Jumat, 25 September 2009

Siap Diserahkan, Kapal LPD Buatan PT PAL

Inilah salah satu dari dua unit kapal jenis landing platform dock 125 meter, yang dibangun di galangan pembuatan kapal milik PT PAL, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: KOMPAS/Wisnu Dewabrata)

26 September 2009, Jakarta -- Bila berjalan sesuai dengan rencana, akhir September ini PT PAL Indonesia yang berpusat di Surabaya akan menyerahkan sebuah kapal jenis landing platform dock atau LPD 125 meter pesanan Departemen Pertahanan untuk TNI AL.

Kapal buatan PT PAL ini akan menjadi kapal LPD ketiga yang masuk jajaran TNI AL. Dua kapal LPD pertama dibuat pabrik Korea Selatan, Daewoo International Corporation, dan diserahkan kepada TNI AL tahun silam.

KRI Bajarmasin LPD ketiga. (Foto: cakrabyuha@angkasareaderscommunitiy)

Dibandingkan dengan dua LPD pertama, alat utama sistem persenjataan TNI AL yang dibangun di PT PAL ini mengalami sejumlah penyempurnaan mengikuti keinginan TNI AL. Yang termasuk dalam penyempurnaan adalah daya angkut helikopter ditambah dari tiga menjadi lima, kecepatan kapal ditingkatkan dari 15 knot menjadi 15,4 knot, dan bentuk bangunan atas mengurangi penampang radar (radar cross section), membuat kapal lebih sulit ditangkap radar musuh.

Selain itu, kapal LPD tersebut juga dirancang untuk bisa dipasangi senjata 100 mm dan dilengkapi ruang khusus untuk sistem kendali senjata (fire control system), yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pertahanan diri.

Kapal yang dibeli dengan fasilitas pembiayaan kredit ekspor ini berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter.

PT PAL sejak tahun 1980 telah menyelesaikan lebih dari 150 kapal aneka jenis.

KOMPAS

Rusia Batalkan Rencana Gelar Rudal di Kaliningrad

Rudal Iskander. (Foto: RIA Novosti)

26 September 2009, Pittsburgh, Pennsylvania -- Rusia membatalkan rencana untuk menggelar rudal di daerah kantongnya Kaliningrad untuk menanggapi keputusan AS yang tidak menggelar pertahanan rudal di Eropa, kata Presiden Dmitry Medvedev, Jumat.

"Ketika saya pertama kali menyampaikan gagasan ini, saya akan menggelar rudal Iskander, adalah untuk menanggapi keputusan untuk melaksanakan rencana penempatan perisai rudal itu," kata Medvedev kepada wartawan setelah KTT G-20 di kota Pittsburgh, Amerika Serikat.

"Karena keputusan ini dibatalkan, saya tentu saja mengambil keputusan untuk tidak menggelarkan rudal Iskander di daerah negara kami yang cocok."

Pekan lalu Moskow mengkonfirmasi bahwa mereka mencabut ancaman untuk menempatkan baterei rudal di Kaliningrad, satu daerah kantong Rusia di pantai Baltik yang seluruhnya dikepung negara-negara anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

Rusia menentang keras rencana AS, yang dibuat oleh orang yang digantikan Presiden Barack Obama, George W.Bush, untuk membangun sebuah perisai rudal dengan menempatkan sebuah fasilitas radar di Republik Cheska dan roket pencegat di Polandia, demikian AFP.

Keputusan Obama untuk membatalkan rencana itu menimbulkan kecemasan di negara-negara Eropa Timur yang masih khawatir akan campur tangan Rusia, tetapi disambut baik di Moskow.

ANTARA News

Dua Jet Tempur Rafale Jatuh di Laut Mediterania

Dassault Rafale. (Foto: airforce-technology)

26 September 2009 -- Dua jet tempur Rafale milik Angkatan Laut Perancis yang berpangkalan di kapal induk Charles de Gaulle jatuh di Laut Mediterania, 30 kilometer sebelah timur kota Perpignan, Kamis (24/9) malam sekitar pukul 18:00 waktu setempat.

Kedua jet tempur sedang terbang untuk kembali ke kapal induk setelah melakukan latihan penerbangan tanpa membawa persenjataan. Dalam insiden ini seorang pilot jet tempur berhasil diselamatkan dari laut oleh helikopter sedangkan seorang lagi masih belum ditemukan.

Upaya pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan frigate Courbet, kapal patroli Maury milik Maritime Gendarmerie yang berpangkalan di Guissan, tiga helikopter Dauphin milik AL Perancis, helikopter Ecureuil milik Gendarmerie Nationale. Segera ditambah dengan tug boat Abreill Flandres yang membawa peralatan pencarian bawah air yang akan digunakan di lokasi jatuhnya dua jet tempur tersebut.

Pihak berwenang tidak mengungkapkan penyebab insiden tersebut, teori paling memungkinkan kedua jet tempur tersebut bertabrakan di udara.

Kapal induk Charles de Gaulle (R 91) saat uji pelayaran. (Foto: Marine Nationale)

Kapal induk Charles de Gaulle meninggalkan pelabuhan Toulon, Senin (21/9) untuk melakukan operasi di Mediterania. Charles de Gaulle membawa 4 jet tempur Rafale, 3 Super Etendard Modernisés (SEM), 2 helikopter Dauphin dan satu Allouette III.

Jet tempur Rafale dibuat oleh pabrik pesawat Perancis Dassault Aviation.

Dassault Rafale. (Foto: airforce-technology)

Pemerintah Brazilia memutuskan membeli 36 jet tempur Rafale, menyisihkan jet tempur buatan Amerika Serikat F-18 dan Gripen buatan Swedia. Pembelian ini menjadikan Brazilia pembeli pertama Rafale diluar Perancis.

Sebaliknya Perancis akan membeli 10 pesawat tanker - angkut KC-390 yang dibuat oleh pabrik pesawat Brazilia Embraer.

Selain itu Rafale mengikuti tender internasional pembelian 120 jet tempur oleh India, tetapi tersingkir dari tender ini.

RFI/@info-terkumpul

Puluhan Kapal Patroli di Perairan Bali

Kapal patroli polisi. (Foto: Antara)

Sedikitnya 25 kapal milik Ditpolair Polda Bali dikerahkan untuk siaga dan berpatroli di wilayah perairan Bali guna mencegah masuknya penduduk liar serta para pelaku kejahatan ke Pulau Dewata.

"Kapal sebanyak itu diutamakan untuk berpatroli dan siaga di sejumlah pos yang berbatasan dengan daerah lain seperti Jawa dan Lombok, Nusa Tenggara Barat," kata Direktur Polair Polda Bali AKBP Oka Eswara, di Denpasar, Jumat (25/9).

Ia menyebutkan, digelarnya patroli yang cukup gencar akan dapat menekan bahkan mencegah orang yang berniat melancarkan aksi kejahatan di wilayah perairan Pulau Dewata.

Tidak hanya melalui kegiatan patroli di laut juga pada gilirannya dapat membendung masuknya para penjahat lewat 'lorong-lorong tikus' yang cukup banyak tersebar di sepanjang garis pantai Bali.

"Mereka yang datang dari luar akan sulit untuk dapat menerobos perairan Bali," katanya. Tidak hanya pelaku kejahatan, lanjut dia, petugas patroli pun dikerahkan untuk dapat mencegah hadirnya penduduk liar ke Pulau Dewata.

Dikatakan, beberapa kasus kejahatan, termasuk aksi peledakan bom yang sempat muncul, terlebih dahulu diawali oleh kehadiran penduduk yang tidak jelas. "Oleh sebab itu, kami akan memperketat hadirnya penduduk ke daerah ini," ujar AKBP Oka Eswara.

Senada dengan Dirpolair, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengharapkan semua pihak dapat ambil bagian dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya penduduk liar ke Pulau Dewata.

"Antisipasi perlu dilakukan dengan lebih seksama, sehingga pulau mungil ini tidak begitu saja 'dibanjiri' warga yang hadir tanpa dengan identitas yang jelas," katanya.

Ia mengungkapkan, kepada petugas yang siaga di pintu-pintu masuk Bali telah diingatkan untuk lebih melakukan pengetatan dalam memeriksa identitas orang yang masuk ke Pulau Dewata.

"Pengetatan perlu dilakukan terkait dengan kemungkinan membeludaknya arus balik para pemudik lebaran kali ini," katanya.

Kabid Humas menyebutkan bahwa petugas yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2009 telah dikerahkan dalam jumlah yang cukup banyak di pintu-pintu keluar masuk Pulau Dewata.

"Pintu yang dimaksud tidak hanya Bandara Ngurai Rai, tetapi juga Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, dan Padangbai, Kabupaten Karangasem," ucapnya.

Dikatakan, petugas yang siaga di kawasan itu selain ditekankan untuk mampu mencegah masuknya penduduk liar yang nantinya akan menjadi beban daerah. Selain itu juga peka terhadap kemungkinan lolosnya para teroris dan pelaku kejahatan yang lain.

"Ini artinya, petugas yang siaga senantiasa akan selalu melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang datang dan ingin masuk ke Bali," kata Kombes Sugianyar.

MEDIA INDONESIA

6 Buah F-18 Hornet RAAF Mendarat di Lanudal Juanda


25 September 2009, Surabaya -- Sebanyak 6 buah pesawat tempur jenis F-18 Hornet milik RAAF, Australia transit di Lanudal Juanda untuk melaksanakan refueling dalam menempuh perjalanan dari Darwin (Australia) menuju Butterworth, Penang (Malaysia).

Bagi Staf operasi Lanudal Juanda sudah terbiasa menangani dan melayani pesawat-pesawat militer asing yang belabuh di Juanda, baik hanya sekedar mampir/transit, maupun melayani pesawat-pesawat yang datang untuk untuk melakukan kegiatan-kegiatan kenegaraan lainnya.

Kegiatan tersebut telah lama terjalin dan merupakan salah satu bentuk kerjasama militer di kawasan Asia Tenggara, mulai dari pelaksaanaan dukungan administrasi hingga dukungan logistik personel. Dengan melihat kemampuan yang dimiliki oleh Lanudal Juanda untuk melayani pesawat-pesawat yang berskala internasional, diharapkan pula Lanudal – Lanudal lain yang berada di bawah Jajaran Puspenerbal mampu melakukan hal yang sama.


Tentu saja dengan memenuhi kriteria kebutuhan standar pangkalan yang sesuai dengan kebutuhan pesawat-peswat yang akan mendarat.

Dari 6 buah F-18 Hornet yang mendarat di Lanudal Juanda, setelah melakukan refuel 4 buah langsung melanjutkan perjalanan ke Butterworth, sedangkan 2 buah lagi akan Rest overnight (RON) di Lanudal Juanda, hal ini disebabkan karena salah satu pesawat tempur tersebut mengalami gangguan teknis sehingga harus menunggu dukungan dari Australia baru dapat melanjutkan perjalanannya.

Puspenerbal

Perwira TNI Jadi Danup Hari Perdamaian Internasional

Dalam upacara peringatan Hari Perdamaian Internasional ini, anggota Satgas Force Headquaters Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-A, Mayor Marinir S.B bertindak sebagai komandan upacara. (Foto: detikFoto/Kapten Laut (KH) Hondor Saragih)

24 September 2009, Lebanon -- Mayor Marinir S.B. Manurung, anggota Satuan Tugas Force Headquaters Support Unit (FHQSU) TNI Kontingen Garuda XXVI-A menjadi Komandan Upacara (danup) pada saat upacara memperingati Hari Perdamaian Internasional, Kamis pagi (24/9) di UNIFIL HQ, Naqoura,Lebanon.

Upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara Force Commander UNIFIL Maj. Gen. Claudio Graziano, dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan yang terdiri dari personel berbagai negara kontingen yang tergabung dalam misi UNIFIL.

Pada upacara tersebut, Force Commander UNIFIL dan Perwakilan dari Lebanese Army Forces (LAF) meletakkan karangan bunga di monumen atau cenotaph peringatan personel UNIFIL yang telah gugur dalam misi. Dilanjutkan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang pahlawan yang telah gugur dalam misi UNIFIL, penaikan bendera PBB dan seluruh bendera negara kontingen yang ikut dalam UNIFIL secara bersamaan serta menyanyikan lagu UN. Upacara diakhiri dengan pelepasan balon oleh Ibu Force Commander, Staf Internasional dan Staf Nasional UNIFIL.

Sementara itu, setelah pelaksanaan upacara Mayor Marinir S.B. Manurung alumni Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) tahun 1997 mengatakan merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan mendapat kepercayaan menjadi Komandan Upacara yang mewakili Kontingen Indonesia untuk memimpin pelaksanaan upacara yang juga dihadiri oleh seluruh kontingen mancanegara yang berpartisipasi di UNIFIL.


Pengibaran bendera PBB dan seluruh bendera negara kontingen yang ikut dalam UNIFIL secara bersamaan serta menyanyikan lagu UN. (Foto: detikFoto/Kapten Laut (KH) Hondor Saragih)

Penghormatan kepada Inspektur Upacara Force Commander UNIFIL. (Foto: detikFoto/Kapten Laut (KH) Hondor Saragih)

Force Commander UNIFIL dan Perwakilan dari Lebanese Army Forces (LAF) meletakkan karangan bunga di monumen atau cenotaph peringatan personel UNIFIL yang telah gugur dalam misi. (Foto: detikFoto/Kapten Laut (KH) Hondor Saragih)

Pemeriksaan pasukan yang terdiri dari personel berbagai negara kontingen yang tergabung dalam misi UNIFIL. (Foto: detikFoto/Kapten Laut (KH) Hondor Saragih)

Upacara diakhiri dengan pelepasan balon. (Foto: detikFoto/Kapten Laut (KH) Hondor Saragih)

POS KOTA

TNI Ikut Bersihkan Ranjau di Perbatasan Israel


25 September 2009, Lebanon -- Dalam rangka pembersihan sisa-sisa UXO (Unexploded ordnance), Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) kembali menggelar operasi Demining (penjinak ranjau) di wilayah operasi Unifil, Lebanon Selatan.

Operasi ini dimotori oleh Tim Penjinak Ranjau dari Belgia, sedangkan Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-C/Unifil menurunkan satu Tim Kesehatan (Timkes) untuk mendukung operasi tersebut.

Timkes beranggotakan 6 orang dipimpin oleh dokter batalyon secara bergantian setiap harinya selama 6 hari pada minggu ketiga September 2009. Mereka tergabung dengan tim penjinak ranjau Unifil untuk membersihkan ranjau di sekitar blue line atau batas daerah operasi Unifil di sekitar perbatasan Israel – Lebanon.

Ranjau-ranjau tersebut adalah merupakan sisa-sisa peninggalan perang 34 hari tahun 2006 antara Israel dan Hizbullah yang sengaja di sebar oleh IDF (Israeli Defence Forces) sebagai bentuk pertahanan di sekitar perbatasan.

Ranjau yang terdiri dari UXO, cluster bomb dan berbagai jenis proyektil yang tidak meledak selama pertempuran 34 hari tersebut sangat membahayakan masyarakat setempat termasuk anggota Unifil sendiri dan tidak sedikit dari warga setempat yang berprofesi sebagai petani dan peternak yang menjadi korban ranjau Israel.

Dalam operasi tersebut, Timkes Indobatt menyiagakan satu unit mobil ambulance lengkap dengan peralatan medis, yang difungsikan sebagai penindak awal dalam mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan operasi berlangsung. Unifil juga menyediakan sebuah Panser VAB Scorpion Ambulance dan Helikopter Ambulance on call sebagai langkah emergency evakuasi udara.

Pelaksanaan operasi Demining, merupakan pengalaman tersendiri bagi anggota Satgas TNI di Lebanon, dan mereka harus secara ketat mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) dan Role of Engagement (ROE) yang ditetapkan selama tergabung dalam Tim Demining Unifil.
Termasuk dalam kegiatan administrasi seperti pencatatan identitas diri, yang meliputi pencatatan golongan darah sebagai hal yang paling utama apabila terjadi kecelakaan, serta penjelasan dari ketua koordinator demining yang meliputi larangan serta tanda-tanda taktis yang ada di lapangan ranjau.

Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-C/UNIFIL, Letkol Arh Hari Mulyanto, mengemukakan dalam operasi Demining kali ini, yang dijadikan sebagai daerah penjinakan ranjau adalah lokasi di sekitar blue line B-33 yang merupakan daerah operasi Batalyon Ghana yang berada di sektor barat Unifil.

POS KOTA