Selasa, 12 Juli 2011

RI Anggarkan US$1,6 Miliar untuk KFX


11 Juli 2011, Jakarta (Jurnas.com): Pembangunan jet tempur Korea Fighter Xperiment (KFX) membutuhkan anggaran US$8 miliar. Indonesia mendapat porsi anggaran US$1,6 miliar.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, penyediaan dana untuk proyek dengan Korea Selatan ini dianggarkan secara bertahap. Menurut Dirjen Perencanaan Pertahanan (renhan) Kemhan Marsma B.S Silaen, pada 2011 dianggarkan dana sebesar Rp48 miliar.

“Tahun 2012, Rp100 miliar, untuk tahun 2013, 2014, dan 2015 sebesar Rp1,2 triliun. Periode berikutnya akan kita rencanakan lagi," kata Silaen. PT Dirgantara Inndonesia (PT DI) juga dilibatkan dalam proyek tersebut.

Presiden Direktur PT DI Budi Santoso mengatakan, ini merupakan pengalaman pertama PT DI pembangunan pesawat tempur. Sebanyak 24 orang dari PT DI ikut ke Korea untuk proyek ini untuk pengusaan teknologi.

”Sebagian besar yang ikut memang baru menguasai setengah dari teknologinya. Untuk produksi kemampuan tak jauh ketinggalan. Tapi memang untuk pesawat fighter baru pengalaman pertama," katanya.

Pesawat tempur KFX nantinya adalah pesawat dengan kursi tunggal yang disokong mesin kembar setara kelas General Electric F414 atau Snecma M88 yang digunakan pada F/A-18E/F Boeing dan Dassault Rafale. Bila kerja sama ini berhasil, pesawat tempur berkode KFX ini akan berganti nama menjadi pesawat F-33.

Kerja sama ini dilakukan dengan pembagian 20 persen Indonesia, 60 persen Korea, dan 20 persen Korea Aerospace Industries. ”Kita punya keuntungan lain. Selain mendapat jatah 50 unit pesawat KFX, Indonesia akan mendapat 20 persen dari laba penjualan pesawat tersebut," kata Purnomo Yusgiantoro di usai melepas tim delegasi pembangunan pesawat KFX di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Senin (11/7).

Sumber: Jurnas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar