Senin, 07 Mei 2012

6 Mitos dan Fakta Seputar Kopi

Siapa yang tak kenal kopi?, minuman beraroma khas ini dikonsumsi banyak kalangan, dari masyarakat pedalaman hingga para eksekutif kelas atas. Kopi juga dipercaya sebagai penghilang rasa kantuk dan mampu memperbaiki daya ingat. Benarkah ?, berikut ini beberapa mitos yang berkembang di masyarakat.



1. Kopi lebih baik disajikan dalam keadaan panas
Kopi sebaiknya jangan langsung disiram dengan air mendidih. Jika air terlalu panas, bubuk kopi justru akan hangus, dan akhirnya akan mempengaruhi rasa dan aroma. Untuk mendapatkan minuman kopi yang enak, diperlukan suhu air sekitar 90 derajat celsius. Caranya, masaklah air hingga benar-benar matang. Lalu diamkan sejenak selama tiga puluh detik, baru kemudian dituangkan ke dalam gelas berisi kopi. Agar suhu minuman tetap hangat, disarankan untuk menyajikan dalam cangkir porselen yang cukup tebal.

2. Kopi lebih enak disajikan dingin
Belakangan ini sajian kopi dingin (Iced coffee atau freeze blend coffee) mulai banyak disukai. Tapi berhati-hatilah, sebab menurut penelitian medis, mengkonsumsi minuman kopi dengan suhu di bawah dua puluh derajat justru dapat meningkatkan gas dalam perut. Tidak mengherankan, jika kopi sangat tidak dianjurkan bagi para penderita gangguan lambung.

3. Kopi yang dikeluarkan dari kotoran luwak, memiliki rasa jauh lebih enak.
Masyarakat memercayai biji kopi yang ada di kotoran luwak mempunyai kualitas nomor satu. Pendapat itu ternyata sangat salah kaprah. Biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak justru sangat berbahaya karena sudah bercampur dengan bakteri.

Namun, jika Anda menemukan kotoran luwak yang dipenuhi biji kopi, maka bisa dijadikan tanda bahwa tanaman kopi di kawasan tersebut mempunyai kualitas yang baik. Tanda kualitas kopi yang dibawa oleh binatang, ternyata juga dipercayai di Jepang. Mereka percaya, burung pemakan biji kopi dapat membantu memilih pohon kopi dengan kualitas prima.

4. Kopi dapat mencegah serangan step
Menurut Dr Victor Tambunan, bisa jadi anggapan itu benar. Menurutnya, unsur kafein dalam kopi mengandung efek relaksasi, sehingga bisa digunakan untuk melemaskan otot-otot yang kejang. Meski demikian, Victor menyanggah anggapan dengan mengkonsumsi kopi secara teratur dapat meningkatkan kemampuan berpikir seseorang. ”Itu tidak benar. Terlalu banyak minum kopi justru bisa menekan daya ingat seseorang, karena bisa membuat orang tetap terjaga sehingga otak akan terasa sangat lelah,” ujarnya.

5. Kopi bisa mengurangi rasa kantuk
Pendapat ini tidak seluruhnya benar. Jika otak benar-benar sudah terkuras dan kemudian dipaksakan dengan minum kopi, tetap tidak akan banyak membantu. Namun dalam kondisi normal, efek kopi untuk menahan kantuk bisa saja terjadi. Namun menurutnya, efeknya tidak akan terlalu lama, hanya sekira dua sampai dengan tiga jam saja.

6. Menghilangkan bau
Anggapan tersebut ternyata mengandung kebenaran. Selain dikonsumsi, kopi bisa membantu menghilangkan berbagai bau tak sedap. Bubuk kopi bisa dimanfaatkan untuk mengurangi bau amis ikan.

Caranya, dengan menaburkan bubuk kopi di sekeliling wadah penyimpanan ikan. Cara ini juga bisa digunakan untuk menyingkirkan semut. Tidak hanya itu, bubuk kopi juga dapat menghilangkan bau vernis di furniture yang baru dibeli. Caranya, taburkan pada bagian kayu, diamkan beberapa saat, baru kemudian dibersihkan.

Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar