Jumat, 19 Agustus 2011

TNI-AU Makin Kuat, 30 F-16 Blok 32 dan 6 Sukhoi Hadir Segera

Sukhoi Su-35 diminati petinggi TNI AU. (Foto: Sukhoi)



19 Agustus 2011, Sungai Raya, Kalimantan Barat (ANTARA News): Pada tahun-tahun mendatang TNI-AU akan semakin berotot. Penyebabnya, 30 F-16 Fighting Falcon Blok 32 akan hadir sebagaimana enam Sukhoi Su-27 Flanker, lengkap dengan semua persenjataan dan sistem avionikanya.



Apakah ini bisa menjadi batu penanda, mengembalikan kejayaan AURI pada dasawarsa '60-an? Semoga demikian; demikian juga untuk matra laut dan darat TNI secara keseluruhan untuk kemakmuran bangsa.



"Berdasarkan hasil pertemuan terakhir dengan pihak Amerika Serikat beberapa waktu lalu, telah disepakati Indonesia akan menerima 24 pesawat tempur F16 bekas dari negara itu. Plus enam cadangan, sehingga total menjadi 30 unit," tutur Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.



Sufaat, bekas penerbang tempur A-4 Skyhawk, pada saat menyatakan hal itu berada di Pangkalan Udara TNI-AU Supadio, Sungai Raya, Kalimantan Barat, Jumat. Dia dan rombongan petinggi TNI-AU meninjau kesiapan Supadio menjadi pangkalan empat pesawat intai nirawak (UAV - unmanned aerial vehicle), yang kini sudah mencapai 80 persen dari persyaratan teknis dan nonteknis.



Jika nanti keempat UAV itu dioperasikan --awal tahun depan-- pengawasan dan sistem peringatan dini terhadap pelanggaran udara nasional di Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia dan perairan internasional di Laut China Selatan, semakin meningkat secara signifikan.



30 F-16 yang dia maksud itu merupakan blok 32. Saat ini, Indonesia memiliki 12 F-16 seri A dan B yang berasal dari blok 15 hasil pengadaan pada dasawarsa '80-an yang ditempatkan di Skuadron Udara 3 di Pangkalan Udara Utama TNI-AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur; itupun dua di antaranya sudah hancur karena kecelakaan non perang.



Nanti ke-30 F-16 Blok 32 hibah Angkatan Udara Amerika Serikat itu akan ditingkatkan ke blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhirnya, di antaranya peluru kendali AIM-9 Sidewinder dan AGM-84 Harpoon buatan McDonnel Douglas.



Seluruh F-16 hibah hasil pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Susilo B Yudhoyono dengan koleganya, Presiden Barak Obama, itu akan elengkapi jumlah yang ada saat ini. Dari semula satu skuadron tempur saja, maka F-16 itu akan dimekarkan menjadi dua skuadron tempur, yang alokasi pangkalannya belum ditentukan secara persis.



Jika dari Barat kehadiran arsenal udara diwakili F-16 dan F-5E Tiger II serta BAE Hawk 109/209, maka Rusia juga punya wakil berupa pesawat tempur strategis, Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker, yang kelasnya dipahami di atas F-15 Eagle dalam konfigurasi avionik dan persenjataan penuh dan sempurna.



Kehadiran pesawat-pesawat tempur Uni Soviet pada dasawarsa '60-an menjadikan AURI sebagai kekuatan udara paling berotot di belahan selatan dunia. Kekuatan ini juga yang menciutkan nyali Belanda untuk menancapkan kaki kembali di Papua dan menjadikannya sebagai koloninya di Asia Tenggara.



Dalam Operasi Trikora itu, 26 Tupolev Tu-16 Badger memainkan peran sangat penting karena pembom strategis dengan peluru kendali AS-1 Kennel mampu menjangkau seluruh benua Australia dari pangkalannya di Madiun.



Menurut Sufaat, "Pada 2011 juga sudah dipersiapkan tambahan enam unit Sukhoi lengkap dengan persenjataannya untuk melengkapi jumlah yang ada sekarang sebanyak 10 unit," tuturnya. Seluruh Sukhoi yang bisa bermanuver sangat mengerikan itu --salah satunya Pugachev's Cobra-- ditempatkan dalam Skuadron Udara 11 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Hasanuddin, Makassar.



Opsi menambah dan memperkuat arsenal udara dari keluarga Sukhoi mengental terus. Setelah lengkap berjumlah satu skuadron (16 unit), akan terus ditambah minimal sampai berjumlah 32 unit dari jenis Su-27 dan Su-30.



"Bahkan petinggi TNI-AU sangat berminat dengan Sukhoi Su-35 BM minimal satu skuadron. Untuk memenuhi kriteria kesiapan tempur minimum sampai 2014, TNI-AU memerlukan minimal 10 skuadron tempur," kata Sufaat.



Su-35 BM merupakan tipe terkini Sukhoi sebelum keluar PAK-50 yang diketahui mampu meladeni F-22 Raptor-nya Amerika Serikat dengan segala kecanggihannya.



Sebelum ini, masih ada perkuatan di tubuh TNI-AU, karena pada Desember 2010 dilakukan penandatanganan kontrak pembelian 16 unit EMB-314 Super Tucano buatan Brazil. Pesawat counter insurgency dengan mesin turboprop ini diproyeksikan menggantikan OV-10 Bronco buatan North American Rockwell hasil pengadaan pada 1975.



Empat bulan kemudian, yaitu pada April 2011 sudah ada kepastian pengadaan pesawat latih/tempur taktis ringan T-50 buatan Korea Selatan. Kemenangan T-50 Eagle ini sekaligus mengakhiri persaingan antara Korea Selatan dan Rusia yang menawarkan Yakolev Yak-130 Mitten.



"Mereka ditempatkan ke dalam dua skuadron udara. Mulai awal tahun depan sudah berdatangan ke sini," kata pemimpin puncak ke-18 TNI-AU itu.



Sumber: ANTARA News

Proses Pembuatan Tahu Sumedang


tahu2
Postingan ini bukan hal baru. Sebelumnya sudah banyak yang memuat. Bahkan sudah ada yang membukukannya. Saya hanya berharap semakin banyak artikel tentang tahu Sumedang. Akan semakin banyak orang mengetahui keberadaan tahu Sumedang.

Saya pun disini akan coba mengupas secara ringkas proses pembuatan tahu Sumedang. Hasil menelusuran ke tempat pembuatannya.
[Jadinya ingat Tips Wisata Murah. Rupanya salah satu sobat terbaikku ini, hapal betul gurihnya makanan khas Sumedang ini. Maaf sobat saya belum sempat ngirim tahunya ... he-he-he].

Alat yang dipakai antara lain:
- Mesin giling.
- kuali besar.
- Tahang, tempat menyimpan hasil saringan.
- Tangok, alat yang digunakan sebagai alas untuk kain saringan.
- Cetakan terbuat dari kayu.
- Ancak, bentuknya persegiempat, bagian bawahnya dari anyaman
bambu yang sisinya dari bahan kayu.
- Kain saringan.
- Batu balok.
- Dan lain-lain

Bahan baku kacang kedelai ditambah cuka dan garam.

Proses pembuatan:
- Kacang kedelai yang sudah dimasukan ke dalam karung-karung kecil, direndam selama 3-5 jam.
- Kedelai hasil rendaman dicuci sampai bersih.
- Kemudian digiling sambil dikasih air, sehingga menghasilkan aci/bubur.
- Aci kedelai direbus/digodog dalam kuali di atas tungku dengan suhu yang sangat tinggi, kurang lebih 15 menit (selama penggodogan, buih-buih yang ada dibagian atas di buang).
- Hasil rebusan/godogan, disaring ke dalam tahang dengan menggunakan tangok dan kain saringan. Dengan tambahan air pana, untuk dipisahkan ampasnya.
- Hasil saringan di kasih air cuka (cuka bibit) dan didiamkan sampai olahan tahu mengendap. Air sisa rendaman yang ada di bagian atas tahang diangkat/dibuang.
- Olahan tahu diangkat dan dimasukkan ke dalam cetakan yang sudah dipasang kain kasa (ditutup/dibungkus), bagian atasnya dikasih beban (batu balok). Untuk mengurangi kadar air, kurang lebih 5 menit.
- Tahu yang sudah dicetak dipindahkan ke ancak, selanjutnya di potong menjadi bagian-bagian kecil.
- Tahu siap digoreng, setelah direndam air garam selama 3-5 menit.

Sekian dulu sobat (maklum bukan master chef, mengurainya rada-rada blepotan, maaf!!). Apabila sobat-sobat melintas ke Sumedang jangan lupa tahu Sumedangnya.

salam

Kamis, 18 Agustus 2011

RSS Archer Tiba di Singapura

RSS Archer saat tiba di Lanal Changi. (Foto: Mindef)



19 Agustus 2011, Singapura (Berita HanKam): RSS Archer kapal selam kelas Archer pertama tiba di Pangkalan Angkatan Laut Changi dari Swedia, Jumat (17/8). KASAL Singapura Rear-Admiral Ng Chee Peng didampingi sejumlah perwira tinggi menghadiri kedatangan kapal selam.



RSS Archer salah satu dari dua kapal selam kelas Archer eks-kelas Vaastergotland AL Swedia yang dibeli oleh pemerintah Singapura pada 2005. RSS Archer diluncurkan di Karlskrona pada 16 Juni 2009.



Kapal selam diupgrade, diperbaharui serta disesuaikan dengan iklim tropis untuk menyesuaikan dengan kondisi operasi. Para awak kapal selam telah dilatih di Swedia sejak 2007. RSS Archer akan bergabung dengan skuadron 17.





Kapal selam kelas Archer dilengkapi sistem Air Independent Propulsion (AIP), meningkatkan kemampuan kapal selam menyelam lebih lama dan menghasilkan suara senyap.



Panjang kapal selam 60,5 meter dan lebar 6,1 meter, berat dipermukaan 1400 ton dengan kecepatan 8 knot sedangkan saat menyelam 1500 ton kecepatan lebih dari 15 knot, dipersenjatai 9 tabung torpedo.



Sumber: Mindef

Lantamal VI Gelar Openship

18 Agustus 2011, Makassar (ANTARA News): Sejumlah siswa menaiki KRI Teluk Mandar-514 di Dermaga Lantamal VI Makassar, Sulsel, Kamis (18/8). KRI Teluk Mandar-514 menyelenggarakan openship 18-19 Agustus bagi siswa dan masyarakat umum guna memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kemaritiman. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupdang/ed/nz/11)

Kontingen Garuda amankan pertemuan Tripartit Lebanon-Israel



18 Agustus 2011, Kairo (ANTARA): Kontingen Garuda Tentara Nasional Indonesia dari Satuan Tugas (Satgas) "Indonesia Force Protection Company (Indo FPC)" dipercaya untuk mengamankan jalannya pertemuan tingkat perwira senior Tripartit di wilayah konflik Lebanon Selatan pada Kamis (18/8).



"Seperti bulan-bulan sebelumnya, Satgas Indo FPC mendapatkan kepercayaan dari pimpinan tertinggi UNIFIL (Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon) untuk mengamankan pertemuan segitiga antara Lebanon, Israel dan UNIFIL," kata Bintara Penerangan Satgas Indo FPC, Nur Kholis, yang dihubungi ANTARA dari Kairo, Kamis.



Pertemuan segitiga atau Tripartit tersebut beranggotakan perwira senior dari Lebanese Army Force (LAF), Israeli Defences Force (IDF) dan Komandan Tertinggi (UNIFIL), Mayor Jenderal Alberto Assarta Ceuvas.



Tim Escort pimpinan Lettu Inf Andy Yuliazi dan Danru Kawal Sertu Mar Karsim menjalankan kepercayaan tersebut, bekerja sama dengan Force Commander Close Protection Team dan Srilanka Force Protection Team.



"Salah satu tugas pokok dalam misi pengawalan Tripartite Meeting ini adalah menjamin keamanan terhadap gangguan yang mungkin timbul selama pelaksanaan kegiatan dan memberikan rasa aman bagi peserta Tripartite," kata Nur Kholis.



Tripartite Meeting diselenggarakan setiap bulan dengan agenda pembahasan tentang isu-isu terakhir seputar kondisi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel.



Disebutkannya, pertemuan Tripartit ini penting dilakukan secara rutin untuk mempertahankan kelangsungan stabilitas perdamaian di Lebanon Selatan.



Nur Kholis mengungkapkan bahwa hampir tiap hari penerbangan gelap pesawat tempur Israel melanggar kedaulayan Lebanon sehingga menimbulkan kemarahan Beirut.



"Penerbangan gelap dari negara Israel hampir setiap hari melintasi batas udara Lebanon, belum lagi polemik terkait pelanggaran batas maritim," kata Nur Kholis.



Detik Proklamasi



Di sisi lain, Kontingen Garuda TNI memeriahkan peringatan 66 tahun detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di tiga titik panas konflik bersenjata di Lebonon Selatan.



"Peringatan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI ini dihadiri pula oleh para Komadan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon dan tokoh masyarakat setempat," kata Komandan Kontingen Garuda TNI, Kol Pnb Yulianta.



Para Komandan Pasukan PBB yang menghadiri peringatan Kemerdekaan RI itu, antara lain, Komandan UNIFIL Mayor Jenderal Alberto Assarta Ceuvas, dan Deputi Komandan UNIFIL, Brigadir Jenderal Santhi Bonfanti.



Upacara pengibaran Bendera Merah-Putih itu dipusatkan di tiga tempat, yaitu, selain di Markas Besar UNIFIL di Naqoura, juga di Sektor Timur dan di Indobatt, kata Nur Kholis.



Bertindak sebagai inspektur upacara di Markas Besar UNIFIL adalah Komandan Kontingen Garuda, Kol Pnb Yulianta dengan Komandan Upacara Kapten Inf Gustiawan, sementara di Sektor Timur dipimpin oleh Wakil Komandan Sektor Timur Kol laut (E) Joko Edi, dan inspektur upacara di Indobatt adalah Komandan Batalyon Indobatt, Letkol Inf Hendy Antariksa.



Menurut Yulianta, selain itu TNI juga mengirimkan wakilnya untuk mengikuti jalannya upacara detik-detik proklamasi di KBRI Beirut.



Di wilayah Naqoura atau Markas Besar UNIFIL HQ, upacara diikuti oleh, selain staf pimpinan UNIFIL, juga satuan gabungan dari Satgas Indonesia Force Head Quarter Support Unit (FHQSU), Indonesia Force Protection Company (FPC), Satgas Medis (Indomed), Satgas Sector East Military Police Unit (SEMPU), Satgas Maritime Task Force (MTF), Satgas MCOU, dan Satgas CIMIC.



Kolonel Yulianta menjelaskan, semangat kebersamaan antaranggota Kontingen Garuda terlihat dari semaraknya pertandingan olah raga di hari-hari menjelang peringatan detik-detik proklamasi.



"Walaupaun peringatan HUT RI kali ini dilaksanakan secara sederhana dan dalam suasana puasa, namun tidak mengurangi semangat dan antusias anggota Kontingen Garuda untuk memeriahkannya yang diawali dengan pertandingan olah raga," katanya.



Cabang olah raga yang diperebutkan di antaranya futsal, voli, bulutangkis dan tenis meja.



Penyerahan hadiah pemenang perlombaan dan penghargaan bagi personel berpresi dilakukan seusai upacara pengibaran bendera.



Sebagai acara penutup pada petang hari 17 Agustus diadakan tasyakuran dan buka puasa bersama seusai upacara penurunan Bendera Merah-Putih.



Acara tasyakuran dan buka puasa bersama ini diikuti pula oleh staf pimpinan UNIFIL dari negara lain dan para pemuka masyarakat Lebanon Selatan.



Sumber: ANTARA News

66 Tahun Merdeka, Kekuatan Pertahanan Terus Dikembangkan Agar Sejajar dengan Negara Lain



17 Agustus 2011, Jakarta (DMC): Selama kurang lebih 66 Tahun Indonesia merdeka, banyak hal-hal yang sudah dicapai dalam pembangunan di bidang pertahanan. Namun, seiring dinamika lingkungan strategis di kawasan yang begitu cepat, menyebabkan kekuatan pertahanan negara perlu dikembangkan agar mampu sejajar dengan negara lain.



Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP, MA., Rabu (17/8) saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-66 di Lapangan Apel Setjen Kemhan, Jakarta. Upacara diikuti seluruh pejabat dan personel Kemhan.



Lebih lanjut Menhan mengatakan, upaya konsepsional dengan merumuskan Minimum Essensial Forces (MEF) merupakan langkah strategis untuk menentukan postur pertahanan ke depan dengan rencana peningkatan anggaran pertahanan secara gradual seiring dengan pertumbuhan perekonomian nasional.



Dengan semakin meningkatnya anggaran pertahanan, diharapkan mampu untuk memodernisasi alat utama sistem persenjataan yang telah tertuang dalam Postur Pertahanan Negara dan RUU Revitalisasi Industri Pertahanan.



Menurut Menhan, melalui revitalisasi Industri Pertahanan, selain akan memproduksi sendiri peralatan militer juga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Tanah Air, sehingga bisa memiliki aspek deteren yang lebih besar di kawasan.



Sementara itu, terkait dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-66, Menhan mengatakan setiap kali bangsa Indonesia merayakan peringatan Proklamasi Kemerdekaan, ingatan bangsa Indonesia akan dibawa kembali kepada perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.



Tonggak sejarah yang paling monumental itu tidak akan mungkin pernah dilupakan, karena sejak saat itulah bangsa Indonesia memperoleh kebebasan dan pengakuan sebagai negara berdaulat yang berdiri tegak setara dengan bangsa-bangsa lain, dalam menentukan nasib, cita-cita dan masa depan.



Lebih lanjut Menhan mengatakan, sebagai institusi bidang pertahanan negara, merupakan hal yang mutlak bagi setiap pegawai Kemhan untuk menghayati dan meneladani semangat perjuangan serta pengorbanan para Pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.



“Oleh karena itu, peringatan HUT Kemerdekaan yang kita selenggarakan bukan sekedar mengikuti rutinitas seremonial semata, namun sebagai upaya untuk menghayati dan memetik hikmah dari peristiwa tersebut”, tambah Menhan.



Bersamaan dengan kegiatan upacara bendera dan Peringatan Ulang Tahun ke-66 Republik Indonesia hari ini, disampaikan pula Penganugrahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya kepada tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pelepasan Purna tugas bagi anggota TNI dan PNS yang terdiri dari empat orang TNI dan enam orang PNS.



Sehubungan dengan hal tersebut, Menhan atas nama Negara dan Pemerintah menyampaikan ucapan selamat kepada para PNS yang telah mendapatkan penghargaan atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.



Ucapan yang sama, juga disampaikan Menhan kepada para PNS yang akan menghadapi masa Purna tugas. Menhan menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras selama dinas aktif di jajaran Kemhan serta berharap agar pengalaman tugas yang telah dimiliki, hendaknya dapat menjadi bekal dan direalisasikan di lingkungan masyarakat.



Sementara itu, sehubungan dengan penyelenggaraan upacara peringatan HUT ke-66 Republik Indonesia kali ini yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1432 Hijriah, Menhan menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya. Sedangkan kepada Warga Kemhan yang beragama lain, Menhan mengharapkan senantiasa membina toleransi dan sikap saling menghormati, sehingga perwujudan kerukunan hidup antar umat beragama tetap dapat terjaga dengan baik.



Sumber: DMC

Rabu, 17 Agustus 2011

Aerobatik Sukhoi Meriahkan HUT RI

Enam buah jet tempur Sukhoi melakukan atraksi "Flying Pass" saat Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8). Pada hari ini Bangsa Indonesia memperingati HUT kemerdekaan ke-66. (ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/Spt/11)



17 Agustus 2011, Jakarta (Jurnas): Aksi aerobatik pesawat tempur Sukhoi memeriahkan puncak peringatan hari kemerdekan RI ke-66 di Istana Merdeka. Sebanyak 10 pesawat Sukhoi bermanuver di langit Jakarta usai bendera merah putih dikibarkan di halaman Istana Merdeka.



Kesepuluh pesawat tersebut diterbangkan dalam dua tim. Atraksi udara oleh TNI AU tersebut disambut meriah oleh para undangan yang menghadiri upacara hari kemerdekaan.



Tak hanya itu, para peserta upacara juga dihibur oleh alunan musik dan lagu dari orkestra Gita Bahana Nusantara 2011 yang dipimpin oleh dirigen Singgih Sanjaya. Orkestra ini terdiri dari 66 siswa dari 12 provinsi. Sedangkan tim paduan suaranya terdiri dari 128 siswa hasil audisi dari 33 provinsi.



Selain lagu-lagu perjuangan, orkestra juga menampilkan sebuah lagu yang diciptakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lagu berjudul 'Untuk Bumi Kita' itu dinyanyikan oleh penyanyi cilik asal Maluku Utara bernama Arjuna Pratama Djahir.



Sumber: Jurnas