Rabu, 05 Januari 2011

Pangeran Khaled Pastikan Pembelian Senjata 60 Milyar Dolar dari AS Terealisasi

F-15 AU Saudi sedang mengisi bahan bakar di udara. (Foto: DID)

5 Januari 2010 -- (Berita HanKam): Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khaled bin Sultan menegaskan pembicaraan tahap akhir pembelian senjata dalam jumlah besar dengan Amerika Serikat masih berjalan, saat diwawancarai harian lokal the Saudi Gazette, Selasa (4/1).

Pemerintah Arab Saudi mengajukan pembelian senjata senilai 60 milyar dolar pada pemerintah AS. Pembelian ini merupakan terbesar dalam sejarah penjualan senjata AS.

Kongres AS telah menyetujui penjualan senjata ini. Boeing memperkirakan paket pembelian ini akan menciptakan sedikitnya 77.000 pekerjaan di 44 negara bagian.

Arab Saudi akan membeli 84 jet tempur baru F-15, upgrade 70 F-15 milik AU Arab Saudi, pembelian tiga jenis helikopter meliputi 70 helikopter serbu Apaches, 72 helikopter angkut Black Hawks dan 36 helikopter intai Little Birds. Pejabat AS sedang merundingkan potensial pembelian paket peningkatan kemampuan AL Arab Saudi senilai 30 milyar dolar. Serta menawarkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Defense (THAD) untuk mengurangi ancaman roket Iran, nilainya belum diketahui.

Pangeran Khaled menegaskan juga skuadron jet tempur Eurofighter Typhoon akan lengkap dalam dua tahun mendatang. Pembicaraan pembelian Typhoon sempat dihentikan beberapa minggu, setelah insiden jatuhnya satu Typhoon di Spanyol menewaskan satu penerbang AU Saudi. Pangeran mengatakan “kerusakan pada pesawat telah diperbaiki dan sekarang fungsi lebih baik dibandingkan yang lalu.”

Arab Saudi sedang merundingkan juga pembelian tank Leopard dari Spanyol serta sejumlah senjata berat dari Rusia.

Sumber: the Saudi Gazette

Tidak ada komentar:

Posting Komentar