Rabu, 13 Juli 2011

Anggaran Perawatan Kuda Denkavkud Minim


13 Juli 2011, Jakarta (Jurnas.com): Pada masa perebutan kemerdekaan Indonesia dari pihak kolonial, pasukan berkuda adalah pasukan elit. Seiring perkembangan jaman, kesatuan ini seolah tersisihkan. Anggaran perawatan kuda di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) sebagai satuan berkuda jauh dari kebutuhan. "Dua tahun terakhir ini, dana pakan(makanan) kuda sudah naik menjadi Rp20 ribu perekor perhari. Sebelumnya Rp17.500,"kata Wakil Komandan Denkavkud Ahmad Ibrahim Nasution di Markas Denkavkud, Parongpong Bandung, Rabu (13/7).

Menurut Ahmad, ditempat lain, biaya pakan kuda bisa mencapai Rp50-60 ribu perekor perhari. Hal ini jauh berbeda dengan dengan masa jaya pasukan berkuda. Saat itu, biaya pakan kuda bisa 3x lipat dari kebutuhan manusia. "Untuk anggaran perawatan kesehatan pertahun Rp150 juta, itu untuk 200 sekian kuda,"kata Perwira ahli kesehatan kuda Kapt Ckm Joko Suranto.

Namun begitu, anggaran biaya kesehatan kuda juga tak mencukupi kebutuhan. "Saling tarik. Kadang untuk pakan dipakai kesehatan, atau sebaliknya, atau untuk kebutuhan lain,"kata Wadan Denkavkud

Kuda-kuda yang ada di Denkavkud saat ini berjumlah 220 ekor. Kuda-kuda tersebut dilatih selama 6 bulan dalam latihan dasar, kemudian 3 bualan lagi dalam latihan lanjutan. "Dari belum bisa dipegang sampai nurut. Itu pelatihnya anggota kami sendiri. Kuda-kuda ini juga dilatih untuk terbiasa dengan letusan 3 bulan,"kata Ahmad Ibrahim.

Pasukan Kaveleri Kuda Siap Diterjunkan di Perbatasan

Ksatarian Detasemen Kaveleri Kuda, Pusat Persenjataan Kaveleri, Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat, siap ditugaskan di wilayah perbatasan yang memiliki medan sulit dilalui kendaraan mesin.

"Kami memiliki Kaveleri kuda sebanyak 220 ekor yang sudah terlatih dalam medan peperangan. Jika diminta untuk bertugas diwilayah perbatasan tersebut kami siap,"kata Wakil Komandan Detasemen Kaveleri Kuda AD, Mayor Kav.Achmad Ibrahim Nasution di Mako Kaveleri Kuda, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/7).

Menurut Ibrahim, pasukan berkuda dapat bertugas menjaga wilayah perbatasan dan sudah diusulkan kepada Pusat Persenjataan Kaveleri, Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat.

"Berdasarkan penelitian bahwa pasukan berkuda bisa didistribusikan untuk menjaga wilayah perbatasan di jalur-jalur yang sangat terbatas," ujar dia.

Ibrahim mengatakan idealnya, satu pleton atau 30 ekor, bisa ditempatkan wilayah perbatasan dengan bertugas untuk memobilisasi serta patroli mengawasi kasus penyeludupan, ilegal logging.

"Kita siap ditempatkan secara organik maupun penugasan," tandasnya.

Selain tugas pokok, kaveleri kuda terlibat dan tampil dalam event Sea Games maupun Pekan Olahraga Nasional. Prestasinya pernah memeroleh medali emas, perak dan perunggu.

Sumber: Jurnas/Primair Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar