Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

India Resmi Mengoperasikan Kapal Selam Tenaga Nuklir

Kapal selam tenaga nuklir K-152. (Foto: RIA Novosti)

4 April 2012, New Delhi: Angkatan Laut India secara resmi mengoperasikan kapal selam tenaga nuklir K-152, Rabu (4/4). Upacara peresmian dilakukan di pelabuhan Visakhapatnam, ungkap sumber di Kementerian Pertahanan India.

India mengontrak kapal selam nuklir kelas Shchuka-B Project 971 (Akula) senilai 900 juta dolar dari Rusia untuk sepuluh tahun. Kapal selam diberi nama INS Chakra dan akan didampingi kapal selam tenaga nuklir INS Arihant produksi perdana industri dalam negeri.

India menjadi operator kapal selam tenaga nuklir keenam di dunia, setelah Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Inggris dan China.

AL India mengoperasikan empat kapal selam konvesional kelas Shishumar INS Shishumar, INS Shankush, INS Shalki, dan INS Shankul serta sepuluh kapal selam konvesional kelas Sindhughosh INS Sindhughosh, INS Sindhudhvaj, INS Sindhuraj, INS Sindhuvir, INS Sindhuratna, INS Sindhukesari, INS Sindhukirti, INS Sindhuvijay, INS Sindhurakshak, dan INS Sindhushastra.

India memesan enam kapal selam kelas Scorpène senilai 3,9 milyar dolar pada 2005. Keenam kapal selam dibangun di Mazagon Docks, Mumbai berdasarkan kesepakatan alih teknologi dengan DCNS, Perancis. Kapal selam pertama akan diterima AL India pada Desember 2012, tiga tahun lebih lambat dari jadwal sebelumnya, ungkap Menteri Pertahanan India A.K. Antony dihadapan parlemen pada awal tahun lalu. Keterlambatan disebabkan masalah teknis saat pembangunan kapal selam.

Kapal selam Shchuka-B Project 971 dirancang oleh CDB-143 Malakhit Design Bureau dan dibuat di Amur Shipbuilding Plant in Komsomolsk-on-Amur. Panjang kapal selam 114,3 meter dengan bobot di permukaan 8140 ton dan saat menyelam 12.770 ton. Kapal selam diawaki 73 orang (31 perwira) dapat menyelam sedalam 600 meter, mempunyai kecepatan dipermukaan 11,6 knot dan saat menyelam 30 knot.

Kapal selam dipersenjatai tabung torpedo 4x533 mm dan 4x650 mm, menggotong 28 rudal, torpedo atau ranjau laut.

K-152 mengalami insiden fatal saat melakukan uji pelayaran pada 2008. Insiden ini menewaskan 20 orang dan mencederai 21 orang karena menghirup gas Freon yang terlepas dipicu oleh sistem pemadam kebakaran.

Sumber: RIA Novosti
@Berita HanKam

Kamis, 15 Maret 2012

Destroyer AL India Kunjungi Kota Pahlawan


15 Maret 2012, Surabaya: Kapal Perang Angkatan laut India jenis destroyer INS Ranjit (D53) merapat di Pelabuhan Gapura Surya, Jamrud Utara, Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (15/3).

Kapal INS Ranjit (D53) setibanya di Dermaga disambut dengan Tarian Jejer Jaran Dhawuk dari sanggar tari Rinonce pimpinan I Gusti Ayu Putu V sebagai ajang penyambutan Tamu kehormatan, dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh perwakilan penari kepada Komandan Kapal Perang INS RANJIT (D53) Captain Punit Chadda.

Kapal perang Angkatan Laut India ini merupakan Kapal Perang Kelas Perusak atau Destroyer buatan Inggris tahun 1942 dengan panjang 147 meter, lebar 15,8 meter dan bobot 4.974 ton. Kapal INS Ranjit (D53) dikomandani oleh Captain Punit Chadda dengan ABK berjumlah 320 orang Kapal Perang India yang berjenis Raiput Class Destroyer ini akan berada di Surabaya selama tiga hari dari tanggal 15 s.d. 17 Maret 2012.

Kesinggahan Kapal perang ini dalam rangka muhibah dan melaksanakan bekal ulang logistik. Maksud dan tujuan kunjungan muhibah ini adalah untuk mempererat hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut India yang sudah berlangsung baik sejak lama. Seperti menyelenggarakan kerja sama Patroli bersama yang diberi nama Patroli Sektor Terkoordinasi (Patkor) INDINDO yang digelar setiap tahunnya di laut Andaman kawasan Barat Indonesia.

INS Ranjit (D53) berangkat dari pelabuhan Angkatan Laut India sejak bulan Februari 2012. Rencananya akan meninggalkan Kota Pahlawan hari Sabtu tanggal 17 Maret 2012 dan akan melanjutkan pelayaran menuju Malaysia dan Filipina.

Beberapa saat setelah merapat di Dermaga Gapura Surya Tanjung Perak Surabaya, Komandan Kapal INS RANJIT (D53) Captain Punit Chada dengan didampingi Athan India dan Staf Kedutaan India melaksanakan kunjungan kehormatan atau Courtesy call (CC) ke Markas Komando Lantamal V dan di sambut oleh Wakil Komandan Lantamal V Kolonel Marinir I Ketut Suardana didampingi Para Asisten Danlantamal V. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan tukar menukar cinderamata.

Usai kunjungan tersebut, Wadan Lantamal V mengadakan kunjungan balasan ke Kapal Perang buatan tahun 1982 ini.

Selama singgah di Kota Pahlawan Kapal Perang India INS RANJIT (53) akan melaksanakan open ship dengan personel Lantamal V, Selain itu juga melaksanakan kunjungan ke beberapa tempat wisata yang ada di Jawa Timur. Diharapkan dari kunjungan ini, selain mempererat hubungan antara TNI AL dengan Angkatan Laut India juga sebagai ajang promosi wisata yang ada di Jawa Timur.

Dalam penyambutan Kapal Perang India tersebut hadir, Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) H. Yudho Warsono, Para Kasatker Lantamal V, serta beberapa Pamen dari Satkor Armatim, Atase pertahanan India untuk Indonesia Colonel Sanjeev Langeh. Juga melibatkan Pasukan Deputasi satu unit Satsik Lantamal V, satu Ton Pamen/Pama, satu ton Bintara/Tamtama dan Ton Satsiaga Denma Lantamal.

Sumber: Lantamal V

Rabu, 01 Februari 2012

Inggris dan Jerman Galau India Pilih Rafale

Jalur perakitan akhir Rafale di fasilitas Dassault Aviation di Bordeaux-Mérignac, Perancis. (Foto: ©Dassault Aviation/S. Randé )

2 Februari 2012, London: Kemenangan jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Perancis dalam tender Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA), pembelian 126 jet tempur senilai 16,4 milyar dolar oleh pemerintah India. Menimbulkan kegalauan di Jerman dan Inggris, jet tempur Eurofighter Typhoon buatan konsorsium Inggris, Jerman dan Spanyol kalah dalam tender alutsista terbesar di dunia saat ini.

Pemerintah Jerman melalui Steffen Seibert juru bicara pemerintah, menyesalkan keputusan India memilih Rafale dibandingkan Eurofighter, Rabu (1/2).

“Pemerintah Jerman menyesalkan sebuah penawaran dari konsorsium Eurofighter telah diserahkan, hingga sekarang, tidak diterima,” ujar Seibert.

Perdana Menteri Inggris David Cameron pada parlemen mengatakan akan berusaha keras agar India beralih memilih Typhoon, menurutnya pesawat tempurnya bagus. Eurofighter jauh lebih baik kemampuannya dibandingkan Rafale dan Cameron akan berusaha membujuk India melihat dari sisi ini.

Kekalahan ini berakibat hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan di Inggris, Jerman dan Spanyol.

Angkatan Udara India telah menghitung Rafale lebih murah dibandingkan Eurofighter dalam harga jual, pembuatan dan biaya perawatan dalam empat dekade usia pakai pesawat.

Konsorsium Eropa masih berharap pilihan India berubah dan memilih Eurofighter. India dan Perancis belum melakukan penandatangan kontrak. Valerie Pecresse juru bicara pemerintah Perancis mengatakan pembicaraan antara Perancis dan India terkait pembelian 126 jet tempur Rafale akan selesai dalam enam hingga sembilan bulan.

Pembelian Rafale menghidupkan kembali produksi jet tempur Rafale, setelah gagal dalam beberapa tender di luar Perancis. Angkatan Udara dan Laut Perancis telah memotong pembelian pesawat Rafale dari 336 unit menjadi 180 unit. Muamar Gaddafi mengumumkan akan membeli Rafale sebelum ditumbangkan dari kekuasaanya. Mantan Presiden Brasil Luiz Inacio de Silva tertarik mengakuisisi 36 unit Rafale tetapi penggantinya Presiden Dilma Rousseff memilih jet tempur lain.

Dassult diminta menyerahkan 18 unit Rafale yang dibuat di Perancis dalam tiga hingga empat tahun. Kemudian, sisa pesawat akan dibangun di Hindustan Aeronautics Ltd (HAL), Bangalore.

Rafale akan memperkuat enam skuadron AU India, setiap skuadron diperkuat 21 pesawat. Rafale dapat mendarat di kapal induk yang dioperasikan AL India, ini kelebihannya dibanding Eurofighter. Rafale hanya memerlukan landasan sepanjang 1300-1400 kaki, cocok dioperasikan di pangkalan dekat perbatasan. Dua mesin Snecma M88 membuat Rafale terbang pada kecepatan supersonik tanpa menggunakan afterburner. Radar Thales Active Electronically Scanned Array (AESA) akan dipasang di Rafale dan India mensyaratkan alih teknologi AESA dalam kontrak pembelian.

Angkatan Udara India telah menyeleksi enam jet tempur, Boeing F/A-18 Super Hornet, Lockheed Martin F-16IN Super Viper, Mikoyan MiG-35, Saab Gripen NG, Eurofighter Typhoon dan Dassult Rafale.

Pemerintah India selalu membeli alutsista dari luar negeri dalam jumlah besar dan disertai syarat alih teknologi. Naif rasanya, suatu negara membeli alutsista secara retail dari luar negeri mempersyaratkan alih teknologi dan bebas embargo.

India juga memesan alutsista dalam negeri dalam jumlah besar. HAL mengumumkan telah memperoleh pesanan 159 helikopter Dhruv untuk Angkatan Darat India. HAL juga akan memproduksi ratusan jet tempur Tejas untuk AL dan AU India.

@Berita HanKam
Sumber: Reuters/Business Standard

Jumat, 29 April 2011

Jet Tempur AS, Rusia, Swedia Tersingkir dari MMRCA

MiG-35 tersingkir dari kontes MMRCA. (Foto: Migavia)

30 April 2011, Moskow (Berita HanKam): Rusia mengumumkan India mengeluarkan jet tempur MiG-35 dari kontestan tender pengadaan 126 jet tempur senilai 12 milyar dolar dalam program Indian Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA), Jumat (29/4).

Juru bicara Rosoboronexport mengatakan India telah menginformasikan pada Rusia mengenai keputusan tersebut awal minggu ini. Ditambahkannya, India tidak menyebutkan alasan tersingkirnya MiG-35 dari kontes.

Duta Besa Amerika Serikat untuk India Timothy J. Roemer mengatakan Washington sangat kecewa dimana Lockheed Martin F-16 dan Boeing F/A-18 Super Hornet ditolak, Kamis (28/4).

Saab AB mengumumkan juga telah menerima pemberitahuaan dari India, Gripen tidak tercatat lagi sebagai kontestan MMRCA, Rabu (27/4).

India tidak mengeluarkan pengumuman resmi peserta tender MMRCA yang masih bertahan. Pemerintah Amerika Serikat dan Rusia memperkirakan Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon masih tercatat peserta tender.

Rusia berharap India membeli MiG-35, merupakan versi mutakhir MiG-29 yang dirancang pada era Sovyet. India telah membeli MiG-29 versi maritim, akan ditempatkan di kapal induk INS Vikramaditya (eks RFS Admiral Gorshkov).

Rusia dan India meneken kontrak produksi bersama jet tempur siluman generasi kelima hampir senilai 30 milyar dolar pada Desember lalu.

Sumber: AFP
Berita HanKam

Jumat, 01 April 2011

India Beli Lagi 4 Pesawat Intai Maritim P-8I

P-8I. (Foto: Boeing)

1 April 2011 -- (Berita HanKam): Pemerintah India telah menyetujui tambahan pembelian empat pesawat patroli maritim jarak jauh dan anti-kapal selam P-8I dari Boeing. India telah memesan 8 P-8I senilai 2,1 milyar dolar pada Januari 2009, dijadwalkan dikirimkan Januari 2013 dan Desember 2015 pada Angkatan Laut India.

Boeing berharap India meneken kesepakatan pembelian 10 pesawat angkut berat C-17 Globemaster III dalam beberapa bulan kedepan, ungkap Presiden Boeing Chris Chadwick pada Dow Jones Newswires.

Pada Oktober 2009, Boeing mengajukan penawaran pada AU India helikopter serang AH-64 Apache Longbow dan helikopter angkut berat CH-47F. India membutuhkan 22 helikopter serang dan 15 helikopter angkut berat.

Chadwick tidak mengungkapkan nilai kesepakatan pembelian 4 P-8I, tetapi persetujuan telah diperoleh dari India dan pesawat diserahkan setelah 2015.

Boeing mengikuti juga tender pembelian 126 pesawat tempur untuk AU India senilai 10 milyar dolar.

Sumber: WSJ
Berita HanKam

Kamis, 10 Maret 2011

Kapal Induk INS Vikramaditya Mulai Diuji Coba


11 Maret 2011, Moskow -- (Berita HanKam): Kapal induk INS Vikramaditya (eks Admiral Gorshkov) yang sedang diremajakan, mulai uji dock 1 Maret di galangan kapal Severodvinsk, diberitakan harian lokal the Moscow Times.

Fokus pengujian menguji unit pembangkit tenaga utama dan sistem persenjataan radio-elektronik yang dibuat di India.

Admiral Gorshkov dipensiunkan dari AL Rusia pada 1996. Dijadwalkan kapal induk dikirimkan ke India 2012, terlambat empat tahun dari jadwal semula.

Sumber: the Moscow Times
© info-terkumpul.blogspot

Selasa, 01 Maret 2011

Anggaran Militer India Naik 11,6 Persen, Jadi 36,28M Dolar

Prajurit AL India berjaga di depan kapal perusak kawal rudal INS Mumbai. (Foto: Reuters)

28 Februari 2011, New Delhi -- (Berita HanKam): Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee mempresentasikan rencana anggaran belanja 2011-2012 dihadapan parlemen, Senin (27/2). Anggaran belanja militer diusulkan naik sekitar 11,6 persen dari 1,47 triliun rupee tahun lalu menjadi 1,64 triliun rupee (36,28 milyar dolar). Pada 2010, kenaikan anggaran militer naik 4 persen dari tahun sebelumnya.

Lebih dari 40 persen anggaran akan dibelanjakan peralatan militer guna mempertahankan kesiapan salah satu angkatan bersejata terbesar di dunia.

India berencana membeli pesawat angkut militer, helikopter intai dan kapal selam. Selain itu, diharapkan negosiasi pembelian 126 jet tempur selesai pada tahun fiskal 2011. Tender diikuti Saab JAS-39 Gripen, Boeing F/A-18 Super Hornet, Dassault Rafale, Lockheed Martin F-16IN, MiG-35, menurut seorang pejabat India pembelian dapat menjadi 200 pesawat tempur.

Anggaran belanja militer India kurang dari setengah anggaran resmi yang diumumkan pemerintah Cina. India merasa terancam dengan perkembangan kekuatan militer Cina. India dan Cina pernah terlibat perang satu kali dan tiga kali dengan Pakistan. India harus bersiap menghadapi dua front pertempuran sekaligus.

Kedekatan Pakistan-Cina mengkhawatirkan India, Cina salah satu pemasok utama persenjataan ke Pakistan. Kedua negara telah mengembangkan jet tempur yang telah digunakan AU Pakistan.

Sumber: Reuters
© info-terkumpul.blogspot

Jumat, 04 Februari 2011

Dua Typhoon Tiba di Bengaluru, Ikuti Aero India 2011

(Foto: Eurofighter)

5 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Dua jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Italia tiba di Bengaluru, Jumat (4/2), guna mengikuti pameran dirgantara Aero India. 2011 ke-8. Pameran diadakan di pangkalan udara Yelahanka, Bengaluru, 9-13 Februari.

(Foto: Eurofighter)

Typhoon salah satu peserta tender Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA) AU India. Penyelenggara Aero India 2011 mengumumkan peserta MMRCA, yaitu Boeing, Lockheed Martin, MiG, Dassault dan Saab, akan mengirimkan jet tempurnya.

Sumber: Eurofighter

MiG Sukses Uji Terbang MiG-29 Upgrade Milik AU India


5 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Perusahaan dirgantara MiG sukses melakukan uji terbang pertama MiG-29 AU India yang telah dimodernisasi.

“Pada 4 Februari 2011, satu jet tempur MiG-29UPG diuji terbang pertama kalinya. Pengujian selama satu jam dan tanpa kendala,” diumumkan MiG.

MiG mendapatkan kontrak 900 juta dolar dari AU India mengupgrade 69 MiG-29.
Program upgrade termasuk paket avionik baru, radar N-109 digantikan radar Phazatron Zhuk-M. Pesawat dilengkapi juga dengan kemampuan pertempuran beyond-visual-range (BVR) dan pengisian bahan bakar di udara guna meningkatkan waktu terbang.

Pada 2007, Rusia memberikan lisensi Hindustan Aeronautics Limited (HAL) membuat 120 mesin turbojet seri RD-33 untuk upgrade.

Enam pesawat diupgrade di Rusia sedangkan 63 pesawat dikerjakan di fasilitas HAL di India.

Pengerjaan upgrade seluruh pesawat dijadwalkan selesai 2013, dimana masa pakai pesawat diperpanjang 15 tahun lagi.

Sumber: RIA Novosti

Senin, 24 Januari 2011

AL India Operasikan Kapal Tanker INS Deepak

INS Deepak memasuki Mumbai. (Foto: India Navy)

25 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Menteri Pertahanan India A.K. Antony meresmikan pengoperasian kapal tanker Angkatan Laut India INS Deepak (A50) di Mumbai, Jumat (21/1). India memesan dua kapal tanker untuk AL India dari perusahaan Italia Fincantieri, setelah menyingkirkan perusahaan Rusia dan Korea Selatan.

Kapal tanker kedua INS Shakti diluncurkan Oktober 2010 di galangan kapal Sestri Ponente, Genoa. Kapal diharapkan diserahkan ke AL India pada musim gugur 2011.

INS Deepak dan INS Shakti dibangun dengan lunas ganda untuk menghindari resiko polusi bilamana terjadi insiden tabrakan atau kerusakan.

Kapal diawaki oleh 36 perwira dan 212 pelaut. Bobot penuh kapal 27.500 ton, panjang keseluruhan 175 meter, lebar 25 meter dan tinggi 19 meter. Kapal ditenagai dua mesin diesel 10.000 kW dan mampu mencapai kecepatan maksimal 20 knot. Dek kapal dapat didarati helikopter berbobot hingga 10 ton serta dipersenjatai empat meriam AK630.

Kapal dirancang mampu mengisi bahan bakar di laut pada kapal bertonase besar seperti kapal induk INS Viraat atau INS Vikramaditya dalam beberapa jam. Kapal juga dapat mengirimkan logistik pada empat kapal saat bersamaan.

Kargo yang dapat dibawa terdiri dari 15.250 ton bahan bakar dan 510 ton amunisi, rudal serta roket.

Kehadiran kapal tanker meningkatkan kehadiran AL India di Samudera India, mendukung strategi dan diplomasi India di kawasan regional atau global. AL India merupakan angkatan laut keempat terbesar di dunia, didukung 96.000 anggota dan 125 kapal perang. Program modernisasi armada kapal perang terus dilakukan dengan mendayagunakan industri dalam negeri atau membeli dari negara barat atau Rusia.

Sumber: Marine Buzz

Senin, 10 Januari 2011

Tejas Lakukan "Operational Clearance" Pertama





11 Januari 2011 -- (Berita HanKam): Jet tempur buatan India LCA Tejas terbang saat 'Initial Operational Clearance' sebelum dioperasikan AU India di bandara Hindustan Aeronautical Ltd. (HAL) di Bangalore, India, Senin (10/1). Operational Clearance diharapkan selesai dalam dua tahun. Tejas akan gantikan jet tua MiG-21. Menhan India AK Antony mengumumkan AL dan AU India akan operasikan 200 Tejas. AU India mengharapkan mempunyai 7 skuadron (140 pesawat) Tejas akhir dekade ini. (Foto: Getty Images/AP)

Kamis, 16 Desember 2010

Rusia-India Akan Teken Kerjasama Pembuatan Jet Tempur Siluman

PAK FA saat uji penerbangan perdana 29 Januari 2010. (Foto: Sukhoi)

17 Desember 2010 -- Rusia dan India menyetujui perkiraan anggaran perancangan jet tempur siluman generasi kelima yang dikembangkan bersama kedua negara, diumumkan pimpinan perusahaan dirgantara India Hindustan Aeronautics Limited (HAL) Ashok Nayak saat wawancara dengan RIA Novosti, Kamis (16/12).

Nayak mengatakan diperkirakan akan menghabiskan 295 juta dolar, pengerjaan diharapkan selesai 18 bulan.

Kontrak akan diteken oleh wakil HAL dan perusahaan Rusia United Aircraft Corporation (UAC) saat kunjungan kerja Presiden Rusia Dmitry Medvedev ke India pada 20-22 Desember.

UAC dan HAL sepakat mengembangkan bersama jet tempur generasi kelima berdasarkan rancangan prototipe T-50 awal tahun. India mengumumkan pembahasan draft proposal selesai didiskusikan dengan Rusia pada awal Oktober.

India berencana membeli hingga 300 jet tempur generasi kelima dan 45 pesawat angkut militer dari Rusia, diumumkan Menteri Pertahanan India, Kamis (7/10).

“Dekade mendatang, kerjasama militer Rusia-India akan fokus pada dua proyek: pesawat angkut dan jet tempur generasi kelima,” ucap Menhan Rusia Anatoly Serdyukov saat kunjungan dua hari ke India awal Oktober.

Kedua negara akan membuat versi kursi tunggal dan tandem, direncanakan selesai 2015-2016.

Pemerintah India menginvestasikan lebih 25 milyar dolar untuk membeli jet tempur generasi kelima, diberitakan harian India The Times of India.

Prototipe T-50 pertama kali terbang 29 Januari 2010, diharapkan AU India mengoperasikan jet tempur generasi kelima pada 2010.

RIA Novosti/Berita HanKam

Selasa, 14 Desember 2010

India Beli 80 Heli Mi-17V5


14 Desember 2010 -- Menteri Pertahanan India Shri AK Antony menjawab tertulis pertanyaan anggota Lok Sabha Shri Sonawane Pratap Narayanrao, Senin (13/12), India diwakili Menhan meneken kontrak pembelian 80 helikopter Mi-17V5 berikut suku cadang dengan perusahaan Rusia Rosoboronexport senilai 1.345.836.495.83 dolar pada 5 Desember 2008.

Helikopter akan digunakan untuk operasi khusus, transportasi pasukan dan peralatan, SAR, evakuasi korban pertempuran dan akan dipersenjatai. Helikopter akan dikirimkan ke India pada Maret 2011.

PIB/Berita HanKam

India Pensiunkan Kapal Selam Kelas Foxtrot Terakhir


14 Desember 2010 -- India pensiunkan kapal selam kelas Foxtrot Tipe 641B terakhir INS Vagli (S42) di Naval Dockyard, Visakhapatnam, Kamis (9/12), setelah dioperasikan 36 tahun dibawah pimpinan 23 komandan.

INS Vagli dioperasikan 10 Agustus 1974 di Riga, Latvia, dikomandani Lieutenant Commander Lalit Talwar. INS Vagli kapal selam kelas Vela pertama dioperasikan AL India. Kapal selam pertama kali ditempatkan di Mumbai, kemudia dipindahkan ke Visakhapatnam pada 1993.

Kapal selam akan diubah menjadi museum dan ditempatkan di Chennai/Kochi, guna menggugah semangat bahari kaum muda India dan berminat menjadi anggota AL.

Kapal selam diesel konvensional kelas Foxtrot dibeli dari Rusia, yang juga dibeli oleh Kuba 3 unit dan Libya 6 unit. Kapal mampu menyelam hingga 250 meter pada kecepatan hingga 16,8 knot dengan kemampuan jelajah 16.000 mil laut sebelum mengisi bahan bakar lagi, dapat berada dibawah permukaan air selama 4 hari dan setelah itu harus mengapung 7 meter untuk pengisian baterai dan pengisian udara segar.

India mengoperasikan kelas Kalvari 5 unit, INS Kursura (S20) dioperasikan 18 Desember 1969 hingga 27 Februari 2001 kemudian dijadikan museum ditempatkan di RK Beach Visakhapatanam, dibuka untuk umum 24 Agustus 2002. INS Karanj (S21) 4 September 1969-1 Agustus 2003, INS Khanderi (S22) 6 Desember 1968-18 Oktober 1989, dan INS Kalvari 8 Desember 1967-31 Mei 1996.

Kapal selam kelas Vela 4 unit, INS Vela (S20) 31 Agustus 1973-25 Juni 2010, INS Vagis (S41) 3 November 1973-7 Juni 2001, INS Vagli (S42) 10 Agustus 1974-9 Desember 2010 dan INS Vagsheer (S43) 26 Desember 1974-30 April 1997.

Indian Navy/Berita HanKam

Kamis, 02 Desember 2010

BrahMos Sukses Diuji Coba

Rudal BrahMos. (Foto: AP)

02 Desember 2010 -- India sukses uji coba penembakan rudal jelajah BrahMos, dilakukan di Integrated Test Range Chandipur, Balasore, Kamis (2/12) diberitakan kantor berita PTI.

Rudal BrahMos versi Block III + ditembakan dari pelucur nomer 3 pukul 10.55 waktu setempat, melesat dan tepat mengenai sasaran, menurut para sumber Pertahanan.

“Uji coba sukses seratus persen,“ tandas mereka.

Perusahaan BrahMos agresif memamerkan rudal BrahMos pada pameran pertahanan di dunia, seperti pada IMDEX Asia 2009 di Singapura 12 May 2009, Naval Defence 2009 di Surabaya dan Indo Defense 2008 dan 2010. (Foto: Getty Images)

Rudal BrahMos rancangan bersama India dan Rusia, mampu membawa hulu ledak konvensional 200-300 kg dengan jarak jelajah mencapai 290 km. BrahMos singkatan dari nama sungai Brahmaputra (India) dan Moskva (Rusia).

India menawarkan rudal BrahMos ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Saat ini, belum diumumkan pembelian rudal oleh negara ketiga. Pembelian rudal Yakhont buatan Rusia oleh TNI AL, mengecewakan perusahaan BrahMos.

India akan mempersenjatai armada jet tempur Sukhoi dengan BrahMos.

PTI/Berita HanKam

Kamis, 07 Oktober 2010

Wow, India Akan Beli 300 Pak Fa


08 Oktober 2010 -- India berencana memborong 300 jet tempur generasi kelima dan 45 pesawat angkut dari Rusia, diumumkan Menteri Pertahanan India, Kamis (7/10), kutip kantor berita RIA Novosti.

India dan Rusia bekerjasama mengembangkan jet tempur generasi kelima PAK FA, India akan mengembangkan sendiri berbeda dengan prototipe yang dibuat oleh Sukhoi.

India akan mengembangkan berkursi tandem sesuai permintaan AU India. Kedua negara merencanakan menampilkan jet tempur kursi tunggal dan tandem 2015-2016.

Kedua negara berencana membagi biaya pengembangan 50%.

Harian The Times of India memberitakan India menganggarkan lebih dari 25 milyar dolar guna membeli jet tempur ini.

RIA Novosti/Berita HanKam

Minggu, 03 Oktober 2010

India Akan Terima An-32 Hasil Modernisasi

Antonov An-32 AU India. (Foto: DID)

03 Oktober 2010 -- Angkatan Udara India akan menerima dua pesawat angkut ringan Antonov An-32 yang telah dimodernisasi oleh Ukraina bulan ini dibawah kesepakatan senilai 600 juta dolar, kesepakatan terbesar antara dua negara, diteken Juni 2009.

Pesawat dimodernisasi oleh perusahaan pemerintah Antonov . Pesawat diperbaiki, dimodernisasi dan diperpanjang masa pakai 105 An-32 lebih dari 40 tahun.

Lima pesawat dikirimkan ke Kiev pada Maret 2010, disusul lima pesawat lagi pada Juni. Pesawat pertama telah selesai dimodernisasi pada Juli, satu lagi pada September.

PTI/Berita HanKam

Jumat, 01 Oktober 2010

India Terima Kapal Selam Nuklir Maret 2011 dari Rusia


02 Oktober 2010 -- Rusia akan menyerahkan kapal selam tenaga nuklir Nerpa K-152 ke India pada Maret 2011, ujar Vyacheslav Shport Gubernur Khabarovsk pada wartawan Jumat (01/10).

Rusia menyewakan Nerpa selama 10 tahun senilai 900 juta dolar, setelah Moskow dan New Delhi sepakat pada Januari 2004.

Pada awalnya, Nerpa dijadwalkan diserahkan ke AL India pertengahan 2008, kapal selam diberi nama INS Chakra.

India sedang membangun kapal selam tenaga nuklir di galangan kapal dalam negeri. INS Chakra akan digunakan melatih pelaut AL India mengoperasikan kapal selam tenaga nuklir.

RIA Novosti/Berita HanKam

Kamis, 30 September 2010

GE Menangkan Tender Mesin LCA Tejas


30 September 2010 -- Perusahaan mesin pesawat Amerika Serikat General Electric (GE) Aviation memenangkan tender pengadaan mesin jet untuk program Light Combat Aircraft (LCA) India dan diperkirakan nilai kontrak senilai lebih dari 600 juta dolar. Proses tender berlansung lebih dua tahun.

GE mengalahkan pesaing dari Eurojet setelah Defence Research and Development Organisation (DRDO), yang mengembangkan LCA versi Mark II, secara resmi mengumumkan GE penawar terendah dari tender sebagai pemenang.

LCA Tejas jet tempur ringan bermesin dan berkursi tunggal, direncanakan akan menggantikan jet tempur usang buatan Uni Sovyet. AU India telah mengoperasikan 20 LCA Tejas dan membutuhkan hingga 200 pesawat setipe LCA.

India mengembangkan juga LCA Tejas versi maritim, yang akan ditempatkan di kapal induk buatan dalam negeri, direncanakan selesai 2015.

PTI/Berita HanKam

Minggu, 12 September 2010

India Anggarkan 6 Milyar Dolar Untuk Proyek Jet Siluman

PAK-FA. (Photo: Ajai Shukla)

12 September 2010 -- India berencana menganggarkan hampir enam milyar dolar untuk pengembangan bersama jet tempur siluman PAK-FA dengan Rusia dalam kurun waktu sepuluh tahun, diberitakan harian lokal Business Standard Minggu (12/9), mengutip pernyataan pejabat senior Kementrian Pertahanan India.

India telah menyelesaikan pembahasan preliminary design contract (PDC) dengan Rusia. Komite Keamanan India akan mendiskusikan PDC bulan ini. Bila disetujui, kontrak akan diteken saat kunjungan Presiden Rusia Dmitry Medvedev berkunjung ke India Desember tahun ini, ungkap pejabat tersebut.

India akan menanggung 30 persen dari total biaya proyek. India bertanggung jawab merancang jet tempur siluman berkursi tandem yang akan digunakan oleh AU India.

AU India berencana mengoperasikan sekitar 250 pesawat, setiap unit seharga 100 juta dolar, ujar pejabat Kemenhan India.

XINHUA/Berita HanKam