Minggu, 26 Juli 2009

Korem 121/ABW Tambah 29 Pos Perbatasan


25 Juli 2009, Pontianak -- Komandan Korem 121/Alambhana Wanawwai, Kolonel Infantri, Nukman Kosadi, mengatakan, pihaknya telah mengusulkan penambahan pos-pos pengamanan perbatasan sebanyak 29 unit dari 31 unit yang tersebar di sepanjang perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) - Malaysia Timur (Sarawak).

"Rencana penambahan pos pengamanan perbatasan sudah kita ajukan ke Kodam VI Tanjungpura dan Mabes TNI," kata Nukman Kosadi kepada pers , di Pontianak, Sabtu.

Nukman mengatakan, rencana penambahan pos pengamanan perbatasan seiring dengan rencana ditingkatkannya status Korem 121/ABW menjadi kodam pada tahun 2010 mendatang serta tingkat kebutuhan pengamanan perbatasan darat.

"Selain berdirinya kodam, maka Korem di Kalbar juga menjadi dua, yaitu di Singkawang dan Sintang menjadi Korem 121/ABW karena sebelum dilikuidasi kodam di Kalbar tahun 1985, maka status Korem di Sintang kemudian dipindahkan ke Pontianak," katanya.

Ia mengatakan, peningkatan status Korem menjadi kodam sudah sangat mendesak mengingat luasnya daerah perbatasan langsung, baik darat maupun laut antara Kalimantan Barat - Malaysia Timur yang cukup panjang sehingga sangat berpotensi timbulkan kerawananan segala aspek.

Saat ini Korem 121/ABW baru memiliki 300 personel sehingga masih kurang sebanyak 900 personel kalau ditingkatkan menjadi kodam, katanya.Karena itu sangat diperlukan penambahan prajurit yang mencakup tamtama, bintara serta perwira.

Panjang perbatasan darat antara Indonesia - Malaysia di Kalimantan mencapai 2.004 kilometer, terdiri atas albar 857 kilometer dan Kaltim 1.147 kilometer.

Provinsi Kalbar rawan terjadi tindakan ilegal, seperti konflik, sasaran eksploitasi kekayaan alam, praktik illegal logging (pembalakan hutan secara liar), jalur perdagangan gelap, penyelundupan, trafficking (perdagangan manusia), infiltrasi, sabotase, kegiatan intelijen asing katanya.

KAPAN LAGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar