Rabu, 20 April 2011

Winarno Pimpin Pasukan TNI ke Haiti


21 April 2011, Jakarta (Jurnas.com): Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Brigjen TNI I Gede Sumertha KY, PSC menutup latihan Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni TNI Kontigen Garuda XXXII-A/Minustah (United Nations Stabilization Mission in Haiti) di Daerah Latihan PMPP TNI Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/4). Selanjutnya, Satgas Kompi Zeni TNI siap diberangkatkan ke daerah operasi Haiti untuk membantu pembangunan kembali pasca dilanda gempa tanggal 12 Januari 2010 .

Satgas Konga XXXII-A/Minustah yang dipimpin Dansatgas Letkol Czi Winarno berjumlah 167 orang terdiri dari 144 orang personel Angkatan Darat, 20 orang Angkatan Laut dan 3 orang personel Angkatan Udara.

Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Hambali Hanafiah dalam amanat tertulisnya, mengatakan United Nations Stabilization Mission in Haiti (Minustah) memiliki mandat multidimensional yaitu tidak saja menciptakan lingkungan yang aman dan stabil, tetapi juga melaksanakan upaya-upaya pembangunan guna pulihnya seluruh aspek kehidupan di Haiti pasca gempa tersebut.

“Ini menuntut kerjasama antar komponen baik militer maupun sipil,” katanya melalui siaran pers Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Minulyo Suprapto yang diterima Jurnal Nasional.

Kepada masing-masing personel Satgas, Asops Panglima TNI meminta agar percaya diri bahwa kunci keberhasilan misi PBB yang bersifat multidimensional yaitu terpeliharanya koordinasi, baik antar staf internal maupun dengan organisasi luar yang terkait dengan tugas pokok. Upaya koordinasi untuk pelaksanaan rekonstruksi di daerah misi harus tetap terpelihara, khususnya koordinasi masalah pengamanan dan koordinasi tentang prioritas serta dukungan selama melaksanakan tugas pokok rekonstruksi.

Hambali menambahkan profesionalisme seorang prajurit selain dituntut harus ahli dalam bidang masing-masing, juga dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas, baik dalam menjalankan tugas pokok maupun dalam kehidupan pribadi sesuai dengan kode etik prajurit.

“Pelajari lebih mendalam kode etik PBB (code of conduct) dan iimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas pokok dan kehidupan pribadi di daerah misi dengan tidak meninggalkan jati diri sebagai prajurit Sapta Marga,” katanya.

Sumber: Jurnas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar