Kamis, 03 Februari 2011

KRI Teluk Manado Angkut Kendaraan Operasional Kemhan

2 Februari 2011, Jakarta -- (detikFoto): KRI Teluk Manado-537 mengangkut material kendaraan operasional Kemhan, Mabes TNI untuk satuan TNI yang bertugas di Kupang. Barang-barang tersebut diberangkatkan dari dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta, Selasa (1/2). KRI Teluk Manado mengangkut material kendaraan operasional Kemhan, Mabes TNI untuk satuan TNI yang bertugas di Kupang. (Foto: Agus Cahyono)

Selain dilaksanakan embarkasi logistik dan material, diangkut pula bantuan ribuan buku-buku bacaan, peralatan permainan edukatif serta peralatan komputer dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. (Foto: Agus Cahyono)

Menurut Komandan KRI Teluk Manado-537, muatan kapal akan ditambah dengan mengangkut kendaraan panser dua buah milik Kodam IX/Udayana yang akan digunakan untuk menambah kekuatan salah satu batalyon Kodam IX/Udayana yang bertugas di Kupang dalam rangka mendukung kegiatan pengamanan. (Foto: Agus Cahyono)

Sumber: detikFoto

TNI Harapkan PT DI Tepat Waktu

Helikopter NBELL 412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia diserahkan kepada TNI AD yang diterima Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen J Suryo Prabowo (kanan) di Pusat Penerbangan Angkatan Darat Skuadron 21 TNI AD, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (2/2). Helikopter berdaya angkut 15 ton tersebut dapat mengangkut 15 orang, termasuk kru. Helikopter tersebut akan ditempatkan di Skuadron 31 Semarang. (Foto: Kompas/Riza Fathoni)

4 Februari 2011, Jakarta --(Kompas): PT Dirgantara Indonesia sebagai salah satu industri pertahanan diharapkan dapat tepat waktu dan meningkatkan kualitas produksinya. Hal ini penting untuk tertib administrasi dan peningkatan kemampuan pertahanan.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Johanes Suryo Prabowo saat menerima serah terima satu unit helikopter NBell 412 Extra Performance di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (2/2).

Suryo mengatakan, sesuai dengan komitmen pemerintah, TNI AD menyambut produksi dari industri pertahanan seperti PT DI untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan. Diharapkan produksi industri pertahanan bisa memiliki harga bersaing dan terus meningkatkan kualitas dan tepat waktu. ”Tepat waktu karena kita juga ada hubungan dengan pemeriksaan eksternal,” kata Suryo Prabowo.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, berkaitan dengan ketepatan waktu itu, untuk pembuatan Bell 412 EP ini, PT DI baru menerima kontrak pada Oktober 2010. Saat itu mereka sudah bekerja tanpa ada kepastian kontrak. Molornya penyelesaian heli ini juga karena ada penambahan spesifikasi. ”Masalahnya, anggaran baru keluar akhir tahun. Tapi, untungnya sekarang kebijakan bisa multi-years, jadi sudah ada perencanaan jangka panjang,” kata Budi.

Budi mengatakan, NBell 412 EP ini adalah varian terbaru Bell 412. Masih ada kontrak untuk 5-6 Bell lagi untuk TNI AD serta 3 buah maritime patrol untuk TNI AL. Dengan membeli produksi PT DI, banyak keuntungan yang diperoleh TNI. Misalnya, kalau membeli di luar negeri, seperti AS, pasti banyak pembatasan. Sementara dengan PT DI, minta apa saja akan dikasih. ”TNI juga dapat dukungan purnajual dan bisa tingkatkan kemampuan Indonesia, baik dalam pertahanan maupun lapangan kerja,” kata Budi.

Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigjen N Wachju Rianto mengatakan, heli NBell 412 EP akan dipergunakan untuk heli angkut dan ditempatkan di Skuadron 31 Semarang. ”Nanti juga akan dilengkapi dengan senapan 30 mm di kiri dan kanan heli. Ini untuk pengamanan saat pendaratan,” ujar Wachju.

Asisten Logistik TNI AD Mayjen Wibowo mengatakan, heli NBell 412 EP berkapasitas mesin yang lebih besar serta semua peralatannya sudah digital. Heli ini juga bisa melakukan an auto-pilot hovering, yakni terbang stabil di udara secara otomatis.

Sumber: KOMPAS

Rabu, 02 Februari 2011

Marsda IB Putu Dunia Gubernur AAU Baru

(Foto: Lanud Adisutjipto)

3 Februari 2011, Sleman -- (SINDO): MarsekalMuda (Marsda) TNI Ida Bagus Putu Dunia menduduki jabatan baru sebagai Gubernur Akademi Angkatan Udara yang baru menggantikan Marsda TNI Sru Astjarjo Andreas.Acara serah- terima jabatan dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Lapangan Dirgantara AAU,kemarin.

IB Putu Dunia merupakan alumnus Akabri Udara 1981. Sebelum dilantik menjadi Gubernur AAU,pria kelahiran Tabanan,54 tahun yang lalu ini menjabat sebagi perwira Staf Ahli tingkat III bidang Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan (Ekkudag) Panglima TNI. Sementara Sru Astjarjo Andreas seusai menjabat sebagai Gubernur AAU mendapat kepercayaan sebagai Danjen Akademi TNI. KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat menegaskan, selaku pemangku pimpinan tertinggi di AAU,pejabat baru diharapkan dapat menjalankan amanah dengan lebih baik. “Kader Angkatan Udara yang berkualitas, tanggap, dan trengginas akan dihasilkan dari sini.Sosok pemimpin harus memahami tanggungjawabnya disertaikemampuan manajerial yang baik,”papar Imam dalam sambutannya kemarin.

Gubernur AAU Marsda TNI IB Putu Dunia mengatakan masih akan melanjutkan program yang sudah berjalan, dengan senantiasa menambah inovasi sesuai dengan visi dan misi AAU. Itu agar perwira muda yang dilantik perwira TNI siap menghadapi tantangan ke depan. “Selain masih akan melaksanakan program dan kurikulum yang ada.Program utama ke depan yakni membentuk perwira yang berwibawa dan berkepribadian tinggi.Termasuk persiapan Praspa 2011 di AAU,”ungkapnya.

Sumber: SINDO

Denjaka dan Navy SEALS Gelar Latma Silent Iron


Asops Dankormar menyematkan tanda peserta latihan Silent Iron.

1 Februari 2011, Jakarta -- (Marinir): Latihan Bersama antara Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI-AL dan US Navy Seals untuk pertama kalinya digelar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Latihan yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 3 minggu dibuka dalam sebuah upacara militer oleh Asisten Operasi Dankormar Kolonel Marinir Kasirun Situmorang di Lapangan tembak “Karno” Brigif-2 Mar, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (31/1)

Kegiatan latihan dengan sandi “SILENT IRON 11-1 TA. 2011” ini melibatkan 72 personel Denjaka sedangkan dari US Navy Seals 16 personel. Latihan yang digelar di kepulauan seribu hingga 19 Februari tersebut melaksanakan beberapa materi latihan beraspek darat, laut dan udara dengan berbagai macam dinamika di tiap-tiap aspeknya.

Dalam amanat Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M.Alfan Baharudin, yang dibacakan Inspektur Upacara Asisten Operasi Komandan Korps Marinir Kolonel Marinir Kasirun Situmorang, bahwa latihan bersama ini bertujuan untuk mempererat persahabatan dan memperkokoh hubungan baik antara Korps Marinir TNI-AL dan US Navy Seals, serta secara khusus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel yang terlibat latihan ini baik taktik maupun teknik penanganan aksi-aksi terorisme.

Sebelum mengakhiri amanatnya, ada beberapa penekanan yang disampaikan, yaitu pertama, Laksanakan latihan dengan rasa penuh kebanggaan dan bertanggungjawab, kedua, laksanakan latihan dengan semangat, motivasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi, ketiga, perhatikan factor keamanan terhadap personel dan materil dengan melaksanakan standar prosedur operasi yang berlaku, keempat, tingkatkan kerjasama dan kebersamaan antara sesama peserta latihan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Hadir dalam acara tersebut Chief ODC Col Koehlmoos, Atase Marinir Amerika LTC Ronald Domingue, Asintel Dankormar Kolonel Marinir Suhono, serta undangan dari instansi militer dan sipil lainnya.

Sumber: Korps Marinir

KRI Banjarmasin-592 Openship di Ambon


2 Februari 2011, Ambon -- (Armatim): KRI Banjarmasin-592 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Eko Joko W, merupakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) buatan dalam negeri jenis Landing Platform Deck (LPD), yang baru selesai dibuat oleh PT. PAL, sedang melaksanakan pelayaran dalam rangka long sea trial (uji coba pelayaran jarak jauh).

KRI Banjarmasin-592 merapat di dermaga Irian Lantamal IX Halong Ambon, beberapa waktu yang lalu diterima oleh Wakil Komandan Lantamal IX Ambon Kolonel Laut (P) Aswoto Saranang dan sejumlah Perwira Menengah Lantamal IX Ambon.

KRI Banjarmasin-592 memiliki tugas pokok sebagai Kapal angkut personel, kendaraan tempur Amphibi dan angkut Heli kopter yang memiliki kemampuan Docking-Undocking guna memproyeksikan kekuatan laut ke darat. Jumlah ABK KRI Banjarmasin-592 sebanyak 118 orang, mengangkut peralatan tempur antara lain Tank AMX, Tank BTR, RRF, Sea Rider, Perahu karet, Heli Bel 412.

Selama di Ambon, KRI Banjarmasin-592 mengadakan open ship yang dihadiri oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah baik TK, SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi yang ada di Ambon.

Tujuan kegiatan open ship KRI Banjarmasin ini untuk menunjukkan kepada masyarakat luas tentang hasil karya putra-putri bangsa Indonesia. Salah satu acara menarik adalah dilangsungkannya demo Operasi Amphibi secara terbatas oleh pasukan Marinir, beberapa kendaraan tempur keluar dari KRI Banjarmasin-592.

Pada kesempatan itu, Komandan KRI Banjarmasin-592 saat berada di Ambon menyempatkan diri melaksanakan kunjungan kehormatan ke Gubernur Maluku, Kapolda Maluku dan Pangdam XVI/ Pattimura.

Sumber: TNI

ABK KRI Tjiptadi-881 Bersihkan Senjata Anti Kapal Selam

Anggota KRI Tjiptadi-881 Sedang melakukan Perawatan Dan Pembersihan Senjata Anti Kapal Selam Type Roketnaya Bombernaya Ustoeska (RBU).

2 Februari 2011, Surabaya -- (Dispenarmatim): Prajurit TNI Angkatan Laut yang berdinas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tjiptadi-881 melaksanakan pembersihan dan perawatan terhadap persenjataan yang dimiliki, saat kapal perang tersebut sedang bersandar di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya (02/02).

Anggota KRI Tjiptadi dibawah Departemen Senjata dan Bahari (Dept Senbah) melakukan perawatan dan pembersihan senjata anti kapal selam (AKS) buatan Russia. Jenis senjata tersebut adalah Roket Bombernaya Ustoeska (RBU) yang terpasang diatas geladak kapal perang Eks Jerman Timur

Perawatan yang rutin dilakukan oleh anggota KRI membuat senjata AKS itu masih tetap eksis dapat difungsikan secara maksimal hingga saat ini. Ada dua menara peluncur RBU yang terpasang digeladak kapal. Setiap menara memiliki 12 peluncur roket, sehingga kapal ini memiliki 24 peluncur roket RBU yang mampu di tembakan secara serentak atau satu persatu.

Setiap persenjataan dikapal perang yang dimiliki TNI AL, diawaki oleh beberapa personel yang bertanggung jawab atas kesiapan alat yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu juga dituntut untuk mampu mengoperasikan dan memahami karakteristik persenjataan itu secara detail dan mendalam.

Sumber: Dispenarmatim

KSAU: Australia Hibahkan Hercules

Awak pesawat angkut militer C-130 Hercules TNI AU dan RAAF berpose didepan Hercules di pangkalan udara RAAF. (Foto: Australia DoD)

2 Februari 2011, Yogyakarta -- (ANTARA Jatim): Pemerintah Australia akan memberikan hibah empat pesawat Hercules kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Yogyakarta, Rabu.

"Kepala Angkatan Udara Australia telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 27 Januari 2011, dan mereka siap menyerahkan pesawat tersebut," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta.

Menurut dia, dalam kunjungan itu Kepala Angkatan Udara Australia selain memberikan kuliah kepada taruna AAU, juga melakukan komunikasi dalam rangka realisasi rencana hibah empat pesawat Hercules.

"Proses penyerahan pesawat hibah tersebut tidak akan dilakukan dalam satu waktu, melainkan bertahap hingga 2012. Tahun ini akan diserahkan dua pesawat, kemudian pada 2012 dua pesawat lagi," katanya.

Ia mengatakan, setelah diterima, pesawat Hercules tersebut tidak akan langsung dioperasikan, tetapi harus terlebih dulu masuk depo untuk dilakukan pengecekan.

"Setelah dinyatakan siap untuk pengoperasian, pesawat Hercules tersebut baru diterbangkan untuk mendukung produktivitas kerja TNI AU," kata mantan Gubernur AAU itu.

Sumber: ANTARA Jatim