Tampilkan postingan dengan label Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 September 2010

Cina Serahkan Frigate Ketiga Pesanan AL Pakistan

PNS Saif saat dibangun di Hudong Zhonghua Shipyard, Shanghai.

18 September 2010 -- Cina kembali mengirimkan kapal frigate F-22P ketiga ke Angkatan Laut Pakistan, Rabu (15/9), diberitakan harian Pakistan the Nation.

Kapal ketiga diberi nama PNS Saif, dibangun di Hudong Zhonghua Shipyard, Shanghai. Kapal pertama PNS Zulfiquar dan kedua PNS Shamsheer telah dioperasikan oleh AL Pakistan.

Cina dan Pakistan meneken kontrak pembelian empat frigate tipe 22 senilai 600 juta dolar pada April 2005. Cina juga akan mengirimkan enam helicopter Z-9EC.

Frigate keempat segera dibangun di Karachi Shipyard and Engineering Works berdasarkan perjanjian alih teknologi.

Diberitakan frigate F-22P dilengkapi persenjataan dan sensor canggih serta helicopter Z9EC.

AL Pakistan telah menerima frigate kelas Perry bekas USS McInerney yang telah dioperasikan 32 tahun oleh AL AS. Frigate diberi nama PNS Alamgir, pemerintah Pakistan harus membayar biaya perbaikan dan modernisasi 65 juta dolar, diambil dari bantuan militer AS. AL Pakistan mengharapkan mengakuisisi delapan frigate kelas Perry dengan skema yang sama.

The Nation/Berita HanKam

Sabtu, 04 September 2010

CN-235 ROKAF Beraksi


04 September 2010 -- CN-235 AU Korsel menyebarkan kembang api saat peringatan Pertempuran Sungai Nakdong saat, sekitar 290 km arah Tenggara ibu kota Seoul, Jumat (3/9). Korsel membeli CN-235 dari PT. DI. (Foto: Getty Images)

Berita HanKam

Kamis, 02 September 2010

AL Pakistan Terima Frigate Bekas AL AS

Lagu kebangsaan AS dan Pakistan diperdengarkan saat upacara purna bakti frigate kawal rudal USS McInerney (FFG 8) di AL AS di Pangkalan AL Mayport, Florida. Saat bersamaan di gelar upacara pengoperasian PNS Alamgir (F 260) oleh AL Pakistan. (Foto: USN/ Mass Communication Specialist 2nd Class Gary Granger Jr)

03 September 2010 -- Amerika Serikat menyerahkan frigate kelas Oliver Hazard Perry PNS Alamgir (eks-USS McInerney FFG 8) ke Angkatan Laut Pakistan di Mayport, Florida, Selasa (31/8). Pakistan diwakili Duta Besar Pakistan di AS Husain Haqqani serta dihadiri KASAL Pakistan Laksamana Madya Muhammad Asif Sandila HI(M), sejumlah pejabat dan perwira termasuk anggota parlemen.

PNS Alamgir akan berlayar ke Pakistan Januari 2011 setelah menjalani perbaikan dan pelatihan para awak kapal. Frigate diawaki 245 pelaut, termasuk 17 perwira.

Frigate dipersenjati meriam 76 mm yang mampu menembak sasaran di udara dan permukaan serta dapat membawa dua helicopter. Panjang kapal 445 kaki, berbobot 4100 ton, dapat dipacu hingga 30 knot. Frigate dilengkapi persenjataan peperangan anti kapal selam.

USS McInerney (FFG 8) berlabuh di Caldera Bay, Chile saat masih bertugas di AL AS. (Foto: USN/ Mate 1st Class Marthaellen L. Ball)

Seorang pelaut menurunkan union jack saat upacara. (Foto: USN/ Mass Communication Specialist 2nd Class Gary Granger Jr)

Kapten Naveed Ashraf akan menjadi komandan PNS Alamgir. (Foto: USN/ Mass Communication Specialist 2nd Class Gary Granger Jr)

Pelaut AS dan Pakistan berparade di depan frigate saat upacara. (Foto: USN/ Mass Communication Specialist 2nd Class Sunday Williams)

APP/Berita HanKam

Rabu, 01 September 2010

Korsel Publikasikan Destroyer Aegis Kedua

02 September 2010 -- Korea Selatan mempublikasikan foto kapal perang jenis destroyer Aegis kedua Yulgok Yi Yi saat melakukan uji pelayaran di Geoje, sekitar 470 km Tenggara ibu kota Korsel Seoul. Destroyer berbobot 7600 ton, dibangun di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering. Destroyer pertama King Sejong the Great diluncurkan Desember 2008. AL Korsel mengumumkan destroyer mampu melacak 100 sasaran saat bersamaan dan menyerang 20 sasaran secara simultan. Dipersenjatai sekitar 120 rudal dan torpedo jarak jauh, mampu dipacu hingga 30 knot dengan jumlah awak 300 orang. (Foto: Reuters)

Berita HanKam

AL Cina Kirim Kapal RS ke Teluk Aden

01 September 2010 -- Kapal rumah sakit pertama AL Cina Peace Ark meninggalkan Cina menuju Teluk Aden, Rabu (1/9) melakukan misi medis selama 87 hari. Kapal berlayar dari pelabuhan di kota Zhoushan, provinsi Zhejiang. Kapal akan singgah di Djibouti, Kenya, Tanzania, Secychelles dan Bangladesh. (Foto: AP)

Berita HanKam

Selasa, 31 Agustus 2010

AL Taiwan Libatkan Kapal Cepat Rudal Kuang Hua Latihan Laut

(Foto: Reuters)

(Foto: Getty Images)

01 September 2010 -- Dua prajurit AL Taiwan mengoperasikan meriam yang dipasang di kapal cepat rudal kelas Kuang Hua VI (光華六號) saat latihan di pangkalan angkatan laut di Tsoying, Senin (30/8). Kuang Hua VI dibangun di galangan kapal lokal CSBC Corp, panjang 34 m dan lebar 7,6 m dengan kecepatan maksimal 61 kph. Dipersenjatai empat rudal anti kapal Hsiung Feng II jarak tembak mencapai 150 km. Kapal dilengkapi radar dan sistem elektronik canggih serta berkemampuan siluman. Proyek Kuang Hua VI diperkenalkan pertama kali 1996 guna menggantikan kapal cepat rudal Hai Ou. Pemerintah Taiwan berencana membangun 30 kapal, telah diserahkan 12 kapal pada Mei lalu. Harga kapal 12,29 juta dolar perunit.

Berita HanKam

Minggu, 29 Agustus 2010

Dua Kapal Perang Cina Hadiri HUT Kemerdekaan Vanuatu

PM Vanuatu Edward Natapei berkunjung ke kapal latih Zhenghe saat berlabuh di Port Vila, Jumat (27/8). (Foto: Xinhua)

30 Agustus 2010 – Dua kapal perang Cina, kapal latih Zhenghe dan frigate Mianyang melakukan kunjungan selama empat hari ke ibu kota Vanuatu Port Vila,

Kedua kapal tiba di Port Vila Jumat (27/8), guna memenuhi undangan Perdana Menteri Vanuatu Edward Natapei menghadiri HUT ke-30 Hari Kemerdekaan Vanuatu.

Kunjungan kapal perang Cina ke Vanuatu pertama kalinya. Vanuatu dan Cina menjalin hubungan diplomatik sejak 1982.


PM Edward Natapei mengunjungi kedua kapal Sabtu (28/8), diterima perwira tinggi AL Cina Laksamana Muda Leng Zhenqing dan Duta Besar Cina untuk Vanuatu Cheng Shuping.

Sebelumnya kedua kapal singgah di Papua New Guinea, selanjutnya berlabuh di Tonga, Selandia Baru dan Australia.

Xinhua/Berita HanKam

Dua Kapal Perang Cina Kunjungi Myanmar

Prajurit dan perwira awak kapal perusak Guangzhou berdiri di sisi kapal membentuk formasi saat tiba di Pelabuhan Thilawa, Yangon, Myanmar. (Foto: Xinhua/Jin Fei)

30 Agustus 2010 – Dua kapal perang Cina dari Satuan Tugas Escort ke-5 Guanhzhou dan Caohu berlabuh di Pelabuhan Thilawa, Yangon, Myanmar, Minggu siang (29/8).

Kedua kapal berlabuh selama lima hari dalam rangkan meningkatkan hubungan antara kedua angkatan bersenjata kedua negara dan pertukaran antara kedua angkatan laut.
Kunjungan kapal perang Cina ke pelabuhan Myanmar untuk pertama kalinya.

Kedua kapal perang telah menyelesaikan misi pengawalan di Teluk Adan dan perairan Somalia.

Sebelum mengunjungi Myanmar, kedua kapal telah berkunjung ke Mesir, Italia dan Yunani.



Warga Yanggon diperkenankan mengunjungi kedua kapal, setelah selesai upacara penyambutan. (Foto: Xinhua/Jin Fei)

Xinhua/Berita Hankam

Senin, 23 Agustus 2010

Cina Uji Coba Rudal Pelumat Kapal Induk, Respon Kapal Induk AS Dekat Perairannya

Rudal Cina menyerang kapal induk AS digambar artis yang dilansir media pemerintah Cina. (Foto: China National Radio)

24 Agustus 2010 -- Cina akan melakukan uji penembakan rudal balistik anti kapal Dong Feng 21D, diberitakan media pemerintah, Jumat (20/8).

Dong Feng 21D mempunyai jarak jelajah 1300 – 1800 km, mampu membawa enam hulu ledak seberat 450 kg. Rudal dirancang untuk melumat kapal induk karena rudal akan menerobos ke bagian dalam kapal kemudian meledak dibagian dalam kapal induk.

Sejumlah pengamat berspekulasi uji coba ini reaksi Beijing atas penempatan kapal induk tenaga nuklir Amerika Serikat USS George Washington di perairan dekat Cina saat latihan laut dengan Korea Selatan.

Cina sebelumnya belum memberitahukan atau membantah berita bahwa rudal telah selesai dikembangkan dan akan diuji tembak tahun ini.

Cina mempublikasikan gambar artis rudal jarak sedang Dong Feng 21C sedang menyerang kapal induk AS.

Harian Hong Kong Wen Wei Po memberitakan “Bila Cina menyerang sebuah kapal induk AS dengan Dong Feng 21, AS akan menyerang balik dengan senjata nuklir,” mengutip seorang Admiral AL AS yang tidak mau disebutkan namanya.

Profesor Toshi Yoshihara dari US Naval War College mengatakan Cina memerlukan beberapa lapis sensor untuk mengoperasikan rudal Dong Feng 21C, termasuk radar dibalik cakrawala yang akan membantu melacak satuan kapal permukaan, sensor yang dibawa pesawat untuk memantau lautan Pasifik serta data satelit guna melacak grup penyerang. Ketiga lapisan sensor tersebut harus mampu menyediakan data sangat akurat untuk menuntun rudal.

Uni Sovyet telah mencoba mengembangkan rudal balistik anti kapal permukaan saat Perang Dingin, tetapi dihentikan karena menghadapi banyak kendala.

Chosun Ilbo/Fox News/Berita HanKam

Minggu, 15 Agustus 2010

Foto Pembangunan Kapal Induk Cina










Berita HanKam

Rabu, 28 Juli 2010

Pengisian Bahan Bakar di Laut Kapal Perang Korsel


29 Juli 2010 -- Kapal bantu ROKS Cheonji menyuplai bahan bakar destroyer kelas KDX-II ROKS Choi Young saat latma AS-Korsel di Laut Timur, Korsel, 28 Juli 2010. (Foto: Reuters)

Selasa, 27 Juli 2010

Destroyer Choi Young Tembakan Kanon dan Torpedo di Latma Korsel-AS

28 Juli 2010 -- Foto ini dikeluarkan oleh AL Korea Selatan, destroyer ROKS Choi Young menembakan kanon Mk 45 Mod 4 127 mm saat latihan bersama laut-udara Korsel-Amerika Serikat di Laut Timur, Selasa (27/7). Kapal perang Korsel-AS latihan menembakan kanon dan menjatuhkan bom anti kapal selam. Latihan berlangsung tiga hari memberikan isyarat pada Korea Utara untuk tidak melakukan agresi dalam bentuk apapun. Latma ini dilakukan sebagai jawaban karamnya korvet Cheonan oleh torpedo Korut, menurut para investigator internasional. (Foto: AP)

Awak kapal ROKS Choi Young (DDH 981) AL Korsel menembakan torpedo dari tabung torpedo 324 mm. Destroyer Choi Young termasuk kelas Chungmugong Yi Sun-shin dibagun oleh Hyundai Heavy Industries Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korsel membangun enam kapal kelas ini. (Foto: AP)

ROKS Choi Young tembakan decoy Torpedo Acoustic Counter Measures (TACM). (Foto: AP)

Berita HanKam

LHD Dokdo di Latma Laut Udara Korsel-AS

28 Juli 2010 – Kapal amphibi ROKS Dokdo dan kapal induk tenaga nuklir kelas Nimitz USS George Washington transit di Laut Jepang, 27 Juli 2010. Korsel dan AS mengelar latihan bersama berkode 'Invincible Spirit' di perairan Semenanjung Korea, 25 – 28 Juli 2010. ROKS Dokdo kapal perang jenis LHD, dibangun di galangan kapal Hanjin Heavy Industries & Constructions Co. di Busan, Korsel. Kapal dioperasikan AL Korsel 3 Juli 2007. Dokdo berbobot 14,300 ton, kapal perang berbobot terberat yang dimiliki AL Korsel saat ini. (Foto: Getty Images)

Kapal amphibi ROKS Dokdo dan kapal induk tenaga nuklir kelas Nimitz USS George Washington transit di Laut Jepang, 27 Juli 2010. (Foto: Getty Images)

Helikopter Sea Hawk AL AS dari Skuadron 14 Helikopter Anti Kapal Selam terbang dekat kapal amphibi ROKS Dokdo. (Foto: Getty Images)

ROKS Dokdo berlayar di Laut Jepang beriringan dengan destroyer USS Lassen dan USS Chung-Hoon. (Foto: Getty Images)

Berita HanKam

Minggu, 25 Juli 2010

AS-Korsel Mulai Gelar Latma Udara Laut

Awak kapal induk tenaga nuklir USS George Washington bekerja di ruangan Combat Defense Centre saat latma Invincible Spirit di perairan Korea Selatan, 25 Juli 2010. (Foto: Reuters)

25 Juli 2010 -- Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai latihan bersama udara dan laut skala besar di Semenanjung Korea, Minggu (25/7). Latma diberinama "Invincible Spirit" berlangsung empat hari, sebelumnya dijadwalkan berlangsung 8-11 Juni tetapi ditunda menunggu resolusi PBB terkait insiden tenggelamnya korvet AL Korsel Cheonan 26 Maret 2010.

Latma ini ditujukan memberikan isyarat kuat pada Korea Utara yang dituduh menembakan torpedo ke Cheonan sehingga tenggelam dan menewaskan 46 pelaut.

Amerika Serikat menurunkan kapal induk tenaga nuklir kelas Nimitz USS George Washington 97.000 ton yang menjadi salah satu simbol kekuatan militer AS. USS George Washington membawa satuan udaranya sekitar 80 pesawat, diantaranya F/A-18E/F Super Hornet, EA-6B Prowler, E-2C Hawkeye. Sekitar 8000 personil dari kedua negara, 20 kapal perang dan lebih dari 200 pesawat terlibat dalam latma ini. Jet tempur siluman F-22 Raptor akan melakukan misi terbang pertama kalinya di udara Korea.

Korea Selatan menyertakan LHD Dokdo 14.000 ton, kapal perusak kelas KDX-II 4500 ton, kapal selam kelas Son Won-il 1800 ton dan jet tempur F-15K.

Dalam latma akan dilakukan latihan penembakan artileri, menjatuhkan bom anti kapal selam dan ranjau laut serta pengisian bahan bakar di udara. Latihan ini ditujukan mencegah terulangnya insiden seperti Cheonan.

Jepang mengirimkan pengamat dalam latma ini karena sangat sensitif terkait isu ancaman Korea Utara. Pengiriman pengamat militer Jepang pada latma gabungan AS dan Korsel untuk pertama kalinya.


Jet tempur F/A-18E/F Super Hornet AL AS lepas landas dari kapal induk tenaga nuklir kelas Nimitz USS George Washington dalam latihan bersama udara dan laut Amerika Serikat dan Korea Selatan. (Foto: Reuters)

Awak darat mengecek kesiapan pesawat EA-6B Prowler di atas dek kapal induk tenaga nuklir USS George Washington saat mengikuti latma Invincible Spirit di perairan Korea Selatan, 25 Juli 2010. (Foto: Reuters)


Awak darat mengecek kesiapan pesawat E-3C Hawkeye di atas dek kapal induk tenaga nuklir USS George Washington saat mengikuti latma Invincible Spirit di perairan Korea Selatan, 25 Juli 2010. Pesawat ini mampu beroperasi sejauh 1000 km. (Foto: Reuters)

YONHAP/Berita HanKam

Selasa, 20 Juli 2010

Taiwan Akan Borong Senjata dari AS

Torpedo MK-54 MAKO diatas kapal perang USS Ross DDG-71. (Foto: USN)

20 Juli 2010 – Taiwan berencana membeli torpedo dan main battle tank (MBT) dari Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan pertahanan meskipun hubungan Taiwan dan Cina mencair, diberitakan kantor berita AFP, Selasa (19/7).

Presiden Taiwan Ma Ying-jeou telah memerintahkan Menteri Pertahanan membuat daftar belanja, termasuk torpedo MK-54 MAKO, lusinan MBT M1A2, amphibious landing vehicles, diberitakan the Liberty Times.

Torpedo MK-54 akan menggantikan torpedo tua MK-46.

Menhan Taiwan mengatakan daftar belanja belum final.

Harian Taiwan sebelumnya memberitakan Cina meningkatkan jumlah rudal yang diarahkan ke Taiwan dari 300 pada 2001 menjadi 1400 pada 2008.

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan Januari lalu penjualan paket senjata ke Taiwan, termasuk sistem pertahanan rudal Patriot, helikopter Black Hawk, perlengkapan armada jet tempur F-16, tetapi tidak ada penjualan kapal selam atau jet tempur baru.

Penjualan ini memancing kemarahan Beijing, mengancam akan memotong kontak militer dan keamanan dengan AS.

AFP/Berita HanKam

Senin, 19 Juli 2010

Pakistan Akan Jual JF-17 Thunder di Farnborough

Jet tempur JF-17 Thunder. (Foto: rupeenews)

19 Juli 2010 – Pakistan akan memamerkan dan menjual jet tempur JF-17 Thunder di Pameran Dirgantara Farnborough, diberitakan televisi Pakistan, Senin (19/7).

Turki dan negara-negara di wilayah Timur-Tengah dan Afrika tertarik pada jet ini, menurut seorang pejabat senior Pakistan. Uang hasil penjualan diarahkan untuk memperkuat angkatan udara.

JF-17 Thunder pesawat tempur ringan serbaguna dikembangkan hasil kerjasama Pakistan Aeronautical Complex dan the Chinese Chengdu Aircraft Industries Corporation.

Hampir 50% peralatan pesawat dan avionik pesawat dibuat di Kamra, Pakistan, sedangkan sisanya dikirim dari Cina.

RIA Novosti/Berita HanKam

Sabtu, 17 Juli 2010

Korsel Kembangkan Rudal Jelajah 1500 Km

Rudal permukaan-permukaan Hyunmoo. (Foto: telegraph)

18 Juli 2010 – Korea Selatan mengembangkan rudal jelajah mampu mencapai 1500 km dan berencana menempatkan sepanjang perbatasan dengan Korea Utara paling lambat tahun ini, ucap seorang pejabat pertahanan, Sabtu (17/7) kutip kantor berita Yonhap.

Korsel telah memiliki rudal Hyunmoo yang hanya mempunyai jarak jelajah 1000 km. Berdasarkan kesepakatan dengan Amerika Serikat, Korsel diperkenankan mengembangkan jarak jelajah rudalnya sejauh hulu ledaknya dibawah 500 kg.

Produksi masal rudal permukaan-permukaan Hyunmoo-3C sukses setelah dikembangkan sejak 2008, tambah pejabat tersebut.

YONHAP/Berita HanKam

Rabu, 14 Juli 2010

AS Serahkan 4 Mi-17 AD Pakistan Yang Telah Diperbaiki


15 Juli 2010 -- Amerika Serikat menyerahkan empat helicopter Mi-17 milik AD Pakistan, Rabu (14/7) di pangkalan udara Chaklala. Helikopter tersebut bagian dari 24 Mi-17 yang dirawat total di AS.

Amerika Serikat mendanai perbaikan 24 Mi-17 AD Pakistan, 12 helikopter telah selesai dan diserahkan tahun lalu. Sisanya delapan helikopter dijadwalkan diserahkan tahun ini. Amerika Serikat dan AD Pakistan sedang membicarakan dana perawatan total 10 Mi-17 lagi.

AD Pakistan telah menerima dua helicopter Bell 412 tahun ini dari AS. Pakistan telah membeli suku cadang 13 helikopter termpur AH-1F Cobra dari AS guna meningkatkan kemampuan tempur satuan udara AD Pakistan.

Amerika Serikat berkepentingan meningkatkan kemampuan tempur AB Pakistan, guna membantu memerangi kaum militan yang beroperasi disepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Pemerintah AS telah menganggarkan untuk Pakistan lebih dari 12 milyar dolar bantuan keamanan, peralatan dan pelatihan, dan juga 8,1 milyar dolar kompensasi Coalition Support Fund (CSF). Pakistan juga telah menerima17 F-16 Block 52, 5 kapal cepat untuk badan keamanan laut, 2 pesawat patroli maritim P-3C Orion untuk AL Pakistan, 115 pucuk howitzer M109A5 untuk AD Pakistan, lebih dari 450 kendaraan untuk penjaga perbatasan Pakistan, ratusan NVG, dan ribuan baju anti peluru untuk petugas keamanan Pakistan.

Sebelumnya AS pernah melakukan embargo senjata pada Pakistan, jet tempur F-16 yang telah dibeli Pakistan tertahan di AS. Jet tempur ini diajukan dibeli oleh Indonesia, tetapi kongres AS menentang penjualan senjata ke Indonesia. Saat ini AS sangat membutuhkan bantuan dari Pakistan dalam perang di Afghanistan. Embargo senjata terhadap Pakistan dicabut, diganti dengan dana melimpah untuk memperkuat AB Pakistan.

US Embassy/Berita HanKam

Senin, 28 Juni 2010

3 F-16 Baru AU Pakistan Tiba

29 Juni 2010 -- Tiga jet tempur F-16 Pakistan menyentuh landasan pangkalan udara Shahbaz (Jacobabad), Sabtu (26/6).

Jet tempur ini bagian dari 12 F-16C dan 6 F-16D yang dibeli pemerintah Pakistan pada 2006.

Dua jet tempur F-16 kursi tandem nomer registrasi 10804 dan 10805 serta berkursi tunggal 902, diterbangkan secara feri dari Amerika Serikat ke Pakistan oleh para pilot AU Pakistan.

Menurut situs Flightglobal.com, AU Pakistan mengoperasikan 25 F-16A dan 21 F-16B diterima antara 1982 dan 1994.



(Foto: PAF)

Flightglobal/Berita HanKam