Rabu, 23 Februari 2011

Inderaja Dukung Pemantauan Wilayah Indonesia


23 Februari 2011, Jakarta -- (Lapan.go.id): Penginderaan jauh (inderaja) dapat dimanfaatkan untuk pemantauan wilayah Indonesia. Pemantauan ini akan mendukung pertahanan negara.

Hal tersebut diungkapkan Kadislahtal Laksamana Pertama Iwan Kustiawan, MM saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Pertahanan dan Keamanan, di Pusat Pengolahan Data Pengindraan Jauh Lapan, Pekayon, Jakarta Timur, Senin (21/2).

Menurut Iwan, untuk memantau wilayah perairan Indonesia, TNI Angkatan Laut perlu memperoleh bantuan teknis dalam bidang teknologi penginderaan jauh yang dikembangkan Lapan. Dengan demikian, TNI Angkatan Laut dapat memanfaatkannya dalam upaya pengembangan sistem pertahanan negara.

Sistem pertahanan yang dapat didukung melalui inderaja yaitu pengamatan, identifikasi dan komunikasi, serta pemetaan. Iwan menjelaskan, inilah yang menjadi motivasi TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Lapan dalam melaksanakan bimtek.

Sementara itu, Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lapan, Ir. Nurhidayat, Dipl. Ing. dalam sambutannya mengatakan bahwa Lapan memiliki tugas dalam bidang inderaja. “Tugas Lapan menghasilkan data penginderaan jauh dan mendistribusikannya pada pengguna. Data tersebut digunakan bersama oleh berbagai instansi agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Bimtek ini merupakan cara meningkatkan kemampuan sumber daya pengguna dalam penginderaan jauh. Bimtek diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari TNI Angkatan Laut, Pustopad, Bakorkamla, dan Badan Inteligen Negara. Pelatihan berlangsung pada 21 Februari hingga 4 Maret 2011.
Materi bimtek meliputi praktikum pengolahan data, konversi format, penajaman citra, pembuatan citra komposit, koreksi geometric, cropping dan mosaic data, interpretasi visual, labelling, layout, penggunaan Global Position System (GPS), serta survei lapangan. Dari hasil survei lapangan dilanjutkan dengan praktikum pengolahan DEM dan deteksi garis pantai.

Sumber: Lapan

Pangkolinlamil Sambut KRI Banjarmasin-592


23 Februari 2011, Jakarta -- (Pelita): Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiawan, MPA, MBA menyambut kedatangan KRI Banjarmasin-592 setelah selesai melaksanakan long sea trial menempuh pelayaran sepanjang 3.812 NM di wilayah perairan Indonesia Timur, saat merapat di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Pangkolinlamil saat menerima laporan Komandan KRI Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono mengatakan bahwa dengan selesainya long sea trial dan uji coba berbagai peralatan alutsista produksi dalam negeri tersebut telah memberikan rasa bangga dan mengucapkan terimakasih khususnya prajurit yang mengawaki kapal perang KRI Banjarmasin-592 dan pasukan Marinir yang terlibat dalam kegiatan long sea trial.

Lebih lanjut Pangkolinlamil menekankan kepada Komandan KRI Banjarmasin-592 untuk ke depan agar tetap memberikan perhatian dan pembelajaran kepada anak buah kapal dalam mengawaki unsur kapal perang khususnya di KRI Banjarmasin-592.

Pada kesempatan tersebut Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan, MPA, MBA didampingi Kas Kolinlamil Laksma TNI Arie H Sembiring menerima laporan pelaksanaan kegiatan long sea trial dari Komandan KRI Banjarmasin-592 Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono di long room kapal; jelas Kadispen Kolinlamil Letkol Laut (Kh) Drs Agus Cahyono.

Dalam laporannya Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono mengatakan KRI Banjarmasin-592 selama 30 hari long sea trial telah menempuh pelayaran sepanjang 3.812 NM dengan rute operasi pelayaran berangkat dari Jakarta-Makassar-Ambon-Gorontalo-Bitung-Balikpapan-Makassar dan berakhir di Dermaga Kolinlamil Jakarta.

Berbagai serial latihan digelar di setiap perairan yang disinggahi diantaranya latihan berbagai peran antara lain peran helly, peran tempur, peran kebocoran, dan peran peninggalan. Sedangkan latihan lainnya dilaksanakan dengan melibatkan kendaraan tempur tank amfibi PTR 76, ranpur BTR, dan pasukan Marinir dengan kekuatan satu kompi dalam latihan pendaratan dengan menggunakan LCU dan LCVP. Selain itu melibatkan helly Bolco NV 411 dan Bell HU-415 dan Pesud Cassa TNI AL.

Sumber: Pelita

AB Indonesia-Singapura Tingkatkan Kerja Sama Intelijen


23 Februari 2011, Jakarta -- (ANTARA News): Tentara Nasional Indonesia dan angkatan bersenjata Singapura (Singapore Army Force/SAF) akan memantapkan kerja sama militer kedua pihak, termasuk bidang intelijen untuk keamanan laut di kedua wilayah.

Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko dalam pertemuan tahunan staf TNI dan SAF (TNI-SAF Annual Staff Meeting) 2011, di Jakarta, Selasa mengatakan, Indonesia-Singapore Joint Coordinated Committee (ISJCC), telah berhasil mengatasi perompakan di sekitar Selat Philips dan Selat Singapura.

Ia mengemukakan, keberhasilan yang telah dicapai merupakan tantangan bagi TNI-SAF untuk tetap berusaha menjamin "Zero Incident" di perairan Selat Philips dan Selat Singapura.

"Oleh karena itu, peran dari komunitas intelijen perlu ditingkatkan untuk menangkal secara dini kejadian tersebut," kata Edy.

Ia menginstrusikan kepada Guskamlabar/Maritime Security Task Force (MSTF), Polri/Police Coast Guard (PCG) untuk senantiasa bekerja keras meningkatkan keamanan termasuk Penajaman Data Intelijen untuk mendukung operasi.

Selain memperkuat kerja sama intelijen, kegiatan Bhakti Sosial oleh militer kedua negara yang telah dilaksanakan bertahun-tahun, juga memberikan kontribusi atas keberhasilan patroli terkoordinasi kedua pihak untuk keamanan laut.

"Semua kegiatan ilegal di laut pada dasarnya direncanakan di darat. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya untuk menangkal kejahatan-kejahatan di laut dengan cara melaksanakan `Indonesia-Singapore Bhakti Sosial` sekaligus mensejahterakan masyarakat setempat," kata Edy.

Pertemuan tahunan staf TNI dan SAF (TNI-SAF Annual Staff Meeting) 2011 bertujuan mengevaluasi sejumlah kerja sama kedua pihak yang telah terjalin baik, seperti Indonesia-Singapore Intelligence Exchange (Isintelex), Indonesia-Singapore Joint Coordinated Committee (ISJCC), Indonesia-Singapore Joint Training Committee (ISJTC) dan Indonesia-Singapore Joint Logistics Committee (ISJLC) selama periode Februari 2010 Februari 2011.

Kegiatan rutin antara TNI-SAF diikuti 31 orang, terdiri dari 16 orang perwira TNI dan 15 orang perwira SAF.

Sumber: ANTARA News

KKIP Dongkrak Nilai Ekspor Industri Pertahanan

Meriam produksi PT. PINDAD. (Foto: Berita HanKam)

23 Februari 2011, Jakarta -- (DMC): Bergulirnya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2010 ternyata membawa perubahan positif yang cukup signifikan bagi ekspor Industri Pertahanan Indonesia. Hal itu tercermin dari mulai banyaknya pemesanan negara lain terhadap produk-produk pertahanan yang dihasilkan industri nasional, di mana selama tahun 2010 total pemesanannya lebih dari 53 juta dollar AS.

Nilai tersebut meliputi pemesanan terhadap pesawat CN 235-110 produksi PT Dirgantara Indonesia senilai 49,5 juta dollar AS oleh Angkatan Laut Korea Selatan dan senjata serta amunisi produksi PT Pindad senilai 3,8 juta dollar AS oleh negara Philipina, Thailand, Amerika Serikat, Singapore dan Timor Leste. Nilai ekspor tersebut meningkat hampir delapan kali lipat dari dari tahun 2009, di mana kontrak industri pertahanan tersebut hanya diterima oleh PT Pindad dengan nilai sebesar hampir 500 ribu dollar AS.

Sementara berdasarkan data Kementerian Negara BUMN tahun 2008 tentang profil BUMN industri strategis, total laba bersih tujuh BUMN sampai 2008 sebesar Rp 577,8 miliar atau meningkat dari 2007 yang totalnya sebesar Rp374,6 miliar. Adapun BUMN yang merealisasikan laba bersih pada 2008 yaitu PT Krakatau Steel Rp 459,6 miliar, PT Dahana Rp 55,0 miliar, PT INKA Rp 32,4 miliar, PT LEN Industri Rp 11,8 miliar, PT DPS Rp10,5 miliar, PT Pindad Rp 5,8 miliar, dan PT Barata Indonesia Rp 2,6 miliar.

Sedangkan total rugi bersih enam BUMN pada 2008 sebesar Rp182,8 miliar terutama disebabkan rugi bersih PT DI sebesar Rp 84,3 miliar dan PT PAL Indonesia sebesar Rp 47,6 miliar. Selain itu, terdapat rugi bersih untuk PT BBI sebesar Rp18,8 miliar, PT INTI sebesar Rp15,3 miliar, PT DKB sebesar Rp13,5 miliar, dan PT IKI sebesar Rp3,1 miliar.

Produk utama PT Pindad pada tahun 2008 terdiri atas berbagai tipe munisi kaliber kecil dan senjata SS-1 serta SAR-2 yang sebagian besar dibeli oleh Thailand dan Amerika Serikat. Pada tahun 2009, ekspor utama terdiri dari berbagai munisi kaliber kecil dan senjata dipesan oleh Thailand dan Piliphina. Sementara itu pada tahun 2010, PT Pindad mendapatkan pemesanan dari Amerika Serikat, Singapora dan Timor Leste disamping Thailand untuk munisi kaliber kecil, granat asap dan senjata SS-1. Adapun PT DI berhasil mendapatkan pemesanan pesawat CN-235-110 dari Korea Selatan pada tahun 2011.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Industri pertahanan memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pertahanan, disamping mampu memenuhi kebutuhan alat peralatan untuk mendukung sistem pertahanan negara juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan kontribusi yang besar kepada devisa negara. Sebelum terbentuknya KKIP, industri pertahanan nasional hampir tidak memberikan kontribusi ekonomi secara nasional.

Oleh karenanya melalui KKIP, Kementerian Pertahanan sebagai leading sektor dalam menentukan kebijakan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri akan tetap berkomitmen dalam mengawal kebijakan tersebut hingga menuju kemandirian di bidang industri pertahanan serta berkontribusi penuh pada perekonomian nasional.

Sumber: DMC

PT DI Gandeng EADS-CASA Produksi Pesawat C295

C295 versi ASW milik Portugal. (Foto: Airbus Military)

23 Februari 2011, Jakarta -- (ANTARA News): PT Dirgantara Indonesia (Persero) bekerjasama dengan pabrikan pesawat asal Eropa, European Aeronautic Defense and Space (EADS)-CASA akan membuat pesawat militer jenis C295.

"Tahap awal kita akan menawarkan pembuatan pesawat jenis C295 ini untuk keperluan TNI yang akan mengganti pesawat jenis Fokker 27. Pesawat C295 merupakan jenis derivatif dari C235," kata Direktur Utama PT DI, Budi Santoso di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Menurut Budi, kapasitas produksi PT DI untuk pembuatan pesawat jenis C295 bisa mencapai 12 unit per tahun.

Menurut Budi, PT DI sejak tahun 1974 ketika masih bernama Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) sudah melakukan kerjasama dengan CASA, pabrikan pesawat asal Spanyol untuk membuat komponen, sebaliknya CASA membantu PTDI dari sisi permesinan.

Namun, ia mengakui kerjasama tersebut sempat terhenti pada beberapa periode.

"Belakangan kembali dilakukan kerjasama yang ditandai dengan pengalihan pabrik pesawat CASA dari Spanyol ke Bandung," ujarnya.

EADS tertarik merealisasikan kerjasama dengan PT DI karena ongkos produksi di Eropa lebih mahal ketimbang di Indonesia.

Ia menambahkan mulai tahun 2011 pihaknya akan memproduksi pesawat jenis C212 untuk memenuhi pesanan dari Thailand, Vietnam dan Korea Selatan.

Meski begitu Budi tidak merinci berapa besar biaya investasi pengadaan pesawat jenis C295 maupun jenis C212.

"Kami masih menunggu hasil penawaran pesanan dari TNI. Sedangkan modalnya akan dipenuhi oleh EADS," ujarnya.

Kerjasama yang didasarkan pada prinsip profit sharing tersebut, namun PT DI akan menyanggupi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 40 persen.

Sumber: ANTARA News

Senin, 21 Februari 2011

Kasarmatim terima Komandan Satuan Kapal Selam US Navy


23 Februari 2011, Surabaya -- (Dispen): Kepala Staf Armada RI Kawasan Timur (Kasarmatim) Laksma TNI Arief Rudijanto, SE. menerima kunjungan Kerja (Kunker) Komandan Satuan Kapal Selam Armada 7 US Navy Real Admiral Robert Thomas di ruang kerjanya Gedung Gajahmada 1, Koarmatim Ujung, Surabaya. Selasa (22/2)

Dalam menerima kunjungan kerja Angkatan Laut Amerika itu, Kasarmatim didampingi oleh Komandan Gugus tempur Laut Wilayah Timur (Dan Guspurlatim), Komandan Kolatarmatim, Asrena pangarmatim dan Aspers Pangarmatim.

Dalam kunjungannya ke Koarmatim Angkatan Laut negeri Pamansam ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara pada umumnya dan kedua Angkatan Laut pada khususnya serta mengadakan tukar menukar informasi, diskusi, membahas soal Search And Rescue (SAR) keselamatan dan operasi kapal selam. Kunjungan diakhiri dengan tukar menukar cindera mata.

Sumber: Koarmatim

Pesawat Tempur Sukhoi Giat Latihan Aerobatik Udara


22 Februari 2011, Makassar -- (Pentak Lanud Sultan Hasanuddin): Satu flight pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin selama bulan Pebruari 2011 giat melaksanakan latihan fly pass dan Aerobatik Udara di wilayah udara Lanud Sultan Hasanuddin.

Kegiatan latihan Pesawat tempur Sukhoi disaksikan langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna, Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Mujianto dan para Kadis. Latihan ini merupakan persiapan dalam rangka ikut meramaikan HUT TNI AU 9 April 2011 di Lanud Halim Perdanakusuma.

Adapun beberapa gerakan aerobatik udara yang cukup mengundang perhatian warga Lanud Sultan Hasanuddin dan warga sekitarnya adalah melaksanakan 14 gerakan aerobatickudara meliputi Loop, Inverted, 4 Point Roll, Aleron Roll, HiG Turn, Knife dan gerakan Low Speed Pass, serta Hi Speed Pass, selain juga gerakan Oblique Loop, Half Cuban, Calypso, Enverted To Enverted, Cross Over Break Tail Slide dan gerakan Bomb Burt.

Sedangkan para penerbang tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang terlibat dalam latihan aerobatik udara adalah Komandan Skadron Udara 11 Wing 5 Letkol Pnb Tonny Hariono, Letkol Pnb Untung Suropati, Mayor Pnb Dedy Ilham, Mayor Pnb Viencent, Mayor Pnb David Ali, Kapten Pnb I Gusti Ngurah Surga dan Kapten Pnb Riyanto Dwi Putra.

Sumber: TNI