Rabu, 29 Juli 2009

USS George Washington Bergerak ke Sulut

Kapal induk USS George Washington. (Foto: maritimequest.com)

28 Juli 2009, Manado -- Sebuah kapal istimewa bakal hadir dalam hajatan Sail Bunaken, 12-20 Agustus 2009 mendatang. Kapal induk USS George Washington (CVN/Carrier Vessel Nuclear 73) dijadwalkan berpartisipasi di kegiatan tersebut. "USS George Washington juga akan berpartisipasi," ujar Danlantamal VIII Laksamana Pertama Willem Rampangilei, kemarin.

Kehadiran kapal ini jelas akan menjadi atraksi tersendiri bagi warga untuk menyaksikannya. Hanya saja, belum diketahui kapan kapal induk yang berbasis di Yokosuka Naval Base, Jepang itu akan masuk perairan Sulut. Belum juga diketahui pasti di mana kapal itu akan berlabuh nantinya.

Selain USS George Washington, kapal-kapal lainnya dijadwalkan berdatangan mulai 11 Agustus mendatang. Dua kapal perang Thailand hampir dapat dipastikan akan berlabuh di pelabuhan Bitung. “Kapal dari Thailand akan merapat untuk berpartisipasi dalam parade kapal perang,” jelas Rampangilei.

Kedua kapal itu sebelumnya melakukan latihan bersama dengan kapal perang Indonesia di perairan Laut Sulawesi. Karenanya, kata Willem, pasca latihan tersebut, kapal dari Thailand ini menuju Pelabuhan Bitung. "Saat ini ada sekitar 32 kapal perang 32 kapal perang yang akan berpartisipasi, sudah termasuk USS George Washington," tuturnya.

Kapal-kapal perang itu akan berparade dalam acara puncak, sekitar pukul 16:00 pada 19 Agustus nanti. “Diperkirakan tanggal 14 atau 15 Agustus mendatang seluruh kapal perang yang menjadi peserta Sail Bunaken sudah hadir ada semua di perairan Sulut," jelasnya.

Selain parade kapal perang, juga akan ada pemecahan rekor selam massal oleh 1.500 penyelam di Teluk Manado. Ada juga lomba perahu layar Darwin-Manado, yang akan dilepas Menteri DKP Freddy Numberi pada Sabtu (18/8) nanti dari Darwin. Panitia Sail Bunaken sendiri memperkirakan acara ini akan mendatangkan sekitar 7.000 hingga 10.000 peserta.

Dana Keamanan

Sementara itu, tekad politisi Sario memperjuangkan dana tambahan keamanan untuk pelaksanaan Sail Bunaken dari APBD-Perubahan 2009 sudah harga mati. Usulan ini berhembus kencang dalam Rapat Paripurna Dewan Provinsi (deprov) Sulut kemarin siang. Personil Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) paling ngotot menyuarakannya. “Kami harap pemerintah provinsi) memperhatikan hal ini, karena dana tambahan keamanan Sail Bunaken sangat penting untuk pemulihan nama baik Indonesia di mata internasional, pasca bom di Jakarta,” beber Benny Rhamdani.

Dana tambahan itu dikalkulasikan Rp500 juta untuk aparat keamanan TNI, Rp1 miliar untuk Polri, dan Rp1 miliar untuk Kesbangpol Sulut. “Karena TNI dan Polisi perlu biaya operasional ekstra dalam menjalankan tugas tambahan, sedangkan untuk Kesbangpol sebagai dana sosialisasi dan publikasi ke masyarakat,” terangnya.

Penegasan kesuksesan Sail Bunaken juga terjabarkan dalam pemandangan umum Fraksi Partai Golkar yang dibacakan Elisabeth Lihiang. “Sukses Sail Bunaken akan ikut berdampak pada minat investor menanamkan modal di daerah ini,” kata Lihiang saat membacakan pemandangan umumnya.

Mewakili eksekutif, Sekretaris Provinsi Drs Robby Mamuaja menyatakan akan memperhatikan usulan dewan ini, dengan meneruskanya pada Gubernur Sulut SH Sarundajang.

Sebelumnya Wakil Gubernur Freddy Sualang mengakui ada dana tambahan pengamanan Sail Bunaken. “Dananya akan masuk ke Kesbangpol,” terang Sualang, beberapa waktu lalu.

MANADO POST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar