Selasa, 01 Mei 2012

Lantamal VI Lepas FNS Vendemiaire F-734


30 Maret 2012, Makassar:Personel Lantamal VI melaksanakan upacara pelepasan Kapal perang Perancis Vendemiaire F 734 di dermaga petikemas Hatta Makassar. Kapal jenis Freget yang di komandani Letkol Laut Jean Christophe Olieric berada di Makassar sejak tanggal 26 April 2012 selanjutnya akan melanjutklan pelayaran menuju Timor Leste dan Australia.

Sebelum diadakan Upacara pelepasan, Komandan Kapal perang Prancis ini mengucapkan terima kasih kepada personel Lantamal VI atas segala bantuan yang telah diberikan selama kapal dan seluruh ABK berada di Makassar. Pasukan upacara pada pelaksanaan pelepasan terdiri dari pasukan Pamen, Pama, gabungan Bintara dan Tamtama serta Satsik Lantamal VI.

Turut hadir dalam Upacara pelepasan Wadan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Pulung Prambudi , Atase Perancis di Indonesia A.Carassau, Asintel Danlantamal VI, Asops Danlantamal VI, Kadis dan Kasatker Lantamal VI.


Sumber: Lantamal VI

Order banyak Pindad minim SDM

Pengusaha nasional yang juga Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) Rahmat Gobel (kiri) memaparkan pendapatnya dalam seminar nasional dan talkshow bertajuk ‘Bersama Menuju Perusahaan Kelas Dunia’ di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Djundjunan Bandung, Jawa Barat, Senin (30/4). Seminar yang digelar dalam rangka ulang tahun ke-29 PT Pindad ini juga menghadirkan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Adik Aviantono Sudarsono (kanan) sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut dikemukakan bahwa PT Pindad optimistis mencapai target menuju perusahaan kelas dunia pada tahun ini.

30 April 2012, Bandung: Niat PT Pindad (Persero) menjadi perusahaan kelas dunia tidaklah mudah. Meski sudah mendapat banyak order, Pindad masih memiliki kekurangan sumber daya manusia (SDM).

“Untuk menjadi perusahaan kelas dunia tidak bisa dilakukan oleh sendiri. Namun, membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat dalam mewujudkannya,” kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Adik Avianto Soedarsono dalam seminar nasional ‘Bersama Menuju Perusahaan Kelas Dunia’ di Hotel Grand Aquila, hari ini.

Ia mencontohkan industri pertahanan di Amerika, dimana satu orang pekerja bisa memproduksi 1 juta butir peluru per tahunnya. “Di Inggris dapat menghasilkan sebanyak 600.000 butir peluru per tahunnya, sedangkan di Indonesia satu orang pekerja hanya dapat menghasilkan 120.000 butir peluru per tahunnya,” katanya soal kemampuan SDM yang jomplang.

Kondisi ini menunjukkan jika SDM industri pertahanan di Indonesia sudah ketinggalan jauh dari negara lain. “Tak hanya SDM tetapi inovasi pun harus terus ditingkatkan dan dikembangkan karena teknologi yang begitu cepat berkembang,” kata Adik.

Pindad Kebut Pesanan Panser Malaysia 

PT Pindad (Persero) menargetkan mampu menyelesaikan panser Anoa 6×6 pesanan Malaysia tahun ini. Kepastian pengiriman akan menentukan berapa besaran nilai pembelian panser tersebut. Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan pihak Malaysia belum memberikan rincian konfigurasi ke 32 panser tersebut.

” Mereka pesan peruntukannya untuk ambulance, avc [untuk angkut personel], dan komando,” kata Adik. Namun belum jelas jumlah panser untuk masing-masing peruntukan. “Kita janji pada Malaysia semua akan beres Maret 2013, Malaysia minta secepat mungkin,” katanya di sela seminar nasional ‘Bersama Menuju Perusahaan Kelas Dunia’ di Bandung, hari ini.

“Untuk Malaysia kami masih negosiasi hingga hari ini kapan [Pindad] delivery-nya, karena ini menyangkut dia harus menyediakan uang pada waktu delivery, jadi belum putus,” katanya. Harga satu unit Anoa sendiri dibandrol paling murah US$1 juta dan termahal US$1,5 juta.

Belum pastinya harga yang akan dibayar Malaysia menurutnya tergantung kelengkapan karoseri yang akan dipasang pada panser tersebut.

Pindad akan Kembangan Tank Ringan Kanon

PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan kanon mulai 2014 untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.

Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% dipasok produk asing. Dia mengemukakan model tank ringan kanon akan merujuk pada model tank ringan yang ada di dunia saat ini seperti produk K-21 buatan Doosan Infracore Korea Selatan maupun buatan Turki.

Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton-25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Akan tetapi, ada pula tank ringan mancanegara lainnya dengan bobot melebihi 25 ton.

Adik mengatakan harga untuk tank ringan dengan roda penggerak ban sekitar Rp40 miliar. Sedangkan berpenggerak rantai mencapai Rp50 miliar.

“Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya hari ini.

Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, perusahaan baru melangkah para proses persiapan dan studi.

Sumber: Bisnis Jabar

Menhan Akan Pelajari Kemungkinan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Kroasia

Sniper Rifle MACS M3 cal. 12,7x99mm produksi industri pertahanan Kroasia. (Foto: aalan.hr)

30 April 2012, Jakarta:  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (27/4), menerima kunjungan kehormatan Chairman of The President’s Council on Foreign Policy and International Relations Republic of Croatia, Mr Budimir Loncar, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Mr Budimir Loncar sudah tidak asing lagi berada di Indonesia karena pada era orde baru pernah menjabat sebagai Duta Besar Yugoslavia untuk Indonesia dan pada era 90-an pernah menjadi wakil UN untuk Indonesia.

Mr. Budimir Loncar juga berperan sebagai mediator dalam pembicaraan perdamaian antara Pemerintah dan GAM Aceh di Stockholm, Swedia. Kedatangannya kali ini sebagai undangan Kementerian Luar Negeri RI dalam membicarakan peningkatan kerjasama bilateral Indonesia - Kroasia. Mr Budimir Loncar berharap kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Kroatia dapat diperbarui dan dikembangkan.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan proposal kerjasama industri pertahanan kedua negara. Menhan Purnomo Yusgiantoro berjanji untuk mempelajari proposal kerjasama industri pertahanan yang ditawarkan dan akan memberikan jawaban kepada Kedutaan Besar Kroasia. Menhan akan berupaya meramu kerjasama industri pertahanan antara kedua negara yang memberi manfaat bagi Indonesia dan Kroasia.

Saat menerima kunjungan kehormatan Mr Budimir Loncar, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin, Direktur Kerjasama Internasional Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus, dan Kepala Biro TU Stejen Kemhan Brigjen TNI Drs. Herry Noorwanto MA.

Sumber: DMC

Panglima TNI Terima Satgas Konga

Sejumlah prajurit Satgas Maritim Task Force TNI AL berada di dek setibanya di Kolinlamil, Jakarta, Senin (30/4). Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-C/UNIFIL yang diperkuat oleh 100 Prajurit TNI AL tersebut telah melaksanakan tugas misi PBB menjaga kedaulatan perairan Lebanon selama 6 bulan menggunakan KRI Sultan Iskandar Muda 367. (Foto: ANTARA/Ujang Zaelani/Koz/Spt/12)

30 April 2012, Jakarta: Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menerima kedatangan purnatugas Satgas Maritim Konga XXVIII-C/UNIFIL dari Lebanon sebanyak 100 prajurit TNI Angkatan Laut, melalui upacara militer di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.

KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) 367 sendiri tiba di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (29/4). Mereka telah bertugas selama enam bulan dalam misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam sambutannya, mengatakan penugasan pasukan TNI pada misi pemeliharaan perdamaian merupakan bentuk sekaligus pengakuan dunia internasional terhadap bangsa Indonesia, khususnya TNI, dalam upaya memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya perdamaian dunia sesuai yang tercantum dalam piagam PBB.

Kepercayaan yang sejak lama diberikan oleh dunia internasional tersebut, lanjut dia, menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi segenap bangsa Indonesia karena terkandung makna bahwa bangsa Indonesia telah menjadi bagian penting dari komunitas dunia dalam berperan menciptakan kehidupan masyarakat internasional yang adil dan beradab. "Sudah selayaknya kepercayaan tersebut dapat kita jaga dan tingkatkan, melalui dedikasi, loyalitas dan kerja keras sebagaimana yang telah tunjukan selama ini di daerah penugasan," kata Agus.

Sumber: Antara Bali

Paskhas Lumpuhkan Teroris Pembajak Pesawat

Anggota Detasemen Bravo 90 Paskhas TNI AU bersiapm melakukan penembakan dalam simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (30/4). Simulasi tersebut untuk peningkatan kemampuan anggota pasukan anti teror sekaligus pengamanan Bandara Ngurah Rai menjelang digelarnya berbagai kegiatan internasional di Bali terutama penyelenggaraan KTT APEC pada tahun 2013 . (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/Spt/12)

30 April 2012, Denpasar: Setelah teroris berhasil menguasai satu pesawat penumpang di B 1 dengan sejumlah penumpang dijadikan sebagai sandera, bersamaan dengan itu teroris dengan kelompok yang sama juga telah menguasai gedung VIP 2 Bandara Ngurah Rai dengan sejumlah orang yang berada di dalam dijadikan sandera.

Dalam kondisi yang cukup genting tersebut pasukan anti teror Detasemen Bravo 90 Paskhasau mendapatkan perintah tugas untuk menghadapi teroris dimaksud dan menyelamatkan para sandera. Simulasi latihan dengan sandi “Albara” (Anti Lawan Bajak Udara) diawali dengan penerjunan pasukan Combat Free Fall sebanyak 15 personel di pantai ujung landasan dengan jarak lebih kurang satu kilometer dari tempat teroris melakukan penyanderaan.

Setelah mendarat, pasukan dengan mengendap-endap mendekati lokasi, terlebih dahulu mengeksekusi dengan aksi bunuh senyap teroris yang bertugas berjaga-jaga di luar area lokasi. Setelah itu negosiator melaksanakan negosiasi dengan pimpinan teroris dimana para teroris menuntut supaya rekan-rekannya yang dipenjara oleh pemerintah dapat dibebaskan. Untuk menunjukkan keseriusannya teroris menembak salah satu sandera yang selanjutnya dievakuasi oleh tim medis.

Beberapa anggota Detasemen Bravo 90 Paskhas TNI AU menangkap teroris yang menyandera pesawat komersial dalam simulasi penanggulangan teror di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (30/4). (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/Spt/12)

Melanjutkan aksinya, teroris meminta pesawat yang dikuasainya untuk direfuel, dan pada saat itu juga negosiasi terus berlangsung, dan disaat bersamaan unit Aksus (Aksi Khusus) Den Bravo 90 Paskhasau yang dikomandani oleh Letkol Psk M. Juanda, mendekati dua sasaran sekaligus dan melaksanakan aksi di pesawat maupun di VIP room 2 yang terlebih dahulu diawali dengan tembakan Sniper dan bunyi ledakan. Beberapa saat kemudian, unit Aksus berhasil melumpuhkan teroris baik di pesawat maupun di VIP 2, selanjutnya para pelaku teroris diserahkan kepada Pomau.

Setelah menguasai situasi, unit aksus melaksanakan evakuasi terhadap para sandera baik di pesawat maupun di VIP room 2. Karena diduga para teroris telah memasang bahan peledak di pesawat, maka unit EOD merapat ke pesawat dan melaksanakan IED di tempat yang aman.

Demikian secara umum skenario simulasi latihan Albara yang dilaksanakan di bandara Ngurah Rai. Hadir menyaksikan latihan secara langsung yaitu, Pangkoopsau II, Marsda TNI Ismono Wijayanto, Muspida provinsi Bali dan para pimpinan komunitas bandara Ngurah Rai.

Di sela-sela acara, Komandan Lanud Ngurah Rai, Letkol Pnb Jumarto saat diwawancara mengatakan bahwa Latihan Albara dilaksanakan di Bali dengan maksud untuk meyakinkan masyarakat Nasional dan Internasional bahwa bandara Ngurah Rai sebagai pintu utama wisata di Bali dalam kondisi aman sekaligus menunjukkan tentang kemampuan Detasemen Bravo 90 Paskhasau dalam menghadapi kemunkinan aksi teror yang terjadi di bandara.

Akhir dari kegiatan dilaksanakan upacara penutupan latihan di B 1 Bandara Ngurah Rai dengan Inspektur Upacara oleh Komandan Lanud Ngurah Rai.

Sumber: TNI AU

KRI Kakap dan KRI Tongkol Lego Jangkar di Perairan Ashmore Reef


1 Mei 2012, Surabaya: Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kakap-811 dan KRI Tongkol-813 yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Patroli Kordinasi Australia Indonesia (Patkor Ausindo) tahun 2012, melaksanakan lego jangkar disekitar perairan Ashmore Reef, belum lama ini,Selasa (24/04). Bersama kedua KRI, kapal perang Autralia HMAS Pirie-P87 juga melaksanakan lego jangkar di perairan tersebut.

Perbandingan jarak dari Kupang Nusa tenggara Timur (NTT) ke Ashmore Reef sekitar 127Nm. Jika ditempuh menggunakan kapal laut dengan kecepatan 15Knot, membutuhkan waktu sekitar 8 jam 56 menit. Sedangkan jarak dari Ashmore ke Darwin sekitar 509,5Nm. Membutuhkan waktu kurang lebih 30 jam 32 menit jika ditempuh menggunakan sarana transportasi laut dengan kecepatan 15 knot. Jarak dari Kupang ke Darwin sekitar 509,7Nm, dapat ditempuh dengan waktu 33 jam 58 menit dengan kecepatan kapal 15 knot.

Pada saat unsur Satgas Patkor Ausindo 12 sedang lego jangkar, Perwira kapal HMAS Pirie mengunjungi KRI Kakap untuk melaksanakan kordinasi tentang rangkaian kegiatan Satgas selanjutnya. Rombongan dari tentara Australia terdiri dari 3 orang Perwira, dipimpin oleh Lieutenant Mc. Ellister yang menjabat sebagai Executive Officer Assail Three HMAS Pirie-P87.

Kunjungan perwira HMAS Pirie diterima langsung oleh Komandan KRI Kakap Mayor Laut (P) Himawan didampingi Perwira Satgas Kapten Laut (P) Erich, bertempat di Lounge Room Kapal perang tersebut. KRI Kakap dan KRI Tongkol melaksanakan tugas Patkor Ausindo 12, dibawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Guspurlatim).

Sumber: Dispenarmatim

TNI akan kembali kirimkan KRI ke Lebanon

KRI Hasanuddin-366. (Foto: Corveleyn Roger)

30 April 2012, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia akan kembali mengirimkan kapal perang (KRI) untuk bertugas pada misi pemeliharaan perdamaian dunia ke Lebanon, di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam waktu dekat ini.

 "Kita masih akan mengirim satuan berikutnya, yakni KRI Hasanuddin (HSN)-366. Saat ini sedang dipersiapkan untuk menggantikan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 yang telah kembali ke Indonesia. Mereka juga akan bertugas selama enam bulan di Lebanon," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini.

Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda itu diperkuat 100 prajurit TNI AL, yang terdiri atas 33 perwira, 48 bintara dan 19 tamtama. Ini merupakan Satgas ketiga yang pernah diberangkatkan TNI ke Lebanon setelah sebelumnya memberangkatkan KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365 bergabung dalam gugus tugas MTF.

KRI SIM-367 telah selesai melaksanakan tugas selama enam bulan di Lebanon dan akan digantikan dengan KRI Hasanuddin (HSN)-363 yang rencananya akan diberangkatkan pada pertengahan Mei 2012. Menurut dia, awak KRI Hasanuddin-366 juga berjumlah 100 orang prajurit karena memiliki bobot yang sama dengan KRI SIM-367.

Panglima TNI berharap setiap kapal yang ditugaskan dalam misi pemeliharaan perdamaian selalu memperoleh nilai yang memuaskan (satisfied) dan diharapkan prajurit yang ditugaskan berikutnya juga mendapatkan nilai yang sempurna.

"Pengiriman prajurit dalam misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon menjadikan prajurit TNI memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar PBB. Prajurit juga akan mendapatkan banyak pengalaman yang dapat ditularkan kepada prajurit lainnya," katanya usai menerima kedatangan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-C/UNIFIL dari Lebanon.

Panglima TNI, mengatakan, penugasan pasukan TNI pada misi pemeliharaan perdamaian merupakan bentuk sekaligus pengakuan dunia internasional terhadap bangsa Indonesia, khususnya TNI, dalam upaya memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya perdamaian dunia sesuai yang tercantum dalam piagam PBB.

Indonesia merupakan negara Asia yang pertama kali dan satu-satunya yang berpartisipasi dengan mengirimkan kapal perang dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.

KRI SIM-367 merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki oleh TNI AL, berjenis korvet kelas Ship Integrated Geometrical Modularity Approuch (SIGMA) buatan Schelde Naval Shipbuilding, Vlissingen Belanda.

Jumlah pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di seluruh dunia saat ini berjumlah 1.828 yang tersebar di berbagai wilayah konflik, yakni Lebanon, Kongo, Haiti, Liberia, Sudan Selatan, Darfur, dan Suriah.

Diharapkan pada 2014, Indonesia dapat mengirimkan 4.000 penjaga perdamaian (peacekeepers) di seluruh dunia dalam misi PBB.

Sumber: ANTARA News