Jumat, 25 Februari 2011

Pangarmatim Saksikan Uji Alat Keselamatan di Kapal

Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto saat memberikan instruksi pada uji coba alat keselamatan kapal berupa pelampung buatan bandung. Kamis (24/2)

24 Februari 2011, Surabaya -- (Koarmatim): Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Bambang Suwarto menyaksikan uji coba pelampung yang merupakan salah satu peralatan keselamatan personel yang bertugas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Bertempat di Dermaga Kapal Selam, Koarmatim, Ujung, Surabaya. Kamis (24/2).

Alat keselamatan yang di uji dan diperagakan dihadapan Pangarmatim itu merupakan peralatan baru buatan Bandung, yang akan di pergunakan di lingkungan Koarmatim, guna mendukung kegiatan kegiatan Koarmatim dalam melaksanakan tugas terutama yang bertugas di KRI.

Turut hadir dan mendampingi Pangarmatim antara lain Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksamana Pertama TNI Sulaeman Banjar Nahor, SE, Dan Kolatarmatim, serta para pejabat teras di lingkungan Koarmatim lainnya.

Sumber: Koarmatim

Kamis, 24 Februari 2011

Daewoo International dan Posco Menjadi Satu Payung

Pekerja mendata lembaran baja gulung (cold rolled coil) yang selesai diproduksi di pabrik PT Krakatau Steel, Cilegon, Senin (29/10). Kapasitas produksi baja PT Krakatau Steel total mencapai 2,5 juta ton per tahun, sementara 60 persen dari kebutuhan baja nasional disuplai perusahaan ini. (Foto: KOMPAS/Riza Fathoni)

24 Pebruari 2011, Jakarta -- (DMC): Daewoo International Corporation sebagai perusahaan Korea yang bergerak di bidang perdagangan dan investasi saat ini membawahi tiga anak perusahaan yaitu Daewoo International Corporation, Daewoo Engineering & Construction Company Limited serta Daewoo Corporation. Daewoo International Corporation tumbuh dan berkembang, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi satu payung dengan Posco yang merupakan perusahaan ketiga terbesar didunia dalam pembuatan besi baja sejak Oktober 2010.

Daewoo International Corporation yang mengedepankan misinya untuk menjadi perusahaan kelas dunia di bidang perdagangan, investasi dan pengembangan menyampaikan keinginannya untuk mendukung industri pertahanan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Vice Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Daewoo International Corporation Korea (South) Lee, Dong-Hee saat bertemu dengan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A, Rabu (23/2), di kantor Kemhan, Jakarta. Dalam pertemuan singkat tersebut, Sekjen Kemhan selaku wakil Menhan RI didampingi oleh Kabadan Ranahan Kemhan Laksda TNI Susilo.

Selain itu, pihak Daewoo mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah dibangun selama ini dengan pemerintah Indonesia. Pihak Daewoo juga menyampaikan bahwa perusahaan Daewoo International telah mengembangkan sayapnya di bidang pengembangan pendidikan dengan mendirikan institut keuangan (finance institute). Kepada Sekjen, Vice Chairman juga menyampaikan bahwa perusahaan Daewoo International saat ini tidak lagi bergerak dalam bidang perdagangan (trade) tetapi lebih fokus bergerak di bidang keuangan termasuk diantaranya bidang leasing.

Seperti dijelaskan Sekjen bahwa minggu lalu PT Krakatau Steel melakukan kerjasama dengan Posco dalam penyediaan raw material untuk membuat kapal laut bermuatan besar karena PT Krakatau Steel sendiri untuk saat ini belum dapat memproduksi plat besar untuk jenis kapal laut.

Menurut Sekjen Posco untuk saat ini masih menjadi satu-satunya perusahaan yang memproduksi plat besar untuk jenis kapal laut. Untuk itu Sekjen berharap Posco juga dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal lainnya seperti Koja Bahari.

Ditambahkan Sekjen bahwa saat ini juga pemerintah Indonesia masih menjalin hubungan dan kerjasama dengan pemerintah Korea khususnya dalam pembuatan kapal Landing Platform Dock (LPD) yang sempat tertunda lebih dari setahun.

Sumber: DMC

Hanggar Pesawat Canggih Siap Dibangun di Malang

Lanud Abrudahman Saleh. (Foto: Berita HanKam)

24 Februari 2011, Malang -- (ANTARA Jatim): Hanggar atau tempat parkir pesawat tempur berteknologi canggih, siap dibangun di Lanud Abrudahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada triwulan II tahun 2011 atau sekitar bulan April, Mei dan Juni.

Komandan Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Letkol Pnb Ferlianto, Kamis mengatakan, kecanggihan hanggar ini meliputi adanya tempat "data link" yang tersambung dengan komputerisasi, adanya ruang simulator untuk percobaan pesawat, ditambah dengan teknologi "Ground Support Equipment" (GSE).

Pembangunan hanggar, bertujuan menunjang fasilitas terkait kedatangan pesawat tempur Super Tucano 314 buatan Brasil yang direncanakan tiba secara bertahap dari total 16 pesawat Super Tucano.

"Guna menunjang kedatangan pesawat itu, saat ini kita sediakan pembangunan fasilitasnya, termasuk hanggar atau shelter pesawat tersebut. Rencananya, pesawat akan tiba empat unit dulu pada tahun ini," katanya.

Sementara, kontrak pembelian pesawat tempur baru, telah ditandatangani Desember 2010, dan dalam rentang waktu 2010 - 2014, pihak Lanud Abdurahman Saleh telah menyiapkan pengadaannya.

"Pada bulan Januari lalu, wakil KSAU melakukan kunjungan ke sini, karena pada triwulan I sudah dilakukan pengukuran maupun survei lapangan terhadap lokasi pembangunan hangar yang akan digunakan pengembangan fasilitas Skadron Udara 21," ujarnya.

Sementara itu, pesawat tersebut dibeli sebagai pengganti pesawat OV-10F Bronco yang sudah dinyatakan "grounded" pada tahun 2007.

Menurut Ferlianto, keunggulan pesawat Super Tucano, yakni mampu melaksanakan manuver dengan kecepatan tinggi dan rendah, melaksanakan operasi pada malam hari dengan kemampuan terbang mini (Endurance) 02.30 jam tanpa eksternal tank.

Selain itu, minimum radius of action 250 NM tanpa eksternal tank pdlow alt, serta mampu "take off" dan "landing" pada landasan minimal 1.500 meter dan mampu membawa senjata yang terdiri dari bomb, rocket serta machine gun.

Untuk level Asia, Indonesia adalah yang pertama memiliki pesawat jenis ini, dan merupakan pesawat generasi kelima.

Selain Indonesia, pemakai lainnya tercatat antara lain Argentina, Perancis, Kuwait dan Paraguay.

Sumber: ANTARA Jatim

Rabu, 23 Februari 2011

Perusahaan Turki FNSS Jual Panser ke Malaysia

Pars 8x8 sedang diuji coba AB Malaysia. (Foto: FNSS)

24 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Perusahaan Turki FNSS Savunma Sistemleri A.Ş. dan rekanan dari Malaysia DEFTECH mendapatkan kontrak senilai 600 juta dolar pembelian kendaraan tempur beroda (panser) dari pemerintah Malaysia. Kontrak ini yang terbesar diperoleh perusahaan peralatan militer Turki dari negara asing.

FNSS menyingkirkan perusahaan Swiss dan Filandia dalam tender.

DEFTECH akan merakit 257 ranpur Pars 8x8 berdasarkan kontrak yang ditandatangani 22 Februari di Ankara. Perdana Menteri Malaysia Najib Razaki mengatakan saat jumpa pers, ”kami telah memutuskan meningkatkan kerjasama pada tingkatan strategis.”

Bagian dalam panser Pars. (Foto FNSS)

FNSS telah merancang dan mengembangkan ranpur beroda Pars dalam berbagai tipe; 4x4, 6x6 dan 8x8.

Malaysia pembeli pertama ranpur beroda Pars. FNSS berharap AD Turki akan mengikuti membeli Pars.

Sebelumnya, FNSS telah menjual ranpur jenis lainya senilai 300 juta dolar ke Malaysia.

Menurut situs resmi FNSS, FNSS Savunma Sistemleri A.Ş perusahaan kerjasama antara Nurol Holding, Turki dan BAE Systems. FNSS perusahaan pembuat kendaraan tempur dan sistem persenjataan untuk AB Turki dan AB Sekutu Turki.

Sumber: Defense News
© info-terkumpul.blogspot

Menhan: Pemerintah Belum Putuskan Pembelian Pesawat T-50

T-50 Golden Eagle. (Foto: Lockheed Martin)

23 Februari 2011,Jakarta -- (ANTARA News): Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan rencana pembelian pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan menggantikan pesawat Hawk MK-53.

"Belum kita putuskan. Karena blue book-nya belum diselesaikan Bappenas," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Purnomo mengatakan, untuk membeli pesawat produksi luar negeri, pemerintah terlebih dulu harus merampungkan rancang biru (blue book) kebutuhan pesawat itu, lalu menetapkan kebijakan atas pembeliannya.

Ia menambahkan, pemerintah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan, harus menggodoknya terlebih dulu, baru kemudian mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

"Sebelum itu ada, kita belum bisa putuskan. Jadi masih berupa tender yang belum diputuskan," ujar Purnomo menegaskan.

Purnomo menegaskan, pemerintah menargetkan memperkuat pertahanan udara untuk jangka menengah. Pemerintah sedang menghitung besar anggaran untuk membangun kekuatan udara, di antaranya melalui pembelian pesawat tempur.

Jet tempur latih T-50 dikembangkan hasil kerjasama Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat.

Pesawat jet T-50 Golden Eagle bersaing ketat dengan L-159B dari Republik Ceko dan Yak-130 buatan Rusia.

T-50 dikalahkan M-346 Master buatan Alenia Aermacchi Italia dalam kontes di Uni Emirat Arab dan Singapura.

Pada Juli lalu, delegasi pemerintah Korsel berkunjung ke Indonesia guna membicarakan pembelian T-50. Kedatangan Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young ke Indonesia, Rabu (11/8), salah satu tujuannya menawarkan T-50 ke Indonesia.

Sumber: ANTARA News

Indonesia Perkuat Penjagaan Laut China


24 Februari 2011, Jakarta -- (Kompas): Indonesia akan memperkuat penjagaan di Laut China Selatan di antaranya dengan menambah jumlah pulau yang dijaga di kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (23/2), saat membuka seminar ”Peran Riset dalam Mencari Solusi Permasalahan Perbatasan”. Selama ini, di antara 92 pulau terdepan yang berada di perbatasan Indonesia, 12 pulau dijaga oleh TNI karena dikategorikan strategis. Untuk kawasan Laut China Selatan, pulau yang dijaga hanya Pulau Sekatung.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tri Prasodjo mengatakan, pulau-pulau terluar itu dijaga oleh Marinir. Untuk Pulau Sekatung, ada satu peleton, yaitu sekitar 30 orang, yang dilengkapi dengan senapan serbu.

Purnomo mengatakan, Kementerian Pertahanan merencanakan akan ada beberapa pulau di kawasan Laut China Selatan yang akan diisi oleh pasukan juga. Pasalnya, Indonesia melihat suhu geopolitik di kawasan itu masih terus meningkat. Namun, penambahan pasukan untuk penjagaan tersebut berkaitan dengan penambahan fasilitas yang juga berarti penambahan anggaran. ”Kami belum tahu akan ada berapa pulau. Penambahan anggaran akan kami ajukan untuk tahun depan,” kata Purnomo.

Hingga kini masih banyak masalah, terutama yang bersifat operasional yang berkaitan dengan perbatasan. Beberapa masalah ini berkaitan dengan potensi sumber daya alam yang terkandung di dalam laut.

Beberapa waktu lalu Purnomo menceritakan pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Australia dan India untuk membahas Samudra Hindia, yaitu bagaimana pengaturan eksploitasi mineral di kawasan tersebut. ”Sekarang laut bebas seperti Samudra Pasifik juga akan dieksploitasi beberapa negara karena ditemukan mineral untuk pembuatan pesawat ulang alik,” katanya.

Rektor Universitas Pertahanan Syarifudin Tippe mengatakan, pihaknya membentuk Pusat Riset Perbatasan Pertahanan untuk menindaklanjuti pendekatan ekonomi dan tidak hanya pertahanan yang dicanangkan pemerintah.

Ego sektoral

Kemarin di Ambon, Maluku, Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut Laksamana Madya Y Didik Heru Purnomo mengakui masih ada ego sektoral dalam koordinasi pengamanan laut di Indonesia. Padahal tahun ini pemerintah ditargetkan membentuk satu satuan tugas khusus dengan fungsi utama pengamanan pantai dan perairan laut Indonesia.

Menurut Didik, pembentukan satu satuan tugas dengan multifungsi (multi-task single agency) pengamanan pantai dan perairan laut seperti sea and coast guard di negara lain, merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Tetap ada ego sektoral. Tetapi saya kira ini masih di dalam proses, Jadi memang di dalam tahun ini, diharapkan pemerintah bisa menyelesaikan organisasi coast guard,” kata Didik lagi.

Sumber: KOMPAS

Minum Obat dengan Susu, Efektifkah?

susu vs obat
Berita adanya sejumlah produk susu formula dan makanan bayi yang tercemari bakteri Enterobacter sakazakii, telah membuat cemas masyarakat luas terutama kaum ibu. Kecemasan kaum ibu tersebut dapat dimaklumi, karena hampir sebagian besar anak usia balita sangat menyukai susu. Bahkan beberapa anak di antaranya, ada yang tetap menginginkan minum susu pada saat ia harus minum obat karena sakit. Namun, terlepas dari masalah susu yang tercemar tersebut, akan efektifkah kerja obat yang diminum dengan susu? Tidakkah susu akan menetralkan zat-zat yang dikandung obat tersebut?

Secara umum, kandungan susu baik susu formula maupun susu cair UHT, adalah air, lemak, karbohidrat, zat-zat mineral (kalsium, kalium.dan lain sebagainya), serta protein yang tersusun olehasam-asam amino.S truktur kimia asam amino ini umumnya memiliki gugus karboksilat (COOHiC Karbon, O Oksigen, dan H Hidrogen) yang bersifat asam, dan gugus amina (NHx; N Nitrogen) yang bersifat basa.

Jika gugus yang terkandung dalam susu ini bertemu dengan unsur-unsur dalam obat yang juga memiliki sifat asam atau basa, besar kemungkinan antara susu dan obat tersebut akan terjadi reaksi pene-tralan asam basa, yang mengakibatkan berkurangnya kadar (khasiat) obat. Hal ini dapat digambarkan pada pemakaian aspirin yang diminum dengan susu.

Aspirin atau asam salisilat atau ada juga yang menyebutnya asetosal, adalah sejenis obat turunan dari salisilat, yang pemakaiannya cukup luas, memiliki, efek antikoagulan, terkadang digunakan juga dalam dosis rendah dalam tempo yang lama untuk mencegah serangan jantung. Aspirin ini sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit/nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan antiiriflamasi (peradangan), atau beberapa kalangan menggolongkannya dalam golongan NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drug).

Obat-obatan golongan NSAID, merupakan obat pembunuh rasa sakit yang bekerja dengan cara menghambat terbentuknya prostaglandin. Prostaglandin adalah zat yang selalu ada dalam sel tubuh, bekerja sebagai zat yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit, namun di sisi lain, juga membantu terbentuknya selaput mukosa lambung. Dengan terhambatnya prostaglandin oleh aspirin, rasa sakit dan infeksi pun akan hilang, tetapi pada saat yang bersamaan, lambung pun menjadi rentan terhadap iritasi, karena selaput mukosanya berkurang.

Oleh karena itu, umumnya obat-obatan golongan NSAID diresepkan untuk diminum sekurang-kurangnya 30 menit setelah makan. Hal ini dimaksudkan supaya yang masuk ke lambung terlebih dulu adalah makanan, untuk melindungi dinding lambung agar tidak terjadi iritasi. Dengan adanya kenyataan tersebut, beberapa kalangan berpendapat, obat-obatan golongan NSAID yang bersifat lypophylic (mudah larut dalam lemak), boleh diminum bersamaan dengan susu, dengan alasan susu tersebut akan lebih dulu melindungi dinding lambung. Padahal, tindakan tersebut memungkinkan akan timbulnya reaksi penetralan asam-basa antara susu dan aspirin.

Struktur kimia aspirin, terlihat dari sifat asam salisilatnya, memiliki gugus karboksilat. Jika aspirin diminum dengan susu, maka gugus karboksilatnya akan bereaksi degan gugus amina dalam susu, menimbulkan reaksi penetralan asam-basa, sehingga otomatis kadar aspirinnya yang aktif/bebas akan berkurang, karena terambil sebagian dalam reaksi penetralan asam-basa. Sehingga khasiatnya pun tentu saja akan berkurang.

Demikian pula halnya dengan beberapa golongan obat yang mengandung unsur logam. Jika obat ini diminum dengan susu, maka kalsium pada susu akan membentuk ikatan-ikatan kompleks yang kuat (khelat) dengan unsur logam yang terkandung dalam obat tersebut. Akibatnya unsur yang aktif/bebas dari obat tersebut hanya tersisa sebagian, sehingga khasiat obat pun akan berkurang.

Untuk beberapa obat yang tergolong antibiotik seperti antibiotik golongan tetrasik-lin dan turunannya (dokisiklin, oksitetrasiklin, minosiklin), dan beberapa golongan fluorchinolone (Ciprofloxacin dan Norfloxacin), jika diminum dengan susu, besar kemungkinan kalsium dari susu akan membentuk ikatan kalsium-tetrasiklin. Ikatan ini berupagumpalan atau endapan berwarna kuning. Ukuran gumpalan yang terbentuk ini bisa jadi cukup besar, sulit untuk melewati dinding usus. Akibatnya, antibiotik tersebut bukannya masuk ke dalam aliran darah, melainkan akkn dicerna oleh usus. Hal ini menyebabkan berkurangnya efek pengobatan oleh antibiotik tersebut, sehingga kuman ditubuh tidak mati, malah sebaliknya, akan tercipta kondisi kuman yang resistan. Namun sebenarnya tidak semua obat jika diminum dengan susu akan jadi tidak efektif. Ada beberapa golongan antibiotik dan obat-obatan tertentu yang tidak menimbulkan masalah jika diminum dengan susu.

Namun, terkadang nama dagang yang digunakan pihak produsen obat cukup membingungkan konsumen. Konsumen umumnya tidak mengerti akan perbedaan nama kimia dengan nama dagang suatu obat, sehingga mereka akan ragu menentukan mana obat-obatan yang akan tetap efektif jika diminum dengan susu.

Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya ketidakefektifan suatu obat, sebaiknya obat diminum dengan air putih saja. Air putih cukup efektif dalam melarutkan obat, tetapi tidak ikut bereaksi dengan obat tersebut, sehingga tidak mengganggu kadar/khasiat dari obat-obatan tersebut.----

Sumber: Y. Zakiah A., alumnus FMIPA Unpad,/"Pikiran Rakyat"