Rabu, 28 Juli 2010

Menhan Prancis Batal ke Jakarta

Kapal selam kelas Scorpene buatan Perancis. Menhan Indonesia meminta alutsista yang dibeli Indonesia sebagian dibuat di industri pertahanan Indonesia. Jerman, Korsel dan Perancis menyetujui permintaan pemerintah Indonesia seperti ini. Menurut sejumlah sumber kunjungan Menhan Perancis terkait pembelian alutsista oleh Indonesia. (Foto: naval-technology.com)

28 Juli 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan (Menhan) Prancis Herve Morin yang sedang melakukan kun jungan dinas ke Vietnam, dipanggil pulang ke Prancis, kemarin, menyusul ter bu nuhnya warga Prancis Michel Germaneau (78) oleh anggota ke lompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM). Keputusan Paris oto­matis mem batalkan jadwal ke datangan Morin ke Jakarta tanggal 27 dan 28 Juli ini.

Presiden Prancis Nicolas Sar­kozy kemarin meng kon fir­masikan pem bu nuhan Ger ma­neau. “Kami ber tekad le bih da ri sebelumnya un tuk memera ngi terorisme apa pun bentuk nya. Dan men dukung negara-negara yang memiliki kebera ni an meme rangi te rorisme yang keji ini,” tegas Sarkozy.

Germaneau, sukarelawan Prancis yang diculik di Nigeria 19 April lalu, dibunuh sebagai ak si balas dendam atas te was nya enam anggota Al-Qaeda dalam serangan Prancis di Mauritania, belum lama ini. Paris mengatakan, klaim pembu nuhan tersebut ditampilkan di stasiun TV Al-Jazeera.

“Kami mengumumkan, te lah mengeksekusi sandera Prancis Michel Germaneau, Sabtu 24 Juli 2010, untuk mem balas pem bunuhan enam saudara kami dalam serangan pengecut Prancis,” kata pim­pinan AQIM Abu Musab Ab dul Wadud dalam tayangan audio tersebut.

“(Presiden Prancis) Nicolas Sarkozy gagal untuk membe baskan warganya dalam ope rasi ini. Justru dia membawa warganya ke gerbang neraka,” sindir Wadud.

Rakyat Merdeka

Agus Widjojo: Lebih Baik Kodim Dihapus


28 Juli 2010, Jakarta -- Mantan Kepala Staf Teritorial TNI Letjen (Purn) Agus Widjojo kembali menegaskan komando teritorial terendah yang dapat melakukan fungsi pertahanan hanyalah Komando Resort Militer sehingga Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Rayon Militer (Koramil) lebih baik dihapuskan.

"Kodim dan Koramil tidak memiliki fungsi pertahanan di daerah. Kerja mereka tidak ada. Semua tanggung jawab teritorial lebih baik diserahkan kepada pemerintah daerah setempat," kata Agus dalam diskusi reformasi TNI di Jakarta, Rabu.

Penghapusan itu, sebut Agusm sejalan dengan reformasi TNI untuk tidak lagi terlibat dalam politik dengan memusatkan perhatian pada peran pertahanan nasional dan tak lagi terlibat dalam masalah keamanan dalam negeri.

"Masalah keamanan dalam negeri diserahkan kepada Polri," katanya seraya mengatakan perhatian pemda masih pada pelaksanaan otonomi daerah.

Pada masa lalu, menurut Agus, memang tidak ada pemisahan antara pembinaan teritorial dan komando teritorial, bahkan TNI juga terlibat dalam pembinaan teritorial yang sebenarnya urusan sipil.

Namun, sejak pemisahan Polri dari TNI untuk urusan ancaman dalam negeri, TNI tidak ikut campur karena hal itu sudah menjadi urusan pemda dan kepolisian.

Kendati demikian, TNI masih bisa bergerak atas permintaan pemerintah pusat, daerah, atau polisi, tetapi bantuan ini pun tetap dipersoalkan karena operasi TNI memiliki karakteristik berbeda dari polisi.

Agus menyebutkan, reformasi TNI pada hakikatnya merupakan pemurnian kembali peran dan kewenangan TNI sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945.

Menurut dia, reformasi TNI bersamaan dengan masa transisi demokrasi bangsa, sekaligus penyesuaian kultur `paternalistik` ke bentuk kultur perseorangan yang bertanggung jawab.

Oleh karena itu, reformasi TNI tidak berjalan secara menyeluruh, tapi bertahap sesuai dengan tingkat pemahaman masyarakat.

ANTARA News

KRI Dewa Ruci Disambut di Kristiansand


29 Juli 2010, London -- Kapal bersejarah KRI Dewa Ruci yang pertama kali berlayar ke Jerman di tahun 1953 ini merapat di Pelabuhan Kristiansand, Rabu dalam muhibahnya mengikuti Tall Ships Races 2010.

Kedatangan Dewa Ruci disambut dengan prosesi atraksi saat kapal itu merapat. Sekretaris Tiga KBRI Oslo, Febby Fahrani dalam keterangan persnya, Kamis menyebutkan sekitar 30 kapal-kapal kecil yang sedang berlayar di perairan sekitar pelabuhan turut mengiringi Dewa Ruci saat merapat di galangan sandar kota Kristiansand.

Sambutan khusus diberikan Dubes RI Oslo, Esti Andayani dan seluruh jajaran staf KBRI Oslo serta Atase Pertahanan RI untuk wilayah Norwegia berkedudukan di Berlin, Jerman, Fachri Adamy yang menunggu kedatangan KRI Dewa Ruci di galangan sandar kota Kristiansand.

Secara khusus, Esti Andayani mengalungkan rangkaian bunga anggrek kepada komandan KRI Dewa Ruci, Letkol Suharto, sebagai ucapan selamat datang di Norwegia.

Selama mengikuti Tall Ships Races 2010 di kota Kristiansand yang diikuti oleh 81 kapal layar dari 18 negara ini, KRI Dewa Ruci akan menampilkan pertunjukan seni Indonesia di panggung utama pada 29 Juli 2010.

ANTAR News

Marinir Tinggalkan HMAS Kanimbla

Commader Tim Byles Commanding Officer HMAS Kanimbla menerima plakat dari Mayor Didiet Hendra Wisaya. Plakat hadiah dari Mayjen (Mar) M. Alfan Baharudin Komandan Korps Marinir. Kiri ke Kanan: Mayor Didiet Hendra Wisaya, Lettu Amin Surya Laga, Lettu Rismanto Manurung, Commander Tim Byles. Korps Marinir, USMC dan Marinir Kanada tergabung dalam Kompi Fox didaratkan dari HMAS Kanimbla menggunakan Amphibious Assault Vehichles (AAVP7 RAMRS) saat RIMPAC 2010, Hawaii. (Foto: Australia DoD)

Commander Tim Byles memberikan plakat kehadiran HMAS Kanimbla pada Mayor Didiet Hendra Wisaya. Kiri ke Kanan: Mayor Didiet Hendra Wisaya, Lettu Amin Surya Laga, Lettu Rismanto Manurung dan Commander Tim Byles. (Foto: Australia DoD)

Commander Tim Byles menerima hadiah kemeja batik dari Lettu Amin Surya Laga tanda terima kasih atas pelayanan pada Korps Marinir selama di HMAS Kanimbla. Kiri ke Kanan: Lettu Amin Surya Laga, Lettu Rismanto Manurung dan Commander Tim Byles. (Foto: Australia DoD)

Commander Tim Byles memberikan T-shirt bertulisan 'HMAS Kanimbla Cry Havoc' pada Mayor Didiet Hendra Wisaya sebagai tanda pernah berada di kapal HMAS Kanimbla. (Foto: Australia DoD)

Kiri ke Kanan: Lettu Amin Surya Laga, Mator Didiet Hendra Wisaya, Commander Tim Byles, Lettu Rismanto Manurung berfoto bersama di sayap bridge kapal HMAS Kanimbla. (Foto: Australia DoD)

AAVP7A1 RAMS USMC yang digunakan Kompi Fox mendarat ke pantai, sedang berlatih keluar dan masuk ke dek HMAS Kanimbla. (Foto: Australia DoD)

Berita HanKam

Pacific Partnership Bangun Sarana Umum di Mamala

Captain Lisa Franchetti Komandan Pacific Partnership 2010 tiba di HMAS Labuan. (Foto: Australia DoD)

28 Juli 2010, Ambon -- Selain pengobatan gratis, personel “Pacific Partnership 2010″ melakukan bhakti sosial pembangunan fisik berupa pengerjaan panggung untuk atraksi pukul sapu di Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Selasa .

Lokasi pembangunan panggung yang dikerjakan itu setiap tahun digunakan masyarakat Mamala untuk perayaan 7 Syawal dengan menampilkan atraksi pukul sapu yang selalu menyedot ribuan pengunjung.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX, Mayor Laut (E) Wahyu Broto, di Ambon, Rabu, mengatakan, personel “Pacific Partnership 2010″, yang terdiri atas militer Angkatan Laut Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan Australia, sebelumnya telah berkunjung ke Mamala untuk menganalisa kebutuhan pembangunan di sana.

“Pengerjaan panggung untuk atraksi pukul sapu yang setiap tahun digelar itu merupakan usulan dari masyarakat Mamala yang disampaikan kepada personel marinir AS dan Australia saat berkunjung ke sana,” kata Wahyu Broto.

Ia mengatakan, personil “Pacific Partnership 2010″ yang terjun di Desa Mamala terdiri dari beberapa anggota TNI dan delapan orang marinir AS dan Australia yang dibantu masyarakat setempat.

Marinir AS dan Australia itu merupakan anggota tim dari kapal rumah sakit USNS Mercy (T-AH 19) yang tiba di Maluku sejak 26 Juli untuk menjalankan misi kemanusiaan yang bergabung dalam operasi Surya Bhaskara Jaya (SBJ) dalam Sail Banda di Maluku yang merupakan bagian dari kerjasama negara-negara sahabat yang tergabung dalam “Pacific Partnership 2010″.

Negara-negara sahabat yang tergabung dalam “Pacific Partnership 2010″ antara lain AS, Inggris, Australia, Singapura, Kamboja, Kanada dan Selandia Baru.

Sementara komponen layanan SBJ meliputi pengobatan gratis, pembangunan fisik dan non fisik dengan sasaran daerah-daerah yang perlu mendapat bantuan kemanusiaan.

Selain USNS Mercy yang tiba bersama kapal Angkatan Laut milik Singapura, RSS Endeavour (kelas LPD), Operasi SBJ juga menyertakan kapal rumah sakit TNI AL, KRI Soeharso SHS – 990 yang saat ini sedang berada di Banda melayani masyarakat di sana.

Sementara USNS Mercy sedang berlabuh di Perairan Ambon dan tim medisnya sementara melakukan pengobatan masal di beberapa tempat, yakni Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, dan Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah serta Piru, Ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pengobatan gratis di Piru akan berakhir sore hari ini, sedangkan di Pelauw dan Kota Ambon hingga 29 Juli.

ANTARA News

USNS Mercy Beri Gelang Warna Tandai Pasien

USNS Mercy (T-AH 19). (Foto: Australia DoD)

28 Juli 2010, Ambon -- Tim medis kapal rumah sakit Angkatan Laut Amerika Serikat USNS Mercy (T-AH 19) dan Singapura RSS Endeavour dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Desa Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, menandai para pasien dengan gelang berwarna untuk kepentingan pengobatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX, Mayor Laut (E) Ir. Wahyu Broto di Ambon, Selasa.

Pasien mata diberi gelang warna merah, pasien gigi dipakaikan gelang ungu, anak-anak mendapat gelang oranye dan gelang kuning untuk penyakit umum,” kata Wahyu Broto.

Ia mengatakan, tim medis kedua negara yang tergabung dalam “Pacific Partnership 2010″ itu dibantu beberapa personil Dinas Kesehatan TNI AL dan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal).

Menurut Wahyu Broto, guyuran hujan di Waihaong tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mendapatkan pengobatan gratis.

“Informasi yang saya dapat dari Mayor Chow Weien, dokter dari Angkatan Laut Singapura bahwa ada sekitar 12 pasien sedang menjalani operasi di Kapal RSS Endevour yang berlabuh di dermaga Yos Sudarso, Ambon,” katanya.

Sementara pasien yang menjalani operasi di Kapal USNS Mercy belum bisa dipastikan jumlahnya.

Dia mengatakan pengobatan masal di Desa Waihaong itu dikunjungi Atase Laut Singapura, Senior Letnan Kolonel (Letkol) Tan Bian dan Komandan Kapal RSS Endevour, Letkol Kenny Chen. Sedangkan dari pihak Amerika Serikat Kolonel Lisa M. Franchetti dan dari TNI Kepala Dinas Kesehatan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal IX), Letkol Laut (K) dr. Tjangeta Liempy S. Sp.An.

Saat ini pelayanan yang sama juga sedang berlangsung di Desa Palauw, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah yang ditangani oleh tim medis Australia dan Singapura.

HMAS Tarakan. (Foto: Australia DoD)

HMAS Labuhan. (Foto: Australia DoD)

Australia menyertakan dua kapal besar atau “heavy landing craft” (HLC), masing-masing HMAS Labuan (L128) dan Tarakan (L129) dalam misi kemanusiaan “Pacific Partnership “2010″ yang juga mendukung operasi Surya Bhaskara Jaya, salah satu program kegiatan bahari bertaraf internasiona di Maluku, Sail Banda.

Wahyu Broto mengatakan, masyarakat Ambon dan sekitarnya yang belum mendapat kesempatan berobat gratis hari ini dapat mengikuti pengobatan masal berikutnya yang akan dilaksanakan pada 28 – 29 Juli di 2010 Di Puskesmas Amahusu.

ANTARA News

Flash Iron 10 - 02 JCET

27 Juli 2010, Surabaya -- Sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim, melakukan parameter tempur latihan patroli Urban War Fare, di lingkungan Bandara Juanda lama Surabaya, Selasa (27/7). Kegiatan tersebut, merupakan latihan bersama dengan sandi "Flash Iron 10 - 02 JCET" antara Kopaska TNI AL dan US Navy Seals tersebut, untuk menciptakan kemampuan profesional untuk merencanakan dan melaksanakan protap kesiapsiagaan operasional tempur. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/mes/10)