Jumat, 03 April 2009

Gubernur AAL Lepas Kadet ke Luar Negeri


3 April 2009, Surabaya -- Gubernur Akademi TNI AL (AAL) Laksda TNI Moch. Jurianto di Surabaya, Jumat, melepas keberangkatan kadet yang akan melaksanakan latihan pelayaran ke luar negeri.

Kadet yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) bersandi Jala Yudha itu terdiri atas 59 orang korps Pelaut, 53 korps Teknik, 18 korps Elektronika, 24 korps Suplay, 42 korps Marinir, dan masing-masing satu orang perwakilan dari Akademi Militer (Akmil) dan Akademi TNI AU (AAU).

Satgas yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Dores A. Ardi itu berlayar menggunakan dua Kapal Perang RI (KRI), yakni KRI Ki Hajar Dewantara–364 dan KRI Teluk Ende–517 dengan rute Surabaya, Batam, Brunei Darussalam, Kinabalu (Malaysia), Bitung, Makassar dan kembali ke pangkalan Surabaya.

Gubernur AAL mengatakan, kegiatan pelayaran itu dimaksudkan untuk memberikan bekal dan pengetahuan serta kecakapan dasar operasi laut sesuai dengan pelajaran profesi yang telah diterima masing-masing kadet.

Menurut dia, para kadet bisa mendalami tugas dan profesinya sesuai korps dalam pengoperasian sistem yang ada di KRI, seperti sistem sensor, sistem penggerak pokok, elektronika, administrasi dan pembekalan, taktik dan teknik operasi laut serta pendaratan amfibi.

"Latihan ini juga merupakan sarana untuk membuka cakrawala pandang bagi para kadet di dalam mengenal dan mengetahui secara langsung keanekaragaman adat-istiadat dan budaya masyarakat Indonesia dan negara tetangga, melalui berbagai kegiatan selama berlabuh," katanya.

Selama berlabuh, para kadet akan melakukan kirab, promosi dan publikasi tentang AAL serta interaksi langsung dengan masyarakat. Latihan ini juga untuk memberikan pengalaman kepada para kadet tentang kehidupan di laut yang nantinya akan menjadi medan juang bagi para prajurit matra laut.

"Dengan pengalaman ini, diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta laut sebagai modal dasar prajurit-prajurit bahari yang tangguh. Kalian patut berbangga dan bersyukur atas kesempatan melaksanakan tugas pelayaran ini, karena kalian akan memperoleh bekal yang sangat berharga untuk masa depan," katanya.

Ia meminta agar para kadet memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membina mental kepribadian, kesamaptaan jasmani dan mendalami pengetahuan profesi," ujarnya. (AntaraJatim)

Sertijab Komandan Skadud 400 Wing Udara 1

2 April 2009, Surabaya -- Mayor Laut (P) Ludi Muharjo mendapat jabatan baru sebagai Komandan Skuadron Udara 400 Wing Udara I menggantikan Mayor Laut (P) Edy Gunawan yang selanjutnya akan menerima tugas barunya sebagai Kasisiaplat Ditopslat Puspenerbal. Upacara serah terima jabatan dilaksanakan pada hari ini, Kamis 2 April 2009 di Shellter Hely Skuadron 400.

Serah terima jabatan Komandan Skuadron 400 Wing Udara I ini merupakan bagian dari proses pembinaan personel Penerbangan TNI AL guna meningkatkan kualitas kinerja di jajaran Puspenerbal. Dalam serah terima jabatan ini, Komandan Wing Udara I mengharapkan lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih kreatif dan inovatif untuk kemajuan Penerbangan TNI AL pada umumnya dan Puspenerbal pada Khususnya.

Upacara tersebut di hadiri oleh sejumlah pasukan dari Wing Udara I dan Skuadron 400 Wing Udara I. Sebagai Inspektur Upacara adalah Komandan Wing Uadara I Kolonel Laut (P) Parno.

Puspenerbal

Kamis, 02 April 2009

Kapal Perusak Helikopter Hyuga DDH 181


Kapal perusak helikopter Hyuga (DDH 181) mulai bertugas di Pasukan Bela Diri Laut Jepang (Japan Maritime Self Defense Forces/JMSDF), Rabu, 18 Maret 2009. Nama Hyuga pernah digunakan untuk battleship kelas Ise, yang digunakan pada Perang Dunia II.

Hyuga merupakan kapal perang terbesar yang dioperasikan JMSDF saat ini, akan menggantikan kapal perusak anti kapal selam kelas Haruna. Hyuga kapal pertama dari project 16DDH, setidaknya dua kapal kelas ini direncanakan dibuat. Kapal kedua dalam proses penyelesaian, direncanakan diluncurkan pada tahun ini dan masuk jajaran JMSDF tahun 2011. 16 dimaksudkan tahun ke-16 Kekaisaran Heisei dalam sistim kalender Jepang.

Kapal perusak kelas Haruna yang akan digantikan oleh Hyuga

Untuk alasan politis, kelas Hyuga diklasifikasikan sebagai kapal perusak helikopter. Klasifikasi ini tidak tepat, karena ukuran kapal secara signifikan lebih panjang dibandingkan kapal perusak. Mempunyai dek pesawat yang panjang dan relatif panjang untuk satuan udara.

Kapal ini dapat dibandingkan dengan kapal induk ringan, seperti kelas Invicible Angkatan Laut (AL) Inggris, Giuseppe Garibaldi AL Itali, dan Principe de Asturia AL Spanyol.

Hyuga mempunyai dua elevator serta dilengkapi hanggar. Jepang mengklaim satuan udaranya terdiri dari tiga Sikorsky SH-60K untuk peperangan anti kapal selam (Anti Submarine Warfare/ASW) dan satu MCH-101 untuk peperangan ranjau. Tetapi kapal ini mampu mengangkut hingga 11 helikopter Chinook atau beberapa helikopter ukuran kecil. Hyuga mampu mengoperasikan hingga empat helikopter secara simultan melakukan tinggal landas dan mendarat.


Saat ini Hyuga tidak dapat mengoperasikan pesawat sayap tetap, karena tiadanya pelontar ski di haluan serta peralatan lainnya. Kapal ini hanya membutuhkan sedikit modifikasi agar mampu membawa pesawat sayap tetap dan mungkin akan dilengkapi pesawat berkemampuan V/STOL dimasa mendatang.

Hyuga dijadikan kapal bendera JMSDF untuk satuan 1st Escort Flotilla, bermakas di Yokosuka, Prefektur Kanagawa. Kapal kelas Hyuga tidak dipersiapkan untuk penyerbuan amfibi, akan tetapi kapal ini mampu membawa sedikitnya 350 pelaut. Kemampuan membawa pasukan marinir tidak dipublikasikan untuk alasan politis.

Hyuga mulai dibangun tahun 2006 oleh IHI Marine United Inc. di galangan kapal Yokohama. Kapal ini merupakan kapal perusak JMSDF pertama yang mempunyai awak kapal perempuan, berjumlah 17 orang terdiri 2 orang perwira dan 15 pelaut.


Spesifikasi
Bobot: 13.950 ton standar, 18,000 ton berat penuh
Panjang: 197 m
Lebar: 33 m
Draft: 7 m
Sistem Penggerak: COGAG (Combined Gas Turbine and Gas)
Mesin: 4 General Electric LM2500, 2 shaft, 100.000 HP
Kecepatan: +30 knot
Persenjataan:
1x 16 cell Mk.41 VLS (campuran ESSM dan ASROC)
2x CIWS Phalanx 20 mm
2x triple tabung torpedo 324 mm





@Military-today/MarineBuzz/Mod.go.jp/info-terkumpul.blogspot

Satgas Ambalat Korps Marinir Tiba di Pulau Sebatik

Satgas Ambalat berkekuatan 130 prajurit marinir, terdiri dari 106 prajurit Brigif-1, 13 prajurit Resimen Bantuan Tempur (Menbapur)-1, 7 prajurit Taifib dan 4 prajurit Detasemen Markas Pasmar-1, dipimpin oleh Kapten Marinir Budi Santoso. Pasukan ini berada dibawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koamartim, dan akan bertugas selama 6 bulan.

Sebatik - Anggota Taifib 1 Marinir melakukan terjun tempur dari pesawat Casa Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 di atas Pulau Sebatik, Kaltim, Kamis (2/4). Marinir akan menambah lima Pos pengamanan perbatasan baru di pulau terluar yang berbatasan dengan Malaysia di perairan Blok Ambalat. (Foto: AntaraJatim/Eric Ireng)


SEBATIK, 2/4 - SATGAS AMBALAT. Sejumlah anggota Korps Marinir dengan kapal angkatan laut (KAL) milik Lanal Nunukan, tiba di Dermaga Binalawan, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltim, Kamis (2/4) sore. Anggota Marinir tersebut sebagai pasukan pengganti Satgas Ambalat di Pulau Sebatik, yang merupakan pulau terluar Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, Korps Marinir TNI AL akan menambah lima Pos Pengamanan Perbatasan baru (Sei Bajo, Sei Taiwan, Balansiku, Tembaring dan Bambangan) untuk memperkuat pertahanan dan pengamanan demi keutuhan dan kedaulatan NKRI di sekitar perairan Blok Ambalat. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp/09)

SEBATIK, 2/4 - SATGAS AMBALAT. Sejumlah anggota Korps Marinir yang baru tiba dengan kapal angkatan laut (KAL) milik Lanal Nunukan, berjalan melewati kampung nelayan sekitar Dermaga Binalawan (Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp/09)

SEBATIK, 2/4 - SATGAS AMBALAT. Sejumlah senjata milik anggota Korps Marinir yang baru tiba dengan kapal angkatan laut (KAL) milik Lanal Nunukan, tertata rapi di Dermaga Binalawan.(Foto: ANTARA/Eric Ireng/hm/hp)09

Rabu, 01 April 2009

Prajurit Kodam II/Sriwijaya Naik Pangkat


2 April 2009, Palembang -- Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI Mochammad Sochib, S.E, MBA, Kamis, 2 April 2009, menerima pelaporan kenaikan pangkat Perwira Kodam II/Swj, bertempat di Gedung Sudirman Makodam II/Swj Palembang. Diantara Perwira yang pangkatnya dinaikan setingkat lebih tinggi dari Letnan Kolonel ke Kolonel diantaranya adalah, Aster Kasdam II/Swj, Aspers Kasdam II/Swj, Kabekangdam II/Swj, Kahubdam II/Swj dan Karumkit Tk. II 02. 05. 01 dr AK Gani Kesdam II/Swj.

Pangdam II/Swj dalam sambutannya mengatakan, bahwa, dalam kehidupan Prajurit, kenaikan pangkat merupakan hal yang lazim dialami oleh Prajurit, namun kenaikan pangkat bukan berarti otomatis dapat diberikan kepada setiap anggota yang telah memenuhi syarat masa dinas atau jabatannya. Kenaikan pangkat diberikan kepada para Prajurit karena dedikasi dan prestasinya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu kenaikan pangkat merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan TNI yang wajib dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun melalui pengabdian nyata Prajurit kepada bangsa, negara dan organisasi TNI AD khususnya Kodam II/Swj.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, dengan dinaikkan pangkat ini hendaknya terdapat perubahan yang positif terhadap sikap dan perilaku serta rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban, sehingga mampu meningkatkan kinerja organisasi. Lakukan komunikasi secara baik dengan unsur-unsur terkait dijajarannya, kembangkan terus pengetahuan, ketrampilan dan rasa kepedulian terhadap permasalahan anggota di satuan, tegakkan disiplin serta bangun profesionalisme prajurit. (KodamSriwijaya)


ABK KRI Diponegoro-365 Kunjungi India Naval School


2 April 2009, Cochin -- Sehari setelah merapat di pelabuhan Cochin, India, ABK KRI Diponegoro-365 dengan Komandan Letkol Laut (P) Arsayad Abdullah yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force Kontingen Garuda XVIII-A/UNIFIL mengadakan kunjungan ke Sekolah Angkatan Laut India khususnya ke Navigation School dan Signal School.

Sebanyak 25 personel baik Perwira, Bintara maupun Tamtama turut serta dalam kunjungan tersebut yang dipimpin langsung oleh Kepala Departemen Operasi (Kadepops) Kapten Laut (P) Aminuddin Albert.

Sementara di saat yang bersamaan Angkatan Laut India juga mengirimkan personelnya yang terdiri dari Perwira Menengah dan Perwira Pertama untuk mengadakan kunjungan ke kapal tercanggih milik TNI AL ini yang disambut langsung Perwira Pelaksana (Palaksa) Mayor Laut (P) Seno Ario wibowo didampingi Kepala Divisi Peperangan Atas Air Kapten Laut (P) Lewis Nainggolan di geladak Helly.

Komandan KRI Diponegoro yang juga sekaligus Komandan Satuan Tugas MTF UNIFIL Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan untuk membangun tali silaturahmi/hubungan yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang antara TNI AL dengan Angkatan Laut India.

Sementara Pimpinan rombongan TNI AL Kapten Laut (P) Aminudin Albek usai kunjungan mengatakan bahwa apa yang disaksikannya di India Naval School khususnya Navigation Direction dan Signal School semua fasilitas yang ada disana lengkap, mulai dari yang tingkat dasar sampai dengan yang tingkat advance. Mereka menggunakan fasilitas yang sanagat sederhana/tidak mahal tetapi tujuan latihan terpenuhi dengan pengelolaan yang sangat profresional.

Menurutnya itulah point penting yang perlu dilaksanakn di Indonesia. Jangan lagi ada anggapan bahwa semua bisa professional dengan biaya tinggi. Tetapi kita lihat esensi dari latihan itu dengan menggunakan fasilitas yang sudah ada.

Ia mengharapkan fasilitas yang ada di Indonesia bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga kedepan Indonesia juga bisa mendatangkan siswa dari luar untuk belajar di Indonesia seperti halnya India. Saat ini ada 4 orang siswa TNI AL berpangkat Kapten dan Lettu yang sedang mengikuti pendidikan di India yang akan berakhir bulan depan (April).

Sementara hal yang sama juga dilakukan perwira-perwira Angkatan Laut India dengan mengunjungi beberapa bagian KRI Diponegoro-365 antara lain Helly Bolkow 105, MCR (Machine Control Room), Engine Room, meriam 76, Anjungan, geladak Exocett dan beberapa bagian lainnya. (TNI AL)

Lanud Pekanbaru Latihan PHH


2 April 2009, Pekanbaru -- Berkaitan dengan akan berlangsungnya Pesta Demokrasi atau Pemilu yang akan dilaksanakan oleh bangsa ini pada 9 April 2009, Seluruh anggota Lanud Pekanbaru yang terlibat dalam pengamanan Pemilu, yang terdiri dari Skadron Udara 12, Skatek 045 serta Lanud melaksanakan latihan Pengendalian Huru Hara (PHH), di Lapangan Batalyon 462 Paskhas Lanud Pekanbaru.

Latihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengantisipasi akan adanya aksi massa atau demonstrasi yang dikhawatirkan cenderung bersifat anarkis yang terjadi khususnya di wilayah kota Pekanbaru, juga apabila sewaktu-waktu kita diminta bantuannya oleh pihak kepolisian dalam menangani aksi-aksi seperti unjuk rasa dan demonstrasi.

latihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama sebagai tim, kemudian memupuk kesabaran kita dalam menghadapi massa, dan tak ketinggalan latihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan individu kita dalam menghadapi situasi yang nantinya cenderung dapat berkembang menjadi sebuah huru-hara”. demikian dituturkan instruktur sebelum latihan ini dimulai.

Diawali dengan pemberian teori mengenai PHH, latihan ini dimulai dengan peragaan mengenai berbagai posisi dan formasi dalam hal apabila terjadi huru-hara akibat adanya aksi massa, oleh anggota Batalyon 462 Paskhas.

Anggota Lanud Pekanbaru-pun secara antusias memperhatikan dengan seksama peragaan atau demo yang diberikan oleh para instruktur, yang kemudian dilanjutkan dengan praktek oleh para anggota Lanud Pekanbaru. (TNI AU)