjalanan hijrah demi hijrah kita
Tidak disesatkan oleh arus masyarakat, oleh Allah atau oleh diri kita sendiri
Agar supaya perjalanan jihad kita tidak disertai oleh dendam dan ketakaburan
Agar supaya perjalanan ijtihad kita tidak dilalimi oleh makhluk apapun
Serta tidak melalimi diri sendiri
Agar perjalan mujahadah kita dianugrahkan bekal iman dan istiqamah
Bekal kekuatan dan muthmainnah, bekal penghidupan yang barokah
Pintu rejeki yang membuka dirinya lebar-lebar atas perjuangan kita
Pintu kegembiraan, keasyikan uluhiyah, serta perlindungan dari
Quwwatihi wa hauilih

Maiyah Lingkaran
Kami berkumpul melingkar menghadapMu dan memunggungi dunia
Kami berkumpul melingkar menumpahkan cinta kepadaMu
karena telah dilukai hati kami oleh cinta dunia, negara serta golongan-golongan manusia
Kami berkumpul melingkar menyanyikan lalagu-lagu untuk
kekasihMu karena ummat manusia lebih menyukai kepalsuan

Maiyah Lingkaran
Kami berkumpul menciptakan lingkaran kebersamaan antara
hamba-hamba yang dilemahkan oleh pelaku-pelaku kekuasaan dan keuangan
Kami berkumpul merapatkan lingkaran kebersamaan antara
hamba-hamba yang dilalimi oleh kebohongan dan kemunafikan kaum mutakabbirun
Kami berkumpul memadatkan kesatuan antara hamba-hamba
yang diremehkan dan kini mengerti bahwa diremehkan,
antara hamba-hamba yang ditindas dan kini mengerti bahwa ditindas,
antara hamba-hamba yang direndahkan dan kini mengerti bahwa direndahkan,
antara hamba-hamba yang dibuang dan kini mngerti bahwa dibuang

Maiyah Lingkaran
Kami berkumpul menghidupi kesadaran, kepahaman dan kemengertian akan dusta dan kebohongan dunia
Kami berkumpul membangkitkan pengetahuan dan ilmu bahwa
kami dibodohkan, difitnah, dimusnahkan dan dibunuh sebelum kematian
Kami berkumpul menebar jaringan lingkaran para pecintaMU
para pecinta kekasihMu, para pecinta sejatian, para pecinta
kebenaran yang sungguh-sungguh kebenaran, para pecinta
yang benar-benar cinta.

Maiyah Lingkaran
Kami berkumpul melingkar bershalawat bersamaMU serta
bersama para MalaikatMu, untuk manusia agung pilihanMu,
Muhammad saw
Kami berkumpul merangkai lingkaran ma’iyyatul hubbi, ma’iyyatul haqqi, fii ma’iyyatillahi ‘jalla jalalah -----

Maiyah Masyaallah
Masyaallah, orang tidak menyaksikan kok memperkatakan
Masyaallah, orang tidak memahami kok menghakimi
Masyaallah, orang tidak mengerti kok mentuhani
Masyaallah, orang tidak bertanya kok merasa lebih mengerti
Masyaallah, orang membutakan dari sambil memprasangkai
Masyaallah, orang mentulikan diri sambil memfitnah kanan kiri
Masyaallah, orang berbuat dhalim masih bisa merasa muslim
Masyaallah, orang menutup hati masih bisa merasa kiai
Masyaallah, pengetahuannya ditutupi masih bisa merasa santri
Masyaallah, akalnya sendiri dibikin buta masalah bisa merasa ulama
Masyaallah, ilmunya berpaling masih bisa merasa pemimpin
Masyaallah, tidak memelihara silaturahmi masih minta dihormati
Masyaallah, mentalnya fir’aun masih minta dijunjung
Masyaallah, kalau kepalanya hanya berisi curiga
Apa Tuhan menerima sujudnya
Masyaallah, kalu dadanya hanya dipenuhi prasangka
Apa para malaikat masih mengakui kekiaiannya
Masyaallah, kalau hukum baginya ada kepentingan sendiri
Apa arti shalat, sajadah, serban dan peci
Masyaallah, kalau otaknya jumud oleh kepentingan golongan
Apa gunanya pengajian dan wiridan
Masyaallah, kalau kebiasaanmu menghakimi berdasarkan kebodohan
Berhentilah memimpin kemenangan
Masyaallah, kalau masih butuh Dewa atau manusia yang didewakan
Baliklah ke zaman sebelum Islam
Masyaallah, kalau manusia biasa dianggap tidak mungkin bisa salah
Organisasimu adalah Partai Jahiliyah
Masyaallah, mestinya merasa malu kok malah bangga
Masyaallah,mestinya nangis tobat kok malah syukuran
Masyaallah,mestinya bercermin kok malah menampar muka orang
Masyaallah, mestinya berterima kasih kok malah memaki-maki
Masyaallah, mestinya mengoreksi diri kok malah menfitnah orang lain
Masyaallah, mestinya belajar kembali kok malah merasa paling pintar sendiri
Masyaallah, mestinya andhap asor kok malah sesumbar
Masyaallah, mestinya minta maaf kok malah pethenthang-pethentheng
Masyaallah, mestinya tawadldlu’ kok malah takabbur
Masyaallah, terancam masuk neraka kok malah yakin masuk sorga
Masyaallah, itu bukan kejahatan, itu hasil dari kebodohan
Itulah sebabanya kanjeng Nabi tidak menyebut Zaman Syarriyah
melainkan Zaman Jahiliyah
Masyaallah,itu bedoa apa memperbudak Allah
Masyaallah, itu istigtsah apa memperalat Allah
Masyaallah,itu mujahadah apa maksa Allah
Masyaallah,itu ijtihad apa menggampangkan Allah
Masyaallah, itu jihad apa memojokkan Allah
Masyaallah, itu mengaji apa membeo
Masyaallah, itu sembahyang apa absensi kayawan
Masyaallah, itu wiridan apa melarikan diri dari kekhelafahan
Maka siapa saja yang berada dalam lingkaran cinta ini maka siapa saja yang ikhlas jasmani rohani dalam cincin uluhiyah ini
Maka siapsa saja yang menumpahkan seluruh eksistensi hidupnya dalam ma’iyatullah ini
Hendaklah jangan melantunkan shalat, melainkan bersalawatlah
Hendaklah jangan menyanyikan shalawat
melainkan leburkan hidupmu dalam keindahan rububiyah
hendaklah jangan menomersatukan bibir dan suara musikmu
melainkan buktikan kepada Allah dan Kanjeng Nabi
kesungguhan cintamu.

Maiyah Fakir 1
Kami miskin
Kami faqir, ya Allah
Penghidupan miskin
Hati miskin
Akal miskin
Watak miskin
Jiwa miskin

Maiyah Fakir 2
Batin kering
Jiwa dangkal
Pikiran pendek
Mental kerdil
Moral ambruk
Kehendak-kehendak kami lalim
Lalim, ya Allah

Maiyah Fakir 3
Logika serabutan
Memandang segala sesuatu
Dengan kebusukan hati
Mendengar apa saja
Dengan logika yang curang
Ya Allah, yang pantas untuk kmai
Hanya adzab

Maiyah Fakir 4
Miskin terlalu lama
Telah mendidik kami
Jadi pendendam
Faqir berkempanjangan
Kecerdasan hilang
Milik terakhir hanya kebodohan
Kami gengam erat
Kami bangga-banggakan
Sebab kamu sampai kebodohan inipun sirna
Kami tak lagi punya apa-apa

Maiyah Fakir 5
Karena miskin penghidupan, ya Allah
Kalau ada orang makan enak
Kami simpulkan itu adalah ejekan
Kalau orang lainnya kepalaran
Kami gembira diam-diam

Maiyah Fakir 6
Karena faqir dan semakin ditinggalkan harapan
Maka jiwa kerdil melantunkan doa rahasia
Semoga orang pada menderita
Semoga siapa saja jangan ada yang beruntung nasibnya
Semoga kiri kanan yang ada orang sengsara

Sementara mulut bertugas
Mengucapkan yang mulia-mulia
Bibir meneriakkan kemanusiaan
Satu tangan mengacungkan demokrasi
Tangan lain siap siaga mencuri

Maiyah Fakir 7
Kerena miskin ilmu
Jadi gampang bicara
Karena miskin mengetahuan
Omongan menebar seluas udara
Karena miskin pikiran
Sedikit aja punya gagasan
Seluruh dunia disuruh mentaatinya
Karena faqir kreativitas
Sehelai ide yang memenuhi kepalanya
Diyakini sebagai kitab suci kebenarannya
Ya Allah, hamba-hamba
Yang mencapai kekerdilan tiada tara
Memantulkan kebesaran dan kemuliaan
milikMu yang tiada terhingga

Maiyah Fakir 8
Ya Allah sedemikian faqir para hamba
Pergi menemuiMu dengan bekal uang curian
Menaiki kendarann curian
Menyanyikan lagu-lagu curian
Menyebarkan shalawat curian
Mendendangkan suara curian
Mendirian peribadatan
Dengan tiang-tiang curian
Ya Allah maha Mulia dzatMu yang amat bersabar
Atas penghinaan hamba-hambaMU

Album rekaman MAIYAH ini merupakan salah satu dari 7 kaset Cak Nun dan Gamelan Kiai Kanjeng. Seluruhnya masih saya simpan. Yang pasti masih dibisa didengar walau ada penurunan kwalitas pitanya, karena dimakan waktu. Sebagian isi sampul masing-masing (7) kaset itu, saya simpan di archive69 ini.

salam

Selasa, 28 Agustus 2012

Nyiar Barang Bekas di Bandung

Dulu saat masih jadi anak kost dengan anggaran pas-pasan. Pasar loak di Bandung adalah salah satu tempat favorit. Untuk memenuhi kebutuhan, terutama buku (kutu buku ceritanya nih).

Untuk mengenangnya kembali. Saya menyimpan di archive69, beberapa tempat yang menjadi pusat menjualan barang bekas di seputar kota Bandung. Referensi ini diperoleh dari Koran Harian Pikiran Rakyat.

Banceuy
Jalan ini merupakan surga bagi pencinta otomotif. Aktivitas bongkar pasang onderdil kendaraan dilaklukan langsung di sepanjang jalan. Sayangnya, konsumen agak sulit untuk menghiasai kendaraannya karena sejumlah pedagang onderdil bekas yang masih berada di tempat penampungan sementara di sekitar Jln. Viaduct belum dipindahkan ke tempat asalnya sejak 3 tahun terakhir.

Cikapundung
Sepanjang Jln. Cikapundung merupakan sentra barang bekas elektronik. Selain barang elektronik, dipasar Cikapundung juga dijual barang bekas lainnya, seperti sepeda, mesin tik, dan mesin jahit. Tidak jauh dari Pasar Cikapundung, di trotoar kantor PLN, berjajar pedagang buku dan majalah bekas. Mereka berjualan sejak dekade 1980. buku dan majalah yang dijual tidak hanya yang lokal, tetapi juga yang asing.

Dewi Sartika
Para pedagang buku dan majalah bekas juga berjejer di depan toko-toko pakaian di sini. Jumlah yang dijual lebih banyak dibadingkan dengan yang dijual di Jln. Cikapundung. Selain buku dan majalah, di lokasi yang sama, berjejer juga para pedagang yang menjual kaset bekas/lama.

Jatayu
Di Jln. Jatayu (Komodor Supadio), berjejer ratusan lapak yang menyediakan onderdfil kendaraan bekas, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Pedagang juga menyediakan jasa pemasangan di tempat. Namun, lebih banyak konsumen yang memasangkan onderdil untuk kedaraan roda dua. Selain onderdil kendaraan, ada pula kios yang sengaja menjual barang bekas berupa perlengkapan kamar mandi seperti bath tub dan wastafel. Di lokasi itu pun, alat-alat elektronik turut dijual.

Jamika
Tempat penjualan barang bekas tidak tepat berada di jalan Jamika, tetapi di Jln. Situ Aksan. Di tempat ini, barang bekas yang dijual terbilang khusus, yakni berbahan balu dasar kayu seperti papan, kusen, dan perabot rumah tangga.

Cigéréléng
Di sepanjang Jln. Soekarno-Hatta, tepatnya di Cigéléréng dan Gedébagé, terdapat lebih dari seratus kios yang menjual bahan bangunan bekas. Mayoritas pemilik kios yang berasal dari Madura itu mengaku membeli dan menjual kayu, genting, pintu, senf, batu bata, serta berbagai bahan bekas yang diperlukan untuk mendirikan bangunan. Harga yang dipatok para pendjual di Cigéléréng dan Gedébagé untuk bahan-bahan bangunan itu biasanya lebih murah 30-40 persen dari harga yang ditawarkan toko-toko material. Bisnis ini sudah berlangsung selama lebih dari puluh tahun dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Cikudapateuh
Jalan Cikudapateuh, sejak dekade 1960, dikenal sebagai pasar barang bekas yang menyediakan sepatu dan pakaian bekas. Namun, seiring dengan berkembangnya industri fashion, dimana produk-produk fashion membanjiri Kota Bandung, perdagangan di Cikudapateuh mengalami kemunduran. Dari sekitar 70 pedagang yang dulu bisa mangkal di sana, kini hanya tinggal 40 pedagang saja. Itu pun tidak semuanya berjualan setiap hari. Mereka kini hanya menjual (mayoritas sepatu pria), dimana 95 persen di antaranya merupakan sepatu baru. Sepatu-sepatu yang ditawarkan disana merupakan produksi Cibaduyut, Tangerang, dan Garut. Para pembeli masih setia menjadi para pelanggan sepatu Cikudapateuh karena harga yang ditawarkan murah, yaitu Rp 30.000 – Rp 200.000 dan tersedia nomor besar.

Cimol (Gedébagé)
Pasar Cimol Gedébagé merupakan pasar barang bekas terbesar di Indonesia. Sebuah bangunan besar berisi 1.088 kios dengan lantai keramik, dan tembok beton, sejak awal 2011 lalu, menjadi rumah baru para pedagang pakaian, sepatu, dan tas bekas itu. Setiap harinya, rata-rata seribu pengunjung dari berbagai daerah di seluruh Indonesia mendatangi Pasar Cimol Gedébagé untuk berburu barang bekas bermerk yang masih berkualitas baik. Pada hari libur, jumlah pengujung dapat meningkat hingga tiga ribu orang dalam sehari.

Palasari
Nama Palasari sebagai pusat penjualan buku baru dan bekas tidak hanya dikenal oleh warga Bandung dan sekitarnya, tetapi sudah tersohor hingga ke Asia Tenggara. Para penggemar buku dari berbagai daerah dan luar negeri, biasanya datang ke pasar buku ini untuk berburu buku antik.
Namun, buku bekas biasanya seperti buku pelajaran, diktat kulaih, novel, komik, dan kamus juga masih menjadi favorit. Pasalnya, harga buku bekas di Jln. Palasari bisa lebih murah tujuh puluh persen dari harga buku baru. Hampir setiap kios di pasar yang berdiri sejak 1981 itu memiliki stok buku bekas untuk dijual.

Astanaanyar
Perlu suku cadang alat elekronik bekas atau suku cadang sepeda motor? Datanglah ke Jln. Astanaanyar. Di sepanjang jalan itu, anda bisa menemukan berbagai barang yang bahkan tidak pernah terpikir. Para pedagang menggelar dagangannya di atas jalan dan taman, muylai dari sepeda, kacamata, DVD, handphone, suku cadang alat elektronik, onderdil sepeda motor, hingga baju dan sepatu bekas. Mereka beroperasi dari pikul 7.30-15.00 WIB.

Jalan Malabar
Sudah lebih dari sepuluh tahun Jln. Malabar menjadi pusat penjualan barang bekas. Para pemburu barang bekas dapat menemukan sepeda, kursi lipat, meja kantor, hinga etalase kaca alumunium di sepanjang jalan ini. Berbagai transaksi dapat dilakukan mulai dari jual, beli, hingga tukar tambah.
Jln. Malabar dapat bertahan sebagai pusat penjualan barang bekas karena memiliki beberapa kelebihan. Sebut saja, harga yang miring dibading dengan toko atau pasar loak lainnya di Bandung, sebagai contoh, harga sepeda bekas yang dipatok para pedagang lebih murah 30-40 persen dari harga toko. Sementara untuk sepeda baru, harga yang ditawarkan lebih murah 10-15 persen.

Cihapit
Di pasar barang bekas ini, barang-barang yang dijual cukup banyak jenisnya, mulai dari tape mobil, sepatu, jaket kulit, onderdil kendaraan, hingga kaset bekas. Biasanya, Pasar Cihapit jadi rujukan pasar loak lain untuk mencari pasokan barang yang terbilang langka.

Cihaurgeulis (Suci)
Kondisi fisik Busra Buku Cihaurgeulis di Lantai II Pasa Cihaurgeulis sangat memprihatinkan. Keberadaan bursa buku yang terkenal pada dekade 1980 itu bagaikan tertelan pemandangan lapangan parker yang becek dan berlumpur, serta sampah pasar yang menumpuk sembarangan. Dari sekitar 80 kios yang berjualan pada akhir dekade 1980 kini hanya dua belas kios yang bertahan.
Lokasi Bursa Buku Cihaurgeulis yang strategis di pusat kota tidak dapat mendongkrak kembali popularitas pasar buku tersebut. Para pedagang malah harus langsung bersaing dengan toko-toko buku besar yang menawarkan diskon hingga tiga puluh persen. Padahal dilihat dari koleksi buku baru dan buku bekas, Bursa Buku Cihaurgeulis tidak kalah lengkah.

Bagaimana sobat tertarik untuk nyiar/mencari barang bekas di Bandung?

salam

Jumat, 17 Agustus 2012

Ketupat Idulfitri

Ketupat Idulfitri
Tanpa terasa saya bersama archive69, memasuki tahun ketiga berjumpa dengan hari kemenangan umat muslim. Idul Firtri tahun lalu saya mengarsipkan Kupat (ngaku lepat) Lebaran. Lebaran tahun ini pun saya mencoba mengarsipkan kembali sebuah esai yang ditulis oleh Asep Salahudin, dosen di IALM Suryalaya dan UIN Bandung, yang berjudul Ketupat Idulfitri. Diterbitkan koran harian Pikiran Rakyat edisi Kamis (Pahing) 16 Agustus 2012.



Ketupat Idulfitri

Oleh: Asep Salahudin, dosen di IALM Suryalaya dan UIN Bandung

ADALAH Claude Levi-Strauss seorang seorang antropolog berkebangsaan Prancis yang sampai pada sebuah kesimpulan bahwa makanan dapat dijadikan pintu masuk untuk mengungkap geneologi kebudayaan seperti tampak dalam bukunya Myth and Meaning (1978)

Orang menelaah kebudyaan tidak lagi perlu melulu jalur “resmi” semisal tari, pemikiran, lukisan, sastra, kesenian, tapi juga dari jenis dan karakteristik makanannya. Makanan sebagai bagian dari kreasi budaya luhur manusia. Makan menjadi pintu masuk untuk meneguhkan bahwa “aku makan oleh karena itu aku (budaya) ada”.

Ketika Idulfitri dilambangkan dengan ketupat, maka ketupat itu sendiri tidaklah berdiri sendiri. maknanya menjadi berkelindan secara simbolik tidak hanya dengan ritus spiritualitas namun juga dengan situs kultural. Tanda seperti ini telah secara laten disepakati bersama, kita tidak bisa menggantinya secara serampangan (arbitrer). Ketupat digeser misalnya dengan timbel. Akan menjadi terasa ganjil seandainya kita mengirim kartu Lebaran dengan gambar pohon nangka di pojok sisi kiri.

Ketupat yang berbentuk segi empat dengan sudut penempatan mengarah secara diagonal pada gilirannya bukan hanya menjadi makanan khas Idulfitri tapi juga menjadi semiotika Idulfitri itu sendiri. itulah yang menjadi alasan utama dengan mudah ditemukan gambar ketupat itu dalam kartu pos, email, Facebook, MMS. Ketupat menyatu dengan munajat “semoga puasa Anda diterima, kembali kepada kesucian dan menjadi orang-orang yang berbahagia, minal aidin wal faizin.

Sejarah
Konon katanya ketupat ini sudah ada sejak pemerintahan Demak dipimpin Raden fatah awal abad ke-15. Raden Fatah sengaja membuat ketupat yang dibagikan secara rutin kepada rakyatnya sebagai bagian “politik kerajaan’ untuk mencari simpatik massa. Dengan ketupat hati mereka terbeli. Tak ubahnya hari ini para politisi membeli masyarakat dengan sebaran parsel dan hadiah hari raya lainnya sebagai investasi untuk pemilihan umum dan atau pilkada.

Riwayat lain menyebutkan bahwa salah seorang Wali Songo, Sunan Kalijaga, adalah orang pertama yang mengenalkan tradisi ketupat pada masyarakat pedalaman Jawa. Sang wali itu memilah ketupat buatannya dalam dua tipologi: ketupan saat Lebaran dan ketupat yang dibikin seminggu setelah Lebaran. Ketupat-ketupat ini kemudian dibagikan kepada penduduk sekitar sebagai lambang hasrat menegakkan kohesivitas sosial. Ketupat di tangan sang wali menjadi sengat bersentuhan dengan etos penyebaran sebuah agama sebagai ekspresi dari ijtihad budaya lokalnya. Sebentuk komunikasi ritual sang wali yang dibungkus dengan ketupat agar pesan-pesan keagamaannya lekas tersampaikan.

Lima Tanda
Minimal ada lima tanda di balik plihan ketupat sebagai simbol Idulfitri: Pertama, melambangkan tekad pemadatan pengalaman keberagaman selepas Ramadan. Tak ubahnya padatnya beras yang ada di dalam ketupat. Ramadan diposisikan sebagai kawah candradimuka untuk melakukan pelatihan rohaniah. Dan sejauh mana pelatihan itu berhasil, acuannya adalah dalam pertandingan resmi pada sebelas bulan sisanya.

Kedua, melambangkan ihwal keniscahyaan membangun solidaritas kokoh yang melampaui sekat-sekat fanatisme kelompok dan ekslusifisme pemahan keberagamaan. Seperti kokohnya janur yang teranyam sehingga menjadi bentuk otonom dari sebuah ketupat segi empat tanpa pernah beras yang dimasukkannya ketika sudah matang kemudian menyembul ke luar dari garis kebebasan.

Tidak pernah terjadi nasi yang sudah matang (sikap beragama yang dewasa) menerabas bungkus ketupat karena merasa berhak untuk memonopoli kebenaran dan menganggap “lian” sebagai keliru.

Ketiga: membuat ketupat membutuhkan ketekunan agar anyaman yang dibuat sesuai keinginan, selaras dengan jalur yang telah terpolakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan tentang kewajiban proses dalam hal ihwal termasuk dalam membangun kematangan iman. Iman yang rusuh tapi toleran lebih baik dari pada klaim keimanan yang stabil tapi tertutup, intoleransi dan tidak bersedia didialogan dengan iman orang lain. Hal ini dengan sangat bagus ditulis filsuf Sunda Haji Hasan Mustapa yang menempatkan dirinya yang berada terus dalam proses mencari kebenaran sebagaimana tampak dalam sebuah guguritan-nya:

…Kadungsang-dungsang kasandung/Manggih lain manggih lain//ek nanya nanya ka saha/Keur pada ngalain-lain/Teu kaur asa paisa/Asa enya asa lain/Di buru da lain kitu/Di lain-lain da bukti//i sidik-sidik aringgis/Wantu mapay nu neangan/Kapanggih aringgis lain.

Pencarian yang meghajatkan sikap terbuka kepada “orang lain” sebagaimana terbukanya anyaman ketupat dengan anyaman yang lainnya untuk dipersatukan dalam bentuk yang dikehendaki. Da ang kudu jeung batur/da batur kudu jeung aing/da aing kudu jeung saha/da saha kudu jeung hiji/da hiji kudu jeung hiji/da hiji kudu jeung dua/da dua kudu jeung hiji.

Keempat: ketupat mengandung arti sikap dari yang ngaku lepat (mengaku salah). Pengakuan ini yang kemudian menjadi motif substansial di hari raya penuh kemenangan. Orang saling meminta permafaan. Pengakuan lepat ini penting sebab hanya diharapkan orang bisa mengiventarisasi kesalahan-kesalahannya dengan niat kuat untuk tidak diulangnya lagi di kemudian hari.

Pengakuan lepat menjadi tidak penting ketika justru kesalahan yang sama terus terulang. Tentu pengakuan seperti ini bukan hanya akan menjebak seseorang pada perayaan Idulfitri yang artifisial, tetapi juga dapat menumpulkan nuraninya sehingga pada akhirnya menghilangkan sensitivitas kepekaan sebab dia telah melakukan dusta bukan hanya dengan dirinya, dengan pihak lain, juga dengan Tuhannya.

Kelima: maka ketupat terasa kurang sempurna kecuali dibarengi “kerabatnya” serupa opor ayam, rendang, tumis, dan kerupuk. Filosonya bahwa seorang pemimpin dikatakan pemimpin ketika ada rakyatnya. Ketika rakyat melakukan pembangkangan dan sudah tidak percaya lagi maka kepemimpinan itu bukan hanya tidak legitmit, tetapi juga kan terasa hambar sebagaimana hambarnya Idulfitri hanya dengan ketupat tanpa kerabatnya itu. Dalam kontkes ini kepemimpinan harus dijangkarkan pada haluan moralitas yang kokoh agar pada akhirnya terwujud keadaban publik; suasana tiis ceuli herang mata, hurip gustina waras abdina, rea ketan rea keton rea harta jeung rea harti.

Alhasil, agar Idulfitri yang kita rayakan setiap satu Syawal tidak hanya menghidangkan ketupat, maka simbol di balik makanan ketupat itu mesti kita perhatikan bersama sehingga Idulfitri benar-benar dapat menyentuh dimensinya yang paling hakiki. Betul apa yang dibilang Levi, dari makan kita dapat belajar banyak hal. Dari ketupat kita dapat mencapai hakikat.***

Sumber: Pikran Rakyat



Akhirulkalam, saya ucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H / 2012 M, Mohon Maaf Lahir Batin”.

Kamis, 16 Agustus 2012

Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI 1945

Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI 1945
Naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik

Rabu, 15 Agustus 2012

Lirik lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” (Chrisye 1997)

Chrisye
Chrismansyah Rahadi, seorang mualaf yang terlahir dengan nama Christian Rahadi. Dengan nama populer Chrisye. Banyak lagu yang menjadi hit dibawakan Chrisye, salah satu diantaranya yang berjudul “Ketika Tangan dan Kaki berkata” (lirik Taufiq Ismail. 1997)

Saya jadi teringat kembali, tak lama setelah kepergian Chrisye menghadap Sang Pencipta (30 Maret 2007). Di salah satu TV swasta Nasional menggelar acara mengenang kepergian Chrisye, disela-sela konser karya Chrisye (alm). G.F Damayanti Noor, istri almarhum sempat bercerita, bahwa Chrisye sempat beberapa kali mengulang saat mengambilan suara lagu Ketika Tangan dan Kaki berkata. “Almarhum sangat menghayati dalam membawakan lagu ini (Ketika Tangan dan Kaki berkata), tanpa terasa air matanya berlinang dan tak kuasa meneruskan rekaman”.

Untuk selalu mengingat karya yang sangat menyentuh ini. Saya coba arsipkan kembali lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata, di archive69

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lgi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba...

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina


Lagu yang sangat indah ini. Pernah juga jadi soundtrack sinetron religi beberapa tahun kebelakang.

salam

Senin, 13 Agustus 2012

Sudah “Etnis”, Lupa “Suku”

Oleh: Hawe Setiawan

DALAM bahasa Indonesia baku, kata etnis adalah adjektiva alias kata sifat. Kata itu dipakai untuk menerangkan kata yang mendahuluinya. Contohnya, istilah kelompok etnis berarti sekelompok orang yang memperhatikan ciri-ciri entis tertentu.

Bahasa Indoensia menyerap kata etnis dari bahasa Inggris. Istilah aslinya adalah ethnic. Dalam bahasa Inggris, kata ethnic terutama berfungsi sebagai kata sifat, tapi sepertinya dapat juga berfungsi sebagai kata benda alias nomina. Salah satu variannya adalah ethnicity, yang dalam bahasa Indonesia biasanya dijadikan etnisitas, yaitu keadaan yang menunjukan ciri-ciri sekelompok orang.

Uniknya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi 2008, kata etnis hanya diserap sebagai kata sifat. Di situ diterangkan bahwa etnis adalah adjektiva dalam bidang antoropologi yang “berkenaan dengan ilmu tentang persebaran, kedaaan jasmani, adat istiadat, dan cara hidup berbagai macam orang”.

Meski begitu, banyak penutur bahasa Indonesia yang memakai kata etnis dalam fungsinya sebagai kata benda. Mereka menggunakan isitilah etnis Sunda, etnis Jawa, etnis Melayu, sebagainya. Seakan-akan mereka mengabaikan petunjung KBBI.

Sedikitnya ada dua kemungkinan penjelasan atas kesengajaan antara bahasa baku dan bahasa populer dalam pemakaian istilah etnis. Pertama, para penyusun KBBI barangkali kurang gaul. Mereka seakan tidak menggubris kegemaran para penutur bahasa Indonesia kini dalam urusan etnis. Kedua, para penutur bahasa Indonesia kini barangkali kurang percaya diri. Mereka seakan beranggapan bahwa kalau tidak ikut-ikutan menyerap segala yang berbau Inggris, hidup mereka bakal habis.

Misalnya, kita abaikan spekulasi demikian. Alih-alih berburuk sangka, kita dapat mengingat istilah suku yang kedengarkan bertabiat Indonesia. Dalam bahasa Indoensia, istilah ini mengandung banyak arti. Salah satu di antaranya adalah “kaki”, sama dengan arti suku dalam bahasa Sunda yang juga mengenal sampean dan cokor. Arti lainnya lebih kurang sama dengan atnis atau etnik.

Menurut KBBI, suku dapat berarti “golongan bangsa sebagai bagian dari bangsa yang besar”. Contonya Indonesia adalah “bangsa yang besar:, dalam arti bangsa yang terdiri ata banyak suku bangsa, seperti raksasa yang memililki banyak kaki. Saking besarnya, Indoensia seringkali tidak cekatan mengurus kesemua sukunya. Pada 1950-an, misalnya ada suku yang merasa tersisihkan oleh suku lainnya, setelah reformasi, ada pula suku yang sering pasang aksi, sampai-sampai ingin melepasakan diri dari kumpulannya. Dengan kata lain, Indonesia seakan mengalami amputasi.

“Di Indoensia, yang terbagi menjadi sekian pulau ketimbang menjadi sekian lanskap, unit-unitnya adalah (dan selalu berupa) … kaum --- suku, suku bangsa --- wahana dan idiologi penghubung bagi identitas bersama; dan negeri ini hendak menjadi bangsa diantara bangsa-bangsa. Jawa, Aceh, Dayak, Dani; Muslim, Hindu, Kristen; Melayu, Cina, Papua --- itulah yang perlu disatukan. Dan apa yang diperlukan untuk menyatukan mereka adalah cerita yang meyakinkan mereka bahwa, bahwa berdasarkan kodrat dan alamnya, mereka terikat secara politik,” papar mendiang antropolog Clifford Geerts sewaktu membandingkan masyarakat Indonesia dengan masyarakat Maroko dalam After the Fact (1995).

Kita catat kata kunci dari Geertz. Bagi Indonesia, “suku atau “suku bangsa” dianggap sebagai satuan terkecil yang menjadi “connective medium and ideology of general identity”.

Jauh-jauh hari sebelum orang Indonesia keranjingan bahasa Inggris, raja dangdut Rhoma Irama dan jutaan penduduk Indonesia lainnya sudah terbiasa menggunakan istilah Suku Sunda, Suku Jawa, Suku Melayu, dan sebagainya. Pada Zaman autokrasi Soeharto, aksara “S” dalam akronim “SARA” yang berbisa itu mengacu pada istilah suku pula. Malah pernah orang Indonesia memakai istilah “sukuisme” entah apa artinya.

Jika hari ini kita lebih cenderung memakai etnis ketimbang memakai suku, barangkali soalnya bukan sekedar lupa atau abai terhadap kosakata warisan leluhur. Jangan-jangan, kita sedang menyangsikan, masihkan suku atau suku bangsa merupakan satuan terkecil yang mempertautkan bagian-bagian Indonesia satu dengan yang lainnya.

Sumber: Pikiran Rakyat

Rabu, 08 Agustus 2012

Museum Inggit Garnasih

Museum Inggit Garnasih
Ilustrasi parmaali/"PR"
Lokasi : Jalan Inggit Garnasih No. 8 (dulu Jln. Ciateul) Kecamatan Regol, Kota Bandung
Berdiri : 1920
Luas Bangunan : 161, 50 M2
Luas tanah : 260 M2
Pengelola : Dinas Parawisata dan Kebudayaan Jawa Barat
Koleksi Saat Ini : Dua pasang batu pipisan jenis batu andesit, foto peristiwa dan kegiatan para pejuang pelopor kemerdekaan, meja belajar Soekarno dan sofa, surat nikah dan permohonan cerai Inggit Garnasih
Fungsi : Museum koleksi Inggit Garnasih dari Soekarno, pusat studi sejarah pergerakan pejuang dan peran kaum ibu, serta wisata sejarah dan budaya
Fasilitas : Ruang kegiatan untuk Komunitas
BANGUNAN yang tadinya merupakan rumah tinggal ini menjadi saksi sejarah hubungan Presiden RI pertama Ir Soekarno dengan Inggit Garnasih. Keberaaannya seolah menegaskan pameo bahwa di balik seorang pria tangguh selalu ada wanita tangguh yang mendukungnya. Ya, Inggit Garnasih tak pernah mundur dari perjuangan mendukung suami, Soekarno, ketika sedang berusaha keras mencapai Indonesia merdeka. Wanita kelahiran 17 Februari 1888 di Desa Kamasan Banjaran, Kabupaten Bandung ini, bahkan rela ikut ke Ende dan Bengkulu demi menemani suami dalam pembuangan. Hari-hari bersama Inggit Garnasih dan anak angkatnya Ratna Djuami serta Kartika di pulau pengasingan, membesarkan jiwa Soekarno untuk terus melawan tirani penjajah.

Kala itu, pemerintah Hindia Belanda sangat giat memata-matai Soekarno di Partai Nasional Indonesia yang baru berganti nama dari Perserikatan Nasional Indonesia pada tahun 1928. Belanda menunggu kesempatan untuk segera meringkusnya bersama-sama para pejuang kemerdekaan Indonesia yang lain. Penjara Banceuy dan lapas Sukamiskin di Bandung adalah tempat yang dipersiapkan memenjarakan diri serta pemikiran Soekarno. Namun, kegigihan Inggit dalam memberikan semangat kepada suaminya itu membuat Sang Putra Fajar itu tak melempem di tengah dinginnya dinding penjara. Selama beberapa waktu, Inggit yang berjualan bedak, lulur, serta jamu untuk membiayai kehidupannya membesuk Soekarno dan memberikan makanan juga informasi. Dengan bermacam-macam kode dan cara, inggit berhasil menyelundupkan buku-buku yang menjadi sumber penulisan pledoi Soekarno yang terkenal, Indonesia Menggugat.

Pembelaan Soekarno ini membuka mata dunia akan buruknya efek penjajahan dan bangkitnya perlawanan pribumi. Meskipun Soekarno berjuang secara pemikiran dan fisik melawan penjajah Belanda. Inggit berjuang secara domestik memastikan perjuangan lainnya berjalan. Wanita ini rela berjualan rokok yang dibungkus daun kawung dan dilintingnya sendiri dengan merek “Rokok Kawung Ratna Djuami bikinan ibu Inggit Garnasih”. Upaya ini dilakukan karena Bung Karno selalu dibayangi penahanan dan pembuangan, serta hari-harinya lebih banyak tersita oleh konsolidasi perjuangan, sehingga dalam mencari nafkah lebih banyak dilakukan oleh Nyonya Soekarno.

Sejuta kenangan telah menghiasi rumah sederhana ini, yang hanya terdiri atas satu ruang tamu, satu ruang makan, dan tiga kamar tidur. Para pejuang datang dan pergi dari rumah ini setelah berdiskusi dengan Kusno, panggilan kesayangan Bung Karno dari Inggit Garnasih.

Inggit dinikahi Bung Karno pada tanggal 24 Maret 1923. Berbagai aktivitas politik yang sering digelar di rumahnya. Pada 23 Desember 2010, rumah ini telah diresmikan sebagai rumah bersejarah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Bangunan cagar budaya ini ditingkatkan statusnya menjadi museum. Batu pipisan yang telah menemani Inggit membuat bahan kecantikan Sari Pohaci yang juga membantu membiayai perjuangan awal kemerdekaan, menjadi ikonnya. Inggit Garnasih tidak pernah tinggal di Istana, karena dalam upaya Soekarno mendapatkan keturunan, kedua pasangan ini bercerai pada 29 Januari 1943 dengan disaksikan salah satunya oleh Mohammad Hatta. Inggit Garnasih meninggal dunia pada 13 April 1984 di usianya yang ke-96 tahun dan dimakamkan di TPU Caringin (Porib) Kota Bandung.

Sumber: E. Saepulah/Periset “Pikiran Rakyat”

Rabu, 01 Agustus 2012

Anekdot Copy Paste "Menelusuri Tari Angguk Bersama ASPeMusik"

Anekdot Copy Paste Menelusuri Tari Angguk Bersama ASPeMusik
Ini adalah bentuk copy paste yang aneh dan ruarrrr biaaasah. Menurut pandangan saya yang awam tentang blog-blogan.

Coba saja sobat cari di mesin pencarian (punten ngarepotkeun) dengan keyword atau secara utuh Menelusuri Tari Angguk Bersama ASPeMusik. Pasti akan menemukan beberapa judul yang sama, diantaranya ada salah satu blog yang namanya memakai istilah dari kejadian alam ketika turun hujan (lamun dilembur kuring mah disebutna burinyay, aya deui nu nyebutna kingkilaban). Euleuh jadina karah promosi blog deungeun-deungeun nu teu hir teu walahir.

Di blog tersebut, baik judul maupun Isi konten percis sama, bahkan labelnya pun sama “seni, lintas seni budaya” dengan yang ada di archive69 (jadina meureun: kembar identik ngan beda nu ngaluarkeunana). Yang lebih aneh nya lagi tanggal posting bergeser maju satu hari dari postingan saya (archive69). Di archive69 Menelusuri Tari Angguk Bersama ASPeMusik tertanggal 1 Oktober 2011, sementara di postingan blog ituh tertanggal 30 September 2011. Kalo begini mah, sayah atuh nu kopipasteu “Menelusuri Tari Angguk Bersama ASPeMusik”. (heran sayah mah……….. “iyah sayah juga heran”, ceuk si Kabayan bari muir-muir bulu hayam na liang celi.)

Saya (archive69) memuat artikel “Menelusuri Tari Angguk Bersama ASPeMusik”, selain bentuk apresiasi terhadap seni yang ada di negeri ini. Juga berkeinginan untuk mempererat pertemanan dengan admin ASPeMusik. Kalo kenyataan seperti di atas. Jadi kurang greget rasanya.

Begitulah satu dari beberapa kasus copy paste. Boleh dong sayah gede hulu, soalnya ampir semua artikel archive69, ada dipostingan blog ituh, tapi tetep dengan tanggalna nu maju, ehhh tapi ada juga ketang yang tanggalnya percis sama. Edun ga tuh. Sekali lagi.. heran sayah mah… (si Kabayan teu ngajawab, soalna celina pinuh ku bulu hayam, jadina teu denge tah) [ hehehe.. puas siah]

Akhir dari postingan yang acak-acakan ini. Saya ucapkan terima kasih, kepada saudara yang terhormat admin blog termaksud. Diheunteu-heunteu ge (sadar ga sadar) saudara “termaksud” menyukai juga artikel-artikel yang ada di archive69. Lamun teu suka mah moal mungkin aya tah artikel-artikel sayah di blogna. Kalau masalah tanggal posting ituh mah mungkin hanya kekeliruan admin blog yang namanya memakai istilah dari kejadian alam ketika turun hujan (lamun dilembur kuring mah disebutna burinyay, aya deui nu nyebutna kingkilaban) dalam penanggalan sajah. (lamun kekeliruan, piraku terus-terusan deuih nya? Asa kabina-bina teuing euyyyyyyyyyyy). Tapi biarlah dengan sagala kahayangnyah. Nu penting mah ngeblog, lain kitu Lur?

Salam

Rabu, 25 Juli 2012

Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” (album rekaman Emha Ainun Nadjib)

Isyarat Zaman (1) Allah Merasa Heran
Album rekaman Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” milik Cak Nun. Produksi Kanjeng Production ini dirilis diawal-awal tahun 2000-an. Berbeda dengan album-album Emha Ainun Nadjib dan Gamelan Kiai Kanjeng sebelumnya. Dalam album ini tak dibagi kedalam bagian-bagian judul. Jadinya dalam sampulnya tak banyak yang harus saya tulis ulang. Akhirnya mencoba mendengarkan berulang-ulang isi album Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” untuk ditulis kembali.

Berikut di bawah ini hasil dari didengar lalu ditulis dan didengar lalu ditulis kembali isi dari album Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran”. Walau pun tidak secara utuh dari keseluruhan. Mudah-mudahan tidak mengurangi makna dari maksud album rekaman ini diluncurkan.
Audzubillah Himinas Syaiton Nirozim,…. Audzubillah Himinas Syaiton Nirozim,…. Audzubillah Himinas Syaiton Nirozim

Aku dendangkan, aku dendangkan kepadamu kalimat-kalimat kudus, firman-firman suci al-Hadith fil-Qudsi, cahaya ayat-ayat rahasia yang merasuk ke dalam kalbu kekasihannya Allah, kekasihnya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan sang kekasih menuturkannya …. menuturkannya..

Wahai hambaKu Aku sakit, kenapa engkau tidak menjengukKu
Wahai hambaKu Aku lapar, kenapa engkau tak memberiKu makan
Wahai hambaKu Aku haus Aku haus kenapa tak kau beri Aku minuman. ………………

………………Wahai Maha Mengasuh betapa aku akan menjenguk Engkau betapa mungkin Engkau sakit padahal Engkaulah Tuhan seluruh alam.
Wahai Tuhanku betapa mungkin aku memberiMu makan padahal Engkaulah Mahakaya seru sekalian alam
Wahai Tuhan pengasuh betapa aku memberiMu minuman, sedangkan Engkaulah penumpah rahmat semesta alam.

………Wahai anak Adam kalau engkau menjenguk hambaKu yang sakit itu, nicahya engkau bertemu denganKu disisinya.
Wahai anak Adam kalau engkau memberi makan kepada hambaKu yang kelaparan, niscahya engkau berjumpa denganKu disisinya
Wahai anak Adam sekiranya engkau memberikan seteguk minuman kepada hambaku yang kehausan, pastilah .. pastilah .. pastilah engkau temukan Aku disisinya ………….

Dibagian lain Cak Nun menuturkan tentang bagaimana Allah merasa heran terhadap sembilan sifat manusia/orang.
Sampai-sampai Allah merasa heran kepada sembilan orang
- Aku heran terhadap orang yang percaya terhadap pastinya maut, tetapi ia masih sombong dan membanggakan diri.
- Aku heran terhadap orang yang mengetahui hari perhitungan tetapi ia masih sibuk menumpuk-numpuk harta.
- Aku heran terhadap orang yang paham bahwa ia pasti akan masuk lobang kuburan, tapi ia masih sanggup tertawa terbahak-bahak.
- Aku heran Terhadap orang yang yakin terhadap hari akhirat tetapi ia masih berpanjang-panjang dalam kesenangan dan lalai.
- Aku heran kepada orang-orang yang mengerti bahwa dunia ini pana, tapi ia masih terus saja menambatkan hati kepadanya.
- Aku heran kepada orang yang pintar bicara tetapi bodoh di dalam menyelami pengertian
- Aku heran kepada orang yang hari-harinya habis untuk membicarakan aib orang lain, tetapi ia lupa melihat cacatnya sendiri.
- Aku heran kepada orang sadar bahwa Aku memperhatikan tingkah lakunya kapan dan dimana pun saja, tetapi tetap saja ia durhaka.
- Aku heran terhadap orang yang tahu bahwa ia akan mati sendirian dan masuk kuburan sendirian, tapi masih saja ia menggantungkan kebahagian kepada serda garau dan main-main dengan banyak orang.

Dan dibagian akhir dari isi album rekaman Cak Nun
Wahai Kekasih betapa indah firmanMu betapa cahaya ayatMu betapa surga bisikanMu, tetapi kami Ya Allah justru mampunya hanya memilih azab demi azabMu. Ya Allah sembuhkan telinga kami dari ketulian, bebaskan mata kami dari kebutaan, lepaskan hati dari penyakit dan nafsu merdekakan akal dari ilmu yang keliru. Ya Allah kami tidak pandai berbagi, kami justru sangat terlatih untuk berebut dan menang sendiri.. Ya Allah susah kami untuk jujur pada kebenaran langkah kami semata berdasar senang atau tak senang. Ya Allah kami sangat canggih mempertentangkan perbedaan dan tak mampu menikmati indahnya kebersamaan. Ya Allah kami seperti tidak pernah mempelajari cinta, sehingga kami sangat lahap menikmati kebencian, sehingga kami sangat lahap untuk mengunyah-nguyah balas dendam dan pemusnahan, Ya Allah ya kekasih kami berpihak kepada kabut dan mengabaikan cahaya, kami tidak sanggup perpijak pada kenyataan, karena lebih terserap oleh prasangka. Ya kekasih Robbana dolamna anfussana kami telah mendolimi diri kami sendiri, wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin, kalau Engkau tidak mengampuni kami maka betapa merugi dunia dan akhiran kami..Ya Allah yang kekasih ya kekasih.

Demikian beberapa bagian yang ada di dalam Album Cak Nun Isyarat Zaman (1) “Allah Merasa Heran” yang diproduseri KanjengProd. & Studio21. Kalau ada kesalahan kata atau kalimat, itu murni kesalahan saya dalam penulisan dan keterbatasan ilmu. Dengan senang hati apabila sobat semua mau membantu membetulkan letak kesalahannya.

salam

Minggu, 22 Juli 2012

Lirik Lagu “Tuhan Ada Dimana-mana” :: January Christy

January Christy
Apa kabar sobat? Biasa saya menulis kembali hal-hal yang telah lewat, lawas atau jadul, termasuk lirik lagu yang satu ini “Tuhan Ada Dimana-mana” boga-nya January Christy. Lagu Tuhan ada Dimana-mana pertama kali hadir tahun 1986 dalam balutan album Melayang. Tahun 2001 lagu Tuhan ada dimana-mana hadir kembali menghiasi Album Collections January Christy.

Berikut dibawah ini lirik lagu Tuhan ada dimana-mana, yang dibawakan penyanyi wanita kelahiran Bandung yang bersuara khas (berat).

Tuhan Ada Di Mana-Mana
Dodo Zakaria & James F. Sundah

Dalam nikmatnya hidup di dunia
Yang hanya sementara saja
Seringkali kita menjadi lupa
Untuk mengingat Sang Pencipta
Bahkan untuk sebaris do’a

Dan bila langkah terasa gontai
Kehilangan arah tujuan
Serta beban hidup bertambah sarat
Baru kita mulai bertanya
Baru kita mulai mencari

Kuasa Tuhan selalu hadir
Di setiap ruang dan waktu
Dan bagi siapa yang tetap setia
Tuhan ada di dalam diri
Tuhan ada di dalam hati
Tuhan ada di mana-mana

Kuasa Tuhan selalu hadir
Di setiap ruang dan waktu
Di kepahitan yang teramat dalam
Di kesukaan yang tertinggi
Tuhan ada di mana-mana

Tuhan ada di dalam langkah
Tuhan ada di dalam darah
Tuhan ada di dalam hati
Tuhan ada di mana-mana
Tuhan ada dan menyatu di dalam diri.

Bagaimana Sobat pernah dengar lagunya? Salam

Senin, 16 Juli 2012

Belajar dari Kiamat Internet

9 Juli 2012, warga internet alias internet citizen/netizen dibuat waswas kiamat internet (internet doomsday). Meski tak sepenuhnya terbukti, kita selalu bisa mengambil hikmah dari peristiwa apa pun yang terjadi.

Semuanya bermula atas ulah enam warga Estonia dan satu warga Rusia pada tahun lalu. Kelompok ini dipimpin Vladimir Tsastsin (31), ahli komputer spesialis pembuat malware alias malicious software atau peranti lunak yang merusak.

Vladimir adalah pemilik sejumlah perusahaan internet yang selama ini menjalin kedekatan dengan komunitas malware. Tersangka lainnya adalah Timur Gerassimenko (31), Dmitri Jegorov (33), Valeri Aleksejev (31), Konstantin Poltev (28), dan Anton Ivanvov (26)

Mayoritas mereka sudah ditangkap agen federal Amerika Serikat, FBI, namun satu orang buron. Mereka sudah membuatnya sejak 2007, karenan berbasis pengetahuan ancaman virus yang dibuat masih mengancam meski raga mereka sudah dikurung di penjara.

Aksi jahat berupa virus DNS Changer diduga kuat meretasi empat juta komputer di dunia, 50 ribu di antaranya di Indonesia. DNS singkatan Domain Name Server, adalah sarana penerjemah bahasa manusia dengan alamat internet protokol yang berbentuk bilangan angka.

Sebagai gambaran, kita tentu lebih mudah negingat www.pikiran-raktay.com atau www.facebook.com daripada sisitem komputer yang sebenarnya mengidentifikasi alamat komputer tersebut dengan angka maupun alamat internet protokol.

Melalui sejumlah rekayasa pemrograman, kelompok Tsastsin bisa mengendalikan server DNS komputer korbanya serta mengarahkan ke server DNS palsu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Lebih gila, program antivirus pun bisa mereka nonaktifkan.

Walhasil, kita bisa belajar banyak dari kiamat internet 9 Juli ini. Bahkan, jika kita melihat pola-pola serangan ancaman heboh internet di publik sebelumnya di bawah ini, kita pun bisa amempelajari pola ancamannya.

1. Virus Mellisa (26 Maret 1999)
Dibuat oleh David L. Smith, Mellisa diketahui pertama kali pada 26 Maret 1999, virus ini melumpuhkan e-mail klien sehingga tidak dapat digunkan, karena dipenuhi surat elektronik ganda yang diterima dan dikirim komputer yang terinfeksi. Walaupun yang dirusak tidak terlalu besar, namun perusahaan raksasa seperti Lucent, Intel, dan Microsoft kala itu mematikan e-mail-nya sementara waktu.

2. Y2K (31 desember 1990)
yang kedua adalah bencana Y@K, ini merupakan kesalahan perhitungan oleh komputer yang disebabkan sistem penyimpanan tanggal yang hanya menyediakan dua digit untuk tahun, dengan asumsi bahwa kedua digit pertama adalah “19”.

Hal ini dilakukan pada tahun 60-an ketika komputer pertama dirancang guna menghemat media menyimpanan. Namun ketika tahan baru 2000 tiba, komputer dapat menunjukkan tanggal yang berubah dari 31 Desembaer 1999 ke 1 Januari 1900.

Kesalahan ini dikhawatirkan akan menyebabkan bencana besar karena komputer digunakan untuk mengatur fasilitas-fasilitas penting seperti PLTN dan perusahaan terbang. Akibatnya banyak perusahaan di seluruh dunia mengadakan pembaharuan di bidang komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras.

3. I Love U (4 Mei 200)
Dengan nama “I Love U’ serangan ini membaut sakit kepala netizen pada tahun 2000. Betapa tidak. Virus ‘romatis’ ini telah menginfeksi 55 juta komputer dan menyebabkan kerugian hingga milayaran dolar.

Menurut perusahaan software keamanan Symantec, kejadian ini membuat CIA dan parlemen Inggris terpaksa harus mematikan sistem e-mail mereka guna mengantisifasi ancaman itu. Namanya sendiri berasal dari subjek email yang diterima pengguna.

Puncak kerusakannya terjadi pada 4 Mei 2000. E-mail yang berisi virus ini terdiri atas lampiran yang mengatakan “LOVE-LET-TER-FOR-YOU,TXT.vbs”. jika diaktifkan, worm komputer menimpa semua file pada host serta meyerang salinan dirinya ke setiap file.

4. April Mop (1 April 2009)
Ada juga virus conficket April Mop yang menyebar muali 1 April 2009. Serangan ini mampu menginfeksi hingga 9 sampai 15 juta komputer saat itu.

Virus conficker April Mop ini mengeksploitasi celah keamanan RPC Dcom MS 08-067, sehingga secara de facto berhasil menciptakan kekhawatiran pengguna komputer di dunia.

5. Virus ‘Here You Have’ (9 September 2010)
Ini menjadi salah satu hari tergelap bagi pengguna internet, terlebih pengirimannya dilakukan berdekatan peringatan Black September. Pasalnya, pengguna mendapatkan e-mal subjek ‘Here You Have’ yang ternyata saat dibuka adalah berisi virus.

e-mail menyebar ke seluruh dunia waktu itu dan berhasil ‘memukul’ jaringan organisai besar seperti Disney, NASA, Comcast, AIG, dan Proctor & Gamble.

Virus ini relatif tidak berbahaya, sebenarnya hanya berupa spam di inbox yang pada akhirnya membuat pengguna tak bisa mengirim lagi pos elektronik. Namun melihat siapa saja korbannya, jenis ini bukan virus sembarangan.

Sumber: Muhammad Sufyan, Ilham Santoso & Tim www.cerkas.com/”Pikiran Rakyat”

Sabtu, 16 Juni 2012

Kumpulan Puisi & Sajak Bersama Rendra (Album Rekaman)

RendraRendra seorang penyair terkenal Indonesia, yang dikenal pula di luar negeri. Lahir pada tanggal 07 November tahun 1935 di Solo (Jawa Tengah). Ayahnya R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Ibunya RA Ayu Catharina Ismadillah.

Rendra memulai pendidikkanya dari Taman Kanak-kanak 1942, sampai dengan SMA 1952 di Solo. Kemudian ia pergi ke Jakarta dengan maksud sekolah di Akademi Luar Negeri, tapi karena sekolah tersebut tutup, maka ia masuk fakultas sastra Universitas Gadjah Mada hingga sarjana muda.

Tahun 1954 ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA) untuk belajar drama dan tari, selesai tahun 1967.

Rendra mulai menulis sajak, mengarang dan mementaskan drama untuk kegiatan sekolah sejak SMP kelas II. Tulisannya yang bertama berjudul “Kaki Palsu” dipertunjukan untuk kegiatan sekolahnya, kemudian “orang-orang di Tikungan Jalan” yang mendapat penghargaan pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta.

Salah satu karya aslinya “Bip-Bop” sangat terkenal. Pertama kali dipentaskan tahun 1968. Tahun 1988 dipentaskan pula di New York; pada tahun itu pula dipentaskan kembali di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Beberapa karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman dan Belanda. Tahun 1967 setelah ia kembali dari Amerika sehabis melakukan perjalanan keliling, ia membentuk grup teater yang dinamai Bengkel Teater yang menjadi basis kegiatan seninya. (Biografi WS Renda)

Side A
1. Prakata oleh: Lies Hadi shandy
2. - Sajak Joki Tobing untuk Widuri
- Sajak widuri untuk Joki Tobing
(Duet Puisi Rendra & Lies HS)
3. Doa’a di Jakarta
4. Paman Doblang
5. Sajak Rajawali
6. Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
7. Hutan Bogor

Side B:
1. - Nyanyian Suto untuk Fatimah
- Nyanyian Fatimah untuk Suto
(Duet Puisi Rendra & Lies HS)
2. Nyai Dasimah
3. Kembali
4. Wanitaku-wanitaku
5. Sajak Burung-burung Kondor
6. Sajak Seorang tua untuk istrinya
8. Kelelawar

Guest star: Lise Hadi Shandy
Ilustrasi Musik: Shandy ASW

Uraian di atas merupakan sebagian dari isi sampul album rekaman KUMPULAN PUISI & SAJAK BERSAMA: RENDRA Produksi PT. Suara Sentral Sejati yang dirilis sekitar tahun 1998.

Ini hanya untuk mengingat kembali karya si Burung Merak yang telah berpulang menemui Sang Pencipta. Agustus 2 tahun yang lalu.

Di bawah ini, teks “Sajak Joko Tobing untuk Widuri” merupakan salah satu dari beberapa puisi & sajak karya WS Rendra yang ada dalam album rekaman KUMPULAN PUISI & SAJAK BERSAMA: RENDRA.
Sajak Joki Tobing untuk Widuri

Dengan latar belakang gubug-gubug karton
Aku terkenang akan wajahmu
Di atas debu kemiskinan
Aku berdiri menghadapmu
Usaplah wajahku, Widuri
Mimpi remajaku gugur
Di atas padang pengangguran
Ciliwung keruh
Wajah-wajah nelayan keruh
Lalu muncullah rambutmu yang berkebaran

Kemiskinan dan kelaparan
Membangkitkan keangkuhanku
Wajah indah dan rambutmu
Menjadi pelangi dicakrawalaku

9 Mei 1977
(Nusantara Film Jakarta)

Ada dua karya WS Renda (Sajak Rajawali dan Paman Doblang) yang sebelumnya telah menjadi bagian dari album Kantata Takwa.

Kalau sobat merasa rindu akan suara WS Renda. Silahkan simak salah satu dari karyanya dalam album rekaman KUMPULAN PUISI & SAJAK BERSAMA: RENDRA



Salam

Senin, 30 April 2012

Daftar Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya Kelas/Golongan A di Kota Bandung

gedung_pos_bandung
Terdapat lima kriteria untuk memutuskan suatu bangunan masuk menjadi bangunan cagar budaya. Kriteria tersebut ditinjau dari nilai sejarah, nilai arsitektur, nilai ilmu pengetahuan, nilai sosial budaya, dan usia banguan minumal 50 tahun. Cagar budaya golongan A memiliki minimal 4 kriteria, golongan B 3 kriteria, dan golongan C sebanyak 2 kriteria.



Daftar Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya Kelas/Golongan A di Kota Bandung:
Kawasan Pusat Kota
1. BMC (Bandoengsche Melk Centrale), Jln. Aceh No. 30
2. PPLP (eks KONI), Jln. Aceh No 47-49
3. Gedung Pensil (Asuransi Dana Raksa), Jln. Ahmad Yani/Gatot Sobroto No. 1
4. Kantor Pos Besar, Jln. Asia-Afrika No. 49
5. Gedung PLN, Jln. Asia-Afrika No 63
6. Gedung Merdeka/Museum Konferensi AA, Jln. Asia-Afrika No. 65
7. Hotel Preanger, Jln. Asia-Afrika No. 81
8. Kompleks eks Wisma Suka, Jln. Asia-Afrika No. 104-106-108-110
9. Kompleks Hotel Homann, Jln. Asia-Afrika No. 112
10. Gedung Keuangan Negara, Jln. Asia-Afrika
11. Asia Afrika Culture Centre (Majestic), Jln. Braga No. 1
12. Kimia Farma (Apotek), Jln. Braga No.2-4-6
13. Kimia Farma (eks Aubon Marce), Jln. Braga No. 5
14. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (Jabar)/eks Denis, Jln. Braga No. 12
15. Dekranas Jabar, Jln. Braga No. 15-17
16. LKBN Antara, Jln. Braga No. 25
17. Gas Negara, Jln. Braga No. 38
18. Bank Indonesia, Jln. Braga No. 108
19. Eks Insullde (eks Kantor Residen Priangan) Kelenteng, Jln. Braga No. 135, Jln. Cibadak No. 221, 281
20. Sekolah Luar Biasa, Jln. Cicendo No. 2
21. Rumah Toko (eks Showroom Mobil), Jln. Cicendo No. 12
22. Pabrik Kina, Jln. Cicendo/Pajajaran No. 25
23. Pusat Koperasi Karyawan PTPN VIII, Jln. Cikapundung Barat No. 1
24. Pendopo dan eks Rumah Bupati/Wali, Jln. Dalem Kaum No. 1
25. Bioskop DIAN, Jln. Dalem Kaum No. 58
26. SD Merdeka 5, Jln. Merdeka No. 9
27. Gereja Katedral, Jln. Merdeka No. 14
28. Polwiltabes, Jln. Merdeka No. 16, 18, 20
29. Santa Angela, Jln. Merdeka No. 24
30. YPK (Yasyasan Pusat kebudayaan), Jln. Naripan No. 7-9
31. Ruko, Jln. Naripan No. 137-145
32. Gedung Pakuan, Jln. Oto Iskandardinata No. 1
33. Balai Besar PT KAI dan Perpustakaan Bawah Tanah, Jln. Perintis Kemerdekaan No. 1
34. Gedung Indonesia Menggugat, Jln. Perintis Kemerdekaan No. 5
35. Kantor dan Gudang-gudang Persediaan PJKA, Jln. Sukabumi No. 20
36. Kantor Stasiun Kereta Api, Jln. Stasiun
37. Stasiun Kereta Api, Jln .Stasiun Selatan No. 25
38. Puskesmas Tamblong, Jln. Tamblong No. 66
39. Gereja Bethel, Jln. Wastukencana No. 1
40. Kantor Pemkot Bandung, Jln. Wastukencana No. 2
41. SMK Negeri 1, Jln. Wastukencana No. 3
42. Toko De Zon (Koperasi Usaha Kecil), Jln Asia-Afrika No. 39
43. Centre Point, Jln. Braga No. 117
44. Landmark Jln. Braga No. 31
45. eks Departemen Tenaga Kerja, Jln. Wastukencana no. 20
46. Gedung Perpustakaan Unpar, Jln. Aceh
47. Mesjid Cipaganti, Jln. Cipaganti
48. Gereja Baptis, Jln. Wastukencana No. 40-42

Kawasan Pecinan/Perdagangan
49. Gereja Pasundan, Jln. Kebon Jati No. 108
50. Kopkarka (Koperasi Karyawan K A), Jln. Kebon Jati No. 132
51. Vihara Samudra Bhakti, Jln. Kelenteng No. 10
52. SDN Moh. Toha, Jln Mohamad Toha No. 22
53. Hubdam III Siliwangi, Jln. Mohamad Toha No. 55 B

Kawasan Pertahanan dan Keamanan/Militer
54. Kologdam (eks Jaarsbeurs), Jln. Aceh No. 50
55. Kompleks Kodam III Siliwangi, Jln. Aceh No. 69
56. Makodiklat TNI, Jln. Aceh No. 69
57. SMP Negeri 7, Jln. Ambon No. 23
58. Gereja St. Albanus, Jln. Banda No. 26
59. Gedung Rumentang Siang, Jln. Baranang Siang No. 1
60. SMA Negeri 3-5, Jln. Belitung No. 8
61. Dir. Kesehatan Angkatan Darat, Jln. Gudang Selatan No. 26-28-30
62. Primkopad DAM II Siliwangi, Jln. Gedung Utara No. 40
63. Komado Daerah Militer III Departemen Markas Sabau, Jln. Kalimantan No. 14
64. Galeri Kita, Jln. LL. RE. Martadinata No. 209
65. Direktorat Keuangan Siliwangi, Jln. Sumantra No. 39
66. SMP Negeri 5, Jln. Sumatra No. 40
67. Paguyuban Pasundan, Jln. Sumatra No. 41
68. SMP Negeri 2, Jln. Sumatra No. 42
69. Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jln. Ujung Berung

Kawasan Etnik Sunda
70. Gabungan Koperasi RI, Jln. Lengkong Besar No. 4
71. SMP Sandi Putra, Jln. Palasari No. 1

Kawasan Perumahan Villa dan non-Villa
72. Biro Lingustik Polri, Jln. BKR No. 181
73. SMA Negeri 20, Jln. Citarum No. 23
74. Gedung Sate dan Museum Pos, Jln. Diponegoro No. 22 dan Jln. Cikali No. 73
75. Museum Geologi, Jln. Diponegoro No. 57
76. Gedung Dwiwarna, Jln. Diponegoro No. 59
77. Mess Puslitbang Material dan Batu Bara, Jln. Ganesha No. 6
78. Kompleks ITB lama, Jln. Ganesha No. 10
79. Kantor POS ITB, Jln. Ganesha No. 15 A
80. LPM ITB, Jln. Ganesha No. 17
81. Gedung eks Dispenda, Jln. Ir.H. Juanda No. 41
82. PLTA Dago Bengkok, Jln. Ir. H. Juanda
83. Bumi Sangkuriang, Jln. Kiputih No. 14, 16
84. Gereja Pandu, Jln. Pandu No. 1
85. Kompleks Bio Farma, Jln. Dr. Djundjunan (Pasteur) No. 28
86. RSU Hasan Sadikin, Jln. Dr. Djundjunan (Pasteur) No. 38
87. Psikologi AD, Jln. Sangkuriang No. 17
88. SMP Negeri 12, Jln. dr. Setiabudi No 195
89. Rektorat UPI dan Taman (Villa Isola), Jln. Setiabudi No. 229
90. Perumahan Dosen UPI, Jln. Setiabudi No. 211, 219, 225, 240
91. Kompleks Sekolah St. Aloysius, Jln. Sultan Agung No. 8
92. Rektorat ITB, Jln. Tamansari No. 64
93. Villa Merah, Jln. Tamansari No. 78
94. Kantor dan pabrik Gas Negara, Jln. Serang No 7
95. Bank NISP, Jln. Sawunggaling No. 2
96. Gedung Tiga Warna, Jln. Sultan Agung No. 2
97. Balai Pendidikan Guru, Jln. Cipto

Kawasan Indsutri
98. eks Rumah Potong Hewan/Dinas Pertanian Kota Bandung, Jln. Arjuna No. 45
99. SMK Negeri, Jln. Pajajaran No 92


Sumber: Garry Gumelar P./”Periset”/Lampiran Perda Kota Bandung No. 19 Tahun 2009. /*Pikiran Rakyat

Sabtu, 28 April 2012

Kenapa Muncul Tulisan Blog Telah Dihapus di Mesin Pencarian?

blog_error
Sebelumnya saya pernah ada masalah dengan facebook error . Ehh malah sekarang blog yang jadi masalah.

Sabtu pagi saya coba buka blog di mesin pencarian, yang muncul malah tulisan “Maaf, blog di archive69.blogspot.com telah dihapus. Alamat ini tidak tersedia untuk blog baru.
Apa harusnya blog Anda ada di sini? Bacalah: 'Saya tidak bisa menemukan blog saya di Web, jadi ada di mana?
'


Saya coba masuk ke blogger. Malah muncul tulisan dibagian atas kanan kotak merah bertuliskan create blogger. Saya pikir, dengan email yang biasa itu harus buat blog baru. Berarti blog terdahulu telah dihapus/hilang. Tambah bingung kan?

Tak sampai disitu saya coba. Langkah selanjutnya saya coba buka emailnya. Email bisa dibuka tapi minta verifikasi ke nomor HP. Verifikasi saya coba abaikan. Dihalaman berikutnya muncul perintah ganti sandi dengan sandi yang baru, itupun saya coba abaikan. Disalahsatu halaman tadi, ada keterangan “telah terjadi tindakan/kegiatan yang mencurigakan” kurang lebih seperti itu . Langsung klik dibagian kanan atas profil google, profil google masih bisa dilihat/dibuka. Tanpa mengikuti kedua perintah di atas saya tutup kembali email.

Dicek lagi ke mesin pencarian, masih muncul dibagian bar mesin pencarian “Blog Tidak Ditemukan

Masih penasaran kan! (hehehehe) saya coba buka lagi email. Kedua perintah di atas diikuti dengan penuh cemas (hariwang boh bisi...). Beres roes/kelar verifikasi ke Hp dan ganti sandi. Email ditutup/keluar.

Alhamdulillah…….. di cek ke mesin pencarian, archive69 muncul kembali. Langsung masuk blogger, langkah pertama, backup data di blog. Berjaga-jaga biar aman.

Demikian perjalanan ngeblog di akhir pekan ini. Tanpa memahami dimana letak kesalahannya.

Sebelum benar-benar archive69 hilang dimesin pencari (mudah-mudahan tidak terjadi). Ucap terima kasih buat sobat yang setia selalu mengunjungi dan menjadi bagian archive69.

Selamat ulang tahun juga buat uniknya [dot] com. Terima kasih bingkisannya. Bingkisannya saya simpan di posting terdahulu Award dan Ucap terima Kasih digabung dengan award dari sobat-sobat sebelumnya.

Salam

Sabtu, 21 April 2012

Mengenal Sosok Malahayati Lewat Lirik Lagu Iwan Fals di Album Keseimbangan 2010

Keumalahayati
Berawal sekedar mendengar lagu Iwan Fals berjudul Malayahati, didalam lagu tersebut ada bait ...Dari tanahmu hei Aceh/Lahir perempuan perkasa... Timbul penasaran dan rasa keingintahuan lebih tentang sosok yang ada di dalam lagu itu. Akhirnya didapat sumber yang mengisahkan perempuan perkasa ini, diantaranya:

Malahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Nama aslinya adalah Keumalahayati. Ayah Keumalahayati bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam. [wikipedia]

Kisah kepahlawanan Keumalahayati dimulai ketika terjadi pertempuran laut antara armada Portugis versus armada Kerajaan semasa Pemerintahan Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil. Armada Aceh dipimpin sendiri oleh Sultan dan dibantu dua orang Laksamana. Pertempuran dahsyat yang terjadi di Teluk Haru tersebut berakhir dengan hancurnya armada Portugis, sedangkan di pihak Aceh, kehilangan dua orang Laksamana dan 1000 (seribu) prajuritnya gugur. Salah seorang Laksamana yang gugur dalam pertempuran di Teluk Haru itu, adalah suaminya Keumalahayati yang menjabat sebagai Komandan Protokol Istana Darud-Dunia. Adapun nama suami Keumalahayati yang ikut terbunuh dalam pertempuran tersebut belum dapat diketahui dengan pasti. Kemenangan armada Selat Malaka Aceh atas armada Portugis disambut dengan gembira oleh seluruh rakyat Aceh Darussalam. Begitu pula Keumalahayati merasa gembira dan bangga atas kepahlawanan suaminya yang gugur di medan perang. Walaupun dirinya bangga, ia juga geram dan marah pada Portugis. Maka tidak mengherankan jika ia ingin menuntut balas atas kematian suaminya dan bersumpah akan terus memerangi Portugis. Untuk melaksanakan niatnya, ia mengajukan perrnohonan kepada Sultan Al Mukammil untuk membentuk armada Aceh yang prajurit-prajuritnya semua wanita-wanita janda, yang suami mereka gugur dalam pertempuran Teluk Haru.

Pada masa kekuasaannyalah kerajaan Aceh mencapai zaman keemasannya. Selanjutnya mengenai kematian Laksamana Keumalahayati belum dapat diketahui karena memang belum ada data atau petunjuk yang menerangkan kematiannya. Walaupun kelahiran dan kematiannya masih menjadi misteri, namun sepak terjang dan kepahlawanannya pantas dicatat dalam lembaran sejarah Aceh dengan tinta emas.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangannya, sebuah serial bertajuk “Laksamana Keumalahayati” telah digarap dengan sutradara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault. Serial ini berisi 13 episode. Episode perdananya telah diputar di Blitz Megaplex (10 November 2007). [AcehPedia]

Kurang lengkap bila tak diarsipkan lirik lagunya. Lagu yang mengingatkan akan sosok pejuang negeri ini.

Penyanyi : Iwan Fals
Album : Keseimbangan
Judul lagu : Malahayati

Ketika semua tangan terpaku didagu
Ragu untuk memulai segala yang baru
Lirih terdengar suara ibu
Memanggil jiwa untuk maju

Dari tanahmu hei Aceh
Lahir perempuan perkasa
Bukan hanya untuk dikenang
Tapi dia panglima laksamana jaya
Memanggil kembali untuk berjuang

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri

Tinggal kubur kini hening sepi menanti
Langkah langkah baru tunas pengganti
Hei Inong Nanggroe bangkitlah berdiri
Ditanganmu kini jiwa anak negeri

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri


Sumber gambar: AcehPedia

Sejarah di Laut, Jawa Barat Pernah Jaya

kapal sunda
Berkecamuknya era Perang II (tahun 1939-1945) di Eropa dan Asia-Pasifik, banyak membawa catatan histories bagi yang terlibat. Selama perang besar itu, nama-nama daerah asal Jawa Barat, sebenarnya ikut manggung pada kurung waktu 1942-1945 melalui nama sejumlah kapal angkut milik Belanda.

Hampir 20 buah kapal bernama khas Pasundan, ikut beroperasi di Samudra Atlantik, Samudra Hindia, Samudra Pasifik, Laut Cina, dll, digunakan pasukan Sekutu (Inggris, Amerika, Belanda) menghadapi Nazi Jerman dan Jepang. Kapal-kapal itu adalah steamship (SS/kapal uap) dan motorship (MS/kapal motor), yaitu SS Soekaboemi, SS Garoet, SS Tjileboet, SS Tjimenteng, MS Tjisadane, MS Tjitjalengka, SS Tjisalak, SS Tjisaroea, SS Tjinegara, SS Tjibadak, SS Tjibesar, SS Buitenzorg (sekarang Bogor)

Selama perang, semua kapal dimaksud digunakan mengangkut logistik, pasukan, dan sebagai kapal rumah sakit. Berbagai kapal itu dibangun tahun 1916-1926, dengan pengoperasian semula kapal penumpang sipil dan kapal kargo bisnis, tetapi kemudian digunakan untuk kepentingan militer.

Sampai tahun 1940-an, sejumlah kapal milik Belanda kebanyakan menggunakan nama kabupaten/kota, kecamatan, desa dan sungai di Jawa Barat sebagai identitas kebanggan. Pengunaan nama ini sekaligus promosi mendunia yang berhubungan produk-produk dari berbagai unit perkebuanan, budaya, serta keindahan alam setempat.

Namun, hampir semua kapal angkut dengan nama daerah asal Jawa Barat tersebut, kemudian tenggelam selama perang. Sebagian besar tenggelam akibat ditorpedo kapal selam Nazi Jerman (U-boat), Jepang, Amerika, kecelakaan di laut. Ada pula yang masih selamat sampai kemudian dibesituakan pada tahun 1959-1970. Sasaran utama aksi kapal selam adalah berbagai kapal angkutan barang (kargo), sedangkan kapal perang hanya sasaran antara. Upaya mengaramkan kapal-kapal itu adalah cara utama, untuk saling memutus pasokan logistik bagi masing-masing lawan.

Korban Kapal Selam
Pada kancah perang di Eropa dan lautan Hindia, SS Soekaboemi berlayar pada 27 Desember 1942, membawa 5.000-an ton muatan dalam konvoi kapal armada, sekutu. Berangkat dari Pelabuhan Glasgow di Skonlandia menuju ke Bombay di India.

Saat melalui laut sekitar Kepulauan Azores, konvoi dicegat kapal selam Nazi Jerman, U-41 yang dikomandani Letnan Laut Hatmann yang kemudian menembakkan torpedo ke SS Soekaboemi. Ledakan pada badan kapal membuatnya belah, kemudian tenggelam. Sebanyak 66 awak selamat dan hanya seorang yang hilang.

Sedangkan SS Garoet, tenggelam hanya beberapa menit setelah dihantam dua torpedo dari U-181, saat perjalanan ari Bombay menuju Durban, Afrika Selatan, 19 Juni 1944. SS Garoet yang berawak 98 orang sedang mengangkut batu bara, gula, dan 100 ton kacang-kacangan.

U-181 dikompandani Kurt Freiwald dan sedang berpangkalan di Singapura, menjadikan SS Garoet korban ke 24 dari total 27 kapal yang ditenggelamkannya. Hanya 10 orang awak SS Garoet yang selamat, 5 orang di antaranya diselamatkan U-181 (kemudian diturunkan di mauritirus), sedangkan 5 orang lainnya dibawa kapal Inggirs, Nirvana.

SS Tjilebot, digunakan transpor pasukan Inggris, pada 26 November 1942. nama Cilebut diambil dari nama daerah di Bogor. Kapal ini berangkat dari Swansea dalam konvoi di Samudra Arlantik menuju Cape Town Afrika Selatan. Pada 600 mil Barat Daya Freetown, SS Tjileboet meledak akibat ditorpedo U-161, lalu tengelam bersama seluruh 62 orang awaknya.

SS Tjimenteng, pada 1943-1945 dijadikan kapal transpor Inggris di Eropa, pada tahun 1947, kapal itu dikembalikan sebagai kapal penumpang, sampai kemudian berhenti beroperasi di Spayol tahun 1970.

Asia-Pasifik
Sementara di Kawasan Asia-Pasaifik, MS Tjisadane, selama perang digunakan mengangkut 1.485 tentara Amerika dan beberapa kali ikut terlibat dalam pendaratan pasukan di Pantai Okinawa Jepang, April-Mei 1945. kapal tersebut sempat hancur geladaknya akibat hantaman pesawat aksi bunuh diri (kamikaze) pilot Jepang. Riwayatnya berakhir setelah sengaja diledakkan di Jepang pada tahun 1961.

MS Tjitjalengka dijadikan kapal angkut pasukan sekaligus kapal rumah sakit, sampai perang berakhir tahun 1945. dua tahun kemudian, SS Tjitjalengka digunakan kembali angkutan penumpang sampai kemudian dibesituakan tahun 1968.

SS Tjisalak, pada 26 Maret 1944, tenggelam ditorpedo kapal selam Jepang, I-8. para awaknya yang selamat, dalam keadaan mengapung di laut, kemudian dibantai dengan ditembaki para awak I-8. sampai kini peristiwa itu menjadi kejahatan perang yang terlupakan.

SS Tjisaroea direbut Jepang tahun 1942 lalu kemudian diberi nama Tjihaya Maru. Pada 2 November 1843, Tjihaya Maru tenggelam saat berlayar di Laut Cina, karena ditorpedo kapal selam Amerika, USS Sea Horse.

SS Tjinegara, digunakan kapal angkut Amerika sampai sedang melintasi barat daya Kepulauan Kaledonia Baru, pada 25 Juli 1942. kapal itu tenggelam setelah ditorpedo kapal selam Jepang I-169, saat mengangkut 477 ekor kuda, mesin perata jalan, serta tak kurang dari 2.000 peti minuman bir.

SS Tjibadak, dijadikan kapal transpor Inggris pada 2 Juni 1942. kapal ini kembali difungsikan sebagai kapal penumpang pada tahun 1947 hingga 1970.

SS Tjibesar, tahun 1942-1946, menjadi kapal transpor Amerika. Tahun 1947, kapal ini kembali menjadi kapal penumpang sampai berakhir operasional tahun 1959.

Samentara itu, SS Bandoeng, SS Tjimahi, SS Jacatra, SS Batavier V, dan SS Palembang, lebih dulu ikut beraksi pada Perang Dunia I (1914-1-18). Namun semuanya ditenggelamkan oleh U-boat. SS Bandoeng ditenggelamkan setelah ditorpedo U-21 pada 22 Februari 1917, saat perjalanam dari Rotterdam Belanda menuju Philadelphia Amerka. Sedangkan nama USS Tjisondari menjadi nama kapal transport militer Amerika pada tahun 1917.

Beberapa tahun terakhir, bangkai-bangkai kapal yang bernama Jawa Barat tersebut, juga menjadi ajang pemburuan sejumlah pihak. Kebanyakan lebih bersifat ilmiah-sejarah, tetapi sebagian ada yang mencoba-coba memburu harta peninggalan perang yang diduga ada.

Sumber: Kodar Solihat/*Pikiran rakyat**

Rabu, 07 Maret 2012

Perahu Nuh (Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng)

perahu nuh
Dari Cak Nun:
Ini album berupaya menghidupkan kembali kekayaan yang sudah dikuburkan oleh sejarah. Memungut kembali yang dicampakkan orang. Meninggikan yang direndahkan orang. Menghormati yang dihina orang. Mengingat yang dilupakan orang. Melantunkan yang diremehkan orang. Mendendangkan yang besok baru disadari orang. Menyumbang tumbuhnya kembali kepercayaan diri budaya masyarakat kecil. …..

Produser:
kanjengProd.
Studio21

penata Musik:
Bobiet

Operator Studio:
Herman, Yoga, Bebek

Programmer:
Bobiet (Musik Program)

Recording Crew:
Isbet dan Rahmad

Mixing:
Herman

Vokal:
Cak Nun, Sudrun, Kurniawati, Zainul Arifin

Pemusik:
Novi Budianto (keyboard, saron), Bobbiet (keyboard, perkusi, drum), Yoyok (electric bas, rebana, saron), Bayu (saron, kendang, rebana, bonang), Djoko Kamto (rebana, demung), Ari Blothong (violin, rebana), Pas Is (bamboo flute, rebana).

Koor:
Kiai Kanjeng, Cak Nun, Sudrun, Kurniawati, Zainul Arifin, Budi Lahtar, Jebeng Seleng, Murzir Madjid.

Studio Rekam
Studio 21 Pluit Jakarta

Desain Grafis
Studio Zaituna Yogya

Produksi
Kanjeng Production

Koordinator Kiai Kanjeng
Joko Kamto

Side A
Sluku Sluku Bathok
Shalawat Mandar
Suluk Kangen
Kenduri Sholatullah

Side B
Shalawat Madura
Ya Ampun
Pangkur Kerinduan
Shalawat Melayu

Sluku-sluku Bathok

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Romo menyang solo
Oleh-olehe payung mutho

Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Yen obah mendeni bocah
Yen urip ayo golek apik

Bangkitnya kesadaran karena kejernihan
Bangkitnya kekuatan karena kebersamaan
Tumbuhnya ketentraman hanya dari keadilan
Berhembusnya kemesraan dari cinta yang tak dipalsukan

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Romo menyang Solo
Oleh-olehe payng mutho

Yang palsu ditanggalkan
Yang sejati datang
Yang dusta, yang bohong dikuakkan
Topeng-topeng dilenyapkan
Yang omong besar ditinggalkan orang

Shalatullah salamullah ‘ala nuri Rasulillah
Wa alihi muhibbillah
Wa shahbihi junudillah

Yang hanya tahu kepentingannya
Itu namanya menggali keburannya sendiri
Yang tak tahu batasnya
Akan ketlingsut oleh Zaman

Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Yen obah medani bocah
Yen urip mbok golek sing apik


Uraian di atas adalah sebagian dari isi sampul album Perahu Nuh. Album lawas Cak Nun dan Gamelan Mini Kiai Kanjeng yang di rilis akhir dekade sembilan puluhan.

Sekian dulu sobat. Maaf kalau postingan ini tak jelas kemana arahnya, sebab ini bukan sebuah reperensi. Ini hanya ungkapan apresiatif terhadap karya yang pernah ada di bumi kita ini.

Selasa, 06 Maret 2012

Semut tak Akan Lupa Bau Musuhnya

semut
Untuk menandai musuhnya koloni semut membentuk “memori bersama” dari bau musuh mereka. Semut menyimpan bau ketika bertarung dengan musuh dari koloni lain. Bau itu lalu dibagi dengan semut lain sekoloni.

Demikian temuan para peneliti University of Melbourne Australia. Kepala peneliti, Mark Elgar, menjelaskan seluruh semut di koloni dapat merasakan pangalaman sesamanya.

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Naturwissenschaften itu menyebutkan zat kimia merupakan kunci dari kawanan semut. Semut mengidentifikasi kawanan satu sarangnya dengasn “tanda kimia” yang melapisi tubuh setiap anggota dan membedakan bau dari penyusup yang mungkin akan menyerang.

Elgar mengatakan kemampuan tersebut sebagai “kebajikan organisasi”. “(Seperti) Anda memperingatkan rekan terhadap seseorang dan rekan yang mendengar hali itu menceritakan ke rekan lain yang tidak tahu sebelumnya,” ujar Elgar.

Para peneliti mempelajari semut tropis (Oecophylla smaragdinan) yang membangun sarang di pepohonan. Satu sarang menampung hingga 500 ribu pekerja. (BBC/Sri/**PR)

Minggu, 04 Maret 2012

Kodepos Kecamatan di Kabupaten Sumedang

pt_pos

No Kecamatan Kodepos
1 Sumedang Selatan 45311 - 45315
2 Sumedang Utara 45321 – 45323
3 Cimalaka 45353
4 Tanjungkerta 45354
5 Tanjungmedar 45354
6 Cisarua 45355
7 Ganeas 45356
8 Rancakalong 45361
9 Tanjungsari 45362
10 Jatinangor 45363
11 Cisitu 45363
12 Cimanggung 45364
13 Pamulihan 45365
14 Sukasari 45366
15 Situraja 45371
16 Darmaraja 45372
17 Wado 45373
18 Cibugel 45375
19 Jatinunggal 45376
20 Jatigede 45377
21 Paseh 45381
22 Tomo 45382
23 Ujungjaya 45383
24 Conggeang 45391
25 Buahdua 45392
26 Surian 45393

Sabtu, 03 Maret 2012

Do’a dan Nasehat Pangeran Aria Soeria Atmadja

pangeran aria
Do’a dan nasehat yang diungkapkan oleh Pangeran Aria Soeria Atmadja (Pangeran Mekah) pada tahun 1920 yang bunyinya sebagai berikut :

"BARIS KA SAGALA BARUDAK SUNDA AING NENEDA KA GOESTI NOE MAHA KAWASA MOEGA-MOEGA ATI MARANEH DIBOEKAKEUN KANA PANEMOE ELMOE LAMOEN MARANEH NGADENGE PAPATAH NOE HADE SOEPAYA TEREH NGAHARTI SOEMAWONNA KANA PAPATAH-PAPATAH NOE GEUS SABABARAHATAOEN DIPAPATAHKEUN SOEPAYA DIIMANKEUN WANTI-WANTI PISAN.
PANEDA AING KA GOESTI ALLAH SOEPAYA MARANEH PINARINGAN KABOENGAHAN DJEUNG REDJEKI DI DOENIA IEU TEPI KANA POE BOENGSOENA (ADJAL), SARTA MOEGA DIDJAOEHKEUN TINA BAHLA JEUNG PANARINGAN OEMOER PANDJANG.
KITOE DEUI MASING ROENTOET ROEKOEN DJENG BARAJA MARANEH.
MOEGA OELAH AJA SAOERANG OGE MARANEH NOE EUREUN MIKAHEMAN SAKABEHNA NOE MAPARIN GANDJARAN KA MARANEH.
TJEKEL PAPATAH AING IEU, SOEPAJA OELAH AJA SAOERANG OGE TINA ANTARA MARANEH NOE BOGA ATI BINGOENG LAMOEN MATAK MANGGIH BAHJA NOE KASEBOET DI DIEU, KARANA PAPATAH
AING IEU NJA ETA BOEKTINA NOE DIPAPARINKEUN KA OERANG SAREREA. SARTA LAMOEN AING NERANGKEUN KA MARANEH BOEKTINA TEA, NJA ETA SAESTOE-ESTOENA MAH DIDATANGKEUNNANA KOE NOE MAHA KAWASA.
POEGOEH MARANEH DIKAWASAKEUN PIKEUN BISA NARIMA ISARAT NOE DIDATANGKEUN KOE GOESTI ALLAH KA MARANEH.
MARANEH BISA MAKSA NGEUREUNKEUN KALAKOEAN NOE GORENG, KARANA GOESTI ALLAH NOE KAWASA NOEDOEHKEUN KANA DJALAN NOE MOELOES KA MARANEH DIPILAMPAH DI DOENIA IEU.
TANGTOE MARANEH DJADI TJONTO PIKEUN DITOEROETAN KOE SASAMA MARANEH DJENG TANGTOE SAKABEHNA MANOESA SAROEKAEUN KA MARANEH.
SARTA BEH DITOENA MARANEH NGARASA BAGDJA TEUPI KA ANAK INTJOE.
MARANEH SAREREA NOE SAENDENGNA PADA NGARIMANKEUN KANA MAKSOED AING TEA.
AING NJERENKEUN ETA PAPATAH AING NOE PANOENGTOENGAN SAKEDAH POLAH.
KARANA AING NGARASA GEUS KOLOT MOAL SABARAHA DEUI NJA OEMOER.
KOELANTARAN TOELISAN AING IEU, SOEPAJA MANGKE DIMANA OERANG GEUS PAPISAH, MOEGAMOEGA MARANEH DJADI DJALMA PINTER, BISA NGADJI DJEUNG NGINGET-NGINGETKEUN TJARITA IEU; DIPIKIR BEURANG DJEUNG PEUTING.
DJEUNG BEH DITOENA MOEGA-MOEGA MARANEH BISA NOEROETAN KAROEHOEN MARANEH MOEGA-MOEGA BISAEUN MINDAHKEUN NAON KAKOERANGAN DIRI MARANEH MOEGA SALAWASNA DIRAKSA.
LAMOEN MARANEH GEUS NGARASA KAPAPATENAN DOELOER TJARA AING KAPAPATENAN KOE KAROEHOEN AING POMA MARANEH OELAH REK POHO NGAHORMAT.
NOELOENGAN DJEUNG NOEROET NOE WADJIB PIKEUN MARANEH NARANDAKEUN DJALAN KABENERAN SANADJAN KOE DJALAN SEDJEN.
ETA PANGHORMAT AING NOE PANOENGTOENGAN KA MARANEH, SAMEMEHNA NJAWA AING DIPOENDOET KOE NOE KAGOENGAN.
KOE SABAB ETA NJAWA AING DI AEHERAT MOAL ERA KOE BANGSA SASAMA AING.
JEN AING GEUS DITAKDIRKEUN KOE GOESTI ALLAH DILANTARANKEUN PITOELOENGNA KANGDJENG GOUVERNEMENT DIDJADIKEUN POERAH MAPATAHAN DJEUNG NGADJAK KA MARANEH SAREREA.
SAKITOE ETA PAMENTA AING KA MARANEH SAREREA SOEPAJA DITOEROET."


(PANGERAN ARIA SOERIA ATMADJA)

Sumber: SUMEDANG PUSEUR BUDAYA SUNDA (SPBS)