Tampilkan postingan dengan label Latgab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latgab. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

TNI Gelar Latihan PPRC 2012 di Natuna

Kasum TNI Marsekal Madya TNI Daryatmo memeriksa jajaran pasukan TNI saat upacara pembukaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Markas Komando Divisi Infanteri-1/Kostrad Cilodong, Depok, Jabar, Senin (27/8). Latihan gabungan yang melibatkan seluruh unsur TNI yaitu TNI AD, TNI AL dan TNI AU itu diikuti 2.500 prajurit yangt akan dilaksanakan pada 31 Agustus sampai 9 September 2012 di Natuna, Kepulauan Riau. FOTO ANTARA/Jafkhairi/Koz/Spt/12)

Panglima Divisi I/Kostrad, Mayjen. TNI. Daniel Ambat didampingi Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma. TNI. A. Adang Supriyadi, SE., mengecek kesiapan Satuan Pelaksana Operasi Udara (Satlakopsud) di Taxy-way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, pada Jumat (24/8/12), dalam rangka menghadapi latihan PPRC TNI tahun 2012 ini.

Mayjen. TNI. Daniel Ambat melihat langsung dari dekat bagaimana pemeliharaan kesiagaan operasional unsur udara yang terlibat dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang rencananya akan diadakan di Pulau Natuna. Selain itu, Panglima juga melakukan tanya jawab langsung dengan para penerbang dan kru pendukung serta memeriksa ke dalam badan pesawat CN-235.

Kegiatan inspeksi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk terus melatih kesiapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Apalagi, PPRC sendiri merupakan latihan rutin tahunan yang biasa digelar TNI. Menurut jadwal akan dilaksanakan mulai Agustus sampai September 2012. Diawali dengan Gladi Posko di Cilodong dan Gladi Lapangan di Natuna.

Latihan di Natuna akan melibatkan 2500 personel, gabungan TNI AD, TNI AL dan TNI Angkatan Udara. Dengan mengerahkan pesawat unsur intai C-121; pesawat Hercules C-130 dan CN-235; unsur Pasukan Khas TNI AU serta seluruh pangkalan TNI AU di Indonesia.

Dalam kesempatan ini pula, Komandan Skadron Udara 31, Letkol. Pnb. Eko Sudjatmiko melaporkan kesiapan Satlakopsud serta berbagai kemungkinan kendala yang ada. Sebagai bahan masukan bagi Komandan PPRC TNI dalam menentukan kebijakan selanjutnya bagi penyempurnaan hasil latihan kelak.

“Moto kami: tegar, ikhlas dan tuntas menyukseskan misi apapun yang diemban”, tandas penerbang yang mengakui adanya berbagai latihan yang akan digelar di akhir tahun 2012.

Setelah melihat gelar kesiapan, rombongan mengunjungi Marsailing Area (MA) yang akan digunakan sebagai titik kumpul pasukan. Turut serta dalam kegiatan penting ini adalah Asops Divisi I/ Kostrad Kolonel Inf Joko Sudiono; serta Asintel Divisi I/ Kostrad Letkol Inf Asep Jauhari.

Sumber: Pentak Lanud Halim Perdanakusuma

Minggu, 25 Maret 2012

TNI Lakukan Latihan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012

(Foto: Kopassus)

26 Maret 2012, Jakarta: Akibat jalur darat tertutup oleh perbukitan terjal, rawa, laut sungai, dan pantai, sehingga cukup menyulitkan bagi Tim Ekspedisi Khatulistiwa untuk melakukan penjelajahan, maka diputuskan komando dan pengendali (Kodal) harus melakukan droping logistik dengan menggunakan helikopter militer.

Bukan itu saja. Dua orang mahasiswapun terpaksa harus dievakuasi dengan si burung besi itu karena mereka dalam kondisi cidera dan kelelahan dalam perjalanan yang cukup panjang.

Demikian skenario latihan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012, Sub Sektor Nunukan pimpinan Mayor Infanteri Achirudin (Pamen Kopassus), di Kawasan Daerah Latihan Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Pusdik Passus), Situlembang, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/3).

Latihan ini berlangsung 20 Maret hingga 1 April 2012. Sementara itu, Ekspedisi Khatulistiwa itu sendiri akan berlangsung awal April hingga 17 Juli 2012.

Berdasarkan siaran pers, Perwira Penerangan dan Sejarah Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Sektor Nunukan, Kapten Marinir Mardiono, kegiatan akbar yang akan dihelat di Sub Sektor 5 Nunukan, terdiri dari penjelajahan, penelitian yang dibagi menjadi 4 Unit, yakni Unit Kehutanan, Unit Flora dan Fauna, Unit Geologi dan Potensi Bencana Alam dan Unit Sosial Budaya.

Sedangkan Komunikasi Sosial (Komsos), diikuti oleh sedikitnya 60 personel TNI dari tiga matra (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU), serta Menwa dan Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Tim penjelajah Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Latihan Mountinering

(Foto: Kopassus)

Tim penjelajah Ekspedisi Khatulistiwa 2012 menerima pembekalan materi Mountenering dari Kapten Inf Encun Pama Pusdikpassus bertempat di daerah latiahan Gunung Hutan Kopassus Situlembang, Bandung, Jawa Barat, Jum’at (23/3).

Pembekalan latihan Mountinering bagi peserta Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang dilaksanakan di daerah latihan Kopassus Situ lembang ini penting dilakukan mengingat medan yang akan dilalui memerlukan ketrampilan khusus tentang tehnis dan cara melakukan pemanjatan tebing atau melewati rintangan yang memerlukan cara khusus.

Materi yang diajarkan mengenai tali temali, pengenalan alat perlengkapan mountinering, cara melakukan pasrofing / raffeling menggunakan Helicopter maupun praktek lapangan cara pemanjatan tebing yang dilaksanakan di tebing yang ada dikawasan Situlembang. Latihan dan pembekalan Mountinering ini diharapkan menjadikan bekal bagi semua tim penjelajah Ekspedisi Khatulistiwa 2012 dilapangan apabila menemukan rintangan dan hambatan yang memerlukan keahlian seorang pemanjat.

Disamping pemebakalan Mountinering juga menerima menerima pembekalan bidang Geologi dari Profesor Adang sebagai tim ahli Geologi yang terlibat dalam kegiatan Ekspedisi khatulistiwa 2012. Sedangkan bagi Perwira dalam Sub korwil menerima pembekalan tentang kondisi wilayah perbatasan dengan peta tiga dimensi dari Bapak Tjuk Azis Suprapto anggota kehormatan Wanadri.

Sumber: Jurnas/Kopassus

Rabu, 01 Februari 2012

Latihan Pembebasan Sandera Jarak Jauh


1 Februari 2012, Jakarta: Tiga buah pesawat angkut berat Hercules C-130 menderam dalam kegelapan malam di landasan bandara Halim Perdanakusuma. Dari dalam pesawat berlompatan sejumlah 91 personel dalam seragam gelap anti-teror dan segera menyebar sesuai taktik strategi penanggulangan teror. Mereka hendak membebaskan sandera di tiga tempat lingkungan bandara yang telah dikuasai teroris yaitu dua ruang tunggu bandara dan dalam kabin sebuah pesawat yang telah dibajak.

Guna menjaga kerahasiaan dalam melaksanakan operasi pembebasan sandera, maka anggota pasukan khusus anti teror Trimatra TNI melakukan penyusupan (infiltrasi) dalam kegelapan malam melalui udara dengan terjun bebas malam (night free Fall), sementara sisanya didaratkan secara ”Air Landed” (Pendaratan Menggunakan Peawat).

Air Landed dengan tiga buah pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, ketiganya membawa pasukan khusus tiga matra TNI yaitu 32 personil dari Satuan-81 Kopassus TNI AD, 22 personil dari Denjaka TNI AL dan 59 personil Denbravo 90’ Paskhas TNI AU yang dilengkapi dengan kendaraan khusus roda dua roda empat serta peralatan pendukung operasi lainnya dengan persenjataan lengkap, Sniper, Anjing Pelacak (satwa) dan kendaraan penjinak Bom (Jihandak) Milik Detasemen Bravo 90’ Paskhas.

Seluruh rangkaian kegiatan latihan berlangsung senyap dan cepat seluruh teroris dapat dilumpuhkan secara cepat , walaupun ada jatuhnya korban luka-luka dan jiwa yang dialami beberapa sandera namun pertolongan dari tim medis dan kesehatan yang telah disiapkan dapat dengan mudah memberikan pertolongan dan dilarikan kerumah sakit terdekat.

Kegiatan yang dinamakan latihan pendahuluan Penanggulan Teror (Gultor) TNI Tri Matra VI telah dibuka secara resmi tanggal 30 Januari 2012,l difokuskan dalam perencanaan dan pelaksanaan keputusan serta langkah-langkah yang diambil serta prosedur yang diterapkan guna melumpuhkan teroris dengan meminimalisir jatuhnya korban jiwa sandera, personel anti teror dan masyarakat sipil.

Latihan pendahuluan tersebut disaksikan langsung Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Hambali Hanafiah, Dankorpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah selaku direktur latihan (Dirlat), Danjen Kopasus, pejabat TNI dan seluruh Staf Komando Latihan serta dikendalikan langsung oleh Kawasdal Latihan Kolonel Psk Rollan DG. Waha.

Latihan Penanggulangan teror ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan operasi TNI, meningkatkan integrasi dan keterpaduan antara tiga satuan Gultor Tri Matra TNI dalam satu kesatuan komando. Keikutsertaan TNI dalam penanggulangan teror karena terorisme tidak hanya menyangkut masalah keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga menyangkut masalah yang lebih besar terkait masalah kedaulatan dan masalah keamanan nasional karena terkait langsung kepentingan nasional bangsa kita. Dalam situasi tertentu seperti tindakan teror seperti situasi penyanderaan dengan contoh pada lokasi di Luar negeri, didaerah terpencil dalam hutan rimba atau di lautan bebas serta di daerah perang, maka sudah jelas penanggulangan teror menjadi tugas dan tanggung jawab TNI.

Latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI telah dibuka secara resmi oleh Asisten Operasi TNI, Mayjen TNI Hambali Hanafiah pada hari Senin, tanggal 30 Januari 2012, dengan diawali dengan berbagai kegiatan Penataran Pelaku, penataran Pendukung (Kolat) di markas Komando Korpaskhas, Bandung, Jawa Barat, Bandung. Diharapkan latihan Gultor ini bisa digunakan untuk merevisi doktrin operasi khusus, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Tujuannya mewujudkan konsep strategis penangkalan dan penindakan terhadap situasi kontijensi yang mungkin terjadi.

Sumber: Dispenau

Jumat, 20 Januari 2012

Pasukan Khusus TNI Akan Gelar Latgab Penanggulangan Teror

Prajurit TNI AD latihan anti teror. (Foto: Reuters)

20 Januari 2012, Soreang: Latihan Gabungan Penanggulangan Teror (Gultor) Trimatra VI Tahun 2012 akan melibatkan Tiga Matra Pasukan Khusus TNI yaitu Detasemen Bravo 90’ Paskhas (AU), Detasemen 81’ Kopasus (AD) dan Denjaka (AL) direncanakan gelar latihan akan mengambil lokasi di Pangkalan Udara Husen Sastranegara, Bandung.

Guna kesiapan dan kelancaran latihan tersebut, bertempat di Markas Komando Korpaskhas, Jumat (20-/1), dilaksanakan paparan Rencana Garis Besar latihan oleh Ketua Wasit dan Pengendali (Kawasdal) Kolonel Psk Rolland DG Waha sehari-hari menjabat sebagai Asisten Operasi Korpaskhas.

Dalam penjelasannya pada sesi tanya jawab dan diskusi oleh Kawasdal Kolonel Psk Rolland DG Waha menjelaskan bahwa, dalam latihan Goltor Trimatra TNI ini tidak hanya menampilkan kemampuan serta kesiapan gelar operasi Pasukan Khusus semata, akan tetapi juga untuk menguji serta kesiapan Lanud Husen Sastranegara dan Bandara Sipil Husen Sastranegara, bagaimana antisipasi dan kesiapan serta tindakan awal yang dilakukan dalam menangani keadaan bahaya yang terjadi.

Dengan harapan melalui latihan ini selain untuk melatih para prajurit pasukan khusus TNI juga untuk melatih personel Pangkalan Udara maupun Bandara yang menjadi tempat sasaran latihan, untuk itu, sasaran latihan selalu digelar pada Pangkalan Udara maupun bandara yang ada di Indonesia bagi prajurit Detasemen Bravo 90’ Paskhas, bertujuan agar para prajurit mengetahui karateristik seluruh Lanud maupun Bandara.

Selain pelaksanaan paparan RGB dan diskusi juga dilaksanakan peninjauan medan latihan oleh semua unsur dan koordinator latihan untuk lebih memudahkan dan sekaligus untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Rapat yang dipimpin langsung oleh Wadan Korpaskhas Marsekal Pertama TNI MB. Manurung dihadiri oleh Para Pejabat Mako Korpaskhas, Danwing I Halim PK, Danskadron Udara 31 Halim PK, Kadisops Lanud Husen Sastranegara, Perwakilan Sops Mabes TNI, Perwakilan Sops Mabesau, Perwakilan PT. Dirgantara Indonesia, Perwakilan Kopasus, Perwakilan Denjaka (AL) serta Kabandara Husen Sastranegara.

Sumber: PRLM

Selasa, 22 November 2011

Panglima TNI Buka Latihan Gabungan di Malang

(Foto: Dispenkoarmatim)

22 November 2011, Malang (ANTARA News): Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono membuka persiapan latihan gabungan tingkat batalyon di Lapangan Udara Abdurachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa.

Rencananya, latihan itu akan digelar di Dumai, Kepulauan Riau pada 10 Desember 2011 dan melibatkan sedikitnya 3.300 pasukan dari tiga angkatan, yakni Angkatan Laut (AL), Angakatan Darat (AD) serta Angkatan Udara (AU).

"Sore ini (22/11), saya membuka persiapan latihan gabungan tingkat batalyon, dan akan kita lakukan secara bertahap hingga 2013, yakni dari tingkat batalyon, brigade hingga tingkat divisi," kata Agus.

Agus mengatakan, latihan gabungan tingkat batalyon dilakukan untuk menguji kesiapsiagaan perajurit TNI dan meningkatkan kemampuan profesionalisme TNI dalam pencapaian tugas pokok.

Sementara itu digelarnya latihan gabungan di Dumai karena daerah itu telah disiapkan sejak awal, dan ada beberapa rangkaian acara bersamaan di wilayah tersebut, salah satunya yakni Hari Nusantara yang akan berlangsung pada 13 Desember 2011.

"Saat puncak acara Hari Nusantara nanti, semua personel TNI akan gabung menjadi satu di Dumai, karena itu kita pusatkan di wilayah itu," katanya.

Selain itu, lokasi tersebut merupakan wilayah perbatasan yang sangat bagus digunakan latihan tiga angkatan sekaligus. "Kita juga akan mengagendakan sejumlah latihan gabungan di seluruh perbatasan, untuk menjaga teritorial kita," katanya.

Sementara dalam kegiatannya di Lapangan Abdurachman Saleh, Malang, Agus juga menyempatkan untuk memeriksa segala peralatan yang dimiliki ketiga angkatan.

Dalam pembukaan persiapan itu, bertindak sebagai komandan upacara adalah Kolonel Inf Shidi Purnomo, Komandan Brigade Infanteri Linud-18.

Hadir pula diantaranya Pangkostrad Letjen TNI AY Nasution serta beberapa asisten dari masing-masing angkatan.

Sumber: ANTARA News

Jumat, 28 Oktober 2011

Panglima Tutup Latma Gultor

Sejumlah pasukan Anti Teror TNI/Polri mengikuti upacara penutupan latihan bersama penanggulangan teror di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (28/10). (Foto: ANTARA/Arif Dispen/Koz/Spt/11)

28 Oktober 2011, Jakarta (Jurnas.com): PANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menutup acara Latihan Bersama Penanggulangan Teror (Latma Gultor) TNI-Polri 2011 bersandi Waspada Nusa III.

Menurutnya, Latma Gultor yang diselenggarakan pada 25-28 Oktober ini berlangsung lancar sesuai yang dilancarkan. "Latihan ini merupakan kesinambungan dari latihan serupa tahun lalu," kata Panglima di Markas Besar TNI di Jakarta, Jumat (28/10).

Penyelenggaraan latihan ini, kata Panglima, merupakan wujud sinergi TNI-Polri dalam menghadapi dan memerangi terorisme di seluruh pelosok Nusantara.

Dikatakan Panglima, hal yang paling menonjol dalam latihan ini adalah sinergitas TNI-Polri. "Mulai tahap perencanaan, mekanisme dan prosedur serta peningkatan kemampuan masing-masing grup di dalam penyelesaian masalahnya masing-masing," katanya.

Sinergitas ini, kata Panglima, telah diinstruksikan oleh Presiden agar TNI-Polri meningkatkan koordinasi dan sinergi positif dalam penanggulangan aksi terorisme.

Latma Gultor ini diselenggarakan dengan diakhiri simulasi penanganan teror oleh TNI-Polri di lima tempat secara serentak.

Di Hotel Borobudur, penanganan dilakukan oleh Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 Mabes Polri, di Hotel Sultan oleh Satuan 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus TNI AD, di Tanjung Priok oleh Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, di Bandara Soekarno-Hatta Detasemen Bravo (Den Bravo) TNI AU dan di gedung TVRI.

Sumber: Jurnas

Kamis, 27 Oktober 2011

"Teroris Kuasai" Lima Obyek Vital

Petugas Inafis memeriksa jenasah teroris saat simulasi latihan bersama TNI-Polri penaggulangan terorisme di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (27/10). Latihan yang diikuti personil TNI sebanyak 470 orang dan Polri 2.180 personil tersebut, bertujuan sebagai pedoman agar penanggulangan terorisme dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan mencapai sasaran. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ss/nz/11)

27 Oktober 2011, Jakarta (ANTARA News): Teroris secara bersamaan menguasai lima obyek vital di laut dan darat wilayah Jakarta dan Banten. Mulai dari beberapa hotel jaringan internasional hingga Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Lima obyek vital yang dikuasai teroris adalah kapal KM Wahana, Hotel Permata 1 dan Hotel Permata 2, menguasai stasiun televisi satelit 1 dan bandara internasional Kristal.

Dalam aksi tersebut para teroris menuntut pembebasan tokoh utama mereka, yakni X dan Y, yang ditahan pemerintah.

Menyikapi itu aparat kewilayahan baik di Jakarta maupun Banten, TNI maupun Polri melakukan koordinasi secara berjenjang.

Dari hasil dinamika di lapangan, maka diputuskan mengerahkan satuan-satuan antiteror TNI-Polri, yakni Detasemen Khusus-88 Mabes Polri, Satuan Gultor-81 Kopassus, Detasemen Jala Mangkara TNI Angkatan Laut dan Detasemen Bravo-90 TNI Angkatan Udara.

Itulah rangkaian singkat latihan gabungan penanggulangan teror TNI-Polri bersandikan "Waspada Nusa III" 2011.

Rangkaian latihan antiteror TNI-Polri di lima lokasi itu disaksikan secara langsung melalui layar lebar berukuran 5 x 3 meter oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman di Lapangan Parkir Timur Senayan.

Hadir pula Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno dan perwakilan sejumlah negara sahabat.

Latihan kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan "Waspada Nusa III" itu melibatkan 470 personel Polri dan 2.180 personel TNI.


Personil anggota dari Den Bravo-90 TNI AU melakukan langkah taktis penanggulangan teroris yang menyekap tawanan di dalam pesawat di terminal 1 bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/10). Kegiatan tersebut merupakan latihan gabungan bersama TNI dan Polri, dimana dengan latihan ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan seluruh unsur yang ada dalam penanggulangan teror. (Foto: ANTARA/Lucky.R/ss/mes/11)


Personil gabungan TNI-Polri mengikuti latihan bersama penaggulangan terorisme di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (27/10). Latihan yang diikuti personil TNI sebanyak 470 orang dan Polri 2.180 personil tersebut, bertujuan sebagai pedoman agar penanggulangan terorisme di Indonesia dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan mencapai sasaran. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/Koz/mes/11)

Sumber: ANTARA News

Rabu, 12 Oktober 2011

Kasum TNI Tinjau Kesiapan Latma Gultor TNI-Polri di Mako Kopassus


13 Oktober 2011, Jakarta (Pos Kota): Untuk meningkatkan kemampuan penanggulangan teror (gultor), pasukan Elit TNI – Polri akan menggelar latihan bersama (latma) Waspada Nusa III TA. 2011 dengan obyek berbagai sasaran yang berbeda. Kesiapan latihan bersama TNI – Polri ini mendapat perhatian dari Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI J. Suryo Prabowo dan para Komandan Satuan Elit TNI – Polri yang meninjau kesiapan peralatan dan latihan penanggulangan teror di Mako Kopassus Cijantung,Jakarta Timur.

Sebelum melaksanakan peninjauan, Kasum TNI mendapat penjelasan seputar Satuan 81 Penanggulangan Teror Kopassus TNI AD dan Rencana Garis Besar Latihan Waspada Nusa III TA. 2011. Pelaksanaan latihan bersama TNI – Polri dalam penanggulangan teror ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas TNI – Polri serta komponen masyarakat lain yang akan terlibat dalam latihan. Penanggulangan teror bukan hanya urusan TNI – Polri saja tetapi merupakan kepedulian dan kewaspadaan seluruh rakyat Indoenesia yang ingin hidup tenang dan damai di Republik Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Kasum TNI menekankan untuk berlatih dengan baik dan memotivasi pasukan elit agar dapat menunjukkan kepada pimpinan bahwa mereka dapat dipercaya. Selain itu, melalui latihan bersama ini diharapkan akan dapat menyempurnakan Standard Operating Prosedure (SOP) dalam menghadapi krisis. Belajar dari kejadian teror di negara-negara lain, Pasukan Elit TNI – Polri harus menyadari bahwa tidak ada keberhasilan perorangan, yang ada adalah keberhasilan bersama, sebagaimana disampaikan oleh Letjen TNI J. Suryo Prabowo untuk semakin memperkokoh sinergitas TNI – Polri.

Latihan bersama yang dilaksanakan setiap tahun ini juga akan melibatkan satuan lain di luar TNI – Polri, seperti BNPT, Pemadam Kebakaran, Bea Cukai, Telkom dan Petugas Keamanan di tiap instansi yang akan dijadikan sebagai tempat latihan.

Sumber: Pos Kota

Jumat, 07 Oktober 2011

TNI-Polri Kembali Gelar Latihan Antiteror


7 Oktober 2011, Jakarta (ANTARA News): Tentara Nasional Indonesia dan Polri kembali melakukan latihan gabungan antiteror pada akhir Oktober 2011, guna meningkatkan sinergitas dan koordinasi kedua institusi dalam penanggulangan teror.

Apel kesiapan latihan gabungan antiteror dengan sandi "Waspada Nusa III" di gelar di Markas Komando Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Cijantung, Jakarta, Jumat.

Apel kesiapan yang diikuti seluruh personel pasukan khusus TNI-Polri dipimpin Brigjen Pol Aries selaku Direktur Geladi (Dirgla) latihan bersama penanggulangan teror TNI-Polri Waspada Nusa III.

Brigjen Pol Aries dalam apel itu didampingi Wadirgla Brigjen TNI Doni Monardo yang sehari-hari menjabat Wakil Komandan Danjen Kopassus.

Latihan gabungan yang akan digelar pada 27 Oktober tersebut, menetapkan beberapa lokasi sebagai tempat simulasi penanganan terorisme, baik di darat maupun di laut.

Beberapa tempat itu antara lain Hotel Sultan, Gedung Bursa Efek Indonesia, Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok dan Gedung TVRI, kata perwira penerangan Kopassus Susilo.

Latihan serupa sebelumnya telah digelar pada 2008 dan 2010, dengan mengambil beberapa lokasi simulasi yang sama pula.

Sebelumnya pada peringatan HUT ke-66 TNI, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali pentingnya keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme.

"Meskipun masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab kepolisian negara, namun TNI harus ikut serta dalam mencegah timbulnya aksi terorisme yang membahayakan rakyat tidak berdosa, serta gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan negara," ujar Presiden.

Sumber: ANTARA News

Jumat, 17 Desember 2010

TNI Gelar Latihan Antiteror di Cilegon

Irjen TNI Letjen TNI M Noer Muis melepas tanda peserta Latgap Anti Teror yang diikutu sejumlah Prajurit Pasukan Elit ke tiga angkatan dengan upacara militer yang berlangsung di Lapangan Group I Kopassus, Serang, Banten, Sabtu (18/12). (Foto: ANTARA/ Prabu Pandya/ss/Spt/10)

18 Desember 2010, Jakarta -- TNI menggelar latihan gabungan antiteror ditiga titik di Cilegon, Provinsi Banten, Sabtu (18/12).

Dalam latihan tersebut satuan antiteror TNI yakni Satuan Penanggulangan Teror-81 Kopassus, Detasemen Jala Mangkara dan Detasemen Bravo-91 dikerahkan ke Hotel Permata, PLTU Suryalaya dan sebuah kapal tanker. Ketiga obyek vital itu diskenariokan telah dikuasai para teroris dan diupayakan direbut oleh satuan-satuan antiteror TNI.

Manuver lapangan tersebut merupakan bagian dari Latihan Gabungan Satuan Antiteror TNI dengan sandi Tri Matra IV. Latihan yang baru kali pertama digelar itu disaksikan Irjen TNI Letjen TNI Moch Noer Muis dan sejumlah pejabat TNI.

Sebelumnya, Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya Edy Harjoko mengatakan, latihan gabungan satuan antiteror TNI bertujuan melatih dan meningkatkan kemampuan antiteror dalam menghadapi beragam aksi teror yang mengancam eksistensi Negar Kesatuan Republik Indonesia. "Peran TNI dalam penanggulangan teror tertuang dalam UU No 34/2004 yakni pasal 7 tentang operasi militer selain perang," ujarnya.

MI.com

Panglima TNI Hadiri Latihan Trimatra


18 Desember 2010, Merak -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana TNI Agus Suhartono menghadiri dan menyaksikan latihan Penanggulangan Teror (Gultor) di perairan Selat Sunda dan laut Merak.

"Selain Panglima TNI, juga hadir tiga Kepala Staf TNI AD, AL dan AU," kata Kasi Intel Grup I Kopassus Serang, Kapten Benny, Sabtu dini hari.

Dia menjelaskan latihan Gultor Trimatra TNI AD, AL dan AU diselenggarakan pada pukul 04 : 00 WIB nanti,dengan dilakukan ratusan personil dari tiga kesatuan di TNI.

"Latihan ini diselenggarakan sebagai implementasi strategi untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teror yang mengganggu stabilitas keamanan wilayah yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Latihan Gultor ini bertujuan, untuk melatih ketrampilan unsur pimpinan dan pembantu pimpinan yang tergabung dalam Satgas Pasukan Khusus TNI melalui Tactical Floor Game (TFG), Table Top Game (TTG) dan Tactical Air Manouver Game (TAMG) pada operasi penanggulangan teror melalui proses pengambilan keputusan untuk merumuskan konsep rencana operasi.

"Latihan ini dilakuakn juga dalam rangka pembinaan latihan, sehingga memiliki kemampuan memberantas terorisme yang bisa dibanggakan oleh Bangsa dan Negara," ujarnya.

Lebih lanjut kata Beny, sebagai landasan hukum pemberantasan terorisme, TNI mengacu pada Undang-Undang RI nomor 34 tahun 2004, pasal 7 yaitu salah satu tugas TNI yang tertuang dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yaitu mengatasi aksi terorisme.

"TNI memandang perlu adanya keterpaduan semua instansi terkait sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, sehingga upaya strategis mengatasi aksi teror di Indonesia dapat dilaksanakan secara integratif dan berkelanjutan," katanya.

ANTARA News

Senin, 13 Desember 2010

Penutupan Latihan PPRC TNI Siaga Kilat XXVII

13 Desember 2010, Surabaya -- Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo (kiri) melepas tanda sandi operasi saat Apel Penutupan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Siaga Kilat XXVII di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Senin (13/12). Sebanyak 1.600 prajurit TNI gabungan (TNI AD, TNI AU, dan TNI AL) mengikuti latihan bersama bertujuan untuk kesiapan prajurit TNI dalam melatih keterampilan dan kemampuan menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ss/mes/10)

Sejumlah prajurit Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) meneriakkan yel-yel usai mengikuti Apel Penutupan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Siaga Kilat XXVII di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Senin (13/12). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ss/mes/10)

Minggu, 12 Desember 2010

Kasum TNI Buka Latgab Anti Teror

Latihan Gultor ini bertujuan, untuk melatih ketrampilan unsur pimpinan dan pembantu pimpinan yang tergabung dalam Satgas Pasukan Khusus TNI melalui Tactical Floor Game (TFG), Table Top Game (TTG) dan Tactical Air Manouver Game (TAMG) pada operasi penanggulangan teror . (Foto: Puspen TNI)

10 Desember 2010, Jakarta -- Kasum TNI Marsekal Madya Edy Harjoko membuka latihan Gabungan Pasukan Khusus TNI TRI MATRA IV TA. 2010 di lapangan Ahmad Kirang, Sat 81/Kopassus Jakarta, Jumat (10/12). Sebanyak 467 personel dari Satuan-81 Kopassus, Denjaka dan Den bravo 90 terlibat dalam latihan gabungan yang digelar rutin setiap tahun. Dalam amanatnya Kasum TNI mengatakan latihan penanggulangan teror Tri Matra IV TA. 2010 bertujuan untuk melatih ketrampilan unsur pimpinan dan pembantu pimpinan yang tergabung dalam suatu satuan tugas pasukan khusus TNI pada operasi penanggulangan teror melalui proses pengambilan keputusan untuk merumuskan konsep rencana operasi penanggulangan teror.

Latihan ini merupakan bentuk keseriusan TNI dalam menanggulangi pemberantasan terorisme. "Kita semua menyadari aksi terorisme di Indonesia maupun belahan dunia lainnya tidak hanya menimbulkan korban jiwa tapi trauma psikologis masyarakat serta dapat menimbulkan dampak negatif.

Maka itu pemberantasan terorisme harus dilakukan secara komprehensif dan integral guna melindungi masyarakat agar tidak terjadi korban dan meninggalkan efek trauma, kita mengacu pada undang-undang RI Nomor 34 Tahun 2004, pasal 7 yang menyebutkan bahwa salah satu tugas TNI melakukan penanggulangan aksi teroris," kata Kasum TNI.

Hadir pada acara pembukaan Irjen TNI, Dankodiklatad, Koorsahli Panglima TNI, Para Asisten Panglima TNI, Para Asops Kas Angkatan, Kabais TNI dan Para Pangkotama TNI.

Latihan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 10 s.d 11 Desember 2010, terdiri dari Satuan Den 81 Kopassus, Denjaka dan Denbravo. (Foto: Puspen TNI)

Disamping itu pula, juga dalam rangka pembinaan latihan, sehingga memiliki kemampuan memberantas terorisme yang bisa dibanggakan oleh Bangsa dan Negara. (Foto: Puspen TNI)

Kasum TNI berharap agar latihan Gultor ini dilaksanakan dengan penuh semangat, disiplin dan rasa tanggung jawab. (Foto: Puspen TNI)

Kopassus

Jumat, 26 November 2010

Latihan Terpadu Simulasi Penanggulangan Serangan Teroris oleh Paspampres


26 November 2010, Jakarta -- Pasukan Yonif 201/JY Kodam Jaya bersiaga saat latihan terpadu simulasi penanggulangan serangan teroris oleh Paspampres yang juga didukung satuan elit Den Bravo TNI AU, Den Jaka TNI AL di sebuah hotel berbintang di Jakarta, Kamis (25/11). Latihan tersebut dalam rangka persiapan pengamanan Asian Summit pada Januari 2011. (Foto: ANTARA/Fanny Octavianus/pd/10)

Ranpur Anoa 6x6 dilibatkan dalam latihan. (Foto: ANTARA/Fanny Octavianus/pd/10)

Kamis, 19 Agustus 2010

Latma Rajawali Ausindo 2010 di Darwin

19 Agustus 2010, Malang -- Latihan Bersama (Latma) Rajawali Ausindo 2010 antara TNI AU dengan RAAF adalah suatu latihan bersama antara dua negara yang secara rutin dilaksanakan 2 tahun sekali, untuk tahun ini telah dilaksanakan di RAAF Base Darwin Australia dari tanggal 9 sampai dengan13 Agustus 2010.

Khusus untuk latihan Rajawali Ausindo ini melibatkan skadron udara angkut berat atau skadron transport, dengan materi latihan difokuskan pada CDS Drop dan Hely Box, alutsista yang dilibatkan adalah satu pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32 Lanud Abd. Saleh serta satu pesawat C-130 Hercules 37th Squadron RAAF.

Sementara personel TNI AU yang dilibatkan pada latihan bersama ini sebagian besar adalah crew pesawat transport dari Skadron Udara 32 sebanyak 16 orang yang terdiri dari pilot, copilot, navigator, flight engineer, loadmaster, radio operator dan flight doctor ditambah wakil dari Mabesau sebanyak 7 orang dari Paban III Latihan Dislambangjau, Dispamsanau, Komandan Skadron Udara 31 dan Komandan Wing 2 Lanud Abd Saleh.

Selama 5 hari di Darwin banyak kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya tanggal 8 Agustus 2010 melaksanakan Ferry Flight pesawat C-130/A-1305 dari Skadud 32 Lanud Abd. Saleh dengan rute Abd-Hlm-Eli/R dan tanggal 9 Agustus 2010 dengan rute Eli-Darwin dan dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di Truscott Building dengan Inspektur Upacara GPCAPT Richard Lennon sebagai Exercise Director Latma Rajawali Ausindo 2010 didampingi oleh Danwing 2 Lanud Abd. Saleh Kolonel Pnb Eko Dono Indarto serta dihadiri oleh ATHAN RI Marsma TNI Modjo Basuki.

Selanjutnya pada tanggal 10 Agustus 2010, dilaksanakan Overview Flying Brief oleh FLTLT Mark Saurins dilanjutkan dengan paparan tentang Safety dengan materi Risk Management oleh SQNLDR Dave Gunn dari RAAF dan delegasi TNI AU tentang TNI AU Safety Management System oleh Kasibinpallambangja Dislambangjaau, Mayor Tek B.R.P. Sianturi. Dua hari terakhir latihan dengan latihan di lapangan yaitu tanggal 11 Agustus 2010, melaksanakan penerbangan Cx Route/Dry Run pada Sortie pertama dan penerjunan CDS dan Hely Box pada Sortie kedua dan tanggal 12 Agustus 2010, dilaksanakan penerjunan CDS dan Hely Box sebanyak dua Sorties.

Bagi TNI AU, hasil yang dicapai dalam Latma Rajawali Ausindo 2010 dengan jam terbang pesawat C-130 Hercules A-1305 sebanyak 24.30 jam tersebut adalah terjalinnya diskusi dan pertukaran pengalaman dalam pelaksanaan tugas, yang nantinya dapat meningkatkan kinerja awak pesawat TNI AU dalam prosedur pengoperasian pesawat dalam Special Tactics. Disamping itu juga tercapainya koordinasi dan kerjasama yang baik dalam melaksanakan semua kegiatan baik dari operasi maupun dukungan lainnya, sehinga diharapkan akan tercipta interoperabilitas dalam pelaksanaan tugas di masa datang, khususnya dalam melaksanakan Operasi Militer selain perang seperti penanganan bencana alam.

Pentak Abd. Saleh

Rabu, 11 Agustus 2010

Latma Rajawali Ausindo Digelar di Darwin

11 Agustus 2010, Jakarta -- TNI Angkatan Udara bersama dengan Royal Australia Air Force (RAAF) kembali mengadakan Latihan Udara Bersama (Latma) dengan sandi “Rajawali Ausindo 2010” yang digelar di Darwin Airbase, Australia selama lima hari hingga 13 Agustus ini.

Rajawali Ausindo merupakan latihan bersama antara TNI AU dengan RAAF dalam bidang operasi udara bersama dengan menggunakan pesawat angkut jenis C-130 Hercules. Latihan ini merupakan uji ketangkasan awak pesawat mulai dari penerbang, navigator, loadmaster dan RTU dan flight engineer dalam taktik dan teknik penerjunan barang/Cargo Drop melalui Container Delivery System (CDS), Helly Box (HB) dan Low Level Free Corgo Drop (LLFCD). Sedangkan dropping zone yang digunakan adalah Delamere Area Weapon Range (AWR) yang terletak di selatan Tindall Airbase Australia.

Dalam latihan ini TNI AU melibatkan satu pesawat C-130 Hercules A-1305 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang dengan 23 personel, terdiri dari enam belas awak pesawat dan tujuh Kolat yang dipimpin oleh Paban III/Lat Sopsau Kolonel Pnb. Emir Pandji Dermawan.

Latma Rajawali Ausindo 2010 dibuka di Truscott Building Darwin Airbase dengan Irup Group Captain (GPCAPT) Richard Lennon sebagai Exercise Director Latma Rajawali Ausindo 2010 didampingi oleh Danwing 2 Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb. Eko Dono Indarto.

Hadir pada Latma tersebut Atase Pertahanan RI di Canberra Marsma TNI Modjo Basuki dan Atase Udara Australia di Indonesia GPCAPT Nick Bricknell.

Dispenau/Pos Kota

Senin, 09 Agustus 2010

Singapore and Indonesian Navies in Bilateral Exercise

(From top) The RSN's missile corvette RSS Vigour, the TNI AL's Diponegoro-class corvette KRI Sultan Hasanuddin and the RSN's Formidable-class frigate RSS Tenacious participating in the sea phase of Exercise Eagle 2010.

06 August 2010 -- The Republic of Singapore Navy (RSN) and the Indonesian Navy (TNI AL) conducted a bilateral exercise codenamed Exercise Eagle, from 28 Jul to 5 Aug 2010. The exercise, the 21st in the series, consisted of both shore and sea phases, which were held in Singapore and Surabaya, Indonesia. RSN Fleet Commander Rear-Admiral Joseph Leong and TNI AL Eastern Fleet Commander Rear-Admiral Bambang Suwarto were present at the closing ceremony held in Surabaya yesterday.

Exercise Eagle 2010 involved four ships and two maritime patrol aircraft from the two navies. This was the first time an RSN Formidable-class frigate and a Diponegoro-class corvette from the TNI AL had participated in the exercise. As part of the sea phase, both navies conducted a series of exercises involving anti-surface warfare, maritime interdiction as well as search and rescue operations. RSN and TNI AL personnel also interacted in cultural and sporting events to strengthen the camaraderie between the two navies.

The RSN's participation in Exercise Eagle since 1974 highlights the excellent defence ties between the two navies. The RSN and the TNI AL share a long history of close and mutually beneficial cooperation and they interact regularly through exercises and professional exchanges.

MINDEF

Rabu, 04 Agustus 2010

Asrena KSAL dan Pangarmatim Terima Brevet Satkopaska

anglima Armada Timur Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto (kiri) mendapat ucapan selamat dari Angkatan Laut Amerika usai penyematan Brevet US Navy Seals dalam latihan bersama (Latma) dengan sandi "Flash Iron 10-2 JECT 2010" di Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/8). Latma Kopaska TNI AL dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy Seals) dengan penghancuran teroris yang menguasai kapal ferri di perairan selat Bali.(Foto: ANTARA/Seno S./pd/10)

05 Agustus 2010, Banyuwangi -- Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda TNI Among Margono dan Panglima Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, menjadi warga kehormatan Kopaska TNI AL dan "US Navy Seals" di Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Rabu malam.

Penerimaan kedua perwira tinggi Angkatan Laut (AL) tersebut sebagai warga kehormatan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan US Navy Seals itu ditandai dengan penyematanan "Brevet" yang dilakukan secara bergantian oleh Komandan Satkopaska, Letkol laut Pelaut Yeheskiel. K, dan Komandan US Navy Seals dalam latihan bersama TNI AL, Lievtenant Commander Arthur Castiglia.

Sebelum menerima Brevet, Asrena KSAL Laksamana Muda TNI Among Margono dengan didampingi Pangarmatim Laksamana Muda Bambang Suwarto, sempat memimpin simulasi penyergapan Kapal Feri Pottre Koneng yang sedang disandera kelompok teroris.

Dengan bantuan tim udara yang seluruhnya anggota Satkopaska TNI AL serta dua unit tim laut gabungan Satkopaska TNI AL bersama US Navy Seals, penyergapan kapal

Pottre Koneng dilakukan tepat di ajungan Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi.

Assisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Among Margono(kanan berdiri) menaiki kendaraan anti teror Cheetha usai saat laihan bersama (Latma) dengan sandi "Flash Iron 10-2 JECT 2010" di Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/8). (Foto: ANTARA/Seno S./pd/10)

Panglima Armada Timur Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto (kiri), Assisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Among Margono dipanggul prajurit satuan komando pasukan katak. (Foto: ANTARA/Seno S./pd/10)

Beberapa personil satuan komando pasukan katak TNI AL menaiki lambung Kapal Ferri. (Foto: ANTARA/Seno S./pd/10)

Jadwal penyergapan sempat molor, yang sebelumnya akan dilakukan pukul 15.00 WIB, namun baru terlaksana pukul 18.00 WIB. Penyergapan berlangsung cepat diawali dari tim udara yang menggunakan helikopter jenis BELL yang melakukan manuver dengan meluncur menggunakan tali ("fast rooping') ke bagian anjungan kapal feri yang disandera kelompok teroris. Tidak lama kemudian giliran dua dua unit kapal cepat ("sea ridder") yang melakukan "ship boarding" dibagian lambung kapal feri Pottre Koneng.

Setelah itu terdengarlah baku tembak diatas kapal feri yang disandera kelompok teroris. Selain terdengar bunyi tembakan silih berganti, terdengar beberpa kali bunyi ledakan sebagai gambaran betapa tegangnya adegan penyergapan tersebut.

Hampir selama 15 menit terjadi baku tembak, suasana kembali tenang disusl teriakan Margono yang menyatakan kelompok teroris telah berhasil dilumpuhkan serta menguasai keamanan kapal feri yang disandera tersebut.

Margono seusai acara penyematan Beveret, menjelaskan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan bersama US Navy Seals merupakan perwujudan kerjasama diantara kedua angkatan laut yang pada tahun ini mengambil tajuk "Latma Flash Iron 10-2 Joint Combined Exercise Trainning (JECT) 2010".

Latihan bersama antara TNI AL dengan US Navy Seals sendiri sudah berlangsung sejak 12 Juli hingga 5 Agustus 2010. Adapun materi selama latihan bersama itu antara lain, Latihan Praktek VBSS, latihan pembebasan kapal feri yang sedang dibajak di peraiaran Selat Bali dan Urban Warfare, yakni latihan peperangan dalam kota disimulasikan Pangkalan AL (Lanal) dikuasai musuh dan tim Satkopaska berhasil merebut kembali.

Menurut Margono, kerja sama antara TNI AL dengan US Navy Seals yang sudah berjalan selama 30 tahun ini telah menguntungkan bagi kedua belah pihak sehingga diharapkan mampu berdampak positif di masa yang akan datang guna membina serta meningkatkan hubungan diplomatis antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

ANTARA Jatim

Jumat, 30 Juli 2010

Kompi Fox Diberangkatkan dari HMAS Kanimbla Saat RIMPAC 2010

29 Juli 2010 – HMAS Kanimbla mengangkut Infanteri dan Marinir Kanada, Marinir Amerika Serikat serta Korps Marinir saat digelar RIMPAC 2010. Pasukan dari tiga negara ini tergabung dalam Kompi Fox. Anggota Kompi Fox bersama peralatan tempurnya menanti keberangkatan dari hangar HMAS Kanimbla. (Foto: Australia DoD)

Anggota Resimen Royal Kanada bergegas menuju dek helicopter HMAS Kanimbla guna menaiki helikopter. (Foto: Australia DoD)

Anggota Korps Marinir Indonesia berdoa sebelum diberangkatkan dengan helikopter dari HMAS Kanimbla. (Foto: Australia DoD)

Anggota Marinir Amerika Serikat istirahat sebelum diberangkatkan dengan helikopter dari HMAS Kanimbla. (Foto: Australia DoD)


Helikopter CH-46E Sea Knight bersiap berangkat dari dek HMAS Kanimbla membawa Marinir AS ke Kepulauan Oahu. (Foto: Australia DoD)

Kamis, 29 Juli 2010

AL Indonesia-AS Gelar Latihan Penanggulangan Bencana

Sejumlah dokter melakukan operasi di Kapal Rumah Sakit (RS) Angkatan Laut Amerika Serikat USNS mercy yang sedang berlabuh di Teluk Ambon, Maluku, Rabu (28/7). Kedatangan Kapal RS terbesar itu dalam rangka program 'Pasific Patnership 2010' yang agendanya antara lain menyediakan pelayanan operasi, pengobatan umum dan klinik kesehatan gigi untuk masyarakat sekitar Ambon. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ed/pd/10)

29 Juli 2010, Ambon -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) dan Amerika Serikat (US Navy/USN) menggelar latihan penanggulangan bencana di Ambon.

“Latihan bersama pada 28 Juli itu diikuti 40 peserta dari TNI, Tim SAR Maluku dan USN,” kata Humas kapal rumah sakit Amerika Serikat USNS Mercy T-H 19 yang membidangi “Pacifik Partnership 2010″, Daniel Bernardi, kepada ANTARA di Ambon, Kamis.

Menurut dia, latihan itu diadakan untuk menanggulangi bencana secara terpadu karena bencana di setiap negara itu tidak sama.

“Jadi, kalau terjadi bencana di negara lain, tim penanggulangan bencana yang dikirim ke sana dapat membantu karena telah tahu cara penanganannya,” kata Daniel Bernardi.

Ia mengatakan latihan tersebut terbagai dalam dua sesi. Sesi pertama adalah teori yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, sedangkan sesi kedua merupakan praktik lapangan.

“Dalam Sail Banda 2010, banyak kegiatan pelatihan yang digelar ‘Pacifik Partnership 2010′, di antaranya di bidang kesehatan, kegawatdaruratan, dan lainnya,” katanya.

Pelatihan yang disebut SMET (Subject Matter Expert Training) itu kadang-kadang melibatkan Australia, Singapura, Indonesia, dan Amerika Serikat.

Kedatangan Kapal USNS Mercy ke Maluku dalam rangka misi “Pacific Partnership 2010″ sekaligus mendukung operasi Surya Bhaskara Jaya (SBJ) yang diprogramkan dalam kegiatan bahari bertaraf internasional, yakni “Sail Banda 2010″.

“Pacific Partnership 2010″ adalah program tahunan AS yang mengusung misi kemanusiaan latihan penanggulangan bencana di Indonesia untuk memperkuat hubungan antarnegara, khususnya negara tuan rumah dan sahabat di Asia Tenggara dan Oceania.

Negara-negara tuan rumah dan sahabat yang terlibat dalam “Pacific Partnership 2010″ di Indonesia adalah AS, Australia, Kamboja, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris.

Para duta yang dikirimkan masing-masing negara dalam misi “Pacific Partnership 2010″ di USNS Mercy itu merupakan militer AL terbaik di bidang medis dan mesin, juga beberapa warga sipil dan sukarelawan dari organisasi non pemerintah.

ANTARA Maluku