Rabu, 01 April 2009

95 Perwira Koarmatim Berlatih Simulasi Pertempuran Laut


2 April 2009, Surabaya -- Sebanyak 95 perwira korps pelaut Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mulai pangkat pewira pertama hingga Pamen mengikuti simulasi teknis dan taktik dalam aplikasi pertempuran laut di Cubicie ASTT Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) Kobangdikal, Surabaya, Rabu (1/4). Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Komando Latihan Koarmatim (Kolatarmatim) Kolonel Laut (P) Didik Wahyudi, SE.

Maksud dan tujuan dilaksanakan latihan ini, memberikan penyegaran dengan metoda praktek gabungan dalam mengaplikasikan Kerja sama taktis, manover taktis, prosedur komunikasi taktis, raid reporting, gunnery exercise dan pertempuran laut.

Seusai mengikuti pelatihan ini para perwira diharapkan mampu melaksanakan kerjasama taktis antar unsure dengan baik. Mampu melaksanakan manover taktis dalam pertempuran laut, mampu memahami dalam melaksanakan prosedur komunikasi taktis dengan tepat dan cepat serta mampu mengemban tugas-tugas sebagai OCS dan OTC.

Latihan berlangsung selama 2 hari, dengan materi latihan meliputi lepas sandar dermaga dan melewati alur sempit. Mainfield transit (melewati alur terobos medan ranjau) dan manover taktis serta pertempuran laut. Pada akhir seluruh rangkaian latihan tersebut dibentuk dalam suatu gugus tugas untuk menghadapi pertempuran yang multi threat, yaitu berbagai dimensi ancaman seperti atas air, permukaan, bawah air dan peperangan elektronika. (TNI AL)

Kolonel Marinir Very Kunto Komandan Resimen AAL


2 April 2009, Surabaya -- Gubernur Akademi TNI AL (AAL), Laksda TNI Moch. Jurianto di Surabaya, Kamis melantik Kolonel Marinir Prang Very Kunto sebagai Komandan Resimen AAL menggantikan Kolonel Marinir Sturman Panjaitan.

Kolonel Panjaitan selanjutnya akan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), sedangkan Kolonel Very Kunto baru menyelesaikan pendidikan di Lemhanas.

Gubernur AAL dalam sambutannya mengatakan, resimen merupakan ujung tombak AAL dalam membentuk watak dan karakter serta kepribadian para kadet yang merupakan calon pemimpin TNI AL di masa yang akan datang.

"Resimen AAL menggembleng kadet dengan penanaman kecerdasan spiritual dan emosional sehingga di kelak kemudian hari menjadi perwira-perwira TNI AL yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan. Para kadet juga memiliki disiplin dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas," katanya.

Melalui personel resimen, para kadet diajarkan bagaimana model-model kepemimpinan abad ke-21, khususnya untuk organisasi TNI, baik secara praktek di lapangan maupun keteladanan dalam pola pikir, sikap dan tindakan sehari-hari.

Ia mengemukakan, menyikapi perkembangan dunia saat ini, AAL sebagai pusat pembentukan kader-kader pemimpin TNI AL, harus adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Kadet harus dibentuk menjadi perwira TNI AL yang tidak kalah dengan perwira-perwira AL di negara-negara maju, dalam hal profesionalisme yang dilandasi dengan nasionalisme Indonesia dan militansi tinggi," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan kepada pejabat yang baru agar memanfaatkan kepercayaan dan amanah yang telah diberikan oleh pemimpin TNI AL dengan sebaik-baiknya.

AntaraJatim

RI-China Akan Kerjasama Teknologi Militer


1 April 2009, Beijing -- Indonesia dan China dalam waktu dekat akan menandatangani naskah kerjasama bidang teknologi militer sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama (MoU) antara masing-masing menteri pertahanan pada 2007.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan suatu naskah kerjasama kedua negara untuk bidang teknologi militer. China akan membantu pengembangan teknologi militer kepada Indonesia," kata Direktur Analisa Lingkungan Strategis (Diranlingstra) Dephan Brigjen TNI Subekti, di Beijing, Rabu.

Hal tersebut dikemukakan ketika menghadiri Dialog Perwira Tinggi Pertahanan China-ASEAN yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan MIliter (AMS) China dan dihadiri antara lain oleh Atase Pertahanan RI di Beijing Kolonel Infantri Yayat Sudrajat serta sejumlah perwira tinggi mililer China dan ASEAN, pada 30 Maret-2 April 2009.

Menurut dia, dalam kerjasama itu diharapkan pihak China bisa membantu mengembangkan teknologi yang ada di PT Pindad, PT PAL Indonesia, serta PT Dirgantara Indonesia untuk menghasilkan teknologi militer kelas menengah keatas.

Bukan saja kerjasama memproduksi teknologi militer, katanya, tapi dalam kerjasama nanti juga akan diupayakan kemungkinan China ikut memasarkan produk-produk militer yang dihasilkan oleh Indonesia.

"Kerjasama tidak saja di bidang teknologi tapi juga pemasaran terhadap produk yang dihasilkan dari kerjasama militer antara Indonesia dengan China," katanya.

Indonesia menilai bahwa kemajuan teknologi militer China saat ini sudah bisa disejajarkan dengan teknologi militer barat, sehingga upaya kerjasama teknologi akan terus diupayakan.

Bentuk kerjasama ini, kata Subekti, juga sangat penting sebagai upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan negara-negara barat di bidang teknologi militer.

"Kita lihat saja berapa banyak pesawat tempur kita yang tidak bisa terbang karena adanya larangan pengiriman suku cadang pesawat dan ini tentu sangat merugikan kita. Dengan China, negara itu sama sekali tidak mempersyaratkan apa-apa untuk rencana pembelian perlengkapan militernya," kata Brigjen TNI Subekti.

Mengenai kerjasama militer kedua negara, dia mengatakan bahwa selama ini kedua negara telah menjalin jauh berbagai bentuk kerjasama pertahanan dan keamanan, antara lain dengan saling tukar menukar perwira militer untuk mengikuti pendidikan ke masing-masing negara.

Rencana penandatanganan naskah kerjasama bidang teknologi militer, katanya, merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama pertahanan dan keamanan antara Menhan RI Juwono Sudarsono dengan Menhan China (saat itu) Cao Gangchuan, di Beijing, pada 7 November 2007.

Penandatanganan itu juga merupakan tindak lanjut dari Kerjasama Strategis yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu JIntao, April 2005, di Jakarta.

Kerjasama di berbagai bidang pertahanan itu, diantaranya mencakup kerjasama di bidang kelembagaan, kerjasma di bidang teknologi, serta bidang pendidikan dan latihan.

Dalam kerjasama itu juga dimungkinkan adanya pembelian senjata yang masuk dalam bidang kerjasama bidang teknologi termasuk pembelian dan penjualan senjata untuk militer. (Antara)

Patroli TNI AL di Perbatasan


NUNUKAN, 1/4 - PERBATASAN. Foto udara dari pesawat CASA milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, kapal perang (KRI) milik TNI AL berpatroli menuju Blok Ambalat di perairan tak jauh dari Kabupaten Nunukan, Kaltim, Rabu (1/4). TNI AL terus melakukan patroli laut di sisi terluar Indonesia, demi keutuhan dan kedaulatan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/nz/09)

Kenaikan Pangkat di Udara


MASALEMBO, 1/4 - NAIK PANGKAT. Co Pilot Casa NC 212 Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, Lettu Laut (P) Pambudi (kanan) menyematkan pangkat baru kepada Pilot, Mayor Laut (P) Andri Wahyudi, saat terbang di atas Laut Jawa Masalembo tak jauh dari Banjarmasin, Kalsel, Rabu (1/4). Mayor Laut (P) Andri Wahyudi terpaksa melakukan prosesi kenaikan pangkat di udara karena menunaikan tugas ke perairan Blok Ambalat. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/nz/09)

Ribuan Prajurit Kodam Naik Pangkat

Komandan Brigif-1 Marinir, Kolonel Marinir K. Situmorang memberikan ucapan selamat dengan salam komando kepada seorang perwira yang naik pangkat.

1 April 2009, Surabaya - Sebanyak 3.306 prajurit, terdiri atas 185 perwira, 2.401 bintara dan 720 tamtama di lingkungan Kodam V/Brawijaya naik pangkat.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno yang memimpin upacara pelaporan kenaikan pangkat perwira menengah di Surabaya, Rabu mengemukakan, pangkat yang baru disandang prajurit itu bukan merupakan hadiah.

"Kenaikan pangkat itu melalui proses yang panjang karena harus memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat dilihat dari jumlah prajurit yang diajukan naik pangkat, ternyata tidak semuanya dianggap memenuhi syarat," katanya.

Menurut mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) itu, Kodam V/Brawijaya sendiri memberlakukan beberapa persyaratan bagi prajurit yang akan naik pangkat, antara lain harus memiliki kesemaptaan jasmani dengan nilai tinggi.

"Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dampak positif bagi anggota lainnya, agar berupaya memenuhi kriteria yang ditentukan. Ke depan, kenaikan pangkat tidak hanya dijadikan kegiatan rutin, namun merupakan peristiwa penganugerahan kehormatan dari negara," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan pangkat adalah wujud penghargaan karena prestasi, dedikasi dan pengabdian terhadap tugas dan tanggug jawab yang diemban seorang prajurit.

Ia berharap, agar prajurit yang naik pangkat selalu meneguhkan tekad dan semangat dalam melaksanakan segala tugas dan tanggung jawabnya sebagai prajurit TNI yang penu dengan resiko.

Sementara Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 1 Marinir, Kolonel Marinir K. Situmorang pada saat yang sama menerima laporan kenaikan pangkat dua perwira, dari kapten menjadi mayor. Mereka adalah, Mayor Marinir Edi Prayitno dan Mayor Marinir Anjas Wicaksono.

Komandan Brigif-1 berharap, dengan kenaikan pangkat ini, hendaknya para perwira dapat lebih memahami tuntutan tugas dan tanggung jawab yang semakin besar sesuai dengan strata kepangkatannya.
(AntaraJatim)

Menart-1 Juara Pertama Lomba Menembak dan Renang


1 Maret 2009, Surabaya -- Tim Resimen Artileri (Menart) 1 Marinir menjadi juara pertama lomba menembak dan renang khusus untuk perwira di lingkungan Korps Marinir yang diadakan di Surabaya, Rabu.

Tim Menart-1 mengumpulkan nilai 275,14 disusul Brigade Infantri (Brigif) 1 dengan nilai 248,88 dan Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) 1 dengan nilai 245,06.

Lomba menembak menggunakan pistol dan senapan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit itu diikuti tim dari Brigif-1, Menart-1, Menbanpur-1, Resimen Kavaleri (Menkav) 1 dan Pangkalan Marinir (Lanmar) Surabaya.

Untuk menembak pistol, juara pertama direbut Menart-1 dengan nilai 100 disusul Menbanpur-1 dengan nilai 66,86 dan Brigif-1 dengan nilai 58,81.

Menembak senapan, juara pertama diraih Menart-1 dengan nilai 100 diikuti Menbanpur-1 dengan nilai 93,12 dan Brigif-1 dengan nilai 90,07.

Sementara untuk lomba renang, Brigif-1 menjadi tercepat dengan nilai 100 disusul Menbanpur-1 dengan nilai 85,08 dan Menkav-1 dengan nilai 81,72. (AntaraJatim)