Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopassus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

Kopassus Terima 315 Pucuk Senapan MK MP5


8 Agustus 2012, Jakarta: Dalam rangka memenuhi kebutuhan alat peralatan militer khususnya senjata yang berstandar internasional serta untuk membangun profesionalitas prajurit TNI Angkatan Darat khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kementerian Pertahanan menyerahkan Senjata Laras Pendek HK MP5 sebanyak 315 pucuk kepada Kopassus.

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo, Rabu (8/8) di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Selatan. Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabesad dan Makopassus.

Senjata Laras Pendek HK MP5 yang diserahkan tersebut merupakan senjata hasil pengadaan Kemhan pada tahun 2010 yang terdiri dari 220 pucuk HK MP5 A4, 48 pucuk HK MP5 A5, 38 pucuk HK MP5K.PWW dan 9 pucuk HK SD6. Senjata Laras Pendek HK MP5 yang merupakan buatan Heckler & Koch (HK) Jerman, memiliki spesifikasi berat 2,6 kg, panjang 680 mm dan kaliber 9 x 19 mm.

HK MP5 A4. (Foto: Heckler & Koch)

Wamenhan dalam sambutannya mengatakan, penyerahan senjata ini merupakan bagian implemantasi tanggung jawab negara dalam membiayai dan melengkapi Tentara termasuk pasukan khusus yang memiliki kebutuhan sangat spesifik.

Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan, bahwa pengadaan untuk kebutuhan Alutsista TNI yang merupakan kebutuhan spesifik dilaksanakan secara langsung dan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres). Oleh karena itu, pembelian peralatan militer untuk kebutuhan pasukan khusus dilaksanakan secara langsung ke produsen agar terjamin kualitas dan akuntabilitas dari peralatan yang digunakan.

Kemhan sejak beberapa periode, dimulai Kabinet Indonesia Bersatu I sampai dengan sekarang telah memberikan perhatian khusus dalam rangka menambah kualitas dan kuantitas dari keperluan peralatan pasukan khusus yang diantaranya pengadaan Senjata HK MP5 ini. Sebelumnya, Kemhan telah menyerahkan kurang lebih 104 pucuk dan kali ini menyerahkan 315 pucuk, dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan operasional Kopassus.

Wemenhan menambahkan, Kemhan akan terus memberikan perhatian terhadap pasukan khusus agar memiliki kualitas internasional, diantaranya adalah dalam berbagai upaya kerjasama pertahanan dengan negara sahabat, Kemhan selalu memberikan suatu ruang bagi pasukan khusus untuk dapat berinterkasi di dalam kerjasama pertahanan antar negara.

Sumber: DMC

Senin, 30 Juli 2012

Kopassus Luluskan 165 Personel dan 4 Tentara Kamboja

Para prajurit Komando Pasukan Khusus yang lulus meluapkan kegembiraannya pada penutupan Pendidikan Kursus Komando angkatan 92 Gelombang -1 TA 2012 di pantai Permisan Cilacap,jawa Tengah, Minggu (29/7). Pada Pendidikan angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan kamboja (RCAF) Berhasil sebagai peserta pendidikan yang dinyatakan terbaik antara lain Perwira terbaik letnan dua Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda bambang SB, Tamtama terbaik Prada Anas Rifai. (Foto: ANTARA/ho/ss/pd/12)

30 Juli 2012, Cilacap: Sebanyak 164 peserta pendidikan kursus komando angkatan 92 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) gelombang I TA 2012 berhasil lulus setelah menempuh pendidikan tujuh bulan.

Dalam daftar lulusan itu, terdapat empat prajurit dari angkatan bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF). Menurut pejabat bagian penerangan Kopassus Mayor Inf Achmad Munir dalam siaran pers mengatakan, dalam pelatihan tersebut keluar sebagai peserta didik terbaik adalah Letda Inf Denny Sopyan, bintara terbaik Serda Bambang SB, serta tamtama terbaik Prada Anas Rifai.

Pendidikan yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut terbagi menjadi tiga tahap, yakni tahap basis, tahap gunung hutan, dan rawa laut.

Penutupan resmi Pendidikan Kursus Komando Angkatan- 92 Gelobang I TA 2012 itu dilakukan oleh Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo di Pantai Permisan Cilacap, Jawa Tengah, kemarin. Penutupan ditandai dengan Serangan Regu Komando (Seruko) pada waktu fajar di Pantai Permisan yang merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari keseluruhan tahapan Pendidikan Kursus Komando.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo mengatakan, keberhasilan yang diraih menjadi seorang prajurit komando merupakan sebuah kebanggaan yang patut disyukuri karena tidak semua prajurit peserta didik berhasil menjadi prajurit komando. Karena itu, kebanggaan dan rasa syukur tersebut hendaknya selalu diikuti dengan kesungguhan dan dedikasi untuk membawa organisasi Kopassus menuju keadaan yang lebih baik, lebih maju, dan lebih berkualitas di masa yang akan datang.

“Seluruh prajurit Kopassus di mana pun berada dan bertugas harus senantiasa berupaya untuk memberi arti dan peduli terhadap lingkungannya serta memberi solusi terhadap berbagai permasalahan,” tandasnya.

Sumber: SINDO

Selasa, 03 Juli 2012

TNI-PLA Jajaki Kerjasama Anti-teror Laut dan Udara


3 Juli 2012, Jinan, China: TNI tengah menjajaki kerja sama antiteror di laut dan udara dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (People's Liberation Army/PLA), mengingat modus kejahatan terorisme makin beragam.

Kopassus TNI AD dan Komando Pasukan Khusus PLA melakukan latihan bersama untuk yang kedua kalinya dengan sandi Sharp Knife 2012. yang diikuti 144 personel dari kedua pihak, di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, Shandong, China.

Panglima TNI dalam amanat tertulis pembukaan Latihan Bersama Antiteror Kopassus TNI AD dan Komando Pasukan Khusus PLA, yang dibacakan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, di Jinan, Shandong, China, Selasa, mengatakan, tindak kejahatan terorisme kini semakin beragam termasuk kemungkinan terjadi di laut dan udara.

Terkait itu dalam Latihan Antiteror Kopassus dan Komando Pasukan Khusus PLA kali ini, TNI mengirimkan peninjau dari Korps Pasukan Khas TNI AU dan Detasemen Jala Malangkara Korps Marinir TNI AL.

"Pada 2011 pola kejahatan terorisme cenderung menyerang institusi asing, pusat bisnis, aparatur keamanan, tempat peribadatan dan ruang publik. Tidak menutup kecenderungan itu akan mengarah pada aksi terorisme di wilayah maritim dan udara seiring dengan perkembangan teknologi," satu petikan sambutan panglima TNI itu.

Pola pada 2011 adalah pesan yang dilempar para pelaku. Hal ini harus dianalisa secara cermat baik bagi kepentingan realitas latihan maupun sebagai langkah antisipasi kemungkinan terjadinya terorisme, baik di darat, laut maupun udara.

Baru beberapa tahun terakhir pasukan-pasukan elit TNI memulai kerja sama pelatihan dengan China setelah selama ini cenderung ke Barat. Model pembinaan dan operasi yang terjadi pada SAS (Inggris) dan GSG-9 (Jerman), dan Navy SEAL (Angkatan Laut Amerika Serikat), sempat menjadi "model".

Korps Pasukan Khas TNI AU mendahului pemakaian senjata dari China --yang sering dianggap menjadi "kopian" arsenal Rusia-- yaitu peluru kendali panggul QW-1 yang dibeli awal 2000. Peluru kendali ini sekali pakai dan diklaim memiliki performansi tidak kalah dengan peluru kendali Mistral buatan Perancis.

China juga mengenal struktur organisasi kewilayahan bagi Angkatan Darat PLA. Latihan bilateral ini dikomentari (setara) Kasdam Kodam Jinan, Mayjen Qiuxing, "Tindak kejahatan terorisme telah menjadi musuh internasional. Setiap negara termasuk Indonesia dan China harus bekerja sama untuk mengatasi terorisme."

Sumber: ANTARA News

Selasa, 15 Mei 2012

Anggota Kopassus dan FPTI Temukan Black Box Sukhoi

Ketua Tim SAR Gabungan Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri AM Putranto (kanan), mengucapkan selamat kepada Tim Charli Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang berhasil menemukan kotak hitam (Black Box) pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ-100) seusai memberi keterangan pers di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5). Kotak hitam pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, berhasil ditemukan anggota Kopassus dalam kondisi terbakar, sekitar 100 meter di atas lokasi bagian ekor pesawat di tebing jurang tempat jatuhnya pesawat Rusia tersebut. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/ip/12)

16 Mei 2012, Bogor: Tim search and rescue (SAR) akhirnya berhasil menemukan kotak hitam atau black box pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Rabu (9/5). Kunci pengungkap penyebab kecelakaan pesawat ini ditemukan empat anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat bersama personel Federasi Panjat Tebing Indonesia di tebing sedalam 200 meter.

Kepastian ditemukannya black box dikonfirmasi Komandan Korem 061/Suryakancana Kol Inf AM Putranto. Dia mengaku mendapat informasi penemuan pada pukul 21.00 WIB. Menurut dia,tim Baret Merah berhasil mengambil kotak hitam dengan cara menggunakan tali (rappelling). Hal itu dilakukan mengingat kemiringan lokasi yang mencapai 85 derajat.”Kotak hitam ditemukan sudah dalam keadaan terbakar. Bahkan kotak pelindung yang berwarna oranye sudah hilang sehingga warnanya menghitam karena terbakar,” ujarnya kepada wartawan di Bogor tadi malam.

Putranto menuturkan, sebelumnya tim tersebut diturunkan melalui helikopter pada Selasa (15/5) pagi.Tim ini diturunkan karena diyakini mereka sudah tahu lokasi kotak hitam tersebut. Sebelumnya mereka juga menemukan ELT dan alat komunikasi. Saat ditemukan, black box terlempar sejauh 100 meter dari ekor pesawat, tempat kotak ini berada pada awalnya.

Kepala Penerangan Kopassus dan komandan evakuasi dari tim Kopasus Letkol Inf Taufik Sobri membenarkan timnya berhasil menemukan perekam data yang sangat dicari tersebut. Menurut dia, tim terdiri dari Lettu Inf Taufik sebagai ketua regu,Sertu Diding,Serda Ahmad Baso dan Prada Chairil. ‘’Kami memang membentuk tim rappelling. Tim ini yang kami andalkan karena mereka sudah mengenal rutenya, sehingga mempermudah proses pengangkatan,”ungkapnya.

Ketua regu evakuasi tim Kopassus, Lettu Taufik,menjelaskan, bersama empat anggota lain dia harus turun dengan tali sepanjang 200 meter di tepi jurang.”Awalnya kami mengira itu hanya kotak biasa,karena bentuknya sudah tidak seperti semula.Warnanya hitam dan sudah tidak ada penutupnya,” ujarnya, dengan wajah gembira.

Saat ditemukan kotak tersebut berada di antara pohon-pohon dan terkubur di dalam tanah. Diduga, kotak tersebut terlempar akibat ledakan dan terbakar. ”Ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, kotak itu langsung kami bawa dengan ransel,” tegasnya.

Setelah itu, kotaknya langsung dievakuasi dengan menggunakan jalur darat dari Posko Cimelati. Sementara itu, evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 akan dilanjutkan, meskipun masa tanggap darurat tujuh hari sudah berakhir. Evakuasi dilanjutkan karena masih banyak korban belum ditemukan.

Hingga kemarin tercatat sudah ada 31 kantong jenazah yang dievakuasi dari Bogor ke Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur,untuk proses identifikasi. Adapun korban yang menumpang pesawat nahas tersebut berjumlah 45 orang.

Posisi korban dan black box diperkirakan berada di lembah yang kedalamannya mencapai 1.500 meter sehingga sulit dijamah tim SAR. Sementara tim SAR masih berada di kedalaman 600 meter dari lokasi kecelakaan, yang diperlebar hingga radius 250 meter.


”Operasi evakuasi selama tujuh hari sesuai dengan ketentuan bisa dihentikan, tapi melihat kondisi yang ada,kami akan meneruskan sampai nanti ada keputusan lebih lanjut,” kata Daryatmo dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, kemarin.

Kemarin juga hari terakhir tim evakuasi dari Rusia membantu proses evakuasi jatuhnya pesawat SSJ-100. Bila dirasa belum cukup,waktu tim Rusia di Indonesia akan diperpanjang.” Tim Rusia kasih waktu 3 hari. Kalau mereka merasa perlu diperpanjang, kan kita tidak begitu saja bilang tidak boleh masuk. Dikasih waktu oleh danrem,” kata Search Mission Coordinator (SMC) evakuasi Sukhoi Superjet 100,Putu Parwa, di landasan heli Cijeruk, Pasir Pogor,Kabupaten Bogor, kemarin.

Tim SAR gabungan TNI-Polri serta relawan, kemarin, menemukan satu jenazah korban SSJ-100 yang diduga seorang pramugari Sky Air Aviation. Korban perempuan memakai seragam warna biru itu ditemukan di dasar Sungai Ciapus yang mengarah ke Sukamantri, Kecamatan Tamansari. Wanita tersebut ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dengan kondisi mengenaskan. Menurut seorang anggota Satuan II Brimob Mabes Polri, ciri-ciri korban mengenakan kalung warna biru,cincin emas di jari manis kiri dan berambut pirang ,serta memakai cat kuku warna biru.

Sumber: SINDO

Sabtu, 14 April 2012

Ekspedisi Khatulistiwa Asah Naluri Tempur Prajurit TNI

Sejumlah anggota TNI yang mengikuti Ekspedisi Khatulistiwa 2012 tiba di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Selasa (3/4). Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang diikuti 1.173 peserta dari TNI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) , Wanadri, Resimen Mahasiswa (Menwa) dan mahasiswa tersebut, akan melakukan penjelajahan serta penelitian di wilayah perbatasan dari Tanjung Datuk (Kalimantan Barat) hingga Pulau Sebatik (Kalimantan Timur) selama 3,5 bulan. (Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang/ed/mes/12)

15 April 2012, Jakarta: Ekspedisi Khatulistiwa di Pulau Kalimantan diharapkan dapat mengasah dan melatih naluri tempur prajurit TNI.Kegiatan yang akan berlangsung hingga 17 Juli mendatang itu terbagi dalam empat koordinatoriat.

Kegiatan yang bertajuk “Lestarikan Alam Indonesia” ini melibatkan 977 orang, termasuk anggota Kopassus. “Kita bukan show of force untuk menekan Malaysia mengirim pasukan ke sana,”kata Komandan Grup III Kopassus Kolonel (Inf) Izhak Pangemanan seusai lomba menembak antarwartawan di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta,kemarin. Pasukan yang diberangkatkan akan menjelajah hutan belantara di Kalimantan sehingga lebih mengenal teritorial.

Selama kegiatan itu,mereka juga menjalin komunikasi dengan warga di sepanjang rute. Di samping mengasah kemampuan prajurit, ekspedisi juga untuk mendata dan meneliti sumber daya alam maupun potensi bencana di daerah itu. Karenanya, kegiatan ini juga melibatkan komponen bangsa yang lain, termasuk dari perguruan tinggi. Menurut Izhak, hasil dari pendataan dan penelitian akan dijadikan masukan bagi pimpinan dalam mengambil kebijakan pembangunan di pedalaman Kalimantan.

Hal ini sekaligus salah satu sumbangsih TNI. Pada kegiatan ini, terdata empat koordinatoriat yang masing- masing diisi tim dengan dikomandoi seorang danrem. Tiap koordinatoriat itu adalah wilayah barat meliputi Provinsi Kalimantan Barat,tengah (Provinsi Kalimantan Tengah), selatan (Provinsi Kalimantan Selatan), dan timur (Provinsi Kalimantan Timur).

Dari koordinatoriat itu dipecah lagi menjadi subkoordinatoriat sejumlah delapan buah, yaitu wilayah Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu/Putussibau, Murung Raya/Muara Tewe, Nunukan, Malinau, Kutai Barat, Hulu Sungai Tengah/Barabai. Masing-masing dikomandani seorang dandim.

Dari seluruh tim, sebagian sudah melakukan penyusuran di hutan,tapi ada juga yang belum diberangkatkan.Di antara yang sudah bergerak adalah tim Nunukan di bawah pimpinan Dandim 0911 Nunukan, Letkol Inf Heri Setya, dengan wakilnya Mayor Inf Achiruddin. Tim menjelajahi hutan belantara di kawasan Hutan Simanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Menurut perwira penerangan dan sejarah Tim Ekspedisi Khatulistiwa Subsektor Nunukan, Kapten Marinir Mardiono, kegiatan ini diikuti sedikitnya 106 personel gabungan TNI dan sipil. Tim bergerak dengan penuh semangat. Dia menambahkan,melalui kegiatan ini diharapkan terwujud jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI,Polri,dan seluruh komponen bangsa.

Di samping itu, kegiatan ini juga untuk mendata patok perbatasan, kerusakan hutan,segala potensi bencana dan geologi,flora fauna. “Khususnya penyelamatan orang utan dan sosial budaya di perbatasan Kalimantan,” ujarnya.

Kegiatan bergengsi itu terdiri atas unsur komando dan pengendali (kodal), tim penjelajah, tim peneliti. Mereka dibagi lagi menjadi empat unit, yakni Unit Kehutanan, Unit Flora dan Fauna, Unit Geologi dan Potensi Bencana Alam,dan Unit Sosial Budaya. Ada pula tim Komunikasi Sosial (Komsos) dan tim ahli/peneliti.

Sumber: SINDO

Kamis, 15 Desember 2011

Kopassus Latihan Perang di Hutan Sekadau

Dua prajurit Kopassus menggiring pelaku separatis, saat simulasi penanganan anti separatis di hutan Desa Gonis Tekam, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Kamis (15/12). Simulasi penanganan anti separatis yang digelar oleh Kopassus untuk memantapkan kemampuan tempur prajurit komando di daerah rawa dan hutan Kalbar tersebut, merupakan bentuk pengamanan terhadap kedaulatan NKRI dari gerakan separatis. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/Koz/mes/11)

15 Desember 2011, Sekadau (Pontianak Post): Setelah melakukan latihan perang di kawasan hutan Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi dan di Kabupaten Sintang. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan melanjutkan kegiatan tersebut di Kecamatan Sekadau, Dusun Gonis Tekam, hari ini (15/12).

Kegiatan yang diikuti oleh 262 prajurit ini, akan melakukan giat yang senada pada hari sebelumnya. Dengan mengusung tema Satuan Tugas Pasukan Khusus Parakomando untuk operasi wilayah di seluruh Pulau Kalimantan. Wadanjen Kopassus Brigjen TNI, Doni Munardo menuturkan, latihan ini dalam rangka Operasi Pemulihan Keamanan. Bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan serta ketersediaan operasional satuan jajaran Kopassus. Terutama dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.

Dia mengatakan, Kopassus harus terus memelihara kemampuan yang ada. Melalui pembinaan latihan secara bertahap, berharap akan meningkatkan latihan sebagai kebutuhan Kopassus itu sendiri. “Sebagai prajurit harus siap untuk mengemban tugas sesuai dengan fungsi,” cetusnya. Setelah melakukan latihan perang, Prajurit Kopassus juga akan diperintahkan untuk melakukan pengecekkan di seluruh patok batas yang ada di Kalimantan Barat.

Kemudian dibuntuti dengan ekspedisi. “Untuk kedepan, kami akan melanjutkan bhakti sosial di Camar Bulan, Kabupaten Sambas. Hal tersebut juga ditujukan untuk menjaga keamanan daerah sekitar. Begitu juga terhadap masyarakat sekitar. Kita akan melakukan pendekatan, demi mencapai persatuan dan kesatuan sebagai Warga Negara Indonesia,” terang Doni.


Sejumlah prajurit Kopassus meneriakkan yel-yel saat latihan simulasi penanganan anti separatis di hutan Desa Gonis Tekam, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Kamis (15/12). (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/Koz/mes/11)

Sejumlah prajurit Kopassus menggiring pelaku separatis, saat simulasi penanganan anti separatis. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/Koz/mes/11)

Perubahan lingkungan strategis pada lingkup global, regional dan nasional, senantiasa bergerak cepat. Dan diikuti segala dampak negatif yang dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kegiatan ini, suatu bentuk latihan dengan melihat tren yang berkembang secara global di masa sekarang. Begitu juga terhadap operasi khusus perang yang bersifat Asymetric Warfare.Dinamika ini. Kami berusaha untuk mengimbangi,” tandasnya.

Sumber: Pontianak Post

Selasa, 13 Desember 2011

Kopassus Berlatih Sambil Berbhakti pada Masyarakat Perbatasan

Komandan Grup 2 Kopassus, Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko (kanan), berbincang dengan warga yang mengikuti pengobatan gratis di Kabupaten Sekadau, Kalbar, Kamis (15/12). Pengobatan gratis yang digelar oleh Kopassus dan merupakan rangkaian dari kegiatan Tribuana Cakti ke-17 di wilayah Kalbar tersebut, bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat Kabupaten Sekadau. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/mes/11)

14 Desember 2011, Jakarta (ANTARA News): Ibarat kata sambil menyelam minum air atau mandi basah sekalian. Komando Pasukan Khusus TNI-AD juga begitu dalam program latihan terpadu mereka di satu desa perbatasan Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat.

Adalah Dusun Telian, Desa Tingting Sligi, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang kali ini menjadi lokasi bhakti sosial pasukan Baret Merah itu. Tentu bukan cuma personel tentara saja yang terlibat, namun gabungan PMI, dinas kesehatan setempat, relawan, dan lain-lain.

"Baru kali ini, menurut penuturan masyarakat setempat, dilaksanakan kegiatan serupa. Jika mereka sakit, harus pergi ke Pos Pengamanan Perbatasan atau malah ke Lubuk Hantu di wilayah Sabah, Malaysia. Kami sangat bangga bisa menyumbang sesuatu pada masyarakat di perbatasan negara kita ini," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Pasukan Khusus TNI-AD, Letnan Kolonel Infantri T Sobri, di Jakarta, Rabu.

Kegiatan itu sendiri, katanya, berlangsung dua hari lalu. Ratusan masyarakat setempat sangat antusias mendaftarkan diri atak anak-anaknya. Seorang paramedik relawan yang turut, Siwo, menyatakan, "Kebanyakan mereka menderita sakit terkait pencernaan, di antaranya maag atau penyakit bagian gigi dan mulut. Kami bersama personel tentara bahu-membahu menyuluh kesehatan dan gizi pada mereka."

Secara keseluruhan, jumlah pasien masyarakat setempat yang didominasi suku Daya Iban itu sebanyak 1.700 orang. Mereka juga menjadi subyek penerima bantuan sosial berupa bahan-bahan pangan dan kesehatan lain.

Karena ini kerja bersama, maka seluruh unsur di sana dilibatkan. Tim gabungan terdiri dari Kopassus (15 orang), Kodim Kapuas Hulu (20), personel Batalion Infantri 644/WS (24), Batalion Infantri 643/WNS (empat), Kesehatan Korem 121/Alam Bhannawannawai (14), Dinas Kesehatan Kapuas Hulu (tiga), dan PMI Pusat (dua).

Seorang tokoh masyarakat di desa itu, Tumenggung Yohannes Uban, "Kami sangat kesulitan jika ada masyarakat yang sakit. Jika sakit kami harus pergi jauh sekali, bahkan kalau perlu sampai ke Lubuk Hantu karena di sana lebih lengkap."

Karena ini program latihan yang penting bagi Komando Pasukan Khusus TNI-AD, maka Wakil Komandan Jenderal Kopassus, Brigadir Jenderal TNI Doni Munardo, memimpin langsung kedua aktivitas ini. Upacara adat untuk menghormati rombongan dari Jakarta digelar masyarakat setempat dan Munardo mendapat penghormatan tersendiri di halaman satu rumah betang (rumah besar) mereka.

Latihan terpadu mereka sendiri dilaksanakan di beberapa lokasi dan berujung di Singkawang. Bumi Kalimantan bukan tempat asing bagi Komando Pasukan Khusus TNI-AD, karena saat konfrontasi dengan Malaysia pada awal dasawarsa '60-an, mereka sudah mencicipi keganasan hutan belantara perawan pulau itu.

Saat itu, nama pasukan Baret Merah itu adalah Resimen Para Komando TNI-AD, yang ditugaskan merekrut dan menggalang kekuatan dari masyarakat setempat jauh di belakang garis pertahanan Malaysia. Bahkan, beberapa segmen pertempuran dalam skala terbatas dengan pasukan khusus Inggris, Special Air Forces, juga sempat mereka alami secara langsung.

Tidak kurang itu terjadi pada Mayor Infantri (saat itu) Leonardus Benyamin Moerdani yang lebih dikenal dengan nama LB Moerdani, di satu sungai di wilayah perbatasan Putussibau-Sabah. Puluhan tahun kemudian, personel-personel SAS yang nyaris kontak senjata terbuka dengan Moerdani bertemu dengan jenderal legendaris di dunia pasukan khusus Indonesia itu.

"Wakil Komandan Jenderal menegaskan, medan latihan di Kalimantan kali ini sangat ideal. Terutama untuk melatih para prajurit khusus muda agar mereka mengenal lebih jauh medan rawa, sungai dan hutan yang sesungguhnya," kata Sobri.

Sumber: ANTARA News

Senin, 28 Maret 2011

Kopassus-SAS Australia Latgab Bersama

Latihan bersama Kopassus-SAS di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar tahun lalu. (Foto: Reuters)

28 Maret 2011, Jakarta -- (REPUBLIKA.CO.ID): Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Mayjen TNI Lodewijk F Paulus mengatakan Komando Pasukan Khusus Australia (SAS) akan membantu daya mampu Kopassus baik dari segi teknik militer, peralatan dan perlengkapan, serta kemampuan bahasa Inggris. "Ini yang kita pelajari kemarin selama latihan bersama 'Dawn Kookabbura' antara Kopassus dan SAS," katanya, usai menghadiri pembukaan Kejuaran Panahan Piala Kasad 2011 di Markas Komando Kopassus di Jakarta, Senin (28/3).

Latihan Bersama Kopassus dan SAS dengan sandi "Dawn Kookabbura" berlangsung di Swan Bourne, Perth, Australia pada pekan terakhir Februari 2011. Dalam Latihan bersama itu, komando pasukan khusus militer kedua negara memfokuskan penanganan terorisme di laut. "Banyak hal yang harus kita pelajari dan tingkatkan lagi, semisal kemampuan penggunaan alat perlengkapan, persenjataan dan bahasa untuk dapat memahami lebih luas prosedur, alat, sistem penanganan terorisme sesuai standar internasional," kata Lodewijk.

Khusus menyangkut kemampuan bahasa, ia mengemukakan, SAS siap mengirimkan instrukturnya untuk memberikan pelajaran dan pemahaman lebih dalam tentang bahasa Inggris terutama terkait teknis militer komando pasukan khusus. "Kita sudah memiliki laboratorium bahasa Inggris, namun untuk 'native speaker' terutama yang menyangkut bahasa teknis militer komando pasukan khusus kita masih minim," ungkap Lodewijk.

Ia menambahkan, kursus bahasa Inggris oleh SAS bagi para personel Kopassus akan dimulai pada September 2011. Kerjasama Kopassus- SAS sempat terhenti sejak 1999 menyusulnya terjadinya kerusuhan di Timor-Timur (kini Timor Leste) seusai jajak pendapat. Pemulihan kerja sama Kopassus-SAS, Australia berawal dari kunjungan Komandan SAS Australia yang kemudian diikuti kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Australia, Letjen Peter Leahy pada akhir 2002.

Langkah pemulihan diambil Australia, pascaledakan Bom Bali I pada Oktober 2002 yang menewaskan sebagian besar warga negara Australia yang tengah berada di Pulau Dewata. Selain Australia, Kopassus juga rutin mengadakan latihan bersama dengan Singapura dan Thailand. Kini Kopassus tengah merumuskan kembali latihan bersama dengan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) yang juga sempat terhenti pada sekitar sebelas tahun silam, karena dugaan pelanggaran HAM oleh TNI di Timor-Timur.

Sumber: Republika

Kamis, 10 Maret 2011

Kasal, Kasau, dan Kapolri Terima Brevet Komando

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI George Toisutta menyematkan Brevet Komando kepada Kasal, Kasau, dan Kapolri.

11 Maret 2011, Jakarta -- (PRLM): Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, menerima penyematan baret merah dan brevet komando kehormatan Kopassus dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI George Toisutta, di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (11/3).

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana TNI Tri Prasodjo, penyematan baret merah dan brevet komando tersebut juga diberikan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Timur Pradopo.

Penyematan itu dilakukan dalam upacara militer yang diwarnai dengan dentuman bahan peledak sebanyak enam kali, demo terjun payung yang dilakukan oleh 20 peterjun dari Kopassus, Korps Marinir TNI AL, Paskhas,dan Korps Brimob. Selain itu upacara juga diwarnai dengan defile pasukan.

Sementara itu Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono,S.E. mengatakan, pemberian Brevet Komando kehormatan disematkan kepada mereka yang telah ikut mengembangkan dan memberikan dorongan terhadap terwujudnya semangat dan jiwa Kopassus yang mahir dan handal, serta dapat dibanggakan melalui dharma bakti kepada nusa dan bangsa, serta seluruh masyarakat Indonesia.

Bagi para prajurit TNI-POLRI, lanjutnya, pemberian Brevet Komando ini bermakna strategis untuk memupuk jiwa korsa (Esprit de Corps) di antara sesame unsur TNI yang terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara serta dengan unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) yang pada dasarnya secara bersama-sama merupakan tulang punggung utama (The Main Backbones) pertahanan dan keamanan dalam mempertahankan setiap jengkal tanah Indonesia yang kita pijak ini.

Sumber: PRLM

Jumat, 21 Januari 2011

Kopassus Akan Latihan Bersama Pasukan Khusus Cina

Korps Pasukan Khusus Marinir Cina dan Pakistan berlatih saat Latma maritim Internasional Aman 09 di gelar di Pakistan, 7 Maret 2009.

21 Januari 2011, Jakarta -- (Kopassus): Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Agus Sutomo mewakili Danjen Kopassus menerima Kunjungan Komandan Pasukan Khusus Cina di ruang rapat Makopassus Cijantung Jakarta, Kamis (20/1).

Kunjungan tersebut dalam rangka lebih meningkatkan hubungan kerjasama Pasukan Khusus kedua negara. Wadanjen Kopassus menyampaikan bahwa kerjasama yang dilaksanakan diantaranya di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pertukaran kunjungan oleh para Perwira, pendidikan,latihan bersama serta transfer teknologi. Pada kesempatan yang sama, Komandan Pasukan Khusus Cina menyampaikan perlunya terus membangun program yang lebih nyata di bidang pendidikan, latihan dan pertukaran informasi tentang teknologi oleh militer kedua angkatan. Kerjasama yang lebih luas lagi antara kedua negara yang perlu terus dibangun adalah upaya menciptakan kawasan Asia dan ASEAN yang aman dan stabil.

Dalam kesempatan ini, Komandan Pasukan Khusus Cina juga memberikan apresiasi atas sambutan yang hangat dan akan meningkatkan kerjasama dibidang militer khususnya Pasukan Elit kedua Negara. Dalam menerima kunjungan kehormatan ini, Wadanjen Kopassus didampingi Pamen Ahli, Dangrup 3/Kopassus, Dansat 81/Kopassus, Para Asisten Danjen dan Kabalak Kopassus.

Sumber: Kopassus

Jumat, 17 Desember 2010

Menhan Bantah Bantuan Dana


17 Desember 2010, Jakarta -- Menteri pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro membantah menerima bantuan dana dari Amerika Serikat (AS) untuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sebagaimana yang tertera dalam dokumen yang dibeberkan oleh situs Wikileaks yang menyatakan Indonesia meminta bantuan dana untuk Kopassus dilanjutkan sebelum Presiden AS Barack Obama datang.

"Kan sudah diumumkan oleh Sekretaris Gates sebelumnya Obama datang, sekarang sudah tidak ada masalah lagi," ujar Menhan di kantor presiden, Jakarta, Jumat (17/12).

Menhan menyatakan, dalam kerangka kerja itu, Indonesia dan AS dalam posisi sejajar. "Kami ikut treatment di dalam framework arrangement dengan AS yang mengatakan kami itu sejajar. Kami minta, mereka minta, sama saja. Kami tidak memaksa kepada mereka," tukasnya.

MI.com

Sabtu, 04 Desember 2010

Komandan U.S Special Operation Command Pacific Kunjungi Kopassus

Sat-81 Gultor. (Foto: Kopassus)

03 Desember 2010 -- Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, menerima kunjungan kehormatan yang kedua kalinya oleh Rear Admiral Sean Pybus, Komandan U.S Special Operation Command Pacific, beserta rombongan, di Makopassus, Jakarta. Pada kesempatan itu, Danjen Kopassus didampingi Dansat 81/Kopassus, Para Asisten Danjen Kopassus dan Para Kabalak Kopassus. Kepada tamunya Danjen mengatakan, kunjungan yang kedua di Indonesia kali ini memiliki makna yang sangat penting bagi upaya meningkatkan persahabatan dan kerja sama yang sudah dibangun selama ini, khususnya antara US Pacific Command dengan Kopassus serta memberikan pengetahuan tentang Sat 81/Kopassus yang akan dibentuk organisasi Special Operation Command (SOCOM) di tingkat TNI.

Hal ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk selalu menjalin hubungan dan kerjasama dengan kopassus. Sebagaimana kita ketahui bersama, Kopassus sebagai bagian dari TNI Angkatan Darat, memiliki tugas pokok antara lain menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan darat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disamping itu, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia, memiliki posisi yang strategis dibidang geo-ekonomi dan geo-politik kawasan Asia Tenggara serta memiliki peran yang besar dalam mendukung keamanan regional, khususnya dalam memerangi terorisme. Untuk itu, TNI Angkatan Darat, khususnya Kopassus berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dengan dengan negara-negara sahabat, termasuk Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, terutama dibidang pendidikan dan latihan dalam rangka meningkatkan profesionalitas prajurit guna menciptakan perdamaian regional dan internasional.

Kerjasama tersebut diharapkan akan mewujudkan normalisasi hubungan Indonesia - Amerika Serikat yang lebih baik, khususnya dibidang pertahanan guna peningkatan profesionalitas keprajuritan kedua Pasukan Khusus. Kesemuanya itu tentunya dengan tetap berlandaskan kepada sikap saling percaya, saling menghormati dan saling menguntungkan serta senantiasa menjunjung tinggi semangat cinta damai, kata Danjen.

Athan Australia Diterima Danjen Kopassus


Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, menerima kunjungan Atase Pertahanan (Athan) Australia Colonel A.C. Fred Danjer, bertempat di Ruang kerja Danjen, Makopassus, Jakarta, Rabu (1/12). Pada kesempatan tersebut, Athan Australia Colonel .C.Fred Danjer menyampaikan maksud kedatangannya dalam rangka memperkenalkan penggantinya Colonel John Gould. Turut mendampingi Danjen Kopassus pada acara tersebut, Waasintel Danjen Kopassus dan Waasops Danjen Kopassus.

Kopassus

Minggu, 28 November 2010

Menghapus Keangkeran Kopassus...


29 November 2010 -- Menyebut Markas Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di Cijantung, Jakarta, bagi sebagian orang bisa membuat bulu kuduk ”merinding”. Selain catatan emas dalam sejarah Indonesia, sejak masih bernama Resimen Pasukan Khusus Angkatan Darat dan Komando Pasukan Sandi Yudha, ada juga kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dituduhkan kepada anggota Kopassus pada masa Orde Baru.

Namun, Jumat (26/11), ada sedikit upaya mengendurkan kejerihan itu. Sejak pagi, lapangan di depan Markas Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) diisi wartawan yang senam bersama prajurit. Acara dilanjutkan dengan menonton bagaimana penerjun Kopassus bisa mendarat dengan tepat di panggung empuk berukuran 2 meter x 2 meter. Lalu, dilanjutkan dengan mencoba senapan standar antiteror MP5 dengan peluru betulan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Widjanarko sudah lama merencanakan acara itu. Salah satu tujuannya untuk membuat Kopassus tidak lagi ”seangker” sebelumnya. Tuan rumah, Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus menyambut rencana ini.

Lodewijk dengan santai menegur wartawan satu per satu dan melayani berbagai wawancara. Sesekali ia berkomentar. ”Wah, tak ikut senam, nih. Tak keringatan,” katanya kepada seorang wartawan yang terlambat.

Ia juga mendampingi beberapa wartawan yang dengan sukacita bergantian mencoba menembak dengan peluru tajam pada sasaran tembak di lapangan latih Kesatrian ini.

Komandan Satuan Antiteror 81 Letnan Kolonel (Inf) Nyoman Cantiaca bercerita, MP5 adalah senjata yang digunakan oleh hampir semua satuan antiteror di seluruh dunia. ”Soalnya praktis. Laras pendek. Jadi, cocok dengan ruangan kecil,” ujarnya.

Suasana santai terasa di Markas Komando Kopassus. Lodewijk juga dengan santai melayani berbagai wawancara, mulai dari fasilitas alat untuk Kopassus hingga masalah kerja sama dengan Amerika Serikat dan peranan anggota Kopassus dalam membantu penanganan bencana di Tanah Air.

Apa Kopassus membutuhkan senjata baru? ”Ada tiga kemampuan komando, para komando, dan penanggulangan teror. Tiga satuan ini mempunyai karakter yang berbeda. Nah, berkaitan dengan persenjataan itu, kita coba sesuaikan terus. Untuk para komando dukungan dari Pindad tidak masalah. Sandi Yudha dan Gultor yang coba kita pelihara terus sehingga level kita pada strata internasional terjaga,” kata Lodewijk.

Ia melanjutkan, ”Bulan depan ada 12 dari AS yang datang ke sini untuk bicarakan hal teknis, terkait pendidikan. Bulan depannya lagi, saya yang akan ke AS untuk membicarakan langkah pelaksanaannya.”

Di sela-sela percakapan, dia tidak henti-hentinya menawarkan makanan. ”Ini ada nasi goreng, kerupuk, kikil. Juga ada mi ayam,” ujar Lodewijk. Terasa tak ada keangkeran di tubuh Kopassus, seperti yang dikenal selama ini.

KOMPAS

Jumat, 26 November 2010

Kopassus akan Perbarui Persenjataan

Latihan bersama Kopassus dan SAS di bandara Ngurah Rai, Denpasar. (Foto: AP)

26 November 2010, Jakarta -- Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD akan segera memperbarui persenjataan perorangan bagi para personelnya meski tetap mempertimbangkan anggaran yang tersedia.

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Paulus Lodewijk disela olah raga bersama kalangan media massa di Markas Komando Kopassus, Jumat, mengatakan, pengadaan senjata perorangan seperti senapan dan pistol itu tetap disesuaikan dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.

"Sebenarnya Alustistanya tidak mahal-mahal sekali karena satuan khusus kita berkaitan dengan teknologi maka kita juga harus menyesuaikan dengan teknologi senjata yang berkembang di luar," katanya.

Pengembangan kekuatan termasuk melengkapi persenjataan perorangan bagi personel baret merah, tambah Paulus Lodewijk, sesuai dengan kebijakan kekuatan pokok minimum.

"Jadi bukan mengurangi, tetapi meningkatkan secara bertahap kekuatan yang ada disesuaikan rencana strategis yang disetujui. Yang jelas Kopassus akan mendapat penambahan anggaran. Secara otomatis ada penambahan alutista," tuturnya.

Sebagai pasukan khusus, Kopassus dilengkapi berbagai perlengkapan dan persenjataan sangat canggih dan modern.

Semisal untuk membaca peta, tidak lagi menggunakan lagi Kompas Prisma, tapi GPS (Global Positioning System) yang langsung berhubungan dengan satelit.

Sedangkan untuk satuan antiterornya sudah dilengkapi senapan H&K MP5, yang merupakan standar pasukan khusus terbaik di dunia seperti yang digunakan oleh Green Beretts, Delta Force, Navy Seal, GSG 9 Jerman, SAS dan lain-lain.

Sementara untuk pistol yang dipakai Beretta 9 mm (45). Selain itu juga berbagai macam kaliber lainnya seperti kaliber 22 mm (pistol kecil).

Kopassus punya peralatan terjun payung tercanggih untuk melakukan HALO (High Altitude Low Opening) dan HAHO (High Altitude High Opening) yang memakai masker oksigen dan lain-lain.

Dengan peralatan terjun itu, pasukan dapat terjun dari ketinggian sekitar 10.000 kaki.

Pasukan ini juga dilengkapi peralatan pendaratan pantai (memiliki LCR/Landing Craft Rubber/perahu karet dengan mesin yang hampir tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi penyusupan di malam hari), menyelam (dilatih seperti UDT, Underwater Demolition Team US Navy), team Daki Serbu ( yang baru saja menaklukkan Himalaya dan dikenal di luar sebagai PPGAD/Persatuan Pendaki Gunung TNI AD).

ANTARA News

Senin, 25 Oktober 2010

Danjen Kopassus Terima Kunjungan Kasad Korsel

Detasemen anti teror KOPASSUS. (Foto: AP)

26 Oktober 2010, Jakarta -- Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD, Mayor Jenderal TNI Lodewijk F. Paulus menerima kunjungan Kasad Korea Selatan Jenderal Eui Don Hwang di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Senin (25/10).

Menurut Danjen Kopassus, kunjungan Kasad Korea Selatan ke Kopassus memiliki arti yang sangat penting sebagai media komunikasi dan saling bertukar informasi. Juga mempererat jalinan hubungan saling pengertian dan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata, khususnya antara Kopassus dengan Angkatan Darat Korea Selatan.

"Kunjungan ini juga bermanfaat untuk saling berbagi pandangan terhadap perkembangan teknologi persenjataan dan taktik pertempuran," kata Danjen Kopassus seperti dilansir dalam siaran pers Bagian Penerangan Kopassus yang diterima Jurnal Nasional.

Danjen Kopassus juga menjelaskan tentang Keberadaan Kopassus dalam struktur organisasi TNI AD sebagai salah satu kompartemen strategis mencakupi seluruh wilayah NKRI. Oleh karena itu, Kopassus menjalankan fungsi sebagai satuan elit yang selalu siap menghadapi gangguan baik dari luar maupun dalam negeri.

Sebelumnya, Kasad Republik Korea juga melakukan kunjungan kehormatan ke Mabes TNI yang diterima Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Jurnas

Jumat, 08 Oktober 2010

Wamenhan Kunjungi Kopassus

08 Oktober 2010, Jakarta -- Wamenhan Letjen TNI Syafri Samsudin beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kopassus, Pasukan yang memiliki kemampuan khusus ini memiliki makna strategis dalam konteks pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Makopassus, Selasa (5/10). Suasana kunjungan ini berlangsung hangat dan akrab, diawal pembicaraanya Wamenhan mengatakan, tujuannya datang ke Kopassus adalah untuk berdialog tentang situasi pertahanan NKRI, kemudian dari hasil kunjungan ini tentu akan didapat masukan penting yang bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat khususnya terkait dalam hal pertahanan wilayah ungkap Wamenhan. Wamenhan mengapresiasi dan memberikan rasa hormat kepada Kopassus yang masih setia dan akan selalu menjaga hak milik bangsa ini, serta Kopassus semakin profesional di dalam pelaksanaan setiap tugas baik dalam negeri maupun luar negeri. Dalam kesempatan itu Wamenhan menyerahkan berupa bantuan senjata tinggal kepada Kopassus kemudian dengan menggunakan mobil Wamenhan beserta rombongan berangkat meninggalkan Kopassus.

Pangab Selandia Baru Kunjungi Kopassus

Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, menyambut secara resmi kedatangan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Selandia Baru Letjen Jeremiah Mateparae di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (24/9). Kedatangan Pangab Selandia Baru diawali dengan Upacara Penghormatan Militer di Makopassus dan dilanjutkan dengan kunjungan resmi di Ruang Danjen Kopassus. Dalam pembicaraan tersebut, Danjen Kopassus menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Pangab Selandia Baru yang merupakan kehormatan bagi TNI-AD khususnya Kopassus serta berharap kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan di masa yang akan datang. Sementara itu, Pangab Selandia Baru menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat, akrab dan bersahabat serta menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan berharap hubungan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam rangka mempererat kerjasama dan persahabatan antar angkatan bersenjata kedua negara. Pada akhir pertemuan, kedua Panglima AB bersepakat untuk melakukan pembahasan lebih lanjut guna merancang program kerja sama berupa pertukaran kunjungan, pendidikan dan latihan serta Armed Forces to Armed Forces Talk atau antar Angkatan/ Matra. Dalam kunjungan tersebut Pangab Selandia Baru didampingi Athan Selandia Baru di Jakarta dan dua orang analis pertahanan yaitu Mrs. Caroline Mc. Queen dan Mrs. Stacy Holland Belser.

Kopassus

Selasa, 28 September 2010

Kopassus Siap Bantu Polri

(Foto: Reuters)

29 September 2010, Denpasar -- Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat siap turun tangan membantu Polri memberantas terorisme yang kini makin serius mengancam kedaulatan negara.

Komandan Kopassus Mayor Jenderal Lodewijk F Paulus mengatakan, meningkatnya radikalisme kelompok teroris membuat TNI menegaskan kesiapannya membantu kepolisian.“Kita lihat dari perkembangan terakhir,ada permasalahan serius dengan teroris seperti disampaikan Kapolri.Karena itu,kita harus tangani bersama,”katanya di sela-sela latihan antiteror Kopassus dan Special Air Service (SAS) Australia di Denpasar kemarin. Dengan dasar itu, Paulus menyatakan, Kopassus perlu mematangkan kekuatan seperti melalui latihan kontraterorisme sehingga siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh kepolisian untuk membantu menangani kasus terorisme. “Kapan pun diminta,kita siap bantu Polri,”tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta menyatakan, TNI AD siap membantu Polri.Hanya saja,kapan pasukan penanggulangan teror TNI AD diterjunkan tetap menunggu instruksi dari Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) selaku koordinator Badan Nasional PenanggulanganTerorisme (BNPT). Menurut KSAD,selama ini TNI, khususnya AD, selalu dalam kondisi siap siaga untuk memerangi aksi terorisme. Hanya saja, agar pelaksanaan tugas tidak tumpang tindih dengan Polri,diperlukan instruksi khusus dari Menko Polhukam.

Termasuk penentuan jumlah pasukan dan asal matra dari pasukan antiteror itu. “Kalau kekuatan tergantung permintaan dan situasinya, (juga) di lihat sasarannya.Di TNI ada gultor (penanggulangan teror) Satuan 81 Gultor Kopassus TNI AD,Den 90 Bravo TNI AU, Den Jaka TNI AL. Yang tentukan tugas Menko Polhukam,” kata George Toisutta seusai melantik Brigjen TNI Suharsono sebagai Gubernur Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, kemarin. PanglimaTNI Laksamana Agus Suhartono kembali menegaskan kesiapan TNI membantu kepolisian dalam memberantas aksi terorisme. Saat ini setiap angkatan telah menyiapkan pasukannya untuk turun ke lapangan.Namun,keterlibatan TNI masih harus menunggu aturan yang tengah digodok bersama oleh semua pihak dalam BNPT.

“Itu yang digodok bersama. Mudah-mudahan ke depan ada sinergi cukup bagus antara TNI dan Polri.Tapi, pengerahan keterlibatan pada penanggulangan terorisme kita tunggu mekanisme dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” kata Agus seusai dilantik menjadi Panglima TNI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Sementara itu, pengamat kepolisian dari Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, Polri harus segera menindaklanjuti ucapan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri yang akan melibatkan TNI dalam penanganan terorisme. ”Kalau sudah ada statemen, harus segera diimplementasikan. Kalau tidak ditindaklanjuti, berarti cuma ucapan atau statemen saja,” katanya kemarin.

Menurut dia,tidak menutup kemungkinan penyerangan oleh kelompok teroris akan kembali terjadi, bahkan bisa lebih tinggi eskalasinya. Seperti pembajakan dan penyanderaan masyarakat.Penyerangan terhadap kantor kepolisian menunjukkan keberanian dan kenekatan. Apalagi para pelaku penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang,Sumut hingga kini belum tertangkap. Bambang menilai,keterlibatan TNI dalam penanganan teroris perlu diatur dalam undang-undang. Termasuk konsepsinya seperti bagaimana penanganannya, ancaman terornya seperti apa, berapa jumlah pasukan yang dilibatkan, serta kapan mereka mulai dilibatkan.” Termasuk puskodal (pusat komando pengendalian)-nya siapa.

Jadi aturan-aturan yang melibatkan TNI harus diatur dulu,” ujarnya. Jika tidak dibuatkan aturannya, kata Bambang,dikhawatirkan terjadi kekacauan karena belum ada koordinasi di antara masingmasing institusi. Dia menyebut selama ini penanganan teroris yang dilakukan TNI maupun Polri berbeda- beda. Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, keterlibatan TNI dalam penanganan kasus-kasus teroris bergantung pada kasus-kasus yang muncul.Jika aksi terorisme dinilai membahayakan dan mengganggu stabilitas nasional,ekonomi,pertahanan,dan keamanan seperti perang kota yang terjadi di Kota Mumbai, India, keterlibatan TNI sangat diperlukan.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya ini mengakui hingga kini belum ada keterlibatan TNI secara langsung dalam penanganan teroris karena Polri belum meminta bantuan kepada institusi tersebut. ”Secara langsung belum, tapi sudah siap semua apabila terjadi,”katanya. Di bagian lain, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan mengatakan,sedikitnya 13 orang diamankan Polres Aceh Utara karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme. Seluruhnya merupakan warga Desa Sekip dan Jalan Thamrin Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Mereka ditangkap di rumah kos di Jalan Kenari Kuta Blang, Kecamatan Benda Sakti, Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam.

Mereka ditangkap karena tidak melapor kepada perangkat pemerintah setempat dan selama menetap diketahui berjualan buku.Menurut Iskandar, dari hasil pemeriksaan sementara,mereka berangkat dari Lubuk Pakam,Deli Serdang melewati Sampinet, Aceh Utara, selanjutnya ke Lhokseumawe. Komandan SAS Australia Major General Mc Owen menyatakan, Australia sangat berkepentingan dengan latihan kontraterorisme. “Dalam peristiwa Bom Bali I dan II banyak warga kami menjadi korban. Terorisme menjadi ancaman nyata di kawasan Asia Tenggara sehingga harus ada kerja sama,” sebutnya. Owen menyampaikan perhargaan atas kepuasan bekerja sama dengan Kopassus.

“Kopassus merupakan pasukan elite paling bagus di Asia Tenggara sehingga menjadi aset yang sangat berharga untuk TNI dan Indonesia,” ujarnya. General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Heru Legowo secara terpisah menyatakan, latihan kontraterorisme tidak mengganggu jadwal penerbangan.

SINDO

Komandan Australia Nilai TNI Profesional

(Foto: Reuters)

28 September 2010, Kuta -- Komandan Komando Operasi Khusus (SOCOM) Australia, Mayor Jenderal Tim MacOwen, menilai tentara Indonesia profesional dan dia puas menyaksikan latihan penanggulangan teror bersama jajaran Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat.

"Kami mendapat banyak masukan berharga dari latihan bersama ini. Pasukan komando Anda sangat mumpuni dalam operasi penanggulangan teror seperti ini dan ini menjadi aset tidak ternilai untuk Indonesia," katanya kepada ANTARA News, di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, Selasa.

MacOwen bersama sejawatnya, Komandan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (AD), Mayor Jenderal TNI Lodewijk Paulus, menyaksikan langsung operasi latihan bersama penanggulangan aksi teror di bandar udara internasional itu.

Hanya perlu waktu tiga menit saja bagi pasukan khusus gabungan kedua negara itu untuk menggulung kawanan teroris yang dipimpin tokoh fiktif bernama "Umar Patek", yang menuntut pembebasan para narapidana dan tahanan politik ditambah uang sebanyak Rp5 miliar.

Beberapa lantai bandar udara di Bali yang ramai itu bisa diduduki "Patek" dan kawan-kawan. Untuk mempertegas tuntutannya, kawanan teroris itu menembak mati satu dari puluhan sandera dari lantai dua Terminal Keberangkatan Internasional Bandar Udara Ngurah Rai, yang diduduki mereka sejak dua hari sebelumnya.

Panglima TNI tidak ingin keadaan bertambah buruk dan langsung memerintahkan Komando Pasukan Khusus TNI AD membentuk satuan tugas penanggulangan teror itu.

Selain itu, ikut dibajak pula sebuah pesawat terbang maskapai penerbangan nasional di jalur Jakarta-Perth yang melengkapi jumlah sandera, yang sebagian adalah warga negara Australia.

Komando Operasi Khusus Australia, atas perintah pemerintah negara itu, lalu menghubungi Markas Besar TNI agar bisa dilibatkan dalam operasi gabungan penanggulangan teror itu karena sebagian sandera adalah warga negaranya.

Alhasil, waktu yang diperlukan guna membentuk satu satuan tugas gabungan menjadi sangat singkat sampai operasi itu pun digelar.

"Salah satu bukti profesionalitas tentara Indonesia, dalam hal ini Kopassus TNI AD, adalah mampu melakukan koordinasi dan melakukan prosedur penyelamatan sandera dalam waktu singkat sekali. Kami sendiri juga lakukan hal serupa, akan tetapi waktu persis yang diperlukan tidak bisa saya ungkap pada Anda," katanya.

Menurut MacOwen, pasukan khusus Indonesia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam ketepatan dan kecepatan aksi. "Lihat saja, dalam waktu singkat bisa ditumpas para teroris itu. Kami mendapat pengalaman berharga," katanya.

Komando Operasi Khusus Australia merupakan satu badan gabungan dari tujuh pasukan khusus yang dimiliki Australia. Dua di antara tujuh pasukan khusus itu telah sangat dikenal, yaitu "Special Air Force" (SAS) Australia dan "Australian Army Defence Force Commando".

Berlainan dengan Indonesia, di Angkatan Pertahanan Australia, ketujuh pasukan elit dari berbagai matra dan korps ini dikoordinasikan pembinaan dan pengerahannya ke dalam satu badan gabungan, yaitu SOCOM. Mereka juga menguasai prosedur-prosedur khusus yang berasal dari pasukan elit mitranya karena mereka sering saling berlatih.

(Foto: AP)

(Foto: Reuters)

(Foto: AP)



(Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)

ANTARA News

Minggu, 19 September 2010

Kopassus Latihan Bersama Australia

Anggota SAS setelah berlatih menembak di Afghanistan. (Foto: Australia DoD)

20 September 2010, Jakarta -- Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat akan berlatih bersama pasukan khusus Australia atau SAS dalam operasi antiterorisme pembebasan sandera di terminal Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, tanggal 28 September mendatang.

”Tanggal 17 kemarin sudah datang pasukan khusus dari Australia,” kata Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Mayor Jenderal Lodewijk F Paulus, Minggu (19/9). Menurut dia, mulai 18 September lalu telah diadakan latihan bersama yang bersifat teknis di Jawa Barat. Untuk latihan yang bersifat taktis belum dilaksanakan. ”Akan dilakukan setelah ini,” kata Lodewijk.

Gelar di lapangan berupa latihan operasi akan dilaksanakan di Bandara Ngurah Rai. Skenarionya, ada gerakan teroris yang menyandera masyarakat di terminal bandara. Operasi antiteror dari dua pasukan khusus ini yang akan mengatasinya. Latihan ini akan diikuti sekitar 300 personel dari kedua belah pihak.

Taraf internasional

Menurut Lodewijk, ada tiga target utama dari latihan bersama ini. Sesuai dengan standar operasi dari dua pasukan khusus yang sudah bertaraf internasional ini, dipikirkan perlu untuk mengadakan kerja sama dan saling membagi ilmu. Dengan demikian, bisa tercapai standar operasi yang terpadu di antara keduanya.

Selain itu, sesuai dengan citra Bali sebagai pusat turisme dunia yang menjadi andalan industri pariwisata Indonesia, latihan bersama ini diharapkan memberikan rasa aman bagi turis. Apalagi, banyak turis dari Australia yang kerap berwisata ke Bali. Oleh karena itulah Bali dipilih sebagai tempat latihan bersama. ”Namun, latihan ini hanya di darat, jadi hanya di terminal bandara,” katanya.

KOMPAS

Kamis, 09 September 2010

Danjen Kopassus Tutup Kursus Sustih Para dan Para Dasar

08 September 2010 -- Bertempat di Pusdikpassus Batujajar, Bandung, Selasa (7/09) Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, menutup pelaksanaan pendidikan kursus para dasar Akademi militer tingkat III/Sermadatar. Latihan yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Akmil TA. 2010, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan para taruna Akmil dalam melaksanakan penerjunan pada pagi hari dan malam hari.

Dengan kemampuan Para Dasar tersebut, Para taruna Akmil sebagai calon komandan di setiap satuan harus siap melaksanakan tugas-tugas di daerah yang sulit dan terpencil dalam rangka melaksanakan tugas taktis atau strategis untuk memelihara dan menjaga kedaulatan NKRI. Penerjunan menggunakan 1 pesawat C-130 Hercules Long Body, dilaksanakan dalam 4 sortie (sortie I 70 orang, sortie II 80 orang, sortie III 70 orang dan sortie IV 80 orang) dari Bandara Hussein Sastranegara, Kursus Para Dasar ini diikuti oleh 300 taruna tingkat III Akmil.

Pada penutupan kursus Para Dasar ini, Danjen Kopassus juga menutup sekaligus latihan Kursus pelatih Para yang diadakan juga di Pusdikpassus. Akhir acara, dilaksanakan demo terjun free fall dari anggota Kopassus.

KOPASSUS