Jumat, 02 Oktober 2009

Alat Berat Mabes TNI-AD Akan Tiba di Padang

Sejumlah Prajurit TNI dan petugas SAR melakukan pencarian korban guncangan gempa dengan bantuan alat berat di reruntuhan gedung Hotel Ambacang, Padang, Sumatera Barat, Kamis (1/10). (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/09)

2 Oktober 2009, Padang -- Alat-alat berat milik Mabes TNI-AD dijadwalkan Jumat malam mendarat di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang diangkut kapal angkut milik TNI untuk dipakai untuk membantu pencarian korban gempa di Sumatra Barat (Sumbar).

Alat-alat berat itu sangat dibutuhkan terutama untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan, kata Ketua Harian Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Marlis Rahman di Padang, Jumat.

Ia menyebutkan, alat-alat berat memang masih sangat minin sehingga upaya pencarian korban berjalan lambat.

Selain alat-alat berat juga didatangkan empat unit truk dengan mesin untuk penjernih air milik Depatemen Pekerjaan Umum (PU) yang dibutuhkan untuk mengatasi kekuarangan air bersih pasca gempa.

Bantuan untuk mencari para korban gempa terus dilakukan oleh banyak pihak yang datang dari luar Sumbar hingga luar negeri.

Seratus orang lebih relawan asing juga telah datang dan akan terus berdatangan ke Sumbar. Relawan asing yang nampak telah mulai membantu mencari korban adalah datang dari Jepang, Swiss dan Australia.

Sampai Jumat jumlah tim SAR gabungan Indonesia yang diterjunkan mengevakuasi korban gempa di Sumbar mencapai 4.530 orang.

Jumlah korban tewas yang telah terdata hingga Jumat siang tercatat 448 orang dan sekitar 2.500 orang luka-luka.

ANTARA News

Crew TNI AL Lolos dari Penyanderaan


2 Oktober 2009, Situbondo -- Setelah berjuang sekuat sisa tenaga yang ada pada aircrew yang terapung-apung di tengah laut dengan menggunakan lifecraft, akhirnya tim aircrew tersebut terdampar di tepi pantai. Namun naas bagi mereka karena daratan di mana mereka menepi adalah daerah musuh. Dengan mudah musuh menawan seluruh aircrew tanpa perlawanan berarti. Kini tantangan yang dihadapi oleh para aircrew tidak hanya bertahan hidup, namun mereka harus berhadapan dengan musuh yang menawan mereka. Introgasi pihak musuh mencoba mengorek keterangan kekuatan dari Indonesian Naval aircrew, namun mereka teguh pada pendiriannya. Tidak satu pun informasi maupun rahasia Negara yang mampu didapat oleh musuh, apalagi informasi tentang kekuatan, posisi, jumlah kekuatan yang dimiliki oleh pihak aircrew. Akhirnya tekanan mental dan fisik secara bertubi-tubi diterima para aircrew terus berlangsung hingga mereka akhirnya lemas dan kehabisan tenaga. Musuhpun akhirnya menawan mereka secara tidak manusiawi.

Satu kesempatan tidak disia-siakan oleh para aircrew ketika musuh lengah untuk melarikan diri. Akhirnya mereka dapat meloloskan diri masuk ke dalam hutan. Dalam suasana pengejaran dan hujan tembakan, para aircrew terus menerobos lebatnya hutan dan kondisi ini diperparah karena mereka tidak memiliki bekal sama sekali. Di antara mereka tidak sedikit yang mengalami luka dan sakit , namun mereka tetap saling membantu dan tidak ada rekan yang ditinggalkan dalam operasi melarikan diri tersebut. Di situlah para aircrew kembali dituntut untuk survive di medan hutan belantara selain menahan rasa sakit, lapar dan haus, mereka dituntut untuk mampu bersatu saling tolong-menolong sesame aircrew.. Apapun yang dapat mereka manfaatkan untuk bertahan dan mencukupi kebutuhan makan dan minum, oleh karena itu segala cara dilakukan dengan mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan hingga berbagai macam binatang termasuk yang berbisa sekalipun mereka tangkap untuk dimakan.



Inilah skenario hari keempat latihan matra bagi para aircrew setelah mampu bertahan di medan laut, kini berlatih di medan hutan dan gunung. Latihan ini diawali dengan melaksanakan materi lintas medan dan kompas untuk menembus medan pegunungan dan hutan. Materi kedua adalah air supply yang dilakukan oleh helikopter NV-409 dari Skuadron 400 Wing Udara 1 Puspenerbal yang dikomandani oleh Captain Mursidi. Droping tersebut merupakan salah satu bentuk latihan untuk melaksanakan fungsi dukungan logistik cepat. Droping logistic dilaksanakan dua kali yang sebelumnya dilakukan searching terlebih dahulu. Pelaksanaan berhasil tepat pada titik koordinat sasaran. Materi ketiga adalah kesehatan lapangan dengan berbagai macam problem yakni pemberian bantuan pernafasan, pertolongan pada korban yang mengalami patah tulang dan evakuasi pasien. Materi berikutnya adalah melaksanakan bagaimana menjinakan binatang buas dan berbisa yang dapat bermanfaat untuk dikonsumsi yakni menangkap ular. Ular berbisa yang mampu mereka tangkap kemudian dioleh untuk dikonsumsi sebagai makanan. Kegiatan hari ini diakhiri dengan memberi materi bivak bagi aircrew di tengah hutan.

Kegiatan yang tidak kalah penting dari rangkaian kegiatan hari ini adalah kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Denmalat untuk melakukan pengobatan masyarakat di sekitar lokasi latihan. Kegiatan pengobatan masal ini dipimpin oleh Mayor Laut (P) Kicky Salvacdie dan secara langsung dilaksanakan oleh tim kesehatan yang dipimpin oleh Kapten Laut (K) Sucipto. Dan kegiatan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian latihan hari ini.

Puspenerbal

Dephan Klaim Tekan Penyimpangan Anggaran

Sebuah heli MI-17 buatan Rusia keluar dari pesawat kargo Antonov di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Kamis (3/6/08). Tiga dari enam heli pesanan TNI AD yang merupakan alutsista (alat utama sistem senjata) tersebut, merupakan alat pengamanan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/mes/08)

2 Oktober 2009, Jakarta -- Departmen Pertahanan (Dephan) menunjukkan angka signifikan dalam menurunkan penggelembungan anggaran.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, lima tahun lalu penyimpangan di departmennya masih berkisar 50 hingga 60 persen dari seluruh dana pengadaan.

"Sekarang kurang dari 15 persen," kata dia usai serah terima jabatan Inspektorat Jenderal, Dephan, di Jakarta, Kamis (1/10).

Dia mengakui, sebelumnya banyak pos-pos yang boros dan bocor. Dalam pengawasan dan pemeriksaan internal, hampir di semua direktorat jenderal ada temuan penyimpangan dan pertanggungjawaban keuangan yang tidak semestinya.

"Karena itu pengawasan melekat jadi fokus," katanya.

Perencanaan dan pengadaan anggaran tidak dilepaskan dari pengawasan. "Sebelum, saat, dan setelah pengadaan terus diawasi," katanya.

Juwono melihat, kecurangan yang ada kebanyakan tidak dalam tataran pimpinan. Tapi pada level eselon dua dan tiga yang sering didatangi rekanan yang kurang bertanggungjawab.

"Ini yang membuat pengambilan keputusan mereka 'masuk angin'," kata Juwono.

Irjen Dephan Diganti

Laksamana Madya Agus Suhartono menggantikan Letnan Jenderal (Mar) Safzen Noerdin sebagai Inspektur Jenderal (Irjen), Dephan.

Safzen dimutasi menjadi penasehat menteri khusus bidang pengawasan. Sedangkan Agus sebelumnya menjabat asisten perencanaan kepala staf TNI Angkatan Laut.

"Jabatan ini merupakan amanah, kepercayaan dan penghormatan dari pemerintah," kata Agus.

Dia mengatakan akan meneruskan program yang telah terlaksana. "Temuan yang ada segera ditindaklanjut," katanya.

JURNAL NASIONAL

Pembelian Mistral Oleh Rusia Perlu Keputusan Politik

Kapal angkut helikopter kelas Mistral. (Foto: jeffhead)

2 Oktober 2009 -- Perancis akan menjual kapal kelas Mistral ke Rusia bila kedua negara telah mencapai kesepakatan politik, ungkap Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner, Kamis (1/10).

“Negosiasi pembelian kapal angkut helikopter Mistral sedang dilaksanakan antara dua negara. Ini kapal hebat. Tetapi, prosedur politik perlu diikuti. Bila sebuah persetujuan politik dicapai, saya percaya anda dapat membeli kapal ini,” ujar Kouchner saat wawancara dengan radio Ekho Moskvy.

Kouchner tidak memerinci macam persetujuan politik atau kesepakatan yang dimaksud.

Rusia mengumumkan pada pertengahan September lalu, sedang melakukan pembicaraan dengan Perancis untuk membeli kapal pengangkut helikopter kelas Mistral.

Jenderal Nikolai Makarov mengatakan pada bulan Agustus lalu, Rusia merencanakan membeli tiga atau empat kapal kelas Mistral dibangun bersama di Rusia.

Harga kapal antara 300 dan 400 juta euro (430 - 580 juta dolar).

Kapal kelas Mistral dapat mengangkut dan mengoperasikan 16 helikopter, 4 kapal pendarat, 70 kendaraan termasuk 13 MBT, dan 450 prajurit. Kapal dilengkapi dengan 69 tempat tidur untuk pasien rawat inap.

RIA Novosti/@info-terkumpul

Kamis, 01 Oktober 2009

3 Hercules TNI AU Tiba di Padang

Pelaksanaan loading barang-barang bantuan sosial ke pesawat C-130 Hercules di Depan Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma. (Foto: Pentak Lanud Halim)

1 Oktober 2009, Jakarta -- TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma hari ini telah memberangkatkan tiga Pesawat C-130 Hercules untuk mengangkut barang bantuan sosial yang disumbangkan dari Mabes TNI, BNPB, Depkes dan dari Depsos yang pada Hari Rabu, tanggal 30/9 mengalami musibah gempa bumi 7,6 Skala Richter.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Boy Syahril Qamar, SE menjelaskan pesawat C-130 Hercules yang pertama dengan nomor penerbangan A-1320 dengan Kapten Pilot Mayor Pnb Rony dari Skadron Udara 31 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma, pada pukul 07.30 Wib tinggal landas dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Padang,. Pesawat tersebut memuat barang bantuan sosial dengan jenis barang terdiri dari Alat kesehatan, Selimut, Tenda Gulung, Peleton, Serbaguna, Velbet, Pakaian dan makanan T2, A,B,C.

Pesawat ke dua dengan nomor penerbangan A-1326 dengan Kapten Pilot Mayor Pnb Wisoko dari Skadron Udara 31 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma, tinggal landas dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 08.30 Wib dan pesawat ketiga C-130 Hercules dengan nomor penerbangan A-1310 dengan Kapten Pilot Mayor Pnb Kusmayadi dari Skadron Udara 32

Wing 2 Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang tinggal landas 09.00 WIB memuat bantuan dari Mabes TNI dengan jenis barang terdiri dari Alat Kesehatan Puskes TNI, Ambulance, Obat-obatan, Tenda dan perlekapan dapur.

Sejak hari ini Kamis, 1 oktober 2009 Lanud Halim Perdanakusuma juga telah membuka Posko Bantuan Sosial Gempa Padang di DAAU Dinas Operasi Lanud Halim Perdanakusuma yang dikoordinir dari BNPB dan Depsos untuk menampung barang-barang yang disumbangkan dari masyarakat yang akan disalurkan ke lokasi Gempa posko tersebut akan dibuka dalam waktu tanggap darurat, kata Komandan Lanud Halim Perdanakusuma.

PENTAK LANUD HALIM PERDANAKUSUMAH

TNI AL Kirim Kapal Rumah Sakit ke Padang

KRI dr. Soeharso. (Foto: amazingsanti.multiply.com)

2 Oktober 2009,Jakarta -- TNI Angkatan Laut (TNI AL) Armada Timur memberangkatkan kapal rumah sakit KRI dr Suharso 990 ke lokasi gempa.

Ikut serta didalam kapal itu, 105 orang anak buah kapal (ABK) , 55 orang tim medis dari RS Dr Ramelan dan Batalyon Kesehatan Marinir Karangpilang, Surabaya, dan mengangkut berbagai jenis obat-obatan.

Kepala Dispen Armatim TNI AL Letkol Laut (KH) Toni Syaiful mengatakan, TNI AL juga menyertakan sebuah helikopter. Bersama Marinir melakukan evakuasi korban menuju kapal guna mendapat penanganan.

Selanjutnya, saat berada di Padang, dengan dipimpin Letkol Laut Yudho Warsono sebagai komandan bertugas membantu korban bencana untuk proses evakuasi dan penyelamatan. "Bersama tim medis, korban dirawat sesuai kebutuhan diatas rumah sakit terapung milik TNI AL itu," kata Letkol Laut Toni Syaiful.

Kapal ini akan berlabuh di Dermaga Tanjung Periok, Jakarta tengah malam nanti. Beberapa jenis bantuan berupa makanan, obat, pakaian dan peralatan berat lainnya juga ikut diangkut bantuan dari instansi pemerintah.

KRI dr Suharso 990 Kapal Rumah Sakit Satu-satunya di Asteng

Salah satu ruang poliklinik di KRI dr. Soeharso. (Foto: Jawa Pos)

KRI dr.Soeharso 990 berfungsi sebagai kapal Bantu Rumah Sakit (BRS), sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele 972 berfungsi sebagai Bantu Angkut Personel (BAP). Perubahan fungsi dilakukan KASAL saat itu Laksamana TNI Slamet Soebijanto di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, 17 September 2008.

Kapal dibangun di galangan kapal Daesun Shipbuilding and Eng. Co. Ltd., Pusan, Korea Selatan, tiba di Indonesia 21 September 2003.

dr. Soeharso diambil dari nama seorang dokter ahli bedah tulang (orthopedi) yaitu Prof. dr. Soeharso telah berjasa merehabilitasi para veteran perang yang mengalami cacat anggota tubuh (tangan dan kaki).

KRI dr. Soeharso berbobot 11,394 ton kosong dan 16,000 ton penuh diawaki oleh 75 Anak Buah Kapal (ABK) dan 65 staf medis, mempunyai panjang 122 meter, lebar 22 meter dan draft 6,7 meter, mampu mengoperasikan dua unit helikopter sekelas Super Puma sekaligus, kecepatan maksimal 15 knot, hanya dapat berlabuh di pantai dengan kedalaman 15 - 20 meter.

Sebagai kapal rumah sakit telah dilengkapi dengan 1 ruang Unit Gawat Darurat (UGD), 3 ruang bedah, 6 ruang poliklinik, 14 ruang penunjang klinik serta 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur, mampu menampung 40 - 100 pasien rawat inap, dalam keadaan darurat mampu mengangkut 400 personil dan 3000 penumpang.

VIVAnews/@info-terkumpul

Tim Bakorsurtanal Survey Batas RI-Timor Leste


1 Oktober 2009, Kupang -- Tim Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang diketuai Dr. Sri Handoyo mulai melakukan survey dan pemetaan batas wilayah negara antara Indonesia dan Timor Leste.

"Tim dari Bakosurtanal tersebut telah melakukan survey di lokasi perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste," kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ricard Djami di Kupang, Kamis.

Tim Bakosurtanal tersebut terdiri atas delapan anggota yang juga melibatkan pihak TNI Polri dalam melakukan survey demarkasi perbatasan darat antara Indonesia dan Timor Leste. Tim ini sudah melakukan survey sejak 25 September 2009 dan akan berakhir pada 28 November mendatang.

Dia mengatakan, tim tersebut akan melakukan survey di beberapa lokasi perbatasan antara Kabupaten Kupang dan distrik Oeccuse, Timor Tengah Utara (TTU) juga dengan distrik Oeccuse serta Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Dalam survey tersebut, jelas Ricard, tim akan bergabung dengan tim Timor Leste karena penetapan batas harus melalui kesepakatan kedua tim sehingga dapat dipancang pilar perbatasan di lokasi yang ditetapkan berasama. "Kedua tim tersebut bekerja sama dalam menentukan batas wilayah antara Indonesia dan Timor Leste," katanya.

Namun, dia mengaku tidak mengetahui berapa banyak anggota tim dari Timor Leste. Menyangkut penyerobotan lahan yang terjadi di Naktuka Desa Netemnanu, Kabupaten Kupang, Ricard menjelaskan, tim survey Bakosurtanal tersebut tidak hanya menyelesaikan batas wilayah di lokasi tersebut, tapi lokasi batas yang masih disengketakan.

Sampai saat ini masih terdapat lima titik batas antara Indonesia dan Timor Leste yang belum terselesaikan yakni Imbate, Sumkaen, Haumeniana, Nilulat dan Tubana yang didalamnya termasuk Naktuka yang berbatasan antara Oecusse dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Guna penyelesaian penyerobotan lahan di Naktuka Desa Netemnanu, lanjut Ricard, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki bersama tim dari Kabupaten dan Provinsi pada 15 Oktober 2009 akan meninjau langsung lokasi penyerobotan lahan tersebut. "Bupati Titu Eki meninjau lokasi tersebut tidak sebagai Bupati, tapi sebagai tokoh adat," katanya.

tvOne