Selasa, 21 Juli 2009

Perbatasan Pusat Perekonomian


21 Juli 2009 -- Karena posisinya yang sangat strategis, kawasan perbatasan semestinya harus mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan perekonomian. Namun untuk merealisasikannya mesti didukung keseriusan dari pemerintah dan semua pihak. Abeo, panglima Perang Dayak di perbatasan baru-baru ini mengatakan bahwa pengembangan kawasan perbatasan merupakan salah satu visi dan misi Kabupaten Sanggau. Sementara dengan keberadaan Entikong sebagai pintu lintas batas (PLB) antara Provinsi Kalbar dengan Sarawak, Malaysia, dia berharap mampu menjadi pusat pertumbuhan (growth centre) dan sebagai motor penggerak pembangunan di kawasan perbatasan. Selanjutnya dia menyatakan bahwa pembangunan kawasan perbatasan harus menjadi salah satu prioritas pembangunan tahun ini. "Dengan demikian, percepatan pembangunan di kawasan perbatasan sudah menjadi agenda nasional pemerintah. Kita berharap membawa dampak positif bagi Kabupaten Sanggau yang memiliki Entikong," kata dia.

Warga perbatasan sudah tentu mendukung terwujudnya fungsi Kota Entikong sebagai kota perbatasan antar negara, di mana di sana juga terdapat pos pemeriksaan lintas batas (PPLB) dan melayani kegiatan pebabeanan (custom), imigrasi, karantina, dan keamanan (CIQS), serta masih banyak lagi hal penting yang harus diindahkan Namun jika melihat permasalahan yang ada di wilayah perbatasan, menurut Erzan, salah satu figur muda perbatasan, program pembangunan di kawasan tersebut tidak dapat hanya mengandalkan sumber dana APBN murni. Dia menambahkan bahkan tidak pula melalui APBD Provinsi Kalbar, ataupun APBD Kabupaten Sanggau. Pasalnya untuk melakukan pengembangan kawasan tersebut, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dia mengingatkan agar perlu dilakukan usaha promosi tentang potensi kawasan perbatasan, untuk menarik investor supaya terdorong menanamkan modalnya. “Sebab, kawasan ini banyak memiliki potensi yang dapat dikelola dan digali lebih optimal lagi,” paparnya serius.

PONTIANAK POST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar