Kamis, 28 Juli 2011

Tentara Harus Melek Teknologi dan Paham Budaya Daerah


29 JulI 2011, Palembang (SINDO): Wilayah Sumatera Selatan yang luas, dengan hasil bumi yang melimpah memerlukan penjagaan. Upaya penjagaan tersebut bukan hanya melibatkan tentara sebagai alat Negara, tetapi juga satu kesatuan yang dinamis antara seluruh jajaran TNI,Polri dan rakyat.

Sejak resmi dilantik dan sertijab Pangdam II Sriwijaya dari Mayjen TNI Agus Gunaedi Pribadi 28 Juni 2011 yang lalu,kini Mayjen TNI Soewarno Widjonarko diamanahkan oleh Negara bersama Kodam II Sriwijaya untuk menjaga seluruh wilayah Teritorial.Apa kesan pertama mantan Kadispen TNI Angkatan Darat itu terhadap Sumsel dan bagaimana dengan pengamanan wilayah Sumsel dari berbagai ancaman luar dan dalam? Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan SINDO Muhammad Uzair beberapa waktu lalu.

Apa kesan anda tentang Sumsel?

Pertama,saya sangat senang sekali pulang ke Sumsel, khususnya Palembang. Sebab,saya pernah bertugas di sini selama Sembilan tahun, yakni tahun 1980 hingga tahun 1989.Pertama yang bertugas mulai menjadi Danton di Brigade 8 Garuda Merah,kemudian menjadi Danton 143 Lampung.Tahun 1985,saya menjadi komandan kompi dan bertugas di Batalyon Infanteri 141 Muaraenim. Saya kemudian sekolah ke Australia.

Kini anda memimpin Kodam II Sriwijaya, kiat apa saja yang anda lakukan agar dapat menjaga wilayah teritorial Sumsel?

Yang pertama,kita harus pahami dan mengerti budaya masyarakat setempat.Sejak pertama bertugas,saya perintahkan kepada anak buah saya agar terlebih dahulu mengenali budaya,minimal bisa menyanyi satu lagu daerah.Makanya, staf saya perintahkan untuk bisa menyanyi satu lagu daerah Sumsel,misalnya lagu kebile- bile.Budaya itu juga, menjadi bagian dari desertasi saya untuk memahami budaya. Kini saya masih melakukan penelitian di Bangka Belitung, tentang kaum pinggiran dan suku minoritas.Penelitian saya masih berlanjut yakni Prespektif pertahanan dari masyarakat grass root.

Isu terorisme saat ini menjadi tren yang tidak terpisahkan dari pertahanan Negara. Nah,apa yang akan dilakukan Kodam II Sriwijaya agar Sumsel bebas dari aksi terorisme ini?

Kita harus bekerja dengan maksimal,harus bekerjasama dengan jajaran Kepolisian, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan laut. Yang pasti, harus selalu berkoordinasi dengan semua angkatan dan kepolisian untuk memaksimalkan pertahanan ini.

Dari Kodam II Sriwijaya sendiri bagaimana?

Saya sudah sampaikan kepada seluruh pimpinan dan anak buah saya. Jangan tidur, dan harus terus terjaga.Karena itulah beban dan tanggungjawab sebagai pimpinan teritorial. Tugasnya memang berat,siang kehujanan malam ya kemalaman.Tidak ada alternatif lain, harus benar-benar menjaga secara total seluruh wilayah teritorial. Selalu saya katakana,buka mata,buka telinga dan sinergi dengan masyarakat.

Apa ada pasukan khusus yang disebarkan?

Pastinya ada sebanyak 200 orang rider terlatih, dan selalu siap sedia kapan dan dimanapun memaksimalkan penjagaan teritorial ini dari berbagai ancaman.Selain itu,ada juga Babinsa yang tersebar di seluruh wilayah, mereka terlatih dan juga memaksimalkan penjagaan.

Bagaimana keterlibatan masyarakat dalam ikut menjaga dan mempertahankan NKRI, pola pembinaan apa dan bagaimana dari pihak TNI AD?

Saya fikir begini, masyarakat tidak mau menderita, mereka tidak mau terjajah lagi. Dengan demikian mereka pasti berpihak pada NKRI, dan saya yakin mereka akan berpihak untuk membela Negara Indonesia dari ancaman luar dan dalam. Sewaktu saya ke Korea,hingga kini terdapat dua kawasan yang berseteru yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Teman Korea Selatan dari angkatan darat mengatakan, saya kalau tidak sampaikan pada masyarakat, bagaimana cara bela diri,bagaimana cara menembak maka kita semua akan mati karena di serang dari utara, makanya rakyat harus kuat.

Mereka masih mendoktrin masyarakat seperti itu. Tapi Indonesia, tidak harus melewati doktrin seperti halnya Korea Selatan. Sebab Indonesia punya pengalaman di jajah,dan baru 66 tahun menikmati kemerdekaan. Jadi, ketika senjata TNI di rebut oleh negara lain pastilah rakyat akan membela.

Bagaimana dengan peningkatan SDM tentara?


Saya sekarang berusaha meningkatkan SDM, yakni perwira harus melek teknologi. Saya perintahkan, bagi para perwira yang melakukan paparan harus menggunakan laptop. Karena kedepan kita tidak bisa ngomong kosong aja. Makanya sejak sekarang semua perwira sudah berlatih memahami tekhnologi komputer. Untuk diketahui, sekarang tentara yang berpangkat Letnan sudah banyak yang jago komputer. Sesuai briefing saya pertama kali, saya tidak mau ada perwira yang paparan dengan cara ngomong kosong saja,tanpa ada bukti.Makanya kita membiasakan diri menggunakan infocus dan laptop.

Jadi ke depan seluruh tentara harus melek teknologi?


Ya, harus. Kalau tidak melek teknologi, maka tentara akan menjadi penonton saja di era digital. Sekarang saja, tentara keluaran akademi militer berpangkat Letnan Dua sudah menggunakan sistem komputerisasi. Bahkan Tamtama pun sudah mulai belajar Komputer.Makanya harus punya sumber daya yang tinggi, dan untuk menciptakan tentara yang cerdas dengan SDM yang siap.

Sumber: SINDO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar